
Akhirnya Bianca pun pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Nampak terlihat dia ingin menenangkan pikirannya dulu yang membuat dirinya dihinggapi rasa kecewa dan kesal tapi tidak bisa meluapkan amarahnya itu seperti sang kakak.
Perjalanan yang dia tuju keluar dari rumah sang Mama yaitu ke rumah Tyanca sang Kakak. Mungkin kalau Azizah itu bukan istri kedua sang Papa, Bianca sudah pergi ke rumah Azizah. Bianca pergi ke rumah sang Kakak dengan menggunakan Bis.
____
Tiba di rumah sang kakak.
Nampak terlihat Tyanca dan Gerry sedang duduk di halaman rumah, mereka terlihat gembira dengan gelak canda tawa.
"Assalamu'alaikum,,," ucap Bianca dengan membuka pintu gerbang.
"Wa'alaikum salam,,," secara bersamaan Tyanca dan Gerry mengucapkan balasan salam kepada tamu yang datang.
•••
Tatkala melihat tamu yang datang itu adalah sang adik sontak hati Gerry dan Tyanca dihinggapi rasa terkejut karena sang adik datang dengan membawa tas besar dan menggendong anaknya tanpa ada yang menemani.
Mata sepasang suami istri itu saling pandang, lalu Tyanca mengucek matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya yaitu kedatangan sang adik tanpa di temani oleh kedua orang tuanya.
Tyanca dan Gerry pun menyeret langkah kakinya menuju gerbang halaman rumah, dimana Bianca sedang termangu disana. Tyanca pun langsung menggendong anak sang adik, sementara Gerry membawakan tas besar yang dibawa oleh Bianca.
Bianca nampak bersalaman dengan sang Kakak dan suaminya itu dengan mencoba tersenyum ramah, walau hatinya sedang dalam keadaan capek dan rasa gundah gulana.
_____
"Dek,,,kamu kesini datang dengan anakmu berdua, pakai apa, Bis? Mama kemana enggak ikut!? kamu kenapa Dek?" bertubi-tubi Tyanca bertanya terhadap sang adik karena dihinggapi rasa heran biasanya sang adik datang bersama Papa dan Mamanya.
Mata Tyanca berselancar keluar halaman rumah dia berpikir mungkin sang Ibu atau Papa tidak ikut karena nampak di luar pagar rumah, disana tidak ada kedua orang tuanya yang ikut.
Melihat mata sang adik sembab Tyanca pun berpikir bahwa Bianca sudah menangis dan dia berpikir juga kalau adiknya itu pergi dari rumah kedua orang tuanya, karena keadaan di rumah sedang tidak nyaman karena sang Papa baru saja mengkhianati Mama dengan mempunyai wanita lain.
__ADS_1
____
"Dek,,ayo masuk,," ucap Gerry ketika mendapati adik dari sang istri seakan dihinggapi rasa sedih dengan pandangannya menunduk.
Mereka pun kemudian masuk ke dalam rumah dengan dihinggapi rasa tanya dalam diri masing-masing.
____
Di dalam rumah.
Bianca menghempaskan badannya dengan kasar di kursi sofa, pandangannya menunduk.
Sang Kakak pun dengan cepat sang Kakak pun memberikan minuman kepada sang adik tersebut. Setelah dirasa nampak sang adik sudah terlihat hilang dari lelah karena sudah menempuh perjalanan menggunakan Bis yang melelahkan, sang Kakak pun nampak membelai lembut rambut sang adik dan menghela napas secara perlahan.
"Dek, kamu sedang kesal ya? Makannya pergi dari rumah," tanya sang Kakak
____
Bianca pun menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang terlewat. Setelah dia ungkapkan semua rasa kecewanya karena ulah sang Papa terhadap sang Kakak, sontak Tyanca pun dihinggapi rasa terkejut karena ternyata wanita mantan dari istri kedua Papanya itu adalah Guru spiritualnya Bianca.
"Sungguh tidak menyangka, sumpah entah kenapa Kakak jadi tambah ilfil sama Papa. Sumpah Dek,,,kamu jangan pulang kembali ke rumah Papa dan Mama, mending kamu tinggal disini saja sama Kakak," ucap Tyanca terlihat dari raut mukanya menyimpan rasa dendam dan emosi yang memuncak.
"Mih,,,jangan gitu ngomongnya!" Gerry sang suami matanya mendelik tatkala sang istri seakan memojokkan sang Papa mertua. Gerry tidak mau kalau istrinya itu mempengaruhi sang adik untuk bersifat marah juga kepada Papanya yang berselingkuh.
"Lagian aku kesel Pih,, ternyata istri kedua dari Papa itu Guru spiritualnya Bianca, dan Papa sangat menutup rapat kelakuannya yang buruk itu selama 1 tahun, dan aku enggak habis pikir mengapa Papa melakukan itu sedangkan anaknya sendiri dikhianati oleh laki-laki. Ternyata aku mempunyai Papa yang bodoh,,!" ucap Tyanca menggerutu, dia kembali memaki sang Papa.
"Sudah,,Mih, kamu jangan memojokkan Papamu, seburuk-buruknya, dia adalah Papa kandungmu, berdoa saja semoga dia berubah kedepannya," ucap Gerry.
____
Sang suami tahu istrinya itu mempunyai sifat dendam dan jika sudah terluka jangan harap kata maaf langsung terucap dari mulutnya mungkin perlu proses untuk bisa mengembalikan hati yang tersakiti apalagi sang Papa di mata dia orang baik dan setia dan tiba-tiba dengar kabar bahwa ada wanita lain yang pernah singgah, ini mengakibatkan rasa marah yang begitu melekat dalam diri sang anak.
__ADS_1
"Dek,,kita makan yu,, setelah itu kamu istirahat tidur di kamar ya, biar anakmu di asuh dulu sama Kak Tyanca," ucap Gerry.
____
Ting..
Tiba-tiba ada pesan masuk dari ponselnya Tyanca, nampak sang Mama memberikan sebuah pesan.
{"Kak,,ada Bianca disana? Bilangin ke dia maafkan Papa dan Mama ya, dan nitip adikmu ya,, semoga dia bisa melupakan sifat buruk sang Papa,"} tulis pesan sang Mama.
Dalam hati Tyanca dihinggapi rasa kesal juga terhadap sang Mama, karena terlalu sabar menghadapi sang suami yang membuat luka dan mengkhianatinya.
"Harusnya, Mama kasih pelajaran si Papa! geram aku juga sama Mama!!" ucapnya terdengar kesal.
"Mih,,kamu sabar, mungkin Mama diam karena sudah tidak mampu lagi untuk berkata, jadi diam lebih baik yang dilakukan oleh Mama," ucap Gerry mencoba membuat hati sang istri agar tidak terus menerus dihinggapi rasa amarah.
Tyanca pun akhirnya terdiam tatkala sang suami yang selalu mencoba sabar dengan sifat sang istri yang keras kepala dan tegas tidak lembut.
_____
Nampak di dalam kamar Bianca hanya termenung memikirkan sosok Azizah yang dia kagumi dan dia sayangi seperti sosok Mamanya sendiri.
"Entah apa yang akan aku ucapkan kepada Bu Azizah ketika nanti ada pertemuan, mungkinkah aku memaafkan? Atau aku malah benci kepadanya!?" gumam hati Bianca.
Bianca menyadari dia bukan wanita sempurna karena di usianya yang masih muda dia sudah membuat ulah dan rasa sakit hati kepada sang orang tuanya dengan cara hamil diluar nikah. Impian dia sedari kecil ingin menjadi seorang Dokter pun musnah seketika, tatkala di perutnya ada janin dari buah cinta yang terlarang bersama Rama.
Sifatnya yang tidak dewasa dengan usianya yang masih duduk di bangku SMP, membuat dia selalu di barengi emosi ketika melakukan hal apapun, tapi disaat dia melabuhkan hatinya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta datanglah malaikat yang berbentuk manusia yaitu Azizah, rasa nyaman yang diberikan oleh Azizah kepada Bianca sungguh membuat hati Bianca terpesona.
Tapi setelah mengetahui sosok wanita kedua yang mencoba merebut hari sang Papa adalah Azizah, dia pun merasa hampa dan terpuruk hatinya.
bersambung...
__ADS_1