
Sontak Amel membalikan badannya, dengan tepukan yang dia rasakan dari arah belakang pundaknya. Amel pun seakan terkejut karena keadaannya seperti tadi pagi, yang menepuk pundaknya adalah Rama.
Amel dihinggapi rasa kesal karena Rama kembali mencoba mendekatinya.
Kaki Amel mundur beberapa langkah, nampak terlihat mukanya dihinggapi rasa takut.
Rama tersenyum lebar ketika melihat sosok Amel yang dihinggapi rasa takut.
Entah mengapa ketika Rama menatapnya dengan tatapan tajam, Amel seakan muak melihatnya karena Rama seakan mengejeknya.
"Mau ke mana kamu Mel! Pulang kerja ya? Aku antar ya pulangnya," ucap Rama seakan dihinggapi rasa rindu yang teramat terhadap mantan istrinya tersebut.
•••
Mulut Amel terbuka lebar, dia seakan kaget dengan keadaan tersebut.
Dalam benak Amel berpikir Rama pikirannya sedang tidak waras, atau mungkin juga sedang mabuk karena bau alkohol tercium menyengat dari mulutnya.
Amel pun seakan berpikir keras.
Kenapa sosok Rama menjadi suka dengan minuman alkohol, atau dia sedang banyak masalah? jadi melampiaskan dengan meminum alkohol.
Atau karena Rama ingin memiliki Amel kembali, terus Amel bersifat acuh kepadanya, jadi Rama kesal.
"Tidak! tidak, mungkin," gumam hatinya.
"tidak mungkin aku bersatu dengan Rama!" Pikiran Amel berselancar tidak karuan tatkala pandangannya lekat mengarah ke bola mata Rama yang terlihat manik matanya berwarna sedikit kemerahan akibat minuman ber-alkohol.
"kamu jangan takut Mel! Kenapa kamu takut sama aku? Jelas-jelas, aku Bapaknya anak kamu," Rama tertawa terkekeh.
Semakin Rama mengejek nya, dan kembali menggodanya dengan tertawa lebar, semakin Amel dihinggapi rasa takut yang sangat teramat dalam terhadap Rama yang kini berada tepat di hadapannya.
"kamu Bapak yang tidak baik!" ucap Amel tersulut emosi.
"Aku sudah berusaha baik ya, dan aku sudah ada iktikad baik untuk membayar utang kepada Bapakmu! Tapi Bapakmu seakan memandang sebelah mata terhadapku." jawab Rama, terlihat dihinggapi rasa kesal jika mengingat Bapaknya Amel yang seakan memisahkan dia, saat itu dengan istri dan anaknya.
"kamu jangan memojokkan Bapakku! ya," ucap Amel tersulut emosi.
"Bukannya aku menjelekkan Bapakmu! Tapi itu fakta, dan aku diusir oleh Bapakmu, karena aku belum bisa membayar uang yang 100 juta. Tapi ketika aku sudah ada uang yang 100 juta itu, dan ingin kembali bersama kamu dan anak kita. Malah aku diusir dan Bapakmu.
Dia berusaha memisahkan kita dan akhirnya kita bercerai!" nampak terlihat Rama dihinggapi rasa emosi terhadap Bapaknya Amel ketika dia mengenang masa itu.
__ADS_1
"Kamu Jangan menyalahkan Bapakku! Meskipun Bapakku tidak berniat untuk memisahkan anaknya dengan kamu. Tapi aku akan tetap bercerai dengan kamu, Alasannya kamu mau tahu, kenapa?" tanya Amel.
"Alasannya karena kamu dicuci otaknya oleh Bapak kamu. Bapakmu matre!" tegas Rama dengan sorot mata tajam.
"Karena kamu lelaki brengsek! Telah menduakan aku, dan tidak bertanggung jawab dengan kedua anakmu," ucap Amel dengan mata yang terlihat melotot.
Degh..
Rama dihinggapi rasa terkejut dengan ucapan Amel. " Maksud kamu apa dengan pernyataan tidak bertanggung jawab dengan kedua anak?" tanya Rama dihinggapi rasa penasaran.
"Selain dari anakku, kamu ada anak juga dari Bianca!. ternyata kamu sama memperlakukan anakku dengan anaknya Bianca tidak bertanggung jawab," ucap Amel menggebu.
Hati Rama begitu tertampar ketika mendengar apa yang disampaikan oleh Amel.
Ucapan Amel sangat memojokkan Rama,
dimata Amel, seakan Rama adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab dan tidak berguna hal tersebut mengakibatkan hati Rama tersinggung, karena Amel sudah merendahkan dia sebagai laki-laki.
Nampak terlihat dari sorot mata dan gestur tubuh Amel seakan mengejeknya.
"Kamu sekarang sudah berani melawan ya, sama aku!" ucap Rama.
•••
"Lepaskan, lepaskan aku! Kalau kamu tidak melepaskan tanganku, Aku akan berteriak." ucap Amel. Dia terlihat bersusah payah untuk melepaskan tangannya dari cengkraman Rama.
"Teriak saja!" ancam Rama dengan mata melotot dan mulutnya bau alkohol.
_____
"Lepaskan.." ucap sang lelaki.
Lelaki yang usianya sudah tidak muda lagi tapi dia nampak terlihat gagah dan awet muda, yaitu sosok Kang Burhan yang tiba-tiba keluar dari dalam mobil.
Nampak Kang Burhan mau memasuki mobil ke dalam Hotel.
Rama terlihat terkejut tatkala mendengar suara dari arah belakang yang terdengar lelaki tersebut membela Amel.
"Siapa kamu?" tanya Rama sambil melepaskan tangannya Amel.
Amel pun dengan cepat menyeret langkah kakinya ke arah Kang Burhan.
__ADS_1
Amel seakan takut jika Rama melakukan hal yang kasar kembali terhadapnya, karena Rama kondisi badannya sedang keadaan mabuk sehingga dia tidak sadar jika melakukan tindakan yang konyol.
"Aku calon suaminya!" tegas Burhan sambil menatap Rama.
Amel terkejut sekaligus tersipu malu ketika Kang Burhan mengucapkan kalimat dengan kata suami. Amel pun seakan mengerti dengan yang diucapkan oleh Kang Burhan tersebut, dia sedang melindungi Amel dari cengkraman Rama.
Kang Burhan tahu yang berada di hadapannya itu adalah sosok Rama, atau mantan dari Amel. Karena Bapaknya Amel pernah memperlihatkan foto Rama kepadanya.
"Apa benar yang diucapkan oleh lelaki itu?" tanya Rama telunjuknya mengarah ke arah Kang Burhan.
Amel mengganggukan kepalanya sambil melirik ke arah kang Burhan, dan meraih jemari tangannya kemudian menggenggam erat, seakan dia sedang butuh perlindungan.
Sontak ketika mendapatkan perlakuan seperti itu kang Burhan dihinggapi rasa malu dan gembira. Dalam hatinya mungkin dihinggapi rasa, saat-saat inilah yang ditunggu oleh Kang Burhan, dia mendapatkan perhatian yang khusus dari sosok Amel yang selama ini Amel terlihat cuek terhadapnya, dan tidak menyambut rasa sayang dan perhatiannya yang diberikan olehnya.
_____
"Hatiku terasa berdebar," gumam hati Burhan.
Jantungnya berdetak lebih cepat dan tidak karuan, dia dihinggapi rasa malu dan getar asmara yang lama hilang kini seakan hinggap lagi di hatinya.
_____
Rama nampak terkejut dan matanya berkaca-kaca seakan ada air mata yang akan menetes di ujung matanya itu.
Dia terlihat sedih tatkala mendengar Amel sudah mempunyai calon suami.
"Kamu penghianat Mel! kamu menghianati aku." ucap Rama.
Dia seakan tidak rela jika Amel harus tergoda oleh lelaki lain apalagi, nampak terucap langsung lelaki yang tengah berada di hadapannya itu bahwa dia adalah calon suaminya.
Remuk redam yang dirasakan Rama saat ini, dia tangannya mengepal.
Pikirannya seakan kacau, dia seakan ingin menghantam lelaki yang tengah berada di hadapannya itu. Apalagi melihat Amel yang terlihat nyaman ketika berada di dekat lelaki tersebut, rasa cemburu membakar seluruh jiwa dan pikirannya.
Cemburu, amarah, mungkin hinggap menjadi satu saat ini di hatinya Rama.
Bersambung...
___
Jangan lupa baca Karya Novel terbaruku yang
__ADS_1
Berjudul: Suamiku Terjerat Cinta Sahabat.
Terima kasih yang sudah Like dan Komen Karyaku. 🥰🤗