Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 128 Rasa terkejut


__ADS_3

Sesosok wanita berpenampilan anggun dengan baju gamis yang menjuntai ke lantai dan kerudung yang menutupi dadanya nampak datang ke rumah mama Astri.


Kedatangan dia tidak sendiri ke rumah itu, tapi ditemani dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Bianca.


Nampak wanita tersebut begitu anggun dan terlihat sopan. Dia mengetuk pintu beberapa kali dan mengucapkan kata salam kepada sang pemilik rumah.


Tok...Tok...Tok...


"Assalamu'alaikum,,," ucap sang wanita anggun tersebut dengan menatap wajah Bianca yang terlihat tersenyum dan tatapan matanya nampak terlihat menyimpan rasa tenang, tidak seperti waktu lalu yang terlihat tidak dewasa dan menyimpan rasa marah.


Bianca pun nampak dia sekarang memakai pakaian sopan dan nampak terlihat cantik dan kalem.


"Wa'alaikum salam,,,"


Jawaban salam pun terdengar dari arah dalam rumah. Mama Astri dengan cepat menyeret langkah kakinya ke depan rumah, dan dalam hatinya seakan bertanya. Siapakah gerangan yang datang ke rumahnya di pagi buta tersebut.


__________


Krekkkk


Pintu pun nampak terbuka lebar saat sang pemilik rumah membukakan pintu dari dalam.


"Bianca,,,!!" sontak sang Mama terkejut dengan apa yang dia lihat, karena Bianca akhirnya pulang setelah dua hati ini dia meninggalkan rumah.


Sang Mama kemudian menatap lekat ke arah wanita yang bersama Bianca, wanita tersebut nampak tersenyum ke arah Mama Astri dan sang Mama pun membalas senyuman tersebut. Tapi nampak terlihat dari raut mukanya Mama Astri seakan dihinggapi rasa tanya dengan sosok wanita yang bersama Bianca itu siapa.


"SayaAzizah,," ucapnya dengan lembut, dia pun menyodorkan tangan kepada Mama Astri untuk bersalaman.ama Astri pun membalas uluran tangan dari wanita tersebut.


Nampak wajah Mama Astri seperti dihinggapi rasa bingung dengan wanita yang tengah berada di hadapannya itu, karena baru pertama kalinya sang Mama bertemu dengan sosok wanita tersebut.


"Oh,,, silahkan,, silahkan masuk!" jawabnya terdengar gugup.


Bianca pun dan wanita tersebut masuk ke dalam rumah, setelah masuk ke dalam rumah sang wanita tersebut duduk di kursi dan pandangannya melihat sekitar sudut ruangan.

__ADS_1


Di sana nampak ada foto keluarga besar dari Mama Astri, dan pandangan mata wanita tersebut lekat tertuju ke arah Papanya Bianca, dia pun tersenyum tipis ketika melihat foto tersebut.


___@@@_____


Beberapa bulan yang lalu.


Sebelum terjadi kejadian Bianca lari dari rumah, sang Papa memberikan sebuah nomor telepon kepada Bianca.


"Nak,,,kalau pikiran kamu sedang bingung dan merasa sepi. lebih baik kamu mendekatkan diri dengan yang di atas, dan kalau kamu ingin berbagi cerita atas semua permasalahan yang tengah kamu hadapi saat ini, lebih baik kamu bicara kepada orang yang tepat atau berilmu," ucap Papanya Bianca.


"Dan ini Papa kasih seseorang yang mungkin bisa membantu kamu, setidaknya kamu bisa cerita kepada orang ini, agar masalah kamu itu sedikit terasa ringan atau berkurang bebannya. Dan setelah kamu ada teman untuk mengeluarkan rasa kegelisahan dan gundah gulana, mungkin rasa sedih sedikitnya bisa kamu lupakan atau merasa beban berkurang," kembali sang Papa berucap.


Setelah kejadian Bianca melahirkan diluar nikah, dan baginya tidak ada seseorang yang menurutnya baik atau pas untuk diajak bicara. Sifatnya pun terkadang naik turun, terkadang sabar tapi tiba-tiba marah. hal ini mengakibatkan rasa khawatir terhadap sang papa.


______


Papanya Bianca pun merasa nyaman dengan Guru dari Bapaknya Azizah dan istri mudanya itu. Dia selalu memberikan wejangan yang mengarah ke hal positif Papanya Bianca pun selalu membicarakan sang anak terhadap istri mudanya itu, dan istri mudanya yang bernama Azizah itu selalu membuka diri dan bersikap bijak tatkala sang suami berkeluh kesah ketika membicarakan masalah keluarganya


Bianca pun di saat kemarin pikirannya sedang tidak karuan karena sang anak rewel dan cintanya dia pun nampak bertepuk sebelah tangan, dengan Kang Burhan. Disaat itulah Bianca selalu curhat kepada istri muda Papanya itu. atau yang bernama Azizah.


Papanya hanya bercerita bahwa Azizah adalah anak dari Gurunya, dan hubungan Papanya dengan Azizah hanya sebatas teman biasa.


Menurut Bianca Azizah adalah sesosok malaikat yang berbentuk manusia karena dia sesosok ibu yang baik hati sabar dan taat dalam beragama. Nampak Bianca pun seakan terhipnotis oleh sosok Azizah pribadi dia menjadi lembut anggun dan dewasa.


____


"Saya Guru spritual Bianca , dia kemarin menginap di tempat Yayasan saya, dan dia juga belajar ilmu agama, saya ajarkan untuk sabar dan ikhlas. Saya juga terkejut dengan Bianca tatkala secara tiba-tiba datang ke rumah saya," ucap Azizah mencoba menerangkan yang sebenarnya kepada Mamanya Bianca.


Mama Bianca nampak terkejut karena dia menyangka jika sang anak mempunyai Guru spiritual, dan mengapa sang anak tidak berbicara selama ini kepada Mamanya tersebut bahwa dia mempunyai Guru spritual.


"Yang penting anak ini aman, dan dia mau belajar. Alhamdulillah dia sekarang lebih sabar dan ikhlas," Azizah menjawab semua rasa heran dari Mama


Lekat pandangannya kepada Bianca yang terlihat anggun.

__ADS_1


_____


"Bianca kenal dengan Ibu Azizah dimana?" tanya sang Mama seakan dihinggapi rasa penasaran.


Bianca menatap lekat ke arah Azizah.


"Di kenalin sama Papa," jawabnya.


Degh...


Mama Bianca dihinggapi rasa tanya. Mamanya Bianca pun tertegun beberapa saat dengan apa yang diucapkan oleh sang anak, bahwa dia dikenalin kepada Azizah lewat Papanya, dan beribu tanya pun seakan menghinggapi dirinya.


"Siapakah sosok Azizah yang begitu peduli dan terlihat sayang kepada anakku!?" gumam hati sang Mama dihinggapi rasa penasaran dan khawatir yang mendalam.


_____


Drett...Drett...Drett...


Tiba-tiba bunyi telepon masuk ke ponselnya milik Mama Astri, sang suami mengabarkan dia tidak bisa cepat pulang karena masih ada berbagai urusan lagi yang harus dia selesaikan.


{"Mah,,, gimana Bianca sudah pulang ke rumah!?" tanya sang Papa disambungkan teleponnya.


"Sudah Pah, tapi dia bersama dengan wanita yang bernama Azizah. Katanya Bianca kenal dengan wanita itu dikenalin sama Papa. Apakah benar?" tanya sang istri kepada sang suami secara perlahan karena takut terdengar oleh Azizah.


Degh...


Sontak hati Papanya Bianca terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang istri. Bianca pulang bersama Azizah atau istri mudanya, sedangkan Azizah tidak bilang kepada dirinya untuk mengantarkan Bianca pulang ke rumah.


"Halo,,,Pah, Halo,,," ucap sang istri karena Papanya Bianca begitu lama tidak menjawab sambungan teleponnya, seakan sedang berpikir.


"Apa aku harus berbicara jujur kepada istriku, atau nanti saja ketika aku pulang ke rumah. Aku akan bicarakan semuanya," gumam hati sang suami.


"Iy-Iya, Mah,, dikenalin sama Papa, ya,,,sudah, nanti sore atau pagi Papa pulang ya" sambungan telepon pun segera ditutup oleh sang suami.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2