Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 129 Berusaha Ikhlas


__ADS_3

Tamu pun pulang.


Azizah pamit pulang dengan senyuman yang manis kepada Bianca.


"Sayang, Ibu, pulang dulu ya," tatkala Azizah hendak pulang pelukan erat begitu terasa ke badan Azizah, dari kedua tangannya Bianca.


"Bu,,,lusa boleh kan, Bianca kembali mampir ke Yayasan," pinta Bianca seakan merengek kepada Azizah.


"Boleh,,Sayang, masa enggak boleh sih, kamu kan anak Ibu," ucapnya spontan.


Azizah terkesiap dia seakan tidak sadar dengan ucapannya barusan yang berucap seakan-akan dia adalah Ibunya Bianca.


_____


Mama Astri pun nampak terkejut dengan ucapan dari Azizah itu dan dia pun nampak iri karena Bianca begitu akrab dan nyaman ketika berpelukan dengan Azizah. Sedangkan Mama Astri selama setahun ini semenjak Bianca hamil dan melahirkan seorang anak dia tidak mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang anak. ( Memeluk dengan erat, dan seakan tidak mau lepas).


____


Bianca nampak memandangi kepulangan Bu Azizah dengan lekat.


"Nak,,,kamu kenapa tidak memberikan kabar kepada Mama, tahu enggak kalau Mama itu khawatir,' ucap sang Mama ketika tamu sudah berlalu pergi.


"Yang penting Bianca sekarang ada di rumah,, Oh iya, anak Bianca ke mana Mah! Lagi tidur ya?" tanya Bianca melirik ke arah kamar.


"Dari kemarin dibawa sama Tante Fani, katanya Ibunya Rama lagi sakit ingin ketemu sama anakmu. tapi hari ini Tante Fani bilangnya mau mengantarkan anakmu ke sini" ucap sang Mama.


Reaksi Bianca tidak seperti dulu, yang dihinggapi rasa marah. Dia menanggapi dengan santai dan bijak.


" Ya,, sudah nggak apa-apa Mah. Lagi sama Bapaknya ini, mana mungkin dia akan menelantarkan anak kalau dia yang memaksa untuk bertemu dengan anaknya. Semoga dia berubah aja," jawab Bianca.


•••


Sang Mama pun terkejut dengan perubahan sifat Bianca yang pembawaannya santai tidak tersulut emosi ketika berucap, biasanya jika membahas Rama dia tersulut emosi dan marah tidak jelas.


"Mah,,,tidak ke pasar? gimana dengan Ruko kita, apa karyawannya masih sakit yang mau jaga di Ruko kita?" tanya Bianca kepada sang Mama.


"Mama mau istirahat di rumah dulu, badan Mama capek enggak pergi ke pasar dan masalah Ruko, katanya masih sakit karyawannya yang mau kerja, mungkin minggu depan baru kita fokus untuk usaha di sana," jawab sang Mama.


"Bianca buatkan minum Teh hangat ya, Mah," ucap Bianca, dia pun berlalu ke dapur untuk membuatkan Teh hangat untuk sang Mama.


•••


Sang Mama nampak tersenyum bahagia karena Bianca menjadi berubah dari cara bicara dan tingkah lakunya. Mama Astri pun seakan dihinggapi rasa penasaran dengan sosok Azizah karena wanita tersebut yang menjadikan Bianca menjadi pribadi wanita yang dewasa dan lembut.


***


Sore pun tiba.


Nampak Bianca dan mama Astri sedang bersenda gurau di teras rumah. Tiba-tiba bunyi klakson terdengar dari garasi halaman rumah. Tatkala melihat mobil masuk ke halaman rumah, Bianca pun dihinggapi rasa gembira karena sang Papa datang.

__ADS_1


Sang Papa keluar dari dalam mobil kemudian Bianca menghampiri dan mencium punggung tangan sang Papa.


"Papa mau minum Teh hangat atau kopi?" tanya Bianca tersenyum ramah kepada sang Papa. Nampak Papanya Bianca mengernyitkan dahi dan dalam diri sang Papa pun dihinggapi rasa tanya, terhadap sang anak yang seakan menjadi pribadi yang dewasa dan santun. "Azizah memang baik dan pandai mendidik Azizah," gumam hatinya.


"Teh hangat saja, Nak," ucap sang Papa. Mengusap lembut rambut sang anak.


Sang Papa pun duduk di teras, duduk berhadapan dengan sang istri, sementara Bianca berlalu ke dapur untuk membuatkan Teh hangat.


_____


"Pah,,, Mama penasaran dengan sosok Azizah, karena aura dia positif yang membuat anak kita menjadi pribadi yang santun dan dewasa, aku sangat gembira Pah, dan Kata Bianca, apa benar dia itu seorang Guru!? Lalu Papa kenal dimana dengan Azizah?" tanya sang istri dengan wajah terlihat sumringah.


Sang Papa nampak membuang napas kasar.


"Sebelumnya Papa minta maaf Mah, Papa telah menduakan Mama," ucapnya lirih.


"Maksud Papa apa?" tanya sang istri terlihat penasaran dengan ucapan sang suami.


"Azizah,,," ucapnya bergetar.


"Ada apa dengan Azizah!?" sang Mama dihinggapi rasa penasaran.


"Dia adalah istri kedua Papa!" jawabnya dengan pandangan menunduk.


Degh..


"Jadi,,,kalau Papa dulu bilang mau ke Guru spiritual itu, adalah ke rumah Azizah? Atau mungkin dia anak dari Guru spiritual Papa,,!?" dengan dada yang bergemuruh Mama Astri mencoba memberanikan untuk bertanya.


Sang Papa menundukkan kepalanya.


Kemudian dia menggenggam erat jemari tangan sang istri, dan kembali memohon maaf. "Aku terpesona dengan kebaikan dan ketaatan dia beribadah Mah, sekali lagi maafkan aku," sang suami terdengar sesenggukan menangis.


Mama Astri nampak menghela napas panjang, mungkin bagaikan mimpi ketika sang suami berucap jujur bahwa dia telah menikahi Azizah.


Mama Astri seakan tidak bisa berkata apa-apa, yang dapat dilakukan oleh dia sekarang hanyalah ikhlas menerima keadaan, karena semua sudah terjadi. Air mata pun seakan tidak bisa dibendung lagi, jatuh menetes bercucuran di hamparan pipinya.


"Maafkan,,,maafkan aku Mah," ucap sang suami tersedu.


____


Dalam hati Mama Astri berpikir Azizah adalah wanita yang baik hati dan terlihat sholehah. Mama Astri pun terpesona dengan sifatnya, dia bisa merubah sifat dari anaknya, dan Mama Astri bahagia dengan melihat sang anak menjadi pribadi santun.


Mama Astri seakan tidak mau egois, mungkin ada hikmah dibalik semua ini, suaminya dengan mengenal Azizah, dan dia wanita perantara untuk anaknya, yang menjadikan sang anak menjadi pribadi yang baik.


_____


"Mungkin kalau suamiku jika tidak bertemu dengan Azizah, Bianca sifatnya tidak akan berubah," gumam hati Mama Astri.


Mama Astri pikirannya tidak karuan, dalam hatinya dia dihinggapi sosok Azizah yang santun dan baik.

__ADS_1


Mama menghela napas secara perlahan, dia pribadi sabar semenjak kejadian anaknya suka marah tidak bisa menahan amarah.


•••••


"Mama merasa sedikit kecewa, tapi Mama berusaha untuk ikhlas, karena dibalik semua ini Mama juga bahagia. Anak kita bisa berubah sifatnya menjadi pribadi yang lebih baik dengan adanya Azizah," hanya itu kata yang terucap dari sang Mama.


Sang suami memeluk erat sang istri dan kembali menangis, dia berpikir sang istri begitu baik dan ikhlas dengan bisa menerima sang suami


_____


Tiba-tiba Bianca datang dengan membawa segelas teh hangat dan tersenyum ramah ke arah sang Papa.


Sang Mama dan Papanya tersebut dengan cepat menghapus air mata mereka.


"Pah, Teh-nya, segera diminum ya," ucap sang anak dengan senyuman yang ramah.


Mama kemudian berlalu dari sang suami dan anaknya tersebut.


"Mah,,mau kemana!?" tanya sang anak


"Mama mau ke air dulu tunggu bentar ya," ucap sang Mama.


Sang istri pun berlalu dari hadapan sang suami dan anaknya tersebut.


nampak terlihat sang pyapa dan Bianca sedang asik ngobrol di selingi dengan canda dan tawa.


______


Bruk...


Terdengar suara seperti ada yang terjatuh di dalam rumah. Papa dan Bianca terlihat terkejut, dan pandangan mereka pun mengarah ke dalam rumah.


"Mah,,," teriak Bianca.


Nampak tidak ada suara jawaban dari sang Mama. Bianca dan Papa pun dihinggapi rasa khawatir dan dengan cepat mereka menyeret langkah kakinya ke arah suara tersebut.


___


Tiba di depan kamar mandi.


Betapa kagetnya ketika Papa dan Bianca melihat sang Mama terbaring di kamar mandi dalam keadaan pingsan.


"Mah,,,Mah,,," ucap Bianca menepuk pipi sang Mama secara perlahan.


"Mama, pingsan Nak," jawab sang Papa


"Kita bawa ke Rumah Sakit saja," sang Papa pun dengan cepat menggotong sang istri untuk dia bawa ke dalam mobil. ..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2