Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 145 Tersenyum Bahagia


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Akhirnya gugatan cerai pun dilayangkan oleh Mama Astri kepada sang suami, rumah yang dulu mereka tempati akhirnya dijual Mama Astri. Dia pun menjual aset Ruko dan pasar nya tersebut dan membelikan rumah di Bandung, dengan buka usaha disana seperti dulu yang Mama Astri lakukan berjualan dengan membuka Toko yang berada di Pasar di bantu oleh Bianca. Kebetulan jarak rumah mereka tidak terlalu jauh dari Tyanca dan Gerry. Jadi mereka bisa saling berkunjung.


_____


"Mah, jadi Papa sekarang tinggal dengan Mbak Wina?" tanya Tyanca kepada sang Mama.


"Iya, Nak, yang Mama dengar begitu dari Mbak Wina, sudahlah Nak, doakan saja Papa sehat dan tidak marah-marah lagi, Mama sekarang sudah tidak ada urusan yang penting Mama sekarang hidup tentram sama anak-anak dan cucu," ucap sang Mama.


"Mama juga dengar kabar Rama mengalami kebutaan, dia tidak bisa lihat. Apapun itu, dia adalah Ayahnya anak dari Bianca kita doakan juga yang terbaik dari dia," kembali sang Mama berucap.


_____


Pikiran Mama berselancar mengingat masa lalu yang penuh liku.


Anaknya yang tersakiti oleh Rama dan dia juga oleh sang suami, Mama hanya bisa menghela napas panjang mengingat semua.


"Mah, maafkan Tyanca ya, kalau selama ini banyak salah baik sama Mama maupun Bianca," ucap Tyanca dengan lirih.


"Enggak kok Sayang, Mama ngerti kok sama sifat kamu, kamu lakuin itu semua terhadap Mama karena kamu teramat sayang sama Mama dan adikmu," ucap sang Mama memeluk erat tubuh sang anak.


______


"Mah,,,ini Tante Fani mengirimkan pesan, katanya minta maaf atas semua salah Rama selama ini, Rama sedang lemah dan terpuruk keadaannya dia mengalami kebutaan." ucap Bianca tiba-tiba datang menghampiri dari arah kamar.


"Ya,,Sayang, ini juga Mama sedang bahas Rama. Kita doakan saja yang baik dan doakan dia berubah kedepannya dengan jalan hidupnya. Bagaimanapun dia adalah Ayah dari anakmu," ucap sang Mama dan matanya berkaca-kaca.


"Kata Tante Fani siang ini dia mau ke Bandung mengunjungi Kafenya bersama calon suaminya Rangga, dan mau mampir ke Kafe Mas Gerry, diapun minta ketemu Bianca dan Mama mau minta maaf enggak hanya lewat pesan WhatsApp saja tapi bertatap muka langsung, mewakili Rama minta maaf, biar kalau ada kata maaf, hidup Rama tidak ada godaan dan halangan lagi," ucap Bianca.


"Ya,,kalau untuk bertemu enggak apa-apa Sayang, namanya juga silaturahmi, kita enggak boleh benci dan dendam terhadap siapapun," ucap sang Mama.


_____


Tiba-tiba bunyi mobil terdengar diluar garasi rumah, nampak sang ART baru, yang bernama Teh Laras membuka pintu garasi.


Mobil Gerry pun memasuki halaman rumah, sepertinya dia mau menjemput sang istri karena sudah 2 hari Gerry berada di luar kota, dan Tyanca pun sudah 2 hari ini menginap di rumah barunya sang Mama.


Gerry pun mencium punggung tangan sang Mama mertua. "Gimana Mah, kerasan tinggal disini?" tanya Gerry tersenyum ramah kepada Mama mertua.


"Alhamdulillah Nak Gerry, Mama betah tinggal disini, selain cuacanya sejuk, tetangganya juga ramah-ramah, terima kasih ya, Nak Gerry. Selama ini selalu bikin repot, Nak Gerry saja," sang Mama mertua matanya berkaca-kaca.


"Gerry juga sudah carikan pengasuh buat anaknya Bianca dan pegawai buat jaga Toko di Pasar milik Mama, dan nanti sore mereka akan datang kesini. Biar Bianca gak kerepotan urus anaknya dan Mama pun agar tidak terlalu capek, Mama istirahat saja di rumah urus cucu,,Hehehe ," Gerry tertawa terkekeh.


"Kebaikan Gerry selama ini sungguh luar biasa, entah rasa terima kasih apa yang akan aku ucapkan kepada nya," gumam hati sang Mama dengan menitikkan air mata, rona bahagia nampak terlihat dari diri sang Mama.

__ADS_1


•••


Sontak hati Bianca dan Mama Asri begitu senang, karena akhir-akhir ini Bianca dan sang Mama sibuk berjualan dan pengunjung yang beli lagi ramai jadi ngurus anak seakan keteter. "Terima kasih Nak Gerry," ucap sang Mama tersenyum bahagia. Begitupun dengan Bianca mengucap rasa terima kasih kepada suami Kakaknya tersebut.


•••


"Terima kasih ya Sayang, kamu selalu buat aku bahagia kepada adik dan Mamaku," Tyanca berucap lekat ke kuping sang suami.


Gerry hanya tersenyum lebar terhadap sang istri tercinta.


"Ouh iya, katanya Tante Fani setengah jam lagi sampai di Kafe, dia mau bertemu dengan Bianca dan Mama, sekalian mau urus Kafenya," ucap Gerry.


Mama dan Bianca pun akhirnya bersiap-siap untuk bertemu Tante Fani di Kafenya milik Gerry.


____


Tiba di Kafe.


Nampak Tante Fani sudah menunggu di Kafenya milik Gerry. Tatkala melihat keluarganya Bianca datang, Tante Fani pun tersenyum lebar.


"Bianca, sehat Nak!" Tante Fani langsung memeluk erat Bianca dengan air mata tertumpah ruah di hamparan pipinya.


"Maafkan Rama ya,, maafkan, biar dia hidupnya tenang dan segala urusannya tidak ada hambatan jika kamu memaafkan," ucap Tante Fani lekat ke kuping Bianca, dan Bianca pun hanya menganggukkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca.


_____


Nampak terlihat disana calon suami dari Tante Fani yaitu Rangga hanya bisa mengelus dada. Dia dengar dari temannya bahwa Rani, sang mantan sudah masuk pusat rehabilitasi karena gangguan mental semetara sang suami atau Bapaknya Rama masuk penjara.


"Benar-benar penuh konflik keluarga ini," gumam hati Rangga.


•••


"Ouh, iya Mah, kenalin ini calon Fani," ucapnya dengan memperkenalkan Rangga kepada Mamanya Bianca. Sang Mama tersenyum dan Rangga pun menyodorkan tangannya dengan bersalaman dan tersenyum ramah.


"Gimana Bianca kerasan tinggal disini?" tanya Tante Fani menatap lekat ke arah Bianca dan tersenyum manis.


"Alhamdulillah Tan kerasan karena Bianca sekarang ada kegiatan yaitu belajar kursus aneka Kue dan Bolu," ucapnya tersipu malu.


"Bianca pinter cepat nangkap, baru juga kursus dua minggu, kemarin dia udah ada pesanan kue dari temannya Tyanca," ucap sang Mama seakan bangga kepada sang anak yang cepat tanggap dalam belajar.


"Karena sebelumnya juga dia suka di ajarin bikin Kue dan Bolu oleh Tante Astrid di Bekasi, Iya kan Sayang,," ucap sang Kakak tersenyum renyah kepada sang adik.


Bianca pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia seakan malu jika sang Mama membanggakan dirinya di depan orang banyak dan mukanya pun nampak merah merona.


____

__ADS_1


"Alhamdulillah, anaknya Rama sudah besar sudah pandai berjalan dia," ucap Tante Fani yang melihat anaknya Bianca sedang berjalan dengan Mischa di area Kafe tersebut.


"Iya, Fan, anaknya pinter dia suka ganggu Ibunya kalau lagi bikin Kue atau Bolu, mungkin niatnya ingin belajar tapi yang ada malah ngerepotin ibunya" ucap Mama Astri.


"Enggak apa-apa Mah, mungkin dia ingin seperti Ibunya pinter masak bikin Bolu dan Kue," ucap Tante Fani tertawa lepas.


_____


"Alhamdulillah aku sangat bahagia dengan kondisi seperti ini, meskipun Mama pisah dari Papa, tapi aku lihat dari senyuman lebar Mama mengisyaratkan dia bahagia dengan melihat anak-anaknya dan sang cucu sehat. Aku akan buktikan sama Mama dan keluarga bahwa aku bisa maju dan aku tidak akan melakukan hal ceroboh dan bodoh lagi yang membuat keluarga tidak bahagia. Akan aku lalui masa depan dengan hal yang bermanfaat," gumam hati Bianca dengan tersenyum melihat sang Mama yang sedang menatap lekat kepada cucunya yang terlihat gembira dengan berlari tertawa lebar seakan tidak ada beban.


___


"Nak Fani, semoga bahagia dengan Rangga ya, jangan menoleh ke belakang tentang masing-masing pasangan karena itu akan memperkeruh keadaan. Nikah itu ibadah semoga kedepannya hidupnya akur, rukun dan tentram" ucap sang Mama memberikan wejangan.


"Mama sekarang bahagia dengan melihat Bianca karena tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Meskipun Mama sekarang tidak ada suami tapi Mama yakin, Allah akan memberikan kado indah ke depan dengan setiap ujian yang datang silih berganti menghampiri," ucap sang Mama tersenyum penuh rasa haru.


"Bianca bahagia sekali bisa melihat Mama, kembali tersenyum lebar dan tenang pikirannya," ucap Bianca.


Bianca pun memeluk sang Mama dengan erat dan penuh kasih.


Tyanca dan Gerry pun nampak meneteskan air mata, mereka sangat terharu melihat sang adik dan Mama bisa tersenyum kembali dengan senyuman lebar tanpa ada drama.


____


TAMAT


_____


Masalah keluarga datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, ada yang mudah dikelola ataupun kronis sulit untuk diperbaiki.


Kisah Bianca, anak yang usianya masih belia dengan berbagai konflik dan keadaan.


Tapi sejatinya dia mampu melalui itu semua, dan semua kisah konfliknya dia jadikan sebagai pelajaran hidup.


Keluarga -Toxic- adalah duri dalam daging dan akan membuatmu gila jika tidak hati-hati.


_________


Terima kasih, hatur nuhun pisan buat semua yang sudah setia baca karya Novelku. Maafkan jika salah kata ( tidak berkenan) atau ada tulisan typo. 🙏🙏


Semoga sehat selalu dan rezeki berlimpah ruah. Aamiin Allahumma Aamiin. 🥰


______


Masih ada karya Novelku yang masih Ongoing. "Suamiku Terjerat Cinta Sahabat" ♥️

__ADS_1


__ADS_2