Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 65 Pertemuan kedua Anaknya Rama


__ADS_3

Bianca nampak gembira.


Tiba-tiba Bianca datang dari dalam rumah, dengan membawa anaknya yang sudah wangi dan terlihat cantik.


"Mah, si Neng, udah mandi, coba cium deh, sama Mama," ucap Bianca nampak tersenyum lebar.


"Sini, Nenek gendong," sang Mama kemudian menggendong anaknya Bianca, lalu memeluk erat dan menciumnya.


"Mamah istirahat dulu, biar yang jaga warung Bianca," ucapnya.


"Nggak usah sayang, kamu diam aja. Jemur si Neng disitu," telunjuk sang Mama mengarah ke kursi yang terlihat ada sinar matahari pagi yang menyinari.


"Ya, sudah," ucap Bianca.


Tanpa sengaja Amel melihat lekat ke arah wajah anaknya Bianca. Entah mengapa bayangan Rama sekelebat nampak hinggap di pikirannya..


"Rama," ucapnya.


Sontak Mama Astri menatap tajam kepada Amel, ketika menyebut nama Rama.


"Rama, siapa?" tanya Mama Astri, tertawa terkekeh. Dia gak menyadari bahwa Rama yang disebutnya adalah Rama dari Bapaknya kedua anak tersebut.


"Ng-nggak Bu. Hehehe.." Amel tersipu malu.


"Nak, lihat anak ini," ucap Mama Astri.


Mama Astri kemudian mengambil anaknya Amel, dari pelukan Amel.


kemudian dia menggendong anaknya Amel lalu dia menyeret kakinya ke hadapan Bianca, yang sedang berjemur anaknya.


•••••


"Tuh, mirip kan dengan si Neng," Mama Astri, membuka topi yang menutup kepala rambut anaknya Amel. Sontak Bianca terkejut.


Bianca mencoba menggendong anaknya Amel, sedangkan anaknya di ambil oleh sang Mama. "Rama," ucap Bianca dengan lirih, bayangan Rama sang lelaki brengsek hinggap tiba-tiba di dalam bayangannya.


Sang Mama nampak terkesiap.


"Loh, mengapa anakku dan Amel mengucapkan nama yang sama. Rama," gumam hati sang Mama.


Tapi sang Mama pun nggak memperdulikan hal tersebut, karena sosok Rama seakan lupa wajahnya seperti apa.


"Iya, Mah wajahnya seperti si Neng," Amel tersenyum lebar.


Bianca tidak menyadari wanita yang tengah di hadapannya itu adalah istri sahnya Rama.


Amel hanya menatap Bianca dari kejauhan.


"Wanita ini kayaknya usianya masih kecil, " gumam hati Amel. Lekat menatap Bianca.


_________


Dahulu.


Amel tidak mengetahui jika Rama, sudah menghamili Bianca. Sedangkan sebaliknya Bianca sudah mengetahui bahwa Rama, akan menikahi wanita lain bernama Amel. Tapi Bianca tidak tahu sosok Amel seperti apa. Padahal kalau Tyanca (Kakak Bianca) dan Febry, sudah mengenal Amel.


Karena Amel atau dulu di panggil dengan sebutan Siska adalah adik kelasnya.


---


Itupun mengetahui Amel sebagai istri sahnya Rama, ketika Febry di undang oleh Amel ke acara pernikahan Amel.

__ADS_1


Saat itu Febry memberikan kabar dia sedang di undangan Amel dan kemudian foto bersama pengantin. Betapa terkejut Tyanca ketika mengetahui istri dari Amel sang adik krlas itu adalah Rama.


_________


Amel seakan menyukai sosok Bianca karena dia nampak riang dan selalu tersenyum.


Nampak anaknya Amel terlihat nyaman ketika Bianca mencoba menggendongnya.


"Mah, Bayi ini mukanya mirip kayak Bapaknya, si Neng," Bianca, berbisik dan tertawa terkekeh. Dia seakan mengejek sosok Rama, lelaki yang tidak berguna.


Mama Astri pun ikut tertawa dan pandangannya melirik ke arah Amel takut terdengar olehnya.


•••


"Mel, kita mau jalan-jalan, kamu mau ikut," ucap Mama Astri.


Bianca seakan penuh tanya dalam hatinya itu, mengapa sang Mama terlihat begitu dekat dengan sosok Amel.


Sementara Amel sedang asik memilih sayuran yang berwarna hijau.


"Mah, siapa sih dia, kayaknya Mama dekat banget sama wanita ini," bisik Bianca pelan lekat ke arah kuping sang Mama.


"Dia langganan Mama, suka beli ke pasar. Karena pasar Mama sekarang tutup jadi untuk sementara Mama buka di rumah. Dia datang kesini untuk membeli dagangan Mama," ucap sang Mama.


"Jadi ini langganan Mama?" Bianca kembali bertanya. Matanya lekat ke arah Amel.


"Iya, dia langganan Mama, orangnya kelihatannya baik," jawab sang Mama.


Kemudian Amel menghampiri.


"Sini Dek, berat ya.." ucap Amel mengambil Amera dari gendongan Bianca.


Bianca tersenyum renyah tatkala melirik Amel. Sementara Mama Astri berlalu dari hadapan mereka menuju warung.


"Sampai kapan di Bekasi?" tanya Amel kepada Bianca sambil menggendong sang anak.


"Mungkin lusa Kak," jawab Bianca. "Oh,ya rumahnya dimana Kak?" sambung lagi Bianca bertanya kepada Amel, seakan dihinggapi rasa penasaran.


"Saya Jalan Mawar, mampir kesana main, Ayo!" ucap Amel, seakan sudah akrab ketika berbicara dengan Bianca.


"Iya, nanti kapan-kapan," Bianca kembali tersenyum manis.


"Neng, belanjaannya segini saja?" ucap Mama Astri. Nampak terlihat di dalam warung sedang memasukkan semua belanjaan yang sudah di pilih oleh Amel.


"Iya, Bu," ucap Amel.


Sambil berlalu dari hadapan Bianca.


Kemudian dia pamit kepada Bianca.


••••


Amel kembali ke warung.


"Iya, Bu, jadi totalnya berapa?" tanya Amel.


Amel sudah terbiasa jika belanja selalu di kasih potongan harga oleh Mama Astri," setelah membayar barang yang di beli.


Amel pamit pulang.


__ADS_1


"Nak, mau pergi jam berapa?" tanya sang Mama kepada Bianca.


"Bianca pengen makan di Mall terus belanja baju. Hehehe.." ucap Bianca sambil tersipu malu. Dia berharap Mamanya bisa membelikan baju karena baju yang dipakainya sekarang rata-rata sudah tidak muat karena berat badan Bianca bertambah.



"Boleh, ayo, sekalian nanti Mama belikan buat si Neng," jawab sang Mama, sambil mencium gemas Cucunya itu.



"Asikkk..." ucap Bianca., nampak terlihat riang. Bianca pun berlalu dari hadapan Mamanya, sambil menggendong anaknya itu untuk siap-siap pergi ke Mall.



Mama terlihat tersenyum bahagia, akhirnya sosok Bianca yang riang dan dan pintar kembali terlihat lagi.


Mukanya yang tertekuk dan menyimpan luka kini sudah dia kubur dalam-dalam.


Mama kemudian beres-beres untuk menutup warungnya karena dagangan Mama, nampak hari ini sudah habis.



"Alhamdulillah awal yang baik Barang dagangan di tata dengan rapih oleh anakku bawa berkah habis ludes," ucap sang Mama.



Drettt... Drettt... Drettt..



Tiba-tiba telepon Mama berbunyi, nampak Tyanca menelepon. Dia mengabarkan akan datang ke Jakarta ikut dengan suaminya karena ada urusan pekerjaan.



{"Mama, kalau Bianca pulangnya kapan. Kangen pengen ketemu si Neng,"} ucap Tyanca terdengar dari suaranya. Rasa rindu begitu membuncah dalam dirinya.



{"Lusa baru pulang, kalau Kakak kesini kapan, sekarang Mama mau bawa jalan-jalan Bianca dan anaknya,'} ucap Mama Astri.



{"Aku malam datang kesana Mah. Iya lah, Mah, harus dibawa jalan-jalan biar gak ngelamun terus}, ucap Tyanca seakan mengejek sang adik.


Tyanca tidak tahu bahwa Bianca sudah berubah sifatnya.



"Kamu nggak tahu Kak, dia sudah berubah, Mama sangat bahagia sekali. Tadi saja pagi-pagi sudah bangun beres-beres bantu Mama. Dia sekarang terlihat rajin. Mama sangat bahagia," ucap sang Mama tersenyum lebar. Hatinya seakan berbunga-bunga.


••


"Mah...Bianca, sudah siap," ucap Bianca, terdengar nyaring ketika memanggil sang Mama dari arah dalam rumah.


•••


"Ya, udah Mah, salam buat semuanya ya, sampai ketemu nanti di Jakarta," ucap Tyanca.


Sambungan telepon pun di tutup oleh Tyanca,.


Mama pun dengan cepat membereskan barang dagangan di warungnya karena siap-siap mau pergi dengan Bianca dan Cucunya.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2