
Bianca kecewa.
Bianca nampak mengurung diri didalam kamar. Pikirannya tidak karuan karena memikirkan sang Kakak Tyanca, yang hari kemarin ketika dia sedang duduk sendiri di teras rumah lalu mengajaknya ke sebuah Kafe yang jaraknya dekat dengan rumahnya. Disana dia berbicara tentang Papanya penuh dengan rasa emosional.
"Kamu tahu enggak, Papa sebenarnya sudah menikah lagi dan baru saja Papa di tinggalkan oleh wanita selingkuhannya," ucap Tyanca dengan pandangan seperti dihinggapi rasa kesal dan kecewa.
___
Bianca saat itu hanya terdiam dan mencoba menahan rasa kesalnya terhadap omongan Tyanca. Dia seakan tidak bisa berbicara sedikitpun atas ucapan sang Kakak, hanya matanya yang berkaca-kaca mungkin itu jawaban yang menyiratkan hatinya dihinggapi rasa sesak dan kecewa terhadap sang Papa yang selama ini sangat dia hormati dan sayangi.
Tyanca seakan memaksa agar sang adik sama berbuat seperti dirinya, benci terhadap sang Papa karena telah berkhianat kepada Mamanya dan anak-anaknya.
Tapi Bianca hanya diam mencoba menahan amarah.
_____@@@_____
Nampak Bianca menghela napas panjang.
"Aku penasaran dengan wanita lain yang hinggap dalam diri Papa, karena waktu kemarin Tyanca kakakku, tidak dengan detail bicara tentang sosok wanita yang dinikahi Papa itu siapa," gumam hati Bianca, dia seperti dihinggapi rasa penasaran dengan sosok wanita yang dinikahi oleh sang Papa.
•••
Mungkin jika Bianca tahu dengan sosok wanita yang dinikahi sang Papa adalah Azizah guru spiritualnya, ini akan menambah hatinya dihinggapi rasa gundah gulana.
"Aku harus bicara dari hati ke hati kepada Mama, siapakah wanita yang telah merebut hati sang Papa, aku sangat penasaran," gumam hatinya.
•••
Papanya baginya sosok lelaki yang setia, tanggung jawab dan sayang terhadap keluarga jadi tidak mungkin untuk menduakan sang istri. Jadi sangat beruntung jika sang wanita itu bisa mendapatkan hati sang Papa apalagi sampai bisa sang Papa menikahi, berarti dia adalah wanita yang penuh pesona karena bisa menaklukkan hati sang Papa. Nampak terlihat pikiran Bianca melayang jauh.
____
Tok..Tok..Tok..
Suara ketukan pintu dari arah luar kamar seakan membuyarkan hati Bianca yang sedang melamun dan pikirannya melayang jauh.
__ADS_1
"Nak,,,kamu sakit ya!?" tanya sang Mama memanggil sang anak diluar pintu.
•••
Sang Mama khawatir karena Bianca tidak keluar dari dalam kamarnya dari pagi, dan ketika tadi sang Papa pamit keluar kota pun Bianca seakan tidak peduli, dia tetap mengurung diri di dalam kamar. Sang Papa tadi sempat mengurungkan niatnya untuk pergi ke luar kota karena ada urusan kerjanya, tapi sang istri mencoba meyakinkan sang suami dengan berucap bahwa semua akan baik-baik saja. Jadi keadaan di rumah saat ini sepi dan Tyanca pun sudah kembali pulang ke rumahnya bersama keluarga kecilnya.
_____
Nampak Bianca tidak bergeming sedikitpun, hanya rasa kesal dan amarah yang saat ini dia coba untuk tahan dan tidak bisa dia ungkapkan.
"Tolong, buka pintunya, Nak," ucap sang Mama kembali dengan suara seperti memelas berharap sang anak bisa membuka kan pintu.
Bianca menghela napas panjang kemudian dia menyeret langkah kakinya ke arah pintu dan akhirnya dia pun membuka pintu.
Krekkkk..
Akhirnya pintu terbuka lebar.
"Sayang,,,makan yu, temenin Mama, kalau kamu enggak mau temenin Mama, nanti Mama juga enggak mau makan," rengek sang Mama.
Sang Mama tahu kelemahan dari sang anak, jika sang Mama tidak mau makan, Bianca tidak mau membiarkan itu semua, pasti bersusah payah untuk membujuk sang Mama untuk makan walaupun hanya sedikit.
_____
Di meja makan.
Sang Mama menuangkan makanan ke piring dan pandangan matanya mengarah lekat kepada sang anak, nampak dia mengelus dada karena ketika melihat sang anak raut mukanya menampakkan rasa seperti menyimpan rasa kecewa.
"Ayo,,Nak, makan ya, biar kamu sehat dan tidak sakit,' ucap sang Mama dengan mengusap lembut kepala sang anak.
Bianca pun nampak menghargai sang Mama yang sudah mengambilkan nasi dan lauknya ke dalam piring, kemudian dia memakan makanan yang sudah tersaji di piring.
____
Sang Mama wajahnya nampak berseri karena Bianca mau makan, dan terlihat makannya begitu lahap sepertinya dia menikmati masakan yang dihidangkan oleh sang Mama.
__ADS_1
Mama Astri pun tidak mau berbicara dulu kepada sang anak sebenarnya dia sedang ada masalah apa, karena sang Mama ingin sang anak menikmati makanan dulu yang sudah tersaji di meja, baru setelah itu dia akan berbicara kepada sang anak.
•••
"Alhamdulillah,,kamu makannya lahap Nak," ucap sang Mama tersenyum lebar menatap sang anak.
Bianca pun membalas senyuman sang Mama, walau dalam hatinya masih dihinggapi rasa tanya yang masih dia pendam.
"Ayo,, Nak, kita duduk di kursi sofa sambil makan puding cokelat dan cemilan arum manis ( rambut nenek)" ucap sang Mama.
Sontak mata Bianca berbinar tatkala sang mama memberitahu bahwa ada arum manis yang sudah tersedia di meja kursi sofa. Sudah lama sekali dia tidak makan cemilan yang manis itu dan sekarang sang Mama baru membelikannya lagi.
Tanpa pikir panjang Bianca langsung menyeret langkah kakinya ke kursi sofa dan tatkala melihat arum manis yang tersedia di meja, langsung pikirannya kembali ke zaman SMP dulu, dimana dia selalu diberi cemilan tersebut oleh Guru, teman sekolah dan juga pacar pertamanya yaitu Rama. Bianca pun nampak menghela napas secara perlahan.
Tatkala mengingat itu semua.
"kamu senang Nak!?" tanya sama mama dengan tersenyum renyah.
•••
Bianca hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia memakan arum manis dengan muka sumringah.
Sang Mama pun tatkala melihat Bianca tersenyum kembali, dia dihinggapi rasa senang. Kemudian sang Mama mendekati Bianca lalu dia mengusap lembut pundak anaknya itu.
"Nak,, kamu sakit ya, atau kamu lagi ada masalah? Ngomong dong sama Mama, sedang ada masalah apa!?" tanya sang Mama seperti dihinggapi rasa penasaran.
Degh..
Bianca pun nampak terhenti ketika dia sedang menikmati makanan kesukaannya itu, pikirannya yang sedang mengingat masa SMP pun buyar dengan pertanyaan sang Mama karena memang benar dia sedang ada masalah seperti pertanyaan yang baru saja didengar dari sang Mama.
•••
"Kamu harus jujur kepada Mama, sedang ada masalah apa nak!? Mama senang saat ini karena sekarang pribadimu menjadi dewasa dan sabar. Dan itu membuat hati Mama nyaman, kalau dibandingkan dengan kakakmu mungkin kamu jauh beda, kakakmu yang tidak sabaran dan selalu marah seakan dia itu adikmu, tapi kamu adalah kakaknya. karena kamu lebih dewasa," ucap sang Mama kembali seakan memuji sosok anaknya itu jika dibandingkan dengan sang Kakak.
Bianca hanya tertunduk dia pun menyimpan makanan yang dia makan di atas meja dan pandangannya seakan kosong.
__ADS_1
"Mah,, aku juga mau nanya sama Mama, tapi aku mohon Mama jawab serius tidak ada yang ditutupi sama aku," ucap Bianca lirih dan entah mengapa tiba-tiba bulir putih mengalir menetes di hamparan pipinya.
Bersambung...