
Akhirnya waktu yang ditunggu oleh Rama telah tiba, dia akan menikah dengan Amel.
Pernikahan di adakan di gedung yang sederhana. Nampak terlihat Amel memakai baju pengantin adat Sunda, karena Ibu dari Amel adalah orang Sunda.
Amel memakai baju kebaya, disana nampak terlihat Amel dari bagian perutnya berisi dan ini membuat sang tamu undangan bertanya-tanya.
Meskipun dengan bermake-up tebal yang dipoles oleh sang pengantin wanita, namun nampak terlihat pucat terlihat dari wajah Amel, karena tengah hamil muda buah cinta dari Rama, sang playboy.
Setelah bersalaman dengan para tamu yang hadir, kemudian dia duduk, dan seterusnya begitu. Nampak dari raut mukanya terlihat menahan lelah, dan mual.
***
Tes..Tes..Tes..
"Ada yang mau nyanyi nyumbang bawain lagu nggak?" tanya sang penyanyi yang di iringi oleh organ tunggal itu.
Sang Bapak terlihat antusias, dia ijin kepada Amel untuk naik ke atas panggung.
"Pak, malu, sama tamu undangan!" tegur sang istri atau Ibunya Rama.
"Nggak apa-apa Bu, kan ini hari bahagia," ucap sang Bapak. Seakan lupa dengan persoalan yang sedang dihadapi oleh anaknya itu Rama. (Dia sudah menikah bulan lalu, bersama Bianca, dan wanitanya sekarang sedang mengandung cucunya).
"Iya, Bu nggak apa-apa!" ucap Rama seakan mendorong Bapaknya, untuk segera naik ke atas panggung.
Tepukan riuh dari para tamu undangan pun terasa menggema, di dalam gedung tersebut.
Ketika sang Bapak menaiki atas panggung.
Sang Bapak kemudian menyumbangkan sebuah lagu dangdut, sontak membuat para tamu yang hadir berjoged gembira.
"Ayo sang pengantin sini naik ke atas panggung, kita bersenang-senang, semua!" ucap sang biduan berteriak di atas panggung, karena melihat kedua mempelai pengantin begitu asik mereka berjoged, begitu pun dengan sang besan dari Rama.
Mereka seakan tidak ada beban pikiran, padahal keadaan Amel sedang mengandung dan keluarga dari Rama pun, telah menyakiti hati seorang wanita yang bernama Bianca.
Karena tamu undangan ramai dan seakan antusias meluapkan kegembiraan, Rama dan Amel pun naik ke atas panggung.
Rama cukup hati-hati ketika memegang tubuh Amel yang berjalan menuju panggung, walaupun panggung yang disediakan tidak menaiki banyak tangga hanya dua tangga saja, karena Rama mengkhawatirkan keadaan kehamilan sang istri.
Setelah berada di panggung nampak sang kedua pengantin berjoged, rasa gembira dan tepukan mewarnai area gedung tersebut.
\_\_\_
"Joged terus..!" celetuk sang tamu undangan.
\_\_\_
"Ko, tubuh sang pengantin wanita terlihat dari bagian perutnya berisi ya?" tanya seorang Ibu, tamu undangan, lekat ke kuping sang suami. Seperti dihinggapi rasa curiga. Dia berpikir sang pengantin sedang berbadan dua.
__ADS_1
\_\_\_
"Bapaknya pengantin, heboh banget ya!" ucap lagi tamu yang lain.
\_\_\_
Para tamu undangan dengan pikiran ucapan yang berbeda.
Setelah Bapaknya Rama selesai membawakan lagu, kemudian sang pengantin turun dari panggung.
Tapi para tamu ingin sang pengantin berjoged lagi ketika musik di alunkan
"Pengantin nya capek!" ucap Rama tertawa lebar.
Amel meletakkan kedua tangannya di dadanya, pertanda dia ijin istirahat untuk kembali ke pelaminan.
Nampak terlihat ada para tamu undangan, yang sedang menunggu disana, di kursi pelaminan.
Amel pun dan Rama sibuk kembali bersalaman, kepada para tamu undangan yang berdatangan hadir.
"Kak Febry!" Amel terlihat antusias melihat Febri, sang Kakak kelas sewaktu sekolah SMP dulu.
"Hai Siska, kamu cantik sekali," ucap Febry sang Kakak kelas. "Selamat Menempuh Hidup Baru," sambungnya lagi. Febry pun tersenyum ramah kepada kedua mempelai.
"Aku dulu di panggil Siska pas jaman sekolah SMP, Hehehe.." tertawa terkekeh Amel.
Rama pun mengernyitkan dahi,
"Terima kasih ya, sudah datang. Jauh-jauh dari luar kota." Amel terlihat senang, karena sang Kakak kelas yang selalu dibelanya dulu, sewaktu di sekolah datang ke pernikahannya.
"Kebetulan aku lagi ada perlu disini, di rumah Ibuku," jawabnya tersenyum ramah.
"Ayo, kita foto!" ucap Amel.
Kemudian Febry mengeluarkan ponselnya, lalu dia membidik kebersamaan dengan sang pengantin beberapa kali fose.
__ADS_1
"Terima kasih ya, sudah datang," sambung lagi Amel. Lalu dia kembali berpelukan dengan Febry.
Febry pun berlalu dari pelaminan.
Febry adalah sahabat dari Tyanca. Dia tidak menyadari bahwa Rama yang baru saja dia ucapkan *Selamat Menempuh Hidup Baru* adalah Rama yang menghamili Bianca, adik dari sahabatnya itu.
Mungkin jika tahu betapa terkejutnya hatinya, dan terluka. Karena Bianca, dia anggap sudah seperti adik kandungnya sendiri.
Febri mengambil prasmanan.
Febry duduk di kursi yang berjejer di antara para tamu undangan. Dia sedang asik menikmati hidangan makanan yang disajikan oleh keluarga yang punya hajat.
Febry nampak lekat kedua bola matanya ke arah sang pengantin.
"Siska, perutnya terlihat beda ya, besar. Apa dia..?" terlihat penuh tanda tanya di benak Febry. Tapi Febry menepis semuanya.
Mungkin hanya perasaan dia saja, yang berprasangka buruk kepada adik kelasnya, sedang hamil. Mungkin dia badannya gemuk.
"Ahhhh....mikir apa sih, aku!" gumam hatinya kembali.
Ting...
Tiba-tiba ada pesan masuk ke gawai milik Febry, dengan cepat Febry pun membuka isi pesan tersebut.
{"Kamu dimana? maaf kemarin aku nggak pamitan pulang. Soalnya dari Bekasi langsung pulang ke Bandung. Habis anterin adikku, dia sekarang tinggal disana bersama Tanteku,"} pesan terlihat dari Tyanca.
{"Nggak apa-apa say, santai saja. Kapan-kapan kita pasti bisa bertemu kembali ko,"} balas Febry.
Dia pun memberikan gambar foto dimana keberadaan dia sekarang ini. {"Nih, aku sedang berada di pernikahan Amel atau Siska itu loh, yang dulu dia suka belain aku kalau aku ada yang ngebuli di sekolah jaman SMP, adik kelas kita!" sambungnya lagi.
___
Tyanca kemudian dengan mata terbuka lebar membuka foto yang dikirim oleh Febry.
"Cantik sekali Siska," Tyanca berbisik dalam hatinya. Namun setelah dia melihat sang pengantin lelakinya betapa terkejut.
Matanya terbelalak melihat lekat.
{"Goblok! ini si Rama!"} spontan dia teriak.
Gerry yang berada di sebelah sang istri langsung terkejut karena dia sedang memainkan gawai nya.
"Ada apa sih, Mih!" Gerry melotot kepada sang istri, karena Tyanca berucap kasar.
"Ini loh, Pih, lihat!" Tyanca memperlihatkan foto pengantin kepada sang suami. Gerry pun sama seperti sang istri. Betapa terkejut hatinya ketika pandangan matanya, melihat Rama, yang sedang memakai baju pengantin bersama wanita lain.
"Mih, ini Rama kan? si Rama yang kemarin nikah sama Bianca?" tanya Gerry.
"Iya, tidak salah lagi ini si Rama. Aku dapat foto ini dari Febry, dia sedang berada disana, di pernikahan si Rama." jawab Tyanca terlihat emosi dan marah.
"Berarti benar dong, ucapan dia waktu itu. Akan menikah dengan wanita lain setelah menikahi Bianca. Wah, kurang ajar ini orang!" Gerry pun sama terlihat kesal dan marah seperti sang istri.
__ADS_1
"Aku akan telepon Febry, untuk memastikan apa ini si Rama!" ucap Tyanca.
Bersambung...