Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 64 Pertemuan Amel dan Bianca.


__ADS_3

Amel di warungnya Mama Astri.


Amel nampak sering ke warung Ibunya Bianca. Karena akhir-akhir ini toko yang di terletak di pasar selalu tutup, dan Mama Astri seakan lebih nyaman jika berjualan di rumah. Kondisi Mama Astri pun akhir-akhir ini sedang kurang enak badan.


Jadi untuk sementara jualannya buka di rumah saja.


•••


"Nak, Anaknya Ibu nanti sore mau tiba dari Bekasi, pasti nanti kamu kaget melihat Cucu Ibu, karena mukanya persis seperti muka anakmu," ucap Mama Astri kepada Amel.


"Masa sih, Bu," jawab Amel seakan dihinggapi rasa penasaran yang mendalam.


"Nak, nanti sore kesini lagi aja, main ya," pinta Mama Astri, kepada Amel. Agar dia sore kembali datang lagi ke rumahnya.


"Nggak janji ya, Bu. Mama lagi kurang enak badan. Mungkin ada hari esok Bu. Oh, ya, nanti Cucunya Ibu, kembali lagi ke Bekasi kapan, mungkin masih lama," ucap Amel.


Dia pun seakan ingin bertemu dengan Cucu Ibu Astri, yang selalu di ceritakan mirip mukanya dengan anaknya.


"Mungkin tiga hari, dia tinggal disini," jawab Mama Astri. "Neng, suaminya kerja dimana, kesini selalu berdua saja," sambung lagi Mama Astri seakan ingin tahu lebih dalam tentang Amel. Karena nampak sosok yang supel dan ramah.


___


Mungkin dulu Amel manja dan perilakunya kurang baik tapi seiring waktu berjalan pribadinya sangat berubah sekali. Dia terlihat santun dan sopan.


___


Ditanya tentang sang suami, Amel seakan tidak mau menjawab dan dia hanya menundukkan kepalanya.


Tak terasa waktu sudah satu jam, Amel berada di warungnya Mama Astri. Kemudian dia memasukkan belanjaannya kedalam tas yang sudah dia bawa dari rumah.



Entah kenapa ada rasa iba di diri Mama Astri, kemudian dia memberikan beberapa pisang ambon, dan sayuran beserta ikan mas untuk bisa di masak di rumahnya Amel.



"Bu, ngerepotin. Udah jangan ah," ucap Amel nampak tersipu malu.



"Nggak apa-apa, udah siang mau menjelang sore yang beli suka nggak ada. ini sisa tapi masih layak untuk di masak." ucap Mama Astri, seakan memaksa kepada Amel untuk bisa menerima pemberian dari warung tersebut.



"Kan bisa masukkan ke kulkas lagi Bu, nanti sama Ibu besok bisa dijual kembali," ucap Amel seakan tidak mau menerimanya.



Tapi Mama Astri memaksanya, akhirnya Amel menerima pemberian yang diberikan oleh Mama Astri lalu dia masukkan kedalam tas.



Amel pun pamit pulang, karena terlihat anaknya Amera terlelap tidur.


Tiba-tiba ponsel Mama Astri berbunyi nampak Bianca menelepon, dia mengabarkan sebentar jam lima sore, dia tiba di Jakarta.


{"Mah, ada pisang ambon nggak, buat si Neng,"} ucap Bianca.

__ADS_1


{Ada, tadi Mama sisain,"} jawab sang Mama. Sang Mama berpikir dalam hatinya, untung tadi nggak di kasih semua ke anaknya Amel.


{"Yasudah ya, Tante Astrid, ada perlu dulu jadi mungkin sebentar lagi baru kita berangkat,"}ucap Bianca.


Sambungan telepon pun di tutup oleh Bianca, sepertinya dia sudah tidak tahan ingin ke Jakarta bertemu dengan Mama dan Papanya.



Bianca Tiba.


Tepat pukul lima sore, terdengar bunyi klakson mobil dari arah garasi rumah. Nampak Bianca terlihat menggendong sang Bayi keluar dari dalam mobil, di ikuti oleh Tante Astrid dan kedua anaknya.


Sementara suami Tante Astrid terlihat sedang memarkirkan mobilnya tersebut.


Sontak muka Mama Astrid terlihat begitu bahagia tatkala melihat kedatangan sang anak dan Cucu tercinta.


Mama memeluk anaknya tersebut dengan hangat. Tante Astrid pun memeluk sang Kakak dengan tersenyum ramah.


"Mah, Papa kemana?" tanya Bianca.


"Papa lagi keluar kota urusan kantor. Lusa baru pulang," ucap sang Mama tersenyum menatap anaknya yang terlihat sudah dewasa. Mama kemudian menggendong anaknya Bianca, nampak Mama begitu terharu di peluknya erat anak tersebut.


••••••


Setelah setengah jam.


"Ayo, kita makan," Mama menawarkan makan.


Mereka pun semua berlalu ke meja makan dan duduk dengan rapih di kursi.


Nampak mereka sangat menikmati masakan yang di masak oleh Mama Astri.


Keesokan harinya.


Mama Astri dari jam empat pagi sudah belanja ke pasar. Dia akan membeli beberapa sayuran dan buah-buahan juga lauknya, untuk kembali dia jual di warungnya.



Jam menunjukkan enam pagi Mama Astri pulang dari pasar, dan dia nampak sibuk membereskan dagangan yang akan dia jajakan di warungnya.


•••


Tante Astrid beserta suami dan anaknya sedang pergi untuk bertemu temannya, di sekitaran daerah Jakarta juga.


Dan nanti sore baru kembali pulang lagi ke rumah sang Kakak, karena mereka rencana akan menginap tiga hari di Mama Astri.


Anak dari Bianca, masih terlelap tidur sedangkan Bianca, terlihat sangat asik membantu sang Mama. Dia sedang membereskan barang dagangan, ditata semua barang dagangan dengan rapih.


•••••


Sang Mama memperlihatkan sang anak dan menatapnya. Dengan tatapan yang penuh haru dan rasa gembira.


"Alhamdulillah, Bianca sekarang sudah jauh


lebih dewasa dan rajin. Cara membereskan barang dagangan yang dia tata pun di warung terlihat rapih. Aku suka," gumam hati sang Mama, sangat senang melihat perubahan yang terjadi kedalam diri anaknya itu.


Mungkin didikan dari sang Tante yang sangat disiplin yang membuat Bianca jadi dewasa dari cara bicara dan dalam melakukan aktifitas.

__ADS_1


•••••


"Nak, sudah istirahat ya, anakmu nanti bangun. Mending sarapan dulu, Mama tadi di pasar beli lontong sayur kesukaan kamu. Setelah itu mandi dan anakmu juga mandiin ya, yang wangi. Nanti siang kita pergi jalan-jalan bawa anakmu," ucap sang Mama.


Bianca pun tersenyum lebar menatap sang Mama, seakan tidak ada lagi air mata yang dulu deras menetes dari pelupuk matanya, dan tidak ada lagi rasa kecewa yang membelenggu dirinya kini. Dia sudah bebaskan semua.


___________


Ajaran yang di tanamkan oleh Tante Astrid kepada Bianca adalah.


•••


"Bebaskan, jangan terbelenggu dengan


keadaan, jika kamu ingin maju. Percuma


meratapi keadaan terdahulu karena pada


akhirnya masa lalu tidak akan kembali ke


masa sekarang,"


•••


Ucapan itu seakan terngiang di telinga Bianca. Dia menanamkan sifat disiplin dan legowo terhadap siapapun.


__________


Hati Mama Astri seakan damai melihat perubahan yang teramat drastis dari sang anak tersebut.


Tiba-tiba pembeli datang.


"Bu, nampak di tata dengan rapih barang dagangannya," ucap Bu RT.


"Eh, Bu RT, iya Bu, ini Bianca yang menata," jawab Mama Astri.


"Ada Bianca ya, aduh Ibu kangen sama anak itu, mana dia sekarang," Bu RT, matanya menatap ke dalam ruangan rumah.


"Lagi sarapan Bu, dan mandiin Bayi. Nanti kita kesana ya Bu," ucap Mama Astri tersenyum.


"Alhamdulillah kalau sehat ya, Bianca dan anaknya," Bu RT, tersenyum Ramah.


Kemudian Bu RT, membeli beberapa sayuran setelah itu, dia berlalu dari hadapan Mama Astri.


Nampak pembeli lain pun berdatangan, hari ini nampak ramai yang beli di warungnya Mama Astri, sang Mama pun nampak senang karena jualannya laris.


Amel datang.


"Bu, dagangannya udah pada habis ya," tiba-tiba Amel datang dengan menggendong anaknya.


"Udah Ibu sisain ko," jawabnya, tersenyum lebar. Amel biasa membeli pisang dan sayur bayam beserta ikan.


"Iya Bu, seperti biasa beli pisang, karena pisang kemarin di makan Mama, kebetulan Mama sedang sakit jadi susah makan nasi," ucap Amel.


"Eh, Cucuku udah datang kemarin sore, Nak Amel. Dia sedang di mandiin sama ibunya, nanti sebentar lagi kesini," ucap Mama Astri, sambil mencubit pelan anaknya Amel.


•••

__ADS_1


"Mah, ini si Neng, udah wangi dan cantik." tiba-tiba Bianca datang dari dalam rumah.


Bersambung...


__ADS_2