Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 44 Ibunya Rama Terpuruk.


__ADS_3

Ibunya Rama menangis histeris.


"Kamu jujur sama Ibu, Bapak kamu sampai sekarang masih berselingkuh dengan wanita lain?" Ibu bertanya kepada Rama.


Ibu seakan memelas kepada anaknya itu, untuk berkata jujur tentang perselingkuhan sang suami dengan wanita lain.


Rama menggelengkan kepalanya, dia seakan menyesali apa yang baru saja dia ucapkan kepada sang Ibu, bahwa Bapaknya berselingkuh, yang mengakibatkan sang Ibu menjadi beban pikiran. Dia juga tidak mau sebenarna sampai hati Ibunya terluka.


"Ng-nggak apa-apa Bu, Bapak sekarang sudah tidak berselingkuh lagi, itu dulu. Bapak sekarang sudah baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga," Rama dalam berucap terdengar gugup. Rama seakan menyembunyikan semuanya, agar Ibunya tidak banyak pikiran.



Ibu menatap lekat kepada Rama, nampak terlihat dari sorot mata anaknya itu menyimpan kebohongan.


"Ibu tahu kamu bohong dan pasti menyembunyikan sesuatu. Pasti Bapakmu sampai saat ini masih berselingkuh dengan wanita lain. Rama, kamu tadi kesal kepada Bapakmu jadi berkata jujur. Begitupun dengan Bapakmu, dia terlihat berdosa karena masih berhubungan dengan wanita itu. Kalau tidak ada hubungan dengan wanita selain Ibu. Kenapa Bapak kamu pergi begitu saja, tidak mau menyelesaikan semuanya. Ingat ya, Ibu akan mencari tahu siapa selingkuhan Bapakmu itu," ucap sang Ibu terlihat kecewa dan dadanya seakan sesak.


Rama membuang napas kasar.


Dia berkata dalam hatinya, mengapa dia baru saja membongkar perselingkuhan sang Bapak. Padahal dia sebenarnya dalam hatinya tidak mau menceritakan perselingkuhan Bapaknya itu. Tapi karena dia nampak kesal kepada Bapaknya, dari kemarin memojokkan dirinya terus dan sedikit-sedikit memarahi sang Ibu dengan alasan tidak masuk akal, jadi Rama membuka aib perselingkuhan sang Bapak. Dia tadi spontan tidak sadar berkata demikian karena rasa amarah yang terpendam di dalam dada.


Perselingkuhan sang Bapak sudah satu tahun ini, Rama pernah memergoki sang Bapak sedang makan di sebuah Kafe bersama wanita yang usianya jauh lebih muda dari Ibunya tersebut.



Rama saat itu terlihat kesal ketika mendapati sang Bapak berselingkuh, dia pun hidupnya seakan tidak karuan, arah pikirannya gampang terpengaruh oleh teman dengan cara mabuk dan nongkrong di Kafe hingga larut malam.


Karena Rama seakan menyembunyikan sesuatu dan tidak berkata jujur terhadap dirinya. Sang Ibu pun merasa kecewa dalam hatinya. Kemudian Ibu mengambil beberapa baju di dalam lemari lalu baju tersebut Ibu masukkan kedalam tas.



Rama hanya menatap sang Ibu yang sedang memasukkan beberapa baju kedalam tas.


Rama tahu pasti Ibu akan pergi ke rumah Tante Fani, yaitu adiknya yang letak rumahnya dekat dari rumahnya itu.



Ibunya Rama dari dulu jika ada masalah dalam keluarga, pasti larinya ke rumah Tante Fani. Begitupun ketika Rama, di ketahui telah menghamili Amel, sang Ibu saat itu pergi ke rumah Tante Fani, beberapa hari untuk menenangkan pikirannya.


"Bu, jadi pergi tidak, untuk melihat keadaan Amel dan Bayiku, Cucunya Ibu!" ucap Rama kepada sang Ibu.


Ibu menghela napas secara perlahan, mencoba menenangkan pikirannya dan hatinya, yang sedang gundah gulana.


"Nanti sore, Ibu minta di antar Tante Fani," jawab sang Ibu dengan lirih.

__ADS_1


Setelah membereskan semua baju kedalam tas, sang Ibu pun berpamitan untuk pergi ke rumah Tante Fani, kepergian Ibu tidak lama mungkin hanya beberapa hari saja.



Tiba di rumah Tante Fani.


Ibu memeluk sang adik, dengan air matanya yang meluncur deras di pipinya.


Tante Fani hanya menghela napas panjang, dia seakan tahu apa yang terjadi.


karena jika kedatangan Kakaknya yang membawa tas besar sambil menangis, pertanda dia sedang ada masalah di dalam keluarganya.


"Ada apa Kak, pasti ada masalah lagi?" tanya sang adik. Sudah tidak aneh lagi kalau menurut adiknya itu, karena sama siapa lagi sang Kakak mengadu kalau bukan dengan adik satu-satunya itu.


Mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan Ibunya Rama, hanya mempunyai adik satu-satunya yaitu Tante Fani dan tidak mempunyai Kakak. Ibunya Rama anak paling besar, jadi kalau ada apa-apa, mereka saling bertukar pikiran.


Ibunya Rama, menghela napas secara perlahan, lalu mulai berkata.


"Suamiku, berselingkuh!" ucapnya terlihat sesak ketika berucap.



Tante Fani nampak terkejut mendengar ucapan sang Kakak, dia seakan tidak percaya.


Kemudian Ibunya Rama menceritakan semuanya, apa yang telah terjadi. Dari mulai Rama mempunyai utang kepada sang mertua, lalu terjadi pertengkaran antara sang Bapak dan anak tersebut, yang mengakibatkan terjadi adu mulut. Akhirnya karena Rama kesal terhadap sang Bapak, lalu Rama membongkar perselingkuhan Bapaknya.


Sontak mata Tante Fani terbelalak seakan tidak percaya, apa yang baru saja dia dengar.


"Aku jadi curiga Kak, kalau begitu," ucap sang Tante. Pandangan seakan jauh mengingat ketika Rama sebelum menikah, Tante Fani memergoki suami Kakaknya itu, sedang menerima sambungan telepon selularnya. Nampak saat itu Bapaknya Rama, terlihat dari nada bicaranya sangat terdengar mesra.



"Kamu curiga! menurut kamu, suamiku masih berselingkuh sampai saat ini atau gimana?" tanya Ibunya Rama.



Kemudian Tante Fani menganggukkan kepalanya dan mengusap lembut pundak sang Kakak seakan menyabarkan.


"Aku berjanji akan mencari tahu, tentang perselingkuhan Bapaknya Rama," ucap Tante Fani nampak matanya berkaca-kaca.



"Cobaan begitu datang silih berganti, aku capek seakan tidak sanggup menghadapi semua ini!" ucap Ibunya Rama, hatinya seakan hancur berkeping.

__ADS_1



"Kak, aku mau nanya. Tapi.." Tante Fani seakan tidak sanggup untuk bertanya takut menyinggung perasaan sang Kakak.



"Nanya apa, tanya aja," Ibunya Rama menatap lekat kepada sang adik tersebut



"Bianca yang dulu dihamili oleh Rama, sekarang sudah melahirkan belum?" tanya sang adik.



"Aku nggak tahu!" jawab Ibunya Rama.



"Seharusnya Rama, mencoba meminta maaf kepada orang yang pernah dikhianati olehnya, satu persatu. Karena aku lihat katanya bisnis Kakak pun kan, sepi saat ini. Mungkin ini karma, atau teguran dari sang maha kuasa atas perbuatan Rama. Kakak beserta suami dulu juga menyakiti hati keluarga Bianca kan? Saat keluarga Bianca, meminta pertanggungjawaban untuk minta dinikahi. Bapaknya Rama, saat itu tidak mengakui kehamilan Bianca. Bahwa dia bukan anak dari Rama," ucap sang adik sambil menundukkan pandangannya dan terdengar sangat menyesakkan.


Kebetulan Ibunya Rama ada usaha bersama temannya, tapi semenjak Rama menikah usaha tersebut hancur.


Ibunya, Rama pun teringat masa itu, ketika dia mengusir keluarga Bianca, dan sang suami tidak mengakui anak yang di kandung oleh Bianca. Betapa hancur saat itu orang tua Bianca apalagi Bianca sendiri.


Mungkin sakit hati yang dirasakan Bianca saat itu, kini di rasakan oleh keluarga Rama dengan cara lain.



"Yasudah sekarang tenangkan diri, tidur saja istirahat," ucap sang adik.



"Aku mau minta tolong, nanti sore antar Kakak ke rumah Amel," ucap Ibunya Rama.


Sang adik hanya menganggukkan kepala.



Tante Fani pun menyadari kalau sang Kakak sekarang hatinya sedang hancur, terlihat dari badannya yang terlihat kurus mungkin karena banyak yang dipikirkan.



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2