Pesona Cinta Tiara Khoerunnisa

Pesona Cinta Tiara Khoerunnisa
Aku Datang, Tiara


__ADS_3

[Apa?, Tiara..., Tiara di culik?], Robi terhenyak , ia yang baru saja terbangun merasa sangat terkejut.


Tadi malam baru saja dirinya mengantar Tiara pulang ke Pondok, dan sekarang mendapat kabar kalau Tiara ada yang menculik.


[Ya...Allah...Tiara..., bagaimana ini Mang?],


[Ustad Fikri sudah menyusulnya tadi Den, di duga pelakunya membawa mobil], beritahu Mang Daman.


[Kalau begitu, saya akan menyusul juga Mang, semoga mereka belum jauh, terima kasih informasinya Mang, Assalamu'alaikum]", Robi segera menutup ponselnya.


[Wa'alaikumsalam, semoga berhasil Den], Mang Daman juga menutup ponselnya.


Robi sempatkan shalat Subuh terlebih dahulu, ia tidak ingin melupakan kewajibannya kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang, hanya demi Tiara, orang yang ia sayangi.


Robi yakin selama dirinya berada dijalan yang Allah ridhoi, maka semua urusannya akan dimudahkan. Robi yakin Tiara akan selamat, karena Tiara orang yang taat.


"Bismillah..., Robi segera menstarter sepeda motor balapnya untuk menyusul Tiara.


"Mau ke mana kamu Nak?, ini masih pagi", Bu Arimbi menghampiri Robi yang sedang memakai helm.


"Ah Mamih", Robi buru-buru menyentuh dan mencium tangan Bh Arimbi.


"Mih..., Tiara di culik, Robi akan menyusulnya, semoga belum jauh", beritahukan Robi, ia kini memeluk mamihnya.


"Masya Allah..., diculik?, kalau begitu cepetan, nanti keburu jauh, Mamih do'akan supaya Tiara cepat ketemu", tatap Bu Arimbi.


"Iya Mih, Robi berangkat, Assalamu'alaikum", Robi berlalu melajukan sepeda motornya.


"Ya Allah..., selamatkan Tiara dimanapun ia berada, segera pertemukan aku dengan Tiara, secepatnya", gumam Robi begitu ia berada di atas motornya.


Robi melaju menuju jalur yang ke luar Kota, feelling Robi berkata kalau pelakunya pasti melewati jalur itu.


Dari kejauhan ia melihat motor Ustad Fikri sudah ada dipersimpangan, rupanya ia bingung, jalur mana yang harus ia tempuh.


Robi melihat Ustad Fikri masih bicara lewat ponselnya.


Robi mendekatinya tanpa Fikri sadari.


[Pokoknya aku tidak mau tahu, kalian bawa kembali dia kepadaku dengan keadaan selamat!!], teriak Robi


[Apa...?, dia tidak bersama kalian?, kemanakan dia?, jawab!!,], kembali Fikri berteriak dengan nada marah.


[Kalian pindahkan dia ke mobil lain?, aku tidak mau tahu, cari dia sampai ketemu dan bawa kembali ke sini, kepadaku!!], tegas Ustad Fikri.

__ADS_1


[Sekarang kalian ada di mana?, mobil itu menuju kemana?], kembali Fikri bertanya.


Tidak ada jawaban dari seberang, terlihat Fikri makin panik saja.


[Aleks...., Joko...., kalian dengar aku kan?, kalian sekarang ada dimana?, mobil itu menuju ke mana?], Ustad Fikri kembali berteriak kesal.


'Apa?, Aleks?, Joko?, apa yang sedang mereka bicarakan dengan Ustad Fikri? , apa ini soal Tiara?, apa mereka terlibat dalam kejadian yang menimpa Tuara?', pikir Robi.


Robi bisa jelas mendengar pembicaraan Fikri .


[Hai....jawab!!, kalian sekarang ada dimana?], ulangi Ustad Fikri.


[Kita menuju pelabuhan, mobil itu menuju Pelabuhan, Ustad], terdengar Aleks menjawab dengan nada gemetar.


[Pelabuhan?,jadi kalian membawanya ke luar Kota?, aku tidak mau tahu ya, cepat bawa dia kembali ke sini dalam keadaan selamat!!], perintah Ustad Fikri.


"Eumh..., rupanya dia dalangnya, tapi kenapa harus Tiara?, bukannya ia sebentar lagi akan menikahinya?", gumam Robi. Ia segera melajukan sepeda motornya kembali.


Robi menuju Pelabuhan, ia yakin kalau yang sedang dibicarakan oleh Ustad Fikri itu adalah Tiara. Tapi Robi juga masih bingung, kenapa Tiara sampai diculik?, Ustad Fikri lagi dalangnya.


Ustad Fikri melirik ke arah Robi yang sudah menjauh. "Sepertinya aku mengenali sepeda motor itu, tapi...ah..., tidak mungkin dia, darimana dia tahu?", gumam Ustad Fikri.


Fikri pun mengenali itu sepeda motornya Robi tapi ia ragu, karena ia pikir Robi belum tahu apa-apa soal Tiara.


Berbeda dengan Ustad Fikri, Robi memacu cepat sepeda motornya menuju Pelabuhan, ia takut terlambat sampai di sana.


Untung saja jalanan macet, jalanan sedikit padat, namun Robi yang mengendarai sepeda motor masih bisa melewatinya. Berbeda dengan mobil.


Jarak ke Pelabuhan masih cukup jauh, kemacetan ini juga salah satunya disebabkan oleh antrian kendaraan yang akan memasuki Pelabuhan.


Robi menajamkan penglihatannya, ia mencari keberadaan Aleks dan Joko. Robi mengira mereka membawa sepeda motor, sehingga perhatiannya fokus pada para pengendara sepeda motor.


Karena terburu-buru, Robi tidak sengaja menyenggol kaca spion mobil yang ada didepannya. Otomatis yang punya mobil membentaknya marah.


"Tidak punya mata kamu?, lihat spionnya sampai mau patah begitu", bentak seorang pria yang ada di dalam mobil itu.


"Joko?, kamu ." Robi mengenali pria itu adalah Joko dan Aleks yang sedang berada dibalik kemudi.


"Robi?...kamu....", Joko pun terlihat kaget.


"Mobil mana yang kalian kejar?, aku sudah tahu semuanya", tatap Robi. Kemacetan memudahkannya berbicara dengan Joko.


"Apa maksud kamu?", tatap Joko.

__ADS_1


"Bicara saja, aku tahu Tiara ada di mobil itu kan?, cepat katakan, mau Tiara kenapa-kenapa hah?", bentak Robi.


Aleks dan Joko saling pandang, Aleks pikir ucapan Robi ada benarnya, mereka akan sulit mengejar mobil yang membawa Tiara.


"Cepat bicara !!, ini menyangkut nyawa...?", bentak Robi kembali.


Aleks menatap Joko, ia menunggu persetujuan dari Joko. Joko mengangguk pertanda ia mengiyakan.


"Mobil boks warna putih, di sana dia", jelas Aleks.


"Oke...thank's, aku akan ingat selalu kebaikan kalian ini",Robi memacu kembali sepeda motornya, sekarang ia fokus mencari mobil boks warna putih sebagaimana yang disebutkan Aleks dan Joko tadi.


'Ah...., lupa, mobil boks yang mana lagi?, di sini ada banyak mobil boks', pikir Robi, ia merutuki kelalaiannya, kenapa tadi tidak minta informasi yang jelas kepada Aleks dan Joko.


"Ya Allah...berilah petunjuk, dimana Tiara ", gumam Robi.


Satu persatu mobil boks sudah masuk ke dalam kapal, yang akan membawanya ke Pulau Seberang.


"Ya Allah..., dimana Tiara", kembali Robi bergumam, sampailah ia dihadapan mobil boks terakhir yang akan masuk ke dalam kapal.


Tanpa pikir panjang, Robi pun ikut masuk ke dalam kapal, ia membeli tiket penumpang secara mendadak, untung ada calo tiket yang menawarinya, walau ia harus membayar dengan harga sedikit mahal.


Robi berniat mencari Tiara di dalam sana. "Robi...., tunggu!!", sebuah suara menghentikan langkah Robi.


Tampak oleh Robi, Aleks dan Joko menghampirinya setengah berlari.


"Mana?, ketemu tidak?", Aleks bertanya.


"Ada banyak mobil boks tadi , aku bingung, dia ada dimana?, jadi aku putuskan akan ikut berlayar, sambil mencari Tiara", jelaskan Robi.


"Maafkan , kita salah orang, sebenarnya bukan Tiara sasaran kita", tunduk Aleks.


"Kenapa kalian jadi kejam begini?, ini kriminal?, kalian mau dipidanakan?", Robi meremas kerak baju Aleks.


"Maaf, kita hanya diperintah saja", tunduk Aleks.


"Siapa?", tatap Robi.


Aleks dan Joko diam, mereka serba salah, antara jujur atau tidak.


Namun kapal sebentar lagi berlayar, Robi harus segera masuk ke dalam. Robi teringat kepada Tiara, sehingga ia berlari menuju kapal, dan meninggalkan Aleks dan Joko.


"Maafkan kita Robi", gumam Joko, ia menatap punggung Robi yang menghilang diantara para penumpang lainnya.

__ADS_1


"Robi dan Tiara orang baik, semoga mereka dipertemukan di sana, dan Tiara selamat", gumam Joko.


__ADS_2