
Kapal yang membawa Tiara dan Robi sudah merapat di Pelabuhan. Semua penumpang pun sudah turun, dan mereka langsung menuju tempat tujuannya.
Tinggallah Robi dan Tiara, mereka berdua masih duduk sambil makan di sebuah warung yang ada di sekitar Pelabuhan.
"Alhamdulillah, sampai juga di daratan, kamu tahu tidak?,ini pelayaran aku yang pertama lho, seumur hidup, baru kali ini aku naik kapal laut, aku itu suka mabuk laut", senyum Robi.
"Alhamdulillah..., semoga kamu panjang umur ya, biar bisa sering-sering naik kapal laut, dan aku lihat , mabuk lautmu sudah sembuh ya?, buktinya kamu baik-baik saja setelah berlayar hampir seharian, kamu sudah tidak mabuk laut lagi", senyum Tiara.
"Iya..., Alhamdulillah, aku tahan dan aku kuat-kuatin saja, kalau aku tumbang gara-gara mabuk laut, siapa yang akan menjaga kamu di dalam kapal sana, kita kan hanya berdua",
"Kata siapa berdua, banyak orang, satu kapal", kekeh Tiara.
"Iya ..., tapi mereka kan orang lain, memangnya kamu mau mereka melihat wajah aslimu, sama aku saja yang jelas-jelas sudah kenal, langsung marah", senyum Robi.
"Iihh....sudah...jangan ungkit itu lagi, aku malu tahu", refleks Tiara memukul paha Robi yang duduk disampingnya, dan memalingkan wajah sambil menutupnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ya Allah....", Robi kaget, lagi-lagi Tiara membuat jantungnya berdebar.
Sama, Tiara pun kaget sekaligus malu, kok bisa-bisanya ia memukul Robi , itu artinya dia sudah kembali membuat sentuhan dengan Robi.
"Kamu itu Yah..., sukanya bikin orang kaget saja", Robi menatap Tiara.
"Maaf...aku refleks", Tiara menunduk.
Mereka kini sudah berada jauh dari keluarganya, mereka kini hanya berdua di pulau seberang.
Robi melihat ke sekitar, suasana kini sudah berubah cepat, yang tadinya cerah, kini langsung berawan, sepertinya akan turun hujan.
"Wah..., kita mesti cepat-cepat mencari tempat singgah, kita cari penginapan saja, cuaca tidak mendukung, lihat !, sepertinya akan turun hujan", Robi berdiri melihat kesekeliling.
"Penginapan?, kita ke Penginapan?, aku dan kamu menginap di sini?", tatap Tiara.
"Ya iya lah, masa kamu mau nginap di sini kitu?", senyum Robi.
"Euh...ya tidak begitu juga, tapi masa kita berdua",
"Terus..., mau bagaimana?, kalau kita menginap di tempat yang berbeda, aku tidak bisa melindungi kamu Tiara, ini tempat asing, kita hanya berdua, jangan membuat situasi makin sulit Tiara, aku takut orang yang menculik kamu masih mengejarmu sampai sini, itu bahaya kan?", bujuk Robi.
__ADS_1
Tiara terdiam, ia menunduk, ucapan Robi ada benarnya, mereka kini hanya berdua di pulau asing. Dan hanya Robi yang Tiara kenal di tempat ini.
"Iya...ayo, kita pergi sekarang saja, aku takut kehujanan di jalan, nanti basah, ini baju satu-satunya lagi", Tiara ikut berdiri, ia mengikuti arah langkah Robi .
Tak selang beberapa lama, mereka sampai di sebuah penginapan terdekat, untuk mencari tempat lain sepertinya sudah tidak ada waktu, kini rintik hujan sudah mulai turun membasahi tubuh mereka.
Setengah berlari mereka bisa sampai di Penginapan. Seorang wanita setengah baya menyambut mereka dengan gembira, karena kini akan ada rupiah masuk ke kantongnya.
"Selamat datang, Tuan,, Nyonya?, mau menginap di sini?, silahkan!, masih ada satu kamar kosong yang cocok untuk pasangan muda kalian", senyum wanita itu , panggil saja Bu Salma.
"Ah...iya boleh Bu, kami baru saja merapat, dan memerlukan tempat untuk beristirahat sebelum berlayar kembali", jelaskan Robi.
Bu Salma membimbing Robi dan Tiara menuju kamar yang akan disewakan kepada mereka
"Nah..., ini kamarnya, dan ini kuncinya, semoga Tuan dan Nyonya suka", senyum Bu Salma sambil memberikan kunci kamar kepada Robi.
"Iya, terima kasih Bu, dan ini uang untuk pembayarannya", Robi memberikan beberapa lembar uang merah kepada Bu Salma.
"Wah ..., terima kasih Tuan, padahal ini bisa dibayarkan nanti pas cek out, tapi tidak apa-apa sekarang juga, kalau begitu saya tinggal dulu, selamat beristirahat", senyum Bu Salma sambil berlalu meninggalkan Robi dan Tiara.
Sepeninggal Bu Salma, Robi membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya, sementara Tiara hanya diam saja di tempatnya semula.
"Aku ?", tatap Tiara.
Robi mendekat ke arah Tiara. "Tiara..., masuklah !, kamu perlu istirahat, jangan sampai kamu sakit lagi", bujuk Robi.
"Tapi..., masa kita berdua di sini?, di ruangan ini?, tempat tidurnya saja hanya ada satu, masa kita harus....", tatap Tiara lagi, ia menggantung ucapannya.
"Masuklah dulu, lihat hujan sudah turun, udaranya dingin lagi, aku janji tidak akan terjadi apa-apa walau kita berdua di dalam sana", senyum Robi.
"Duuaarr....", terdengar jelas suara gelegar petir.
"Allahu...Akbar....", teriak Tiara.
" Tuh kan..., ayo cepat masuk...!", Robi setengah menggusur tangan Tiara untuk memasuki kamar dan menutup pintunya segera karena ternyata di luar terjadi hujan angin.
"Lepas...", Tiara segera menarik tangannya dari pegangan tangan Robi.
__ADS_1
"Maaf...", Robi pun melepaskan pegangan tangannya dari pergelangan tangan Tiara.
Mereka berdua kini mematung.
"Terus..., sekarang kita bagaimana?, bagaimana mau istirahat?", ucap Tiara pelan.
"Kamu tidur saja duluan di sana, biar nanti aku tidur di....", Robi melirik ke seluruh sisi ruangan mencari sofa atau kursi untuk tempatnya tidur, namun ternyata tidak ada.
"Nah...., biar nanti aku tidur di lantai saja", tunjuk Robi , akhirnya ia menunjuk ke arah lantai.
"Di...sa...na...?", tatap Tiara.
"Iya, biar aku tidur di sana saja, karena tidak ada tempat lain lagi", ucap Robi.
"Oh... Ya sudah..., aku ke kamar mandj dulu, belum shalat kan kita?", Tiara segera berlalu menuju kamar mandi.
"Aduh...ini pasti sudah kotor, dari kemarin belum diganti", Tiara menepuk-nepuk bajunya. Lalu berwudhu.
"Tunggu aku ya, kita shalat berjama'ah lagi", ucap Robi begitu Tiara keluar dari kamar mandi.
Mereka pun shalat berjama'ah lagi, selepas itu Tiara langsung menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sana, tak lama ia pun terlelap.
Robi juga mulai dilanda kantuk, ia merebahkan tubuhnya di atas sajadah dan langsung terlelap.
Tiara terbangun saat rasa dingin menerpa tubuhnya, ia menarik selimut yang melorot dari tubuhnya " Pantas saja dingin...", Tiara melirik ke arah Robi yang tidur di atas sajadah dengan melingkarkan tubuhnya untuk menahan dingin.
Tiara pun tidak tega melihatnya, ia bangun dan menghampirinya, ia menyelimuti Robi dengan selimutya.
"Kasihan sekali, pasti kedinginan", gumam Tiara.
Namun kini Tiara yang kedinginan, ia jadi tidak bisa tidur, Tiara bersin-bersin hingga membangunkan Robi yang tengah terlelap.
"Tiara...", gumam Robi. Robi segera bangun, ia melihat dirinya sudah berselimut.
"Ini buat kamu saja, tuh bersin-bersin kan", Robi menyelimuti Tiara.
"Tapi, aku lihat , kamu juga kedinginan, euh...kamu bisa tidur disebelah sana, ada guling juga kan untuk batasnya, ini untuk malam ini saja, tapi janji, kamu tidak akan macam-macam kan?", tatap Tiara.
__ADS_1
"Iya..., Inshaa Allah..., semoga kita dijaga oleh-Nya", senyum Robi.
Kini Tiara dan Robi tidur satu tempat tidur , mereka hanya dibatasi dua guling saja.