
"Kalian...?", tatap Robi, ia sedikit kaget melihat kedua pria yang tadi pagi mengejarnya.
"Iya..., saya Usep, dan ini Dani, kenapa tadi kami panggil , kalian berdua malah lari?", tatap Usep.
"Ya..., karena kami takut, takutnya kalian orang yang berniat jahat, kami baru melihat kalian berdua", aku Robi.
"Kalian ini Robi dan Tiara kan?, Robi anaknya Pak Robani dan Bu Arimbi?", tanyai Dani.
" Iya benar", aku Robi.
"Kalian tidak perlu takut, kami ini orang suruhan Papih kamu, kami ditugaskan untuk mencari kalian, dan membawa kalian pulang", jelaskan Dani.
"Alhamdulillah...", gumam Tiara, ia tersenyum bahagia.
"Kalau tahu begitu, tadi kita tidak usah lari dan sembunyi segala", senyum Robi.
"Sudah..., yang penting kalian berdua sudah kami temukan, tapi ada apa ini?, kenapa kalian bisa berada di sini?", tatap Usep kepada Robi dan Tiara, termasuk semua warga yang ada di sana.
"Iya Bang, ada sedikit misscom aja nih, mereka menuduh kami berbuat mesum, karena mendapati kami tinggal di satu kamar penginapan, padahal aslinya tidak begitu", jelaskan Robi.
Usep lalu beranjak mendekati Pak Lurah, ia terlihat bicara serius dengannya. Tak lama Pak Lurah dan Usep kembali ke hadapan Robi dan Tiara.
"Tolong kepada semua warga yang ikut hadir di sini, kami minta dua orang perwakilan dari kalian untuk sama-sama bicara secara kekeluargaan, agar masalah ini cepat selesai, buat yang lainnya, boleh pulang, atau menunggu di luar saja, jangan sampai kehadiran Bapak- Bapak semua mengganggu pelayanan publik di sini", ucap Pak Lurah.
Mendengar anjuran dari Pak Lurah, sebagian warga mulai membubarkan diri, mereka menuju luar, ada yang langsung pulang, ada juga yang tetap tinggal di luar gedung Kelurahan.
Robi, Tiara, dan mereka yang jadi perwakilan ikut ke ruangan bersama Pak Lurah, mereka akan membicarakan perihal tuduhannya kepada Robi dan Tiara.
Pertemuan itu berlangsung tertutup dan disaksikan oleh Usep dan Dani. Namun tidak lama mereka sudah kembali keluar.
Mereka tampak sudah saling bersalaman, pihak warga pun sudah meminta maaf kepada Robi dan Tiara. Semua warga yang masih berada di luar pun ikut membubarkan diri meninggalkan Kelurahan.
Kini tinggallah Robi, Tiara dan dua pria utusan Pak Robani yang masih tetap tinggal di sana. Mereka duduk dan tampak masih saling bicara.
"Maaf, sebaiknya kalian pindah saja dari Penginapan itu, kami sudah siapkan dua kamar di Hotel, jadi kalian bisa lebih nyaman, sebelum Pelayaran dibuka kembali", ucap Dani.
Robi melirik Tiara yang kini sudah tampak lebih tenang. "Bagaimana?, kamu mau kan?", tatap Robi.
"Aku terserah kamu saja, aku percayakan hidupku padamu", senyum Tiara.
Hati Robi bergetar mendengar ucapan Tiara barusan, walau Tiara bicara dengan nada bercanda, tapi itu serasa nyata bagi Robi.
Setelah kebersamaannya beberapa lama di sini, Robi makin sayang saja sama Tiara, apalagi setelah Robi merasa kalau kini Tiara pun mulai menunjukkan perhatian lebih kepadanya.
__ADS_1
Robi bisa merasakan kalau kini Tiara pun mulai menunjukan perasaan yang sama kepadanya .
"Mana, aku minta buktinya, kalau kalian ini benar-benar utusan Papih", tatap Robi, ia menatap Usep dan Dani bergantian.
Usep tampak mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomer seseorang.
[Halo Pak, ini saya Usep, ini ada orang yang ingin bicara], Usep lalu memberikan ponselnya kepada Robi.
Robi menerimanya, dan dengan jelas, ia bisa melihat gambar Papihnya yang kini ada di layar ponsel Usep.
[Assalamu'alaikum Pih...],Robi tampak sumringah ia menyapa Papihnya.
[Alhamdulillah..., kalian sudah ketemu, Papih suruh Dani dan Usep untuk mencari dan membawa kalian pulang, Tiara mana?, apa dia baik-baik saja?], tanyai Pak Robani.
[Alhamdulillah..., Tiara sehat Pih, dia sudah bersama Robi],
[Alhamdulillah..., Papih senang, kapan kalian pulang?],
[Tidak tahu Pih, di sini cuacanya masih buruk, jadi untuk sementara pelayarannya juga ditutup, jadi kami tinggal dulu di sini],
[ Ya sudah, tidak apa-apa, yang terpenting, Tiara sudah ditemukan, dan kalian berdua baik-baik saja, kami tunggu kalian pulang],
[Iya Pih, terima kasih, bilangin sama Mamih, kami baik-baik saja, jangan Khawatir gitu],
[Iya Pih, terima kasih]
[Kalian baik-baik ya, Assalamu'alaikum]
[Wa'alaikumsalam].
Pembicaraan antara Ayah dan anak pun berakhir. Robi mengembalikan ponsel kepada pemiliknya, Usep.
"Ya sudah, kita ikut kalian saja", ucap Robi.
"Baik, kita pergi sekarang saja, lihat cuaca sudah mulai gelap lagi", ajak Dani.
Robi dan Tiara menyempatkan diri kembali ke Penginapan, mereka pamit kepada Bu Salma, pemilik Penginapan, setelah itu mereka ikut bersama Usep dan Dani.
Tiara dan Robi sudah berada di dalam mobil yang sudah disiapkan oleh Usep dan Dani.
"Alhamdulillah..., aku sudah bilang, kita tidak bersalah, jadi Allah akan melindungi kita, terbukti kan", senyum Robi.
"Iya..., Alhamdulillah..., kamu mempunyai orang tua yang hebat, yang sayang sama kamu, dan diberikan harta yang berlimpah pula, sehingga bisa mengirimkan orang untuk menolong kita di sini", Tiara menerawang.
__ADS_1
Tanpa terasa matanya kini mulai berembun lagi, Tiara kembali teringat kepada Abah dan Umi,apalagi Abah masih sakit dan sedang dirawat di Rumah Sakit, Tiara tidak tahu kabarnya saat ini.
Robi sekilas melirik ke arah Tiara, "Kenapa lagi?, perutmu masih sakit?", tanyai Robi.
Tiara menyeka airmatanya, "Abah...,bagaimana kabarnya, pasti Umi sama , merasa khawatir karena aku tidak ada ke Rumah Sakit", ucap Tiara lirih.
"Aku yakin, Abah baik-baik saja, apa perlu aku telepon Papih lagi untuk menanyakan kondisi Abah", tatap Robi.
Tiara terdiam , "Tapi..., jangan, tidak usah..., belum tahu kita akan pulang kapan, nantinya malah kasihan, menambah khawatir mereka saja, biarkan saja, semoga Umi belum tahu soal ini",
"Oh..., ya sudah, tapi kamu jangan sedih begitu, aku tidak tega", ucap Robi.
"Hah...?", Tiara menatap Robi.
"Aku itu paling tidak tega melihat air mata, apalagi air mata seorang wanita", aku Robi.
"Ah..., masa seorang Robi, mantan penguasa jalanan bisa memiliki hati seperti itu", senyum Tiara.
"Dulu sih iya, tapi setelah mengenal seseorang yang berhati lembut, aku jadi ketularan", senyum Robi.
"Ah..., aku jadi penasaran, jadi ingin bertemu juga sama orang itu, siapa tahu bisa ketularan juga, jadi lembut hatinya", ucap Tiara asal.
"Gampang?, dekat kok", senyum Robi.
"Siapa...?", tatap Tiara.
"Rahasia..., nanti aku ada saingan", senyum Robi.
"Iihhh....pelit",,
Mobil terasa menepi ke sebuah parkiran Hotel, ternyata mereka sudah sampai.
"Tuan muda, ini kunci kamarnya", Usep memberikan dua buah kunci kamar kepada Robi.
"Kalau perlu sesuatu, tinggal hubungi kami saja", beritahu Dani sambil segera berlalu meninggalkan Robi dan Tiara.
"Iya..., terima kasih Bang", seru Robi sambil tersenyum lega.
Di dalam mobil, Usep segera mengabari Pak Robani kalau Robi dan Tiara sudah mereka temukan dalam keadaan selamat.
******
Kini Fikri mapkin merasa galau, masalah Tiara belum kelar, ini ia dihadapkan dengan adiknya, Marisa yang tidak tahu ada di mana setelah tadi ia mengusirnya dari Kobong.
__ADS_1
Belum lagi ia mendengar kalau kini Tiara sudah bersama Robi di Pulau Seberang, makin panas saja hatinya.