Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Wanita misterius


__ADS_3

"Kak, bangun dong, " Rani mengguncang tubuh Rani yang terkapar di atas lantai.


Entah apa yang di lakukan kakaknya tadi malam sehingga tertidur di atas lantai dengan keadaan kaca pecah berserakan di sampingnya.


"Kak!," Risa tak juga kunjung bangun, dan rasa cemas kembali menghantui Rani.


"duh.... kakak kenapa sih? gak biasanya susah di bangunin kayak gini," Rani terduduk di samping kakaknya.


Belum mandi masih dalam keadaan kacau sehabis bangun tidur, dia mah ambil wudhu tapi malah beralih kepada kakaknya yang masih terlelap.


"Kak... Bangun ya.... jangan bikin khawatir," Rani merengek kali ini.


"Kakak udah bangun," Risa menyaut juga.


"Lah, kapan bangunnya?" tanya Rani heran.


"Dari tadi, kamu berisik banget sih dek, awas gih, kakak mau ke kasur lanjutin tidur," Risa berdiri dari tidurnya.


"Gak shalat?"


"Lagi gak shalat dek, oh iya, kakak boleh minta tolong gak?"


"Minta tolong apa kak?"


"Nanti siap shalat tolong di bersihin kacanya ya, kakak ngantuk banget seriusan,"


"Dari tadi tidur masih ngantuk?"


"Siapa yang tidur? Kakak belum ada tidur sedikit pun, gara-gara si Liya," Yah, memang seperti itu. Risa baru saja kembali dari jalan-jalan ke masalalu Liya. Dia memang belum tidur sedikit pun dari tadi malam.

__ADS_1


"Liya kenapa?" Rani bertanga lagi. Alhasil Risa di buat dongkol olehnya. Mau tidur aja susah, di tanyain mulu, kapan bisa tidur kalau kayak gini.


"Dek! Kakak ngantuk loh!. Nanyanya nanti aja bisa gak?" Kali ini Risa benar-benar marah.


Dia sudah lelah, tapi Rani sepertinya belum terlalu mengerti. Rani yang di marahi hanya manyun saja dan berlalu ke kamar mandi ingin wudhu.


Baru juga masuk kamar mandi Rani di kagetkan dengan sosok yang bergelantungan di depan kaca kamar mandi.


Wajah pucat pasi dengan pipi yang berlubang sehingga menunjukkan isi dalam dari balik daging itu terlihat. saat matanya bergerak itu membuat sensasi ngilu mengitari tubuh Rani. Apa yang di inginkan hantu ini?


"Kau mau apa?" Rani terpojok di pintu kamar mandi yang sudah dia tutup.


"Aku hanya mau tau, apa yang mau di lakukan Risa setelah ini?" Tanyanya pada Rani.


"Mana aku tau, tanya aja langsug ke kakak," Rani memberanikan diri dan mendekat ke wastafel kamar mandi.


"Sendi! Bisakah kau minggir?" Rani membentak kepada hantu yang bernama Sendi itu.


"Okeh, tapi aku cuman mau bilang, kalau kalian mau menemui ibuku harus membawaku, karena ibu hanya mau mendengarkan kata-kataku," setelah menyampaikan itu Sendi menghilang begitu saja.


Tanoa memberikan waktu untuk Rani menjawab,


"Seriusan dia mau ikut? Dia mau bantu? Apa masalah Sendi dan Liya udah selesai? Kalau iya bisa lapang nih otak," Rani berceloteh sebelum mengambil air Wudhu.


๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ


"Dia masih tidur?" seseorang berbisik di telinga Rani.


"Liya! Mengagetkan saja," Rani mengusap jantungnya yang mau melompat karena kedatangan Liya yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?"


"Apa kau buta? Setauku yang hilang itu cuman kehidupanmu bukan matamu, jadi bisa lihatkan? Kalau aku lagi bersihin pecahan kaca. Emangnya apa yang terjadi tadi malam?" Rani bertanya sambil memasukkan satu-persatu kaca ke dalam kantong plastik.


"Mau tau? Tanya aja sendiri," Tubuh yang kecil nan pucat itu melayang begitu saja dan menempel di dinding kamar.


Matahari belum sempurna naik ke atas, sehingga suasana rumah masih begitu sepi. Yang ada hanya suara-suara jangkrik yang saling bersahut-sahutan.


"Terserah mu aja deh Ya! Gak mau kasih tau ya udah," Rani berdiri sambil menenteng kantong plastik yang berisi pecahan gelas itu.


Pelan-pelan Rani membuka pintu depan agar tak membuat kebisingan. Dia akan membuang sampah ke tempat sampah yang ada di teras luar.


Saat pintu terbuka Rani mengusap lengannya karena hawa dingin yang langsung menyerbu. Angin malam masih ada beserta embun yang masih setia di atas lantai rumah dan dedauna.


"Itu siapa?" Rani menyipitkan matanya berusaha melihat dengan jelas seseorang yang berdiri tidak jauh dari rumah nenek. Rani tak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Tapi dia bisa melihat bahwa orang itu mengikat rambutnya ke belakang dan memakai baju kaos berwarna dongker dengan bawahan kain sarung yang di lilit.


Tubuh orang itu pendek dan sedikit lebar, dia memperhatikan rumah nenek sedari tadi. Dan bahkan tak pergi saat melihat Rani yang keluar dari rumah.


"Siapa?" Rani bertanya kepada orang itu.


Menyadari dirinya terlihat orang itu langsung berjalan dengan cepat, seperti di kejar guguk saja.


"Kok dia kayak takut gitu?" Rani menggaruk kepalanya yang tak gatal.


'Apa wajahku seram banget ya habis bangun tidur?' Rani memegangi pipinya takut ileran menempel di sana.


๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ


Ada waktunya semua jawaban dalam teka-teki itu menemukan jawaban. Mohon bersabar ya, author udah buat kapan masalah akan terjawab, gak bisa di paksain untuk langsung ketemu jawaban. Semua butuh proses, kalau langsug masuk ke jawaban kalian nanti tambah bingung๐Ÿ˜Š. Maafin author yang bikin kalian kesal menunggu... Author sebenarnya pengen selesaikan masalah Liya secepatnya tapi kadang waktu di Rl itu padat banget.... Author usahain biar kalian gak kelamaan menunggu... Maaf ya๐Ÿ˜ฃ

__ADS_1


__ADS_2