Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Dosa S


__ADS_3

Setelah Liya menembus Risa, Risa memilih mengikuti kemana gadis itu pergi, ngapain dia di sini sendirian? Dia ke sinikan mau cari tau masalalu Liya dan memberikan apa yang di inginkannya selama ini.


Tapi baru juga beberapa langkah Risa mengikuti Liya? tiba-tiba saja tubuhnya terasa terdorong oleh angin yang begitu kencang. Angin itu datang secara tiba-tiba membuat Risa tak bisa bersiap-siap sehingga dia terpental seperti bola kasti yang di lempar dengan pemukulnya. Risa melayang ke dalam kabut yang tiba-tiba saja begitu tebal.


"Apa waktunya sudah habis?" pikir Risa sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena baru saja di tendang angin begitu kuat.


BRAAK....


Tubuh Risa terhempas hebat ke atas tanah yang lembab. Dengan pendaratan yang sangat tidak bagus, sehingga Risa meringis kesakitan.


"UHUK..."


Risa terbatuk saat merasakan nyeri yang luar biasa di perutnya, darah segar tiba-tiba keluar dari mulut Risa.


Risa yang menyadari bahwa organ dalamnya terluka meringis kesakitan. Dia menghapus darah yang masih tersisa di sudut bibirnya.


"Kok menyakitkan banget ya? Orang bilang pergi menjelajah waktu itu enak, tapi buktinya malah sakit kayak gini. Apa karena nasib ku yang lagi sial kali ya?" Risa berceloteh panjang lebar.


"Eh, inikan?" setelah selesai berceloteh dia baru memperhatikan kondisi sekitarnya, tak ada matahari lagi, keadaan sudah gelap, malam telah tiba. Dan dia sekarang ada di...


"Ini bukannya rumah Liya? haduh... kalau mau di.bawa ke sini lagi ngapain pakai acara di lempar angin segala sih," rasa kesal sepertinya sudah memuncak di kepala Risa.

__ADS_1


Ingin menyumpahi orang yang sudah membuatnya ke sakitan seperti ini. Namun sayangnya dia tidak tau siapa dalang di balik senjata-senjata yang di milikinya dan adik-adiknya. Yang dia tau senjata ini hanya turun temurun begitu saja. Dari zaman apa, Risa juga tak tau.


Sudahlah, dari pada memikirkan itu yang sudah pasti takkan menemukan titik terang, Risa memilih lebih baik menggerakkan kakinya menuju rumah Liya dari pada duduk di sini tanpa memberikan faedah yang berarti.


Seperti hantu kebanyakan, Risa masuk begitu saja menembus tembok. Saat berhasil masuk Risa tertawa dengan puas.


"Waah... luar biasa, udah ngerasain sensasi jadi hantu sebelum meninggal! Ini benar-benar di luar nalar sehatku!," Risa terus berkomentar akan semia yang dia alami baru-baru ini.


Tapi tawanya harus terhenti sebelum selesai, karena rasa sakit di perutnya terasa nyeri saat dia mencoba tertawa keras.


"Loh itu pintu belakang kok ke buka sih?" Angin berhembus dari arah belakang rumah, tirai jendela tersipu-sipu menggeliat saat di sentuh angin. Risa tak mau ketinggalan sesuatu walau hanya seinci. Apapun yang mencurigakan harus dicari tau.


Tanpa mementingkan privasi seseorang, Risa mengintip dari dalam rumah, dan dia menemukan S sedang berbicara dengan wanita paruh baya.


Dia tau kalau takkan ada yang mendengar suaranya, makanya itu dia tak kunjung berniat berhenti berbicara pada dirinya sendiri.


"mereka ngomong apaan sih? Dosa gak ya kalau nguping?" pikir Risa sambil menyembunyikan dirinya di balik pintu.


Padahal tanpa perlu bersembunyi pun Risa gak bakalan ketauan. Yah, namanya juga Risa, kadang otaknya lama banget memahami situasi sekitarnya.


"Ah bodoh amat, pokoknga pengen tau, intip ah," Risa berlari kecil ke arah S dan wanita paruh baya itu. Dia tak mau ketinggalan berita gosip.

__ADS_1


"Adikmu itu licik, tadi dia berduaan sama Bima dan mengadu kalau kamu menamparnya," langkah Risa terhenti saat mendengar kata yang mengadu domba itu keluar dari mulut wanita tua itu.


"Bima pasti makin tidak suka denganmu," lanjut wanita itu membuat S menggepalkan tangannya menahan amarah.


"Anak tak tau di untung! Dia sudah merebut Bima ku, dan sekarang juga mau menjelekkan ku di depan Bima? Sepertinya adikku itu bosan hidup," S tersenyum miring, mengangkat salah satu sudut bibirnya.


Risa yang mendengarkan percakapan itu menelan ludah tak percaya, apakah S benar-benar akan menghabisi Liya kali ini? Dan siapa nenek tua ini? Kenapa dia memprovokasi Liya dan S. Apa tujuannya.


Risa melangkah lebih dekat lagi, berharap bisa melihat wajah wanita itu lebih jelas. Namun sial, waktu Risa sudah habis. Kepala Risa kembali terasa sakit dan kedua perempuan di hadapa Risa hilang di balik kabut gelap.


"Benar-benar bukan waktu yang tepat!," Risa menghentakkan kakinya kesal.


Lagi-lagi dia diberi pertanyaan baru, siapa wanita itu? Dan sialnya pertanyaan itu datang tidak bersama dengan jawaban.


🐾🐾🐾🐾


wah kayaknya author besok gak bisa up... soalnya paket author sekarat.


mohon bersabar jika author gak terbitin episode baru. tenang aja author cuman izin sehari kok... jangan terlalu rindu sama author ya... 😊


tapi author usahain buat beli paketnya besok...

__ADS_1


selamat malam...


__ADS_2