Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Isi Kotak Nathan


__ADS_3

POV RISA


Aku meletakkan kotak itu di atas meja belajar. Apa aku penasaran dengan isi kotak itu? Jangan tanya! Tentu saja jawabannya iya. Sangat penasaran malah. Namun sepenasaran apapun aku saat ini, itu tak bisa mengalahkan rasa kantuk yang sudah melandaku, rasanya ada magnet antara kelopak mata,susah sekali di buka.


Jadi lebih baik aku menunaikan hasrat kantukku terlebih dahulu. Tiada yang lebih penting dari pada waktu bersantai.


TAAAK....TAAAK....


Belum juga sempurna tertidur aku malah mendengarkan suara benda yang di pukul ke meja. Ini pasti ulah salah satu hantu yang ada di kamar ini, aku gak tau sih apa itu benar atau tidak, tapi coba di fikirkan siapa lagi yang menokok mejaku jika bukan hantu? Padahal pintu kamar ku sudah di kunci.


Gak mungkin dong, ada orang yang tiba-tiba sulap masuk ke kamarku? Udah pasti tersangak yang memukul mejaku itu adalah hantu. Pasti itu!.


Tapi seperti yang aku bilang tadi, aku sangat mengantuk, biarkanlah mereka berisik di sana, lagian juga aku tak terusik dengan suara itu. Seberisik apa pun itu selagi aku ngantuk gak bakalan bisa terjaga.


"Risa... Sa...," aku tersentak dalam tidur saat mendengar suara yang tak asing memanggil namaku.


'Apa aku lagi mimpi?' terkaku tak paham dengan kondisi saat ini.


"Jika ini mimpi kenapa semua terasa gelap, apa aku belum sempurna tertidur?" Percayalah aku saat ini benar-benar bingung.


Perlahan aku membuka mata dengan takut. Semoga saja hantu kali ini tidak menyeramkan. Biarkanlah sisa hari ini di lewati dengan adem dan damai. Jangan ada hal yang mengerikan lagi yang muncul, aku benar-benar sudah capek. Capek bukan main!.

__ADS_1


Aku jadi tak habis pikir bagaimana caranya Rani menghadapi semua ini?


"Kau, Siapa?" aku melihat seorang gadis yang lebih tinggi dariku. Dia mengenakan baju seragam putih abu-abu, seragam anak SMA. Rambutnya sebahu, dari belakang dia terlihat cantik. Dan aku harap benar-benar cantik, jangan sampai pas dia balik badan malah bikin aku kejang di tempat.


Gadis itu tetap diam, dia terus berdiri di depan meja belajarku, tunggu! Dia sedang memperhatikan kotak itukah? Apa hubungan gadis itu dengan kotaknya Nathan?


"Bisa jawab aku gak?" Aku mulai kesal karena sedari tadi hantu-hantu yang aku temui belagak sok tuli. Aturannya aku yang pura-pura budeg biar gak di gangguin mereka. Ini malah sebaliknya.


"Risa," hantu itu membalikkan badannya menghadapku.


Saat dia ingin membalikkan badannya aku menahan nafas sejenak, bersiap-siap dengan kondisi mengerikan apa yang akan aku lihat nanti.


TAAP.


Aku hanya terpaku, tak tau mau bilang apa saat sudah melihat wajahnya, seketika dadaku terasa sesak. Ada perasaan yang akan meledak saat ini, perasaan rindu yang rasanya mulai menguasaiku.


"Li....Linda?" Aku tak bisa menahan air mata untuk tak keluar.


Rasanya sangat senang bisa melihat gadis yang sudah menghilang selama ini. Haruskah sekarang aku bersyukur dengan kekurangan mata yang bisa melihat makhluk astral ini? Karena penglihatan sialan ini aku bisa melihat Linda lagi, gadis yang sangat aku rindui.


"Risa, kamu cantik," senyum Linda melebar dan seketika dia lenyap dari hadapanku.

__ADS_1


"Apa? Apa yang Linda bilang? Aku cantik?" Aku mengerutkan kening tak paham.


Mengapa Linda mengatakan aku cantik dengan di tutup senyuman miris itu.


Aku berusaha mengingat kebiasaan Linda. Aku berusaha memutar waktu ke masalalu, aku putar semua kenangan tentang Linda. Sampai aku menemukan titik terang tentang pertanyaanku.


"Linda sering bilang aku cantik kalau dia minta tolong, kayak bikin pr, tolong jemput, tolong masak semuanya pasti di awali rayuan gombal dengan mengatakan "Risa, kamu cantik deh,". Hahaha... appa itu yang mau di sampaiman Linda? Apa dia mau minta tolong sama aku? Aish... Sial, kenapa Linda menggantungkan petunjuk seperti ini?


Risa tak mau ambil pusing, ke hadiran Linda sukses mengusir kantuknya, Risa memilih melangkah ke arah kotak Nathan berada. Tanganku sekarang sempurna memegang kotak itu. Perlahan tapi pasti aku membuka kotak itu dengan gemetaran. Aku benar-benar takut kemungkinan buruk yang terjadi.



"Cantik," Jujur aku mengagumi isi kotak itu yang berupa sebuah kalung berbentuk hati dengan kupu-kupu kecil di atasnya.


Terlihat elegan dengan warna yang tak norak.


Namun mengapa aku bisa membawa kalung ini? Apa yang ingin di sampaikan oleh kalung ini?


Lagi-lagi aku menguruf kepalaku sambil menatap kalung itu dengan banyak pertanyaan.


🐾🐾🐾

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya..


rekomendasikan juga ke teman kalian jika menurut kalian bagus🤗


__ADS_2