Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Raksasa


__ADS_3

Rani masih setia di bawah selimutnya, tanpa berniat sedikit pun untuk melihat kepada makhluk bertangan dingin itu. Rani tak tau apa maunya, dia mengusap kepala Rani dengan lembut, tapi selembut apapun makhluk itu mengusap kepalanya itu takkan mampu membuat Rani tenang, yang ada malah membuat Rani semakin ketakutan.


"Aku fikir gak bakalan takut lagi sama hantu karena kemarin udah gak deg degan lagi lihat hantu yang kepalanya lepas, ternyata masih ada yang lebih mengerikan. Kok hantu berlomba-lomba tampil paling serem sih? Beda sama manusia yang berlomba-lomba biar enak di pandang. Hantu aneh!" Entah itu berupa ujaran kebencian dari Rani, entah berupa hinaan.


Yang Rani tau sekarang baju yang melekat ke badannya sudah basah karena keringat. Rani sudah berhenti bergerak dari tadi berharap hantu yang membelainya itu pergi karena mengira Rani sudah tertidur. Tapi ternyata tidak dia masih dengan santainya mengusap kepala Rani.


"Apa tidak panas di bawah selimut?" Persis seperti bisikan. Dia berbicara kepada Rani yang tetap memilih diam.


"Kau mau tau bagaimana cara mengusir dia?" Rani tau siapa yang di maksud 'dia' oleh hantu ini.


Tapi seandainya saja hantu itu tau, Rani bukan hanya ingin raksasa itu pergi, tapi juga dengan hantu yang berbicara dengannya ini. Rani ingin mereka pergi dan membiarkan Rani untuk hidup normal sehari ini saja.


Perutnya sudah meminta untuk di isi, cacing di perutnya terus mengadakan konser, dan ini membuatnya tidak nyaman.


"Aku tidak akan menyakitimu, percayalah," hantu itu terus membujuk Rani untuk mempercayainya.


Rani yang masih begitu kecil hanya menggeleng menunjukkan penolakan. Jika hantu itu Sherly, mungkin sekarang rambut Rani sudah di tariknya dengan kuat karena menolaknya. Untung saja, hantu ini bukan Sherly, dia hanya terkikik kecil dan tetap mengusap kepala Rani.

__ADS_1


"Jangan tatap dia, matanya akan membuat mu menjadi takut berkali-kali lipat, anggap saja dia tidak ada, dan berjalanlah, tak perlu takut kau akan terbentur dengan hantu itu. Karena sejatinya kami hanya makhluk gaib, kau bisa menembusnya, dan jangan hiraukan semua kata-katanya ketika kau di luar nanti. Mulut hantu itu sangat pandai membuat seseorang jatuh kepercayaan dirinya. Jadi keluarlah, dan makan, sayang," kata hantu itu memberi Rani cara menghadapi raksasa di luar sana.


Rani tak berterimakasih kepada hantu itu sebagaimana yang di ajarkan ibunya. Rani hanya terpaku sambil menggenggam selimut dengan kedua tangan mungilnya dengan erat.


Apakah yang di katakan hantu itu benar?.


Apa semuanya akan baik-baik saja kalau Rani tak menatap matanya?.


Tapi kenapa hantu itu membantunya?


Karena tidak ada hantu yang dermawan, yang ada hantu yang saling memanfaatkan!


Setalan hantu itu mengatakan kalimat terakhirnya, dia menghilang begitu saja, meninggalkan Rani, yang siap-siap keluar dari selimut dan meluncur ke dapur untuk makan.


Rani berjalan perlahan ke arah pintu kamarnya, dia terus menepuk dadanya karena di balik dadanya ada jantung yang terus berdetak tak karuan.


'Ini lebih deg degan dari pada pengumuman kenaikan kelas,' pikir Rani.

__ADS_1


CKLEK


Langkah awal sudah Rani lakukan, pintu mulai di buka, dengan pelan, Rani mendongakkan kepalanya keluar dari pintu, dia melihat ke arah bawah, masih terlihat kaki dari raksasa itu yang di penuhi bulu. Dan Rani baru menyadari raksasa ini mempunya kuku yang sangat panjang. Lihatlah kuku kakinya, sudah berapa lama tidak di potong? .


"Kau keluar? Sangat berani?" Suara berat nan besar itu menyapa telinga Rani lagi.


Oh tidak tubuh nya kembali menggigil hebat. Hantu ini lebih menyeramkan dari pada Sherly atau pun hantu tanpa kepala itu.


BRAAAK


Pintu di tutup dengan kuat oleh Rani, dia menyandarkan tubuhnya di pintu. Sudah seperti artis saja, aku memiliki penjaga yang setia menunggu di depan pintu. Bedanya kalau artis penjaganya manusia, sedangkan Rani penjaganya raksasa.


Benar-benar luar biasa!


"Ma, Rani lapar," Itu kata yang keluar duluan di mulut Rani.


Perutnya lebih penting sekarang. Urusan raksasa itu nanti di bicarakan.

__ADS_1


__ADS_2