Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Masalah Lagi?


__ADS_3

Risa mengerutkan keningnya bingung, apa yang harus dia lakukan? bagaimana cara membaca masalalu Liya lagi. Sedangkan apa yang terjadi tadi subuh itu sama sekali tak Risa mengerti.


Risa saja tak tau bagaimana kembali ke masalalu, dan jika pun Risa berhasil membaca masalalu Liya, lalu apa yang bisa dia lakukan sesudah itu? Ayolah, otaknya saja belum bisa mencerna apa yang terjadi kemarin malam, bagaimana mungkin bisa melakukan permintaan Liya sekarang juga?


"Aku gak tau gimana caranya melihat masalalu mu lagi Ya! Kemarin itu terjadi begitu saja, aku saja gak ngerti," Risa masih dengan kening berkerutnya.


Berusaha mengingat apa yang dia lakukan sehingga bisa membaca masalalu Liya. Tapi usahanya sia-sia,dia sama sekali tidak menherti ada apa dengan dirinya sebenarnya.


"Risa? Sa? Kamu dimana kak?" itu suara mama, sepertinya ada hal penting.


Nada suara mama terdengar seperti sedanh terdesak.


"Iya ma, kakak di kamar adek, tunggu sebentar," aku beralih menatap ke arah Loya yang masih diam di depanku dalam.jarak 10 meter.


"Aku akan memikirkan bagaimana cara melihat masalalumu nanti, sekarang aku punya urusan lain, jadi tolong buka pintunya," Kata Risa sambil menatap Liya yang masih diam.


"Kenapa cuman diam?" Tanya Risa yang sama sekali tak di gubris Liya.


Risa kesal, baru saja ingin memarahi hantu itu, Liya langsung menghilang dari pandangan Risa.


'Kemana hantu itu pergi?'


Risa menghentakkan kakinya kesal, dia memang tak kasar, tapi hantu ini terkesan cuek.

__ADS_1


Hah.... tak ada hantu yang sifatnya sopan apa? Benar-benar datang tak di undang dan pergi tak di antar.


Tak mau memikirkan tingkah tak sopan hantu itu, Risa beralih ke arah pintu kamar Rani, yang penting sekarang adalah keluar dulu.


CKLEEEK


Tangan Risa yang baru saja mau memegang gagang pintu malah berhenti di udara kosong, pintu itu terbuka dari luar.


"Loh ngapain di kamar adek?" Ternyata itu mama yang sepertinya sedang mencari Risa.


"Eng.... anu.... itu ma, tadi kakak baru aja siap bersihin kamar Rani," alasan Risa kali ini tak logis.


Kamar serapi ini untuk apa di bersihkan lagi? Benar-benar tak pandai berbohong!.


"Gak mau ma, obat gak enak," Risa menjauhkan wajahnya saat mencium bau khas obat masuk ke hidungnya.


Risa dengan cepar menutup hidungnya, dari kecil Risa tak pwrnah tahan mencium bau obat, dia sudaj muak dengan bau obat yang tak sedap itu. Perutnya selalu mual kalau sudah mencium bau obat yang tak enak.


Tapi terkadang, keadaan dan kondisi tubuhnya tak mau membantunya, setiap bulan, Risa harus meminum obat, karena tak pernah absen sebulan saja Risa pasti sakit. Entah itu demam, magh, masuk angin dan banyak lagi.


Terkadang Risa sudah begitu muak dengan wujud obat yang bulat lonjonh itu. Dia ingin membuang obat itu dari pada menelan mereka ke dalam perutnya. Tapi terkadang Risa tak tega dengan uang mamanya yang habis untuk membeli obat itu, dia tak mau menyia-nyiakan uang mamanya terbuang sia-sia.


"Iya ma, Risa balik ke kamar ya," Risa meraih obat itu, kali ini dia bakalan menurut, satu hari penuh akan dia isi dengan berbaring di kasur dengan di temani rasa sakit yang nyerindi sekitar kepalanya.

__ADS_1


"Tadi mama ketemu Kelvin, dia bilang mau mampir ke sini, ada yang mau di omongin katanya," kata mama setelah melihat anak sulungnya berjalan meninggalkannya menuju kamar.


Risa kembali merogoh hpnya, mengecek apa ada pesan dari Kelvin. Dan ternyata sudah ada 71 panggilan tak terjawab dan 136 pesan yang belum di baca.


Ayolah, ada apa dengan cowok satu itu? Tidakkah dia capek menekan tombol panggilan dan mengetik pesan sebanyak ini sendirian?


KRIING KRIING...


Baru juga mah menelpon Kelvin ternyata cowok itu sudah menghubunginya duluan.


"Apaan vin? Ada yang penting banget ya? Sampai segitunya banget kirim pesan,"


"Udah di baca pesanku Sa?" tanya Kelvin dari sebrang.


"Belum, emangnya ada apa?" Tanya Risa lagi.


"Di ruangan musik sekolah kita, katanya belakangan ini mereka mendengar suara cowok yang terus memanggil-manggil nama Linda, aneh tau gak?" Risa tertegun dengan pernyataan Kelvin.


Tanpa meminta persetujuan Kelvin, Risa langsung memutuskan sambungan telpon mereka.


Risa kembali mengusap keningnya yang terasa kembali berdenyut hebat.


"Satu masalah belum selesai, masalah lain malah sudah muncul" Kata Risa mengeluh dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2