Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Pria Pemain Piano - Episode 12


__ADS_3

Risa berjalan menuju rumahnya, dia hanya diam sekali-kali berdeham menyanyikan senandung lagu yang terputar di headsetnya. Tak butuh waktu lama, Risa sampai di depan pintunya, dia terdiam sebentar lalu melirik ke sampingnya.


"Kau akan masuk?" Tanya Risa yang mungkin di kira orang-orang hanya berbicara dengan angin kosong. Tapi pada kenyataannya dia berbicara dengan gadis kasat mata yang kira-kira sebesar Rani. Gadis yang dia temukan di taman itu.


"Tentu saja," Jawab hantu itu dengan senyum cerianya.


"Janji takkan mengganggu?" tanya Risa lagi memastikan.


"Ehem..," jawab hantu itu sambil mengangguk setuju.


Risa menatap seakan-akan masih ragu. Tapi ya, hantu ini sudah sampai sejauh ini, sudahlah Risa yang membawanya ke sini maka Risa juga yang harus menerima akibatnya.


"Assalamualaikum, Risa pulang," kata Risa yang langsung di jawab ibu dan Rani dari dapur.


Sedangkan dua orang lagi sepertinya berada di kamar masing-masing.


"Udah pulang Sa? Kamu kemana aja? Sekarang suka keluar rumah ya?" sindir mama kepada Risa yang baru saja mau membantu mencuci sayur untuk di masak.


"Ee... iya ni ma, ada yang Risa kerjain," jawab Risa sambil menyaring air dari sayur yang dia cuci.


"Apa?" Tanya mama lagi.

__ADS_1


"Apanya yang apa ma?" Tanya Risa bingung.


" Sudahlah ma, Risa sudah besar, biarkan dia melakukan apa yang mau dia lakukan, dia sudah bukan anak kecil lagi yanh harus kita kurung di rumah, lihatlah, karena sering kita kurung di rumah dan melarang dia bermain, jadinya dia tak punya teman selain Kelvin dan Lin... " kata-kata ayah terputus saat mau sampai kalimat terakhir.


Dia berhenti berjalan ke arah dapur dan memilih berputar haluan ke depan TV.


Siapapu pasti tau bahwa kalimat terakhir ayah adalah 'Linda', dia tak jadi melanjutkan kalimatnya karena takut putrinya bersedih jika kembali mendengar nama temannya itu disebutkan. Di tambah lagi, sampai sekarang tak ada yang tau pasti kenapa anak itu meninggal di sekolahnya.


"Ee... Risa ke kamar dulu ya? Mau letakin tas," Risa sadar akan kecanggungan yang baru saja di ciptakan oleh ayahnya.


Saat Risa berlalu dari dapur mata Rani terus memandang ke arah kakaknya tak berniat melepaskan pandangannya.


'Itu siapa? kok baru lihat ya?'


🐾🐾🐾🐾


"Adek kamu bisa lihat aku juga ya?"Tanya hantu itu tepat setelah pintu tertutup.


"Hemm," jawab Risa singkat sambil menganggukkan kepalanya.


"Ngomong-ngomong gimana caranya kamu bisa tunjukin diri mu ke dia?" tanya Risa setelah selesai membuka sepatunya.

__ADS_1


"Hmm... dengan cara menunjukkan ke hadiranku, sudahlah, itu gampang, seperti bagaimana cara kami mengganggu kalian, dengan memberi tahukan keberadaan kami, kau tak perlu memikirkannya," mendengar itu Risa hanya mengangguk saja.


Dia memilih untuk fokus ke hpnya, ada pesan dari Kelvin.


"Besok ada acara gak? Mau ke perpus?" isi pesan itu.


"ke perpusnya kapan-kapan deh Vin, ada yang lagi aku kerjain nih," balas Risa kemudian.


"Apaan? Kata tante kamu sering keluar rumah, emangnya kerjaan apa sih? Kok aku gak tau," dengan cepat pesan Risa mendapatkan balasan.


"Nanti aku kasih tau, udah dulu ya, aku mah istirahat," Risa mematikan data selulernya dan meletakkan hp itu tepat di samping bantalnya.


Hanya tidur-tiduran, dia tak tau mau melakukan apa, membantu ibu juga kayaknya gak perlu, karena tadi hanya tinggal masak sayur. Ikutan nonton sama ayah juga gak seru, dia cuman nonton acara berita saja. Mau nonton drakor sayangnya paket sekarat. Dan hantu yang tadi hanya duduk diam di samping pintu kamar. Seperti anak yang terlantar, lucu sekali.


"Oh iya, gantungan kunci! Kenapa itu bisa begitu berharga?" Risa duduk dari berbaringnya. Dan pergi ke arah dimana tasnya tergantung.


Dia rogoh kantong tasnya dan menemukan gantungan kunci Naell yang dia bawa. Saat sibuk memperhatikan dia baru sadar akan kemungkinan yang di tangkao otaknya.


"Di satu sisi ada NT dan di sisi lain ada NL, apakah ini maksudnya Nathan dan Naell?" Risa berteriak girang saat merasa yakin dengan apa yang dia simpulkan.


"Iya! Pasti itu artinya itulah kenapa benda ini sangat berharga ada ukiran nama mereka berdua," Risa tersenyum senang.

__ADS_1


Lalu dia pergi ke arah meja belajarnya dan mengambil buku harian Nathan. Halaman pertama terpecahkan, Naella adalah saudara kembar Nathan, sekarang kita masuk ke halaman berikutnya.


__ADS_2