
"Rani...," Rani yang tadi sibuk mengusap tangannya yang sakit, langsung terdiam saat mendengarkan ada yang memanggilnya.
"Itu suara nenek?" Kata Rani yang membuat semua mata menatap kaget ke arah bocah itu.
Semua mata saling pandang satu sama lain, tapi mereka hanya menggeleng pertanda bahwa tak mendengar suara apapun.
Untuk yang kesekian kalinya bulu kuduk mereka berdiri seiringan dengan keringat yang mulai membasahi kening.
"Jangan bercanda Rani!," Denis yang sepertinya dari awal sudah tak akur dengan Rani, membentak Rani tak suka.
Dia fikir Rani berbohong dan hanya ingin menakuti mereka. Tapi siapa sangka, Rani menggeleng dengan mantap dan mengatakan bahwa dia tak berbohong.
"Aku tidak bercanda! Aku memang mendengar suara nenek," Rani membela dirinya.
"Tapi tak ada suara siapa pun Ran!," Denis meninggikan nadanya tanda tak mau kalah.
"Kau fikir aku main-main? Sampai mau berbohong? Aku bukan bocah yang bodoh seperti pikiran dangkal mu itu!," Sepertinya aksi saling mengejek sudah di mulai di antara kedua bocah ini.
"KAAU!," Denis mengarahkan tunjuknya ke arah Rani, akan ada yang meledak saat ini. Dimas sudah berdiri ingin membekap mulut adiknya itu agar tak berteriak lagi.
BRAAAK...
Belum juga Dimas sampai ke arah adiknya, Kelvin sudah menjatuhkan kayunya ke bawah, dia mengusap mukanya dengan kasar. Melihat tingkah kedua anak kecil ini yang tak pernah damai.
__ADS_1
"Haaah... tolong tenanglah, Denis, biarkan Rani bicara dulu, dan kita dengarkan suara siapa yang sebenarnya dia dengar. Kalau kalian terus berdebat tanpa ada yang mau mengalah maka ini tak akan selesai, jadi tolong mengerti akan keadaan kita saat ini," mata Kelvin tajam menusuk kenyali Denis.
Membuat Denis hanya bisa mengangguk pelan dan menurut saja. Pria itu sudah diam sekarang.
"Bicaralah Ran," kata Kelvin kemudian.
"Aku tak bohong, aku benar-benar mendengar suara nenek. Dia seperti memanggil namaku," semua menelan ludah susah payah.
Apa mereka ketahuan?
"Rani, ini nenek, nenek Intan, kamu dengar sayang?" Rani menutup matanya mengucap segala puji syukur.
Itu bukan suara Kintan, tapi nenek Intan. Rani tersenyum, Dia mengangguk pelan sambil bilang
"Kamu sudah ketemu dengan Risa dan yang lainnya?" Tanya nenek lagi.
Rani mengerti sekarang, mungkin inilah yang di sebut nenek dengan salah satu rahasianya. Dia bisa berbicara dengan Rani hanya dengan melalui teleportasikah namanya? Entahlah Rani tak tau, yang pasti dia bisa berbicara dengan nenek hanya melalui kekuatan batin.
Luar biasa.
"Sudah nek, Rani udah ketemu sama yang lain,"
"Bagus sayang, waktu kamu tinggal sedikit. Senjata yang ada bersama kamu akan berguna untuk menghabisi Tarjo, tapi hanya akan berfungsi jika Kintan sendiri yang menancapkan pedang itu ke kening Tarjo," mata Rani bergetar.
__ADS_1
Lidahnya seketika berubah kelu, apa maksud nenek dengan harus Kintan sendiri yang menancapkan pedang itu kekening tarjo? Bagaimana caranya mereka menyuruh Kintan membunuh tarjo? Itu mustahil.
Melihat Rani yang terdiam membuat semuanya panik. Risa memanggil adiknya itu tapi yang di panggil sama sekali tak menyaut. Sepertinya Rani sudah asik dengan pikirannya sendiri.
"Kenapa harus nenek Kintan nek? Kenapa gak Rani aja? " Tanya Rani lagi.
"Karena senjata itu awalnya milik Kintan, senjata itu masih akan tetap menurut sama pemilik awalnya, akan bisa membunuh hanya dengan tangan pemiliknya. Dan Kintan belum memberikan Pedang itu padamu, maka pada intinya kamu tidak bisa membunuh Tarjo, senjata itu masih menurut dengan Kintan. Jadi harus kintan sendiri yang menancapkannya," Kata Nenek dari arah yang tak Rani ketahui.
"Lalu bagaimana caranya agar senjata itu mau menurut pada Rani?"
"Pemilik awalnya harus menyerahkan dengan sukarela atau pemiliknya harus sudah mati," untuk yang kesekian kalinya mata Rani bergetar lagi.
Tidak mungkin untuknya membunuh Kintan yang notabennya masih seorang manusia. Dia tak ingin menjadi pembunuh.
๐พ๐พ๐พ
Aduh maafin author ya... ceritanya gantung lagi...๐.
Maafin author juga karena upnya sering dikit, author usahain deh, dari hari ini akan up dua episode satu hari๐.
Makasih ya, udah mau dukung cerita Author... Biar author makin semangat kasih komen dan sarannya ya... Jangan segan juga tekan like di bawah, dan kalau berkenan berikanlaha vote untuk author ini๐ข.
Terimakasih juga udah mau nyempatin waktu membaca cerita author dan menjadikannya salah satu favorit kalian. Yang mah promosi di persilahkan, dan aku bakalan mampir ke cerita kalian nanti. Mari saling dukung.....
__ADS_1
Salam sayang dari author ya....