Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua
Mimpi 2


__ADS_3

Risa mencari keberadaan adiknya, di kamar tak ada, di ruang keluarga juga tak ada. Kemana gadis kecil itu malam-malam begini? Tidak seperti biasanya, Rani bukan tipe anak yang suka keluyuran malam hari.


"Kemana sih tu anak?" Tanya Risa entah pada siapa.


Tak mau ambil pusing, Risa memilih kembali ke kamar untuk mengganti pakaian, hari ini cukup melelahkan, dengan penemuan aneh yang di serap matanya. Iya sih, Risa memang pernah berharap lebih baik dia saja yang bisa melihat hantu dari pada Rani. Tapi kali ini, dia menyesal akan kata-katanya itu, andai waktu bisa di ulang, akan dia tarik semua kata-katanya dulu.


"Rani? Ngapain di kamar kakak?" Rani ternyata di kamar Risa, sedang asik main laptopnya Risa.


"Hehehe, mau pinjam leptop, boleh?"


"Oke, tapi jangan lama-lama, ingat udah malam," kata Risa sambil mengambil handuk yang tergantung di samping pintu kamar mandi.


Entah apa yang di cari Rani, dia begitu serius bahkan seperti tak ingin melewatkan se inci saja cahaya yang keluar dari layar leptop.


"Kamu nyari apaan sih dek? Dari tadi belum juga kelar?" Risa memilih duduk di atas kasur, sambil menyisir rambut panjangnya itu.

__ADS_1


"Kakak tau masalah kebakaran yang pernah terjadi di kampung kita dulu?" Tanya Rani to the point.


"Iya, tau, kalau gak salah udah 15 tahun yang lalu? Kenapa tiba-tiba bahas itu?" Mata Risa sepertinya sudah berat, seakan-akan ada beban beras sebanyak 5 kg di atas kelopak matanya itu. Sangat berat, dia begitu mengantuk sekarang.


"Bukankah katanya ada seorang gadis yang menjadi korban dari kebakaran itu?" tanya Rani lagi, yang belum menyadari kondisi kakaknya yang sudah mengantuk berat.


"HOAAAM... Entahlah, kakak gak ingat, lagian ngapain sih dek bahas kayak begituan malam-malam begini? Kakak udah ngantuk nih, kamu balik ke kamar ya?" pinta Risa sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuh mungil Risa.


Belum juga sempurna tertidur lelap, Risa merasakan ada seseorang yang naik ke atas kasurnya. Dengan cepat Risa duduk dari tidurnya dan menutupi muka dengan selimut yang dia pegang.


"Kak, kenapa sih?" ternyata itu Rani yang merangkak naik ke atas kasur Risa. Rasanya jantungnya akan copot tadi, tapi ternyata itu bukan hantu.


TAAP


Bantal penyanggah kepala itu kini melayang ke arah Rani, untung saja gadis kecil itu tanggap menangkap bantal itu agar tak mengenai wajahnya.

__ADS_1


"Kamu ngageti tau gak sih dek?" Kata Risa setelah melihat bantal yang dia lempar tertangkap oleh tangan mungil Rani.


"Hehehe? Rani tidur sama kakak ya? Di kamar Rani ada yang ganggu," kata Rani sambil mearik sebagian selimut Risa untuk menutupi tubuhnya dari hawa dingin malam.


"Oke, emang siapa lagi sekarang?" Risa yang tau hantu baru telah menghuni kamar Rani penasaran.


"Gadis kecil dari rumah nenek, dia ikut ke sini," jawab Rani enteng.


"Apa? Sejauh ini? Kenapa?" tanya Risa penuh dengan ketidak pahaman.


"Dia mau Rani bantu, tapi Rani gak tau harus mulai dari mana,".


Ya, Rani ingin hantu itu pergi cepat, tapi hantu itu akan pergi kalau sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Masalahnya, Rani saja tidak tau siapa gadis itu, apa masalah gadis itu, gadis itu selalu saja mendesak Rani membantunya. Tapi belum bisa cerita sepenuhnya pada Rani.


Ini agak sedikit menjengkelkan, tinggal cerita aja kok susah? Terkadang Rani tak habis fikir, jadi hanti aja pakai acara mikir segala mau cerita.Tu hantu mau di tolongin appa enggak sih?

__ADS_1


__ADS_2