
Risa terpaku di depan pintu kamar adiknya. Mau maju takut, mau mundur tapi penasaran. Alhasil Risa hanya berdiri di sana tak tau harus bagaimana.
"Hey, kenapa kau di kamar adikku?" Entah keberanian dari mana dia menegur hantu itu.
"Kau bisa melihatku? Ternyata mata batinmu terbuka," Gadis itu menoleh.
Mata Risa membesar dia tak percaya wajah itu hampir sempurna terbakar, Sungguh kasihan.
"Ya, siapa nama mu?" Risa masih diam di tempat tanpa berniat mendekat.
Begitu juga dengan hantu itu, dia masih di atas kasur Rani. Mereka sepertinya sedang malas bergerak.
"Aku.... Liya," Risa bisa melihat mata gadis itu basah, dia membendung air matakah?
"Kau menangis?" Walau jarak mereka jauh, tapi Risa bisa menangkap ada butiran air mata di atas kelopal matanya.
"Baru kali ini ada yang menanyai namaku, dan baru kali ini aku memperkenalkan diriku dengan menyebut nama itu, hahaha," Hantu itu tertawa, namun tawa yang palsu, tawa yang di paksakan.
Tawanya terdengar pilu, gadis ini masih sama seperti terakhir kali Risa melihatnya dalam alam bawah sadar. Sama-sama pilu, sama-sama menyedihkan.
"Liya, apa hubunganmu dengan S?" Risa tak mau larut dalam kepiluan hantu itu, dia tak boleh terhipnotis dalam wajah sedih gadis ini.
"Hahaha.... HAHAHAH," hantu yang mengaku sebagai Liya itu tertawa terbahak. kepalanya langsung berputar 180 derajat, Risa langsung menutup mulutnya kaget.
__ADS_1
Seperti burung hantu, dia bisa memutar kepalanya, dan tawa keras itu belum juga berhenti.
"Hey! Kenapa ketawa? Aku bertanya padamu!," Risa merasa jengkel, tidak ada yang lucu, kenapa dia tertawa. Aneh tau gak!
Mendengar bentakan Risa, hantu itu langsung terdiam, wajahnya kembali sendu, tatapannya kosong, dia kembali membisu lagi, membuat Risa merasa bersalah, apa dia salah bicara?
"Kenapa?" Risa berjalan masuk, dia ingin melihat gadis itu lebih jelas, wajahnya benar-benar mirip dengan gadis dalam ingatannya, walau wajahnya sudah terbakar, tapi tatapan itu, masih sama persis.
BRAAK....
Pintu kamar tertutup dengan sangat kuat, seperti baru saja di dorong angin yang kencang. Risa membalikkan badannya. Dia berusaha membuka pintu kamar tapi pintu itu tertutup rapat!
'SIAL!'
Ini baru kali pertama Risa melihat hantu curhat, setidaknya Risa menyadari satu hal, bahwa hubungan Liya dan S benar-benar tak baik!.
"Sebenarnya apa hubunganmu dengan S, dan siapa nama S sebenarnya?" Risa berhenti berusaha membuka pintu kamar itu.
Lagian itu hanya akan membuang tenaganya, hasilnya juga tak akan mengeluarkan kata sukses. Pintu itu terkunci sekarang, hanya ada dia dan hantu galau ini. Jangan buat masalah, atau hantu itu akan marah.
"Kata ayahku hubungan aku dengan dia adalah kakak dan adik, namun kata ibu, hubungan aku dan dia seperti air dan minyak, haha, ibu memang benar dan ayah pembohong," Liya masih menundukkan kepalanya.
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Ayah berdusta, dia bilang aku dan wanita jahat itu adalah kakak beradik padahal nyatanya kami hanyalah Air dan minyak, takkan pernah bersatu seperti saudara. Kami hanya lahir dari wanita yang sama tapi tak di takdirkan bersama," Risa menggigit bibir bawahnya, sepertinya dia baru saja menanyakan hal yang sensitif.
"Maaf aku tak bermaksud," Risa ingin meminta maaf, karena sepertinya dia baru saja membuka luka lama hantu itu.
"Tunggu dulu, kenapa kau tau aku dan S punya hubungan?" Ayolah, kemana saja hantu itu dari tadi?
Kenapa baru sekarang menanyakan itu? Ternyata dia tak sepintar yang Risa bayangkan.
"Aku melihat potongan masalalumu, ya... mungkin bisa di bilang seperti itu," Risa mulai kembali sedikit tenang.
Sepertinya Liya bukanlah hantu arogan seperti yang dia bayangkan, hantu ini terlihat sedikit lebih tenang.
Tapi tunggu dulu, kenapa ada hantu di siang bolong seperti ini?
Oke biarkan pertanyaan itu dulu, pentingkan pertanyaan yang penting, pertanyaan yang tak ada hubungannya lebih baik di simpan dulu.
"Apa kau memakai tusuk sanggul pemberian nenek Intan?" hantu itu mendekat ke arah Risa.
Dan refleks Risa mundur ke belakang.
"Ya, kau tau tentang itu?" hantu itu hanya mengangguk, dan tersenyum puas.
Sepertinya kali ini dia bisa membalas dendam dengan cepat.
__ADS_1