
POV AUTHOR
Dengan cepat tangan Risa meraih kalung yang tersimpan di dalam kotak itu. Dia membuka liontinnya dan kembali memperhatikan foto gadis yang tak utuh itu.
'Siapa gadis ini? Apa dia pemilik surat ini? Apa dia perempuan di padang bunga itu? Ah! Dimana aku bisa menemukan petunjuk lengkapnya?'
Risa memukul mejanya dengan tangan mungilnya itu. Selang beberapa saat dia meringis kesakitan.
"Au, rupanya sakit ya mukul meja," Dia merasa bodoh kali ini.
Risa menimbang - nimbang apa yang harus dia lakukan sekarang, bagaimana cara dia untuk mendapatkan informasi lebih? Ini berbeda dengan masalah Liya.
Jika masalah Liya, hantu itu ada bersamanya, Liya memberikannya petunjuk, namun kali ini, petunjuk apapun tidak ada selain kotak ini saja. Dia tak tau apa Nathan masih hidup apa tidak, dia juga tidak tau apa gadis di dalam mimpinya itu masih hidup atau tidak. Buntu!
Hanya bertemu jalan buntu.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?" Dia meremas rambutnya sendiri. Dan kemudian dia baru sadar kalau rasa sakit di kepalanya masih belum sempurna hilang.
"Kalau tidak ada Linda di dalam masalah ini, aku juga tidak akan peduli, namun masalahnya ada Linda yang terlibat. Mungkin dengan menyelesaikan masalah ini aku akan tau kenapa sahabatku itu meninggal dunia."
"Tidak! Aku tidak akan menyerah, tapi mulai dari mana?"
Risa berfikir sejenak, lalu kembali melihat kertas yang ada di tangannya. Dia memeriksa setiap sudut kertas, berharap ada nama dari si penulis, namun nihil! Tak ada apapun di sini.
"Tunggu dulu! Masalah ini di mulai dari kotaknya Nathan, dan juga aku melihat Linda waktu itu menyentuh kotak ini. Apa aku harus kembali ke tempat awal kotak ini di dapatkan? YA!!! Aku harus kembali ke sekolah! Mungkin di sana ada jawaban," Risa tersenyum karena kesimpulan sementaranya itu.
Mungkin saja di sekolah itu ada jawabannya, semoga saja di sana nanti dia bisa menemukan jawaban yang sangat membingungkan ini!
πΎπΎπΎπΎπΎ
"Nih, anak kemana sih?" Risa menggerutu kesal karena sudah lebih dari sepuluh kali dia menelpon tak tak kunjung menemui jawaban.
__ADS_1
"DRRT....DRRRT..."
Kali ini hpnya yang di telpon, Risa melirik sekilas ke layar hpnya yang di sana tertulis nama seseorang yang sudah lama dia tunggu.
"Kelvin! Aku udah nelpon dari tadi loh!," Risa langsung berteriak ke layar hpnya itu.
"Ya ampun Ris, pagi-pagi gini nelpon gak tau ya nganggu orang tidur." Kelvin menjawab dsri sebrang.
"Gak tau! Udah mau siang gini masa iya masih tidur? Kalau tidurnya lama-lama entar rezekimu di patok ayam baru tau rasa!," Risa tak kalah kesal dari tadi.
"Ni anak kenapa sih? Kok marah-marah terus? Coba cerita, kamu mau apa Sa?" Kelvin sepertinya udah biasa ngadepin emosi Risa yang suka berubah tanpa pemberitahuan.
"Vin, temenin aku ke SMA dong," kali ini Risa berbicara dengan nada lembutnya.
"Ada maunya baru bicara baik-baik ya," Kali ini gantian Kelvin yang menggerutu.
__ADS_1
πΎπΎπΎπΎπΎ
kali ini author up segini dulu ya... Ini pun di sempat-sempatin. Lagi ada masalah soalnya. Nanti kalau ada waktu malam nanti author up lagi... tunggu ya...π