
Benar saja, ketika Ernie sedang menunggu dengan tidak sabar, sebuah kereta resmi berhenti di depan pintu toko Midtown, seorang wanita cantik, menggunakan gaun indah, sedang turun dari kereta itu di papah oleh pelayannya.
"Sudah datang." Kata Lexie.
Ernie terpaku, "Nona sedang menunggunya, Siapa dia?"
Lexie tersenyum, senyumnya tidak tulus, "Yessika, wanita yang akan di nikahi oleh Raja Victor."
"Ah!" Ernie mengikuti Lexie tidak lama, dia tahu bahwa pria yang selalu datang pada malam hari, pria yang setiap kali datang pasti akan membuat Nona-nya tersiksa hingga menjerit kesakitan itu adalah raja Victor, dan wanita yang berjalan masuk ke toko Midtown itu adalah wanita yang akan di nikahi oleh pria itu?
Tidak tahu mengapa ada perasaan sedih di hati Ernie, kalau begitu apa arti nona Lexie?
"Ekspresi apa itu, sedang sedih untukku?" Lexie melihat ekspresi Ernie, tidak bisa menahan senyum yang makin dingin, Ernie adalah orang yang tidak bisa menyembunyikan pikirannya, semua pikiran tertulis diatas wajahnya, "Apa kamu berpikir, aku akan bersedia menikah dengan pria yang memiliki banyak wanita? Apa kamu pikir aku akan menikah dengan pria yang sudah di gunakan oleh orang lain?"
"Pria itu bertindak seperti itu padamu, tapi tidak memberimu status itu adalah kesalahan!" Ernie marah untuk Lexie, tapi tidak peduli apapun status orang itu, bisa begitu menindas nona Lexie, Ernie merasa tidak adil.
Lexie mengangkat tangannya dan menyentuh kepala Ernie, kemudian berkata: "Tidak masalah, aku tidak pernah berpikir ingin dia memberiku sebuah status, karena aku tidak mau, jadi aku tidak membutuhkannya. Jadi, Ernie tidak perlu sedih untukku, karena aku saja tidak bersedih. Sudahlah, kita sudah harus masuk."
Ernie mengangguk, berdiri dan mengikuti jejak Lexie, tidak bisa tidak membujuk dengan khawatir berkata: "Jika itu adalah istri Raja Victor yang sah, jika kamu masuk seperti itu dan di ketahui olehnya, maka bukannya kita akan ..."
Sejak zaman kuno, wanita yang tidak memiliki status, ketika bertemu dengan wanita yang memiliki status maka akan mendapatkan akhir yang sangat menyedihkan, meskipun Ernie masih belum menikah, tapi dia pernah melihat ada seorang kakak di desanya, kakak itu juga ditindas oleh seorang pria, dan tidak mendapatkan status, akhirnya istri sah pria itu mencari kakaknya, memukulnya hingga tewas di hadapan orang-orang desa.
__ADS_1
Seorang wanita yang tidak bersih, dan tidak memiliki status, bahkan jika dia di pukul hingga tewas, tidak ada yang berani berdiri untuk membelanya.
"Tidak masalah, aku memiliki batasan ku sendiri." Ketika Lexie berbicara dia sudah melangkahkan kakinya dan memasuki toko Midtown.
Di dalam toko tidak banyak pemerah pipi yang di tempatkan, mungkin karena mereka tidak menunjukkannya pada orang biasa, jadi hanya beberapa sampel yang di letakkan.
Dengan cepat sudah ada orang yang menyapanya, melihat paras Lexie yang begitu cantik dia tertegun, kemudian sikapnya berubah menjadi lebih menawan, "Nona, silahkan naik ke ruangan di lantai atas, ingin pemerah yang seperti apa, aku akan meminta seseorang mengirimkannya padamu untuk perlahan-lahan dipilih?"
Lexie dengan tenang mengikuti orang itu naik, dengan keras berkata: "Berikan padaku pemerah yang paling mahal di sini, Raja Victor tidak kekurangan uang."
"Raja Victor?" Orang itu sekilas menatapnya dengan aneh, tanpa sadar melihat ke arah ruangan lain, tapi segera, orang itu menarik raut terkejutnya, membawa Lexie ke sebuah ruangan.
Lexie baru duduk dan belum sempat meminum teh, sudah mendengar orang mengetuk pintu dan masuk ke dalam, tapi orang itu tidak membawa pemerah pipi, malah membawa beberapa orang masuk kemari.
Hanya saja, begitu cepat datangnya?
"Kukira siapa, ternyata hanyalah pelayan penghangat ranjang Raja Victor." Clarissa yang bersuara terlebih dulu, berdiri di belakang Yessika, memang merupakan pengikut yang setia.
Clarissa mengatakan kata-kata pelayan penghangat ranjang dengan ditekankan, berhasil membuat para penjaga toko yang mendengar kata-kata ini memandang Lexie dengan menghina.
Sayangnya Lexie tidak peduli, martabatnya, tidak perlu di pertahankan dan di buktikan pada orang-orang yang mengadu ini.
__ADS_1
"Tidak kusangka bisa bertemu dengan nona Yessika dan nona Clarissa di sini, benar-benar kebetulan." Lexie berdiri, wajahnya mengeluarkan ekspresi kesulitan, "Jika begitu, maka aku tidak akan mengganggu kalian, aku pergi dulu."
"Mau pergi? Mana mungkin semudah itu?" Clarissa melangkah maju, menghalangi di depan Lexie.
Langkah Lexie terpaku, menoleh menatap Yessika, "Nona Yessika, apa maksud nona Clarissa?"
Yessika selalu bersikap lembut di depan orang-orang, dia tidak terburu-buru untuk menjawab kata-kata Lexie, sebagai gantinya, dia memberikan uang pada orang-orang di belakangnya, setelah mendapatkan uang, mereka segera keluar dari ruangan, lalu menutup pintunya.
Begitu pintu di tutup, senyum hangat di wajah Yessika benar-benar hilang, "Nona Lexie, kudengar Yang Mulia menempatkanmu di luar kediamannya, aku mengirim orang untuk mencarinya sekian lama, tapi Yang Mulia membantumu menutupinya dengan baik, bahkan tidak membiarkanku menemukannya. Sekarang, kamu yang datang sendiri, apa sengaja secara khusus untuk melampiaskan kemarahanku? Lagipula, aku akan segera menjadi istri raja Victor, jika Yang Mulia memelihara wanita di luar dan tersebar, maka reputasiku juga akan tidak bagus."
"Perkataan ini, mengapa kamu tidak mengatakannya pada Yang Mulia? Jika nona Yessika bisa membuat Yang Mulia mengusirku, aku akan sangat senang." Lexie menyeringai tanpa sadar menarik Ernie untuk mundur.
"Tidak, bagaimana aku mengatakannya, sebagai seorang istri, aku bahkan harus mentoleransinya, bahkan jika tidak ada dirimu, Yang Mulia juga akan memiliki wanita lain di masa depan, bagaimana mungkin aku meninggalkan citra seorang istri yang cemburu pada Yang Mulia?" Yessika menggelengkan kepalanya, tiba-tiba tersenyum, "Tapi, karena ini adalah pertemuan yang kebetulan, jika sesuatu terjadi di antara kita, Yang Mulia tidak akan berkata apa-apa bukan?"
Dalam hal semacam ini, Yessika sudah terbiasa melakukannya, lagi pula dia sudah biasa menangani banyak wanita disekitar Victor, dia juga mengerti sikap Victor terhadap Lexie agak berbeda, dia tidak berani membuat Lexie mati, apa dia juga tidak boleh melukai Lexie?
Di bawah isyarat mata Yessika, Clarissa dan dua pelayannya menarik Lexie ke lantai, kemudian meninju dan menendang Lexie.
Ernie ketakutan dengan pemandangan yang ada di depannya, ketika dia tersadar, dia langsung menerjang ke sana, hanya sayangnya Clarissa ahli bela diri, jadi bahkan jika di tambah oleh seorang Ernie, Lexie bukanlah lawannya, hanya bertambah satu orang untuk di pukuli saja.
Ernie berusaha keras untuk melindungi Lexie, tapi tujuan Yessika bukanlah Ernie, jadi Ernie tidak bisa melindunginya, malah Lexie menarik Ernie ketika berada di dalam kekacauan dan melindunginya di bawah tubuhnya.
__ADS_1
Yessika duduk di samping sambil meminum teh, aroma tehnya semerbak, dia tersenyum dengan sangat hangat, ketika dia melihat Lexie, dia seakan melihat semut yang sekarat, semakin Lexie di pukuli, senyum yang diulas semakin lembut.