Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Terjaga Semalaman


__ADS_3

Apa yang di katakan Lexie, Zacky tentu saja mengerti, hidup di dunia ini, tidak mungkin hidup hanya untuk diri sendiri, sebagai orang yang hidup, selalu membuat pilihan yang tidak berdaya demi orang-orang di sekitarmu.


Mungkin inilah perbedaan antara manusia dan hewan, manusia tahu bagaimana cara untuk berkorban, dan tahu bagaimana memilih untuk melepaskan.


Terhadap hal bersiap untuk pergi ini, hanya Lexie dan Zacky saja yang tahu, bahkan Ernie pun tidak di beritahu sebelumnya, takut akan ketahuan. Untungnya tabib Gideon adalah orang yang lugas, fokusnya di tempat hanya untuk memasak obat, dia tidak terlalu peduli dengan sesuatu di sekitarnya, jadi dia tidak memperhatikan kelainan dari Lexie dan Zacky.


Lexie beristirahat di ranjang selama beberapa hari, di tambah perawatan yang begitu teliti oleh tabib Gideon, tubuhnya juga sudah hampir pulih, meskipun masih belum bisa bergerak dengan berat, tapi tidak ada banyak masalah jika berjalan.


Matahari sore membawa sedikit rasa malas, Ernie menunaikan kursi di halaman, Lexie duduk bersama Ernie yang memakan kuaci sambil berjemur bersama. Tabib Gideon tinggal di sini selama beberapa hari, sudah tidak bisa tahan lagi, pagi harinya dia berkata dia akan kembali ke istana, Lexie tentu saja basa basi padanya, tapi tidak mengatakan bahwa ingin dia tetap tinggal.


Ketika kedua orang itu berjemur, tabib Gideon sudah mengemas barangnya, dia pergi ke halaman kemudian mengingatkan berkali-kalo baru dia pergi, sebelum pergi dia berkata bahwa dia masih akan datang ke sini untuk makan, beberapa hari ini dia memakan makanan buatan Ernie, dan mulai memilih-milih makanannya.


Ernie hanya tersenyum, terhadap kepala tabib istana yang mudah di dekati orang ini, tidak ada orang yang bisa tidak menyukainya.


"Ernie kamu harus memperhatikan dua hari ini, tidak peduli apa itu siang atau malam, jika ada orang asing yang datang, kamu harus waspada." Setelah tabib Gideon pergi, Lexie baru berkata pada Ernie.


"Nona, apa akan ada sesuatu yang terjadi?" Ernie tidak mengerti gerakan memakan kuacinya terhenti.


Lexie mengangguk, "Sudah beberapa hari, orang-orang Yessika pasti akan segera datang ke sini, jika benar-benar di temukan oleh mereka, aku khawatir, akan terjadi masalah besar. Tapi kamu harus ingat, apapun yang terjadi kamu hanya perlu melarikan diri, harus mempertahankan nyawamu sendiri lebih dulu."


Mendengarkan Lexie berkata seperti itu, Ernie bahkan sudah tidak memiliki niat untuk memakan kuaci, "Nona, bagaimana bisa aku hanya memikirkan nyawaku, aku harus melindungimu terlebih dahulu. Aku ini orang kasar, tidak masalah jika terluka."


Ketika mereka sedang berbicara, mereka mendengar penjual yang sedang berteriak menjual dagangannya di luar, sepertinya berteriak menjual permen.

__ADS_1


Ketika Ernie mendengarnya, matanya bersinar, Ernie biasanya memang suka memakan makanan yang manis, tidak menunggu Lexie untuk menghentikannya, dia sudah berlari ke pintu, ketika Lexie berpikir ingin mengatakan sesuatu, dia sudah membuka pintu.


"Tuan penjual, kamu menjual permen apa, cepat tunjukkan padaku." Ernie berjalan keluar, memilih-milih dagangan penjual kecil itu.


Umur penjual itu masih muda, wajahnya penuh senyum, menyerahkan barang-barang di tangannya pada Ernie, sambil melihat sekilas ke dalam halaman, ketika dia melihat Lexie, pandangan matanya berkedip untuk sejenak.


"Apa yang kamu lihat?" Ernie mengikuti pandangan matanya, raut wajahnya sudah sedikit tidak enak di lihat, "Kenapa kamu menatap nonaku, apa yang kamu lihat!"


"Tidak, tidak, aku hanya merasa dia sangat cantik, aku belum pernah melihat orang yang begitu cantik." Penjual kecil itu bergegas menundukkan kepalanya, mengambil uang yang di serahkan oleh Ernie, kemudian membereskan barang-barangnya dan pergi.


Ernie kembali ke halaman dengan membawa sebungkus permen, setelah menutup pintu dia mendengar ******* berat dari Lexie, "Nona kenapa?"


Lexie menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, yang seharusnya datang tidak bisa di hindari. Oh iya, mana kak Zacky?"


Lexie melambaikan tangannya, dia tidak menyukai makanan manis, dan lagi sekarang dia benar-benar tidak memiliki hati untuk memakannya, dia hanya berharap orang-orang dari negara Beiming bisa datang lebih awal, jika terlambat sedikit saja, takutnya mereka tidak akan bisa pergi dengan begitu mudah.


Ketika tengah malam Zacky kembali, ketika dia kembali, dia membawa tiga orang, dua wanita satu pria, dari perawakannya terlihat hampir sama dengan Lexie dan yang lainnya.


Hati Lexie yang gelisah akhirnya, bisa tenang sebagian, "Kak, apa kita akan pergi malam ini?"


Zacky mengangguk, "Ya, orang-orang di sekitar sini telah di tipu pergi oleh orang-orang dari negara Beiming, kita memiliki waktu setengah jam untuk melakukan penyerahan."


"Apa kita ingin pergi? Kemana?" Ernie jelas masih belum sadar, merasa terkejut ketika tiba-tiba mendengar berita ini.

__ADS_1


Lexie menghibur dengan menepuk-nepuk pundaknya, "Kita akan meninggalkan Negera Nanyue, Ernie, apa kamu bersedia untuk pergi bersama kami?"


"Pergi?" Ernie tampaknya masih sangat sulit mempercayainya, tapi dia dengan cepat mengangguk, "Tentu saja aku bersedia! Kemana nona pergi, maka aku akan ikut!"


"Aku tahu Ernie akan ikut pergi bersama kita, baiklah jangan bicarakan hal ini dulu kita harus bergegas. Kamu siapkan beberapa hal ang di perlukan selama perjalanan, tidak perlu membawa terlalu banyak pakaian, cukup untuk di ganti saja." Lexie berkata memerintahkan.


Ernie mengangguk, segera kembali ke kamar, setelah berjalan beberapa langkah, tiba-tiba teringat sesuatu, kemudian berbalik dan bertanya: "Jadi, apa kita ptmu memberitahu nyonya leman dan Leon? Pergi begitu saja, apa mereka akan ..."


"Tidak, tidak nyaman untuk bergerak, jika banyak orang. Ada Leon sekarang yang dapat menanggung keluarga itu, dia tidak boleh pergi. Jika memang memiliki nasib di masa depan pasti akan bisa bertemu lagi." Lexie tanpa sadar juga merasa sedih, nyonya leman yang ramah dan juga Leon yang jujur, mereka adalah orang yang baik, bahkan merupakan tetangga yang baik.


Ernie mengangguk, kemudian pergi untuk membereskan barang.


Tiga orang yang di bawa Zacky juga sangat ahli, mereka segera mengikuti Lexie dan yang lainnya untuk melakukan gerakan dan raut mereka, ketiga orang ini juga hebat, tidak berapa lama sudah dapat meniru gerakan Lexie dan yang lainnya dengan begitu mirip.


Setengah jam kemudian, Zacky yang menyamar menjadi pelayan pria, dan Lexie dan Ernie yang berpura-pura sebagai pelayan wanita berjalan ke arah pintu, di depan pintu sudah ada kereta kuda yang menunggu, yang mengendari kereta kuda itu adalah pria tua yang mengenakan topi bambu, cahaya sangat gelap, penampilannya tidak terlihat jelas, hanya mendengar dia berkata dengan serak dan mendesak: "Cepatlah, orang-orang raja Victor tidak begitu mudah untuk di tahan."


Zacky menanggapi sekilas, bergegas membantu Lexie dan Ernie naik ke kereta kuda, kemudian dirinya baru memanjat naik.


Roda berputar kecepatan kereta kuda itu sangat cepat, tidak berapa lama kereta kuda itu menghilang di dalam gang.


Di dalam rumah itu, orang yang menggantikan Zacky sudah kembali ke kamar, dari bayangan di jendela, sepertinya dia sedang membaca buku, orang yang menggantikan Lexie juga sudah kembali ke kamar Lexie, menyalahkan cahaya kecil di kamar, cahaya lilin bergoyang, membuat bayangannya menjadi memanjang, orang yang menggantikan Ernie juga masuk ke dapur, dan mulai sibuk membuat makan malam.


Semuanya ini seolah-olah tidak ada perubahan dengan hari biasanya, hanya saja, malam ini, sudah di takdirkan menjadi malam yang panjang, dan tidak bisa memejamkan mata untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2