Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Memberinya Sebuah Kejutan


__ADS_3

Jika Lexie berkata seperti itu dan Leon segera pergi, maka Lexie akan benar-benar kecewa, sekarang ketika mendengarkan Leon mempertimbangkan keselamatan Lexie terlebih dulu, hatinya juga memiliki sedikit kekaguman, "Tidak masalah, kamu hanya pergi untuk menerima hadiah, aku ada cara untuk keluar."


Leon sedikit ragu-ragu, melihat Lexie bersikeras, dia hanya bisa mengangguk dan mengiyakan.


Leon mengikuti instruksi Lexie untuk mengambil pemberitahuan itu dan pergi ke rumah kediaman keluarga Nangong, rumah kediaman Nangong berada di daerah yang makmur di kota Phoenix, Mampun membangun rumah paling mewah di daerah paling makmur, hanya orang terkaya saja yang bisa melakukannya.


Biasanya pintu masuk utama keluarga besar hanya tuan rumah saja yang bisa memasukinya, jadi Leon datang ke pintu belakang dan mengetuk pintu, melihat Leon memegang pemberitahuan di tangannya, mencibir dan mengambil pemberitahuan itu lalu pergi, "Tunggulah, aku akan melapor pada tuanku."


Orang itu membawa pemberitahuan ke kediaman Nando, ketika dia baru berjalan masuk, sepilah pisau terbang keluar, untungnya orang itu menghindar tepat waktu, jika terlambat sedikit saja, nyawa kecilnya itu sudah melayang.


"Nando, pemberitahuan ini sudah di pasang, sudah pasti akan ada yang melapor dengan iming-iming tinggi, harusnya akan segera mendapatkan berita, ketika menemukan orang itu, batu melampiaskan kemarahanmu, mengapa repot-repot merajuk seperti ini sekarang." Kenzo dan Donny bermain catur di pavilliun dihalaman, melihat Nando yang melempar pisau yang ke-15, keduanya menggelengkan kepala pada saat bersamaan dengan tidak berdaya.


"Kak Donny, kak Kenzo, kalian hanya tau bagaimana cara mengejekku saja, bukan reputasi kalian yang diinjak! Kalian katakan apa orang itu memiliki penyakit? Bagaimana mungkin orang normal bisa memberiku reputasi yang begitu buruk dalam waktu singkat? Apa aku terlihat seperti penyuka sesama jenis? Untungnya dia seorang pria, jika dia seorang wanita, lihat bagaimana aku akan menekannya di bawah tubuhku dengan kejam untuk membuatnya tahu apakah aku penyuka sesama jenis atau bukan!"


Nando sangat marah, mengangkat pisau terbang di tangannya, kemudian kembali bersiap mengarahkannya kembali keluar, pelayan yang memasuki pintu bergegas melindungi kepalanya dan menerjang ke dalam berkata: "Para tuan muda, ada orang yang membawa pemberitahuan untuk menerima hadiah, orang itu ada di pintu belakang."


Ketika Nando mendengarkan, dia menyimpan pisau di tangannya, menoleh dan berteriak pada dua orang kakaknya yang berada di pavilliun: "Kak, sepertinya kita ada mainan hari ini. Jangan bermain catur lagi, ayo pergi, kita pergi untuk menghabisi orang itu!"

__ADS_1


Kedua pria di pavilliun itu menggelengkan kepala mereka tanpa daya, hanya bisa menyimpan catur kemudian bangkit berdiri.


Nando ini adalah putra yang terlahir ketika tuan besar Nangong sudah berumur, Nando adalah putra yang sangat disayang oleh ayahnya, dibandingkan dengan beberapa putra lain yang sudah berkeluarga, Nando yang paling kecil ini membuat tuan besar Nangong sangat khawatir, karena terlalu sayang padanya, selalu memberikan yang terbaik untuk Nando, sekarang reputasi Nando telah di rusak oleh orang lain dengan tidak jelas, bagaimana mungkin tuan besar Nangong bisa menerima semua itu? Jadi dia secara khusus memerintahkan Donny dan Kenzo tidak peduli bagaimana pun harus mencari orang itu untuk melampiaskan kemarahannya.


Ketika Donny dan Kenzo mulai berpartisipasi dalam bisnis keluarga Nangong, mereka juga sedang ingin mendapatkan pengakuan di depan ayahnya, jadi kedua orang itu, menghabiskan banyak uang melalui pejabat resmi untuk mengeluarkan surat pemberitahuan, tidak di sangka sudah mendapat beritanya begitu pagi.


Ketiga orang itu membawa dua orang penjaga dan pergi ke pintu belakang, mereka melihat seorang pria yang terlihat jujur sedang menunggu di depan pintu, Nando segera menghampiri, "Apa kamu mengatakan bahwa kamu melihat orang di potret itu? Sebaiknya kamu mengatakan dengan jujur, jika melaporkan hal yang salah, tidak hanya tidak mendapatkan imbalan, tapi kamu juga berhati-hati dengan nyawamu!"


Ketika Leon mendengarnya, hatinya menjadi gelisah, melihat tampilan beberapa orang ini yang begitu galak, sekilas dapat di lihat bahwa mereka akan mencari masalah dengan Lexie, dia kemudian teringat instruksi Lexie ketika datang kemari mengulurkan tangan dan berkata: "Aku benar-benar melihatnya, selama kalian memberi uang, aku akan segera membawa kalian ke sana."


"Apa aku orang dari keluarga Nangong tidak akan memberikanmu uang?" Nando mendengus kemudian melemparkan uang pada Leon, "Cepat bawa kami pergi mencarinya!"


Pasar budak sangat ramai, semua penjaja menjual budak di sepanjang jalan, para penjaja melihat tampilan orang-orang keluarga Nangong, mereka semua bergegas maju seakan ingin melihat tuan emas, terlalu banyak orang yang mendekat, Nando dan yang lainnya juga hanya membawa dua penjaga, jadi sepanjang jalan ini pakaian ketiga pria ini sedikit menyedihkan.


"Apa kamu tidak salah, apa orang itu benar-benar ada di tempat seperti ini?" Nando merapikan pakaiannya yang menyedihkan, melampiaskan amarahnya pada Leon.


"Sudah sampai, kita akan segera sampai." Leon menyembunyikan ejekan di matanya, melihat tampilan menyedihkan beberapa orang ini, hatinya sangat puas, sulit baginya untuk dengan sengaja membawa orang-orang ini ke jalan yang paling kotor dan paling ramai, "Setelah melewati tikungan ini, maka sudah sampai di rumah itu, Leon sengaja mengencangkan suaranya.

__ADS_1


Lexie menunggu di pintu masuk gang, ketika mendengar suara Leon dia segera pergi ke pintu belakang rumah kecil itu kemudian mengetuk pintu, tidak berapa lama ada orang yang menyambut dari dalam.


Pelayan pria kecil yang tampan membuka pintu, melihat Lexie yang berdiri di pintu dia dengan curiga bertanya: "Kamu mencari siapa?"


"Aku diperkenalkan oleh tuan muda Wu." Meskipun Lexie tidak pernah memakan daging babi tapi dia pernah melihat babi berlari, tempat semacam ini begitu tersembunyi, sudah pasti tidak akan mayani tamu dari luar, sudah pasti harus di perkenalkan oleh orang-orang yang familiar.


Pelayan kecil itu berpikir sebentar, tuan muda Wu memang datang ke sini, jadi dia juga mempercayai kata-kata Lexie membiarkannya masuk.


Adegan ini kebetulan terjatuh di mata Nando dan beberapa orang dari keluarga Nangong.


"Tuan muda Wu, sudah datang lebih dulu dibandingkan diriku, di mana dia, kamu bawa aku untuk pergi mencarinya, dia berkata akan bermain bersama, bagus sekali dia sudah bermain lebih dulu." Lexie mengeluh pandangan matanya dengan hati-hati melihat sekeliling.


Rumah ini penuh dengan pelayan pria kecil yang tampan, bahkan sama sekali tidak ada pelayan wanita, terkadang masih melihat beberapa pria mengenakan gaun, pakaian pria itu setengah terbuka, adegan itu tidak bisa diungkapkan, ketika mereka melihat Lexie, mereka tersenyum dan menyapa, benar-benar sangat sopan dan ramah.


Lexie juga sangat salut pada orang yang membuka tempat ini, bisa mengajari sekelompok pria tampan dengan tempramen dan oenampilan seperti ini, tidak heran, tuan muda Wu betah di sini sepanjang hari.


Pelayan kecil itu memimpin Lexie ke sebuah ruangan kecil yang independen ketika hendak mengetuk pintu, Lexie mengangkat tangannya dan menghentikannya, "Aku saja, aku ingin memberinya kejutan."

__ADS_1


Pelayan kecil itu mengangguk, sebenarnya ketika para tamu berada di dalam kamar, jika tidak ada situasi khusus, mereka juga tidak diizinkan masuk dan mengganggu, jika para tamu memprotesnya maka mereka juga akan di hukum, jadi ketika Lexie berkata seperti itu, dia segera menyetujuinya.


Lexie juga tidak terburu-buru, bergerak dengan perlahan berjalan ke pintu, tapi telinga terus memperhatikan gerakan di belakangnya, bagaimana dia masuk ke dalam secepat itu, dia harus menunggu keluarga Nangong datang, baru dia mengetuk pintu masuk ke dalam.


__ADS_2