Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Gadis Yang Ramah


__ADS_3

Ketika hari sudah gelap, Zacky kembali, dia juga sudah membawa kabar baik yang ingin di dengar Lexie. Zacky benar-benar memenuhi harapan, dia benar-benar berhubungan dengan orang-orang jendral pelindung negara Beiming itu, meskipun bukan jendral pelindung itu secara pribadi, tapi itu adalah ajudan yang paling kuat yang berada di sisi jendral.


Ajudan itu mengatakan bahwa dia akan pergi berdiskusi dengan jendral, akan memberi jawaban yang akurat besok.


Zacky sangat bersemangat, bahkan nafsu makannya membaik, ketika makan malam dia memakan tiga mangkuk nasi, membuat Ernie tercengang melihatnya.


Ini adalah pertama kalinya Ernie melihat Zacky, pada saat itu, sudut bibirnya terangkat naik, namun dia merasa orang seperti itu sangat jujur, jadi Ernie memiliki kesan yang baik pada Zacky.


Sedangkan tabib Gideon, meskipun dia tinggal di sini untuk sementara, tapi pada akhirnya dia bisa memakan makanan yang memuaskan, sambil memakan sambil memuji Ernie, Ernie tertawa senang.


Meskipun Lexie tidak bisa bangun, tapi dia mendengar suara tawa dari ruang makan di sebelah ruangannya, tiba-tiba dia merasakan perasaan hangat yang sudah lama menghilang.


Setelah makan malam, seorang tamu yang tak terduga datang.


Pada saat itu, Zacky sedang mengatur kursi malas di halaman, dia takut Lexie bosan, jadi dia menggendong Lexie ke halaman untuk mencari udara segar. Ernie memindahkan beberapa kursi dan meletakkannya di samping, dia juga membawa sepiring kuaci, tabib Gideon juga buka orang yang mempermasalahkan, dia duduk bersama Ernie dan mulai memakan kuaci.


Sudah melewati malam musim semi, jadi di malam hari sudah tidak dingin, tapi langit di tutupi dengan sedikit bintang, berkilauan di langit seperti berlian yang bersinar, membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangan.


Lexie sedang menatap langit berbintang, mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.


"Sudah begitu larut, pasti terlambat, pasti Rendi yang datang untuk meminta kuaci." Kata Ernie sambil tertawa, dia kemudian pergi ke pintu dan membukanya, melihat seorang gadis asing Ernie terpaku, "Nona, mencari siapa?"

__ADS_1


"Aku mencari Zacky." Suara yang riang terdengar datang dari pintu, ketika perkataan itu di ucapkan, Alivia sudah berjalan masuk dengan membawa pelayannya, pelayan di sebelahnya itu juga membawa begitu banyak bingkisan.


Ernie terpaku, melihat orang yang bigitu saja masuk tanpa ijin masih belum tersadar,dia melihat mereka sudah pergi berjalan ke hadapan Zacky.


"Aku sudah mengatakan bahwa aku akan datang menemui kalian." Alivia tersenyum dan berkata pada Zacky.


"..." Zacky diam


Namun, Lexie tidak bisa menahan senyum, perkataan ini, datang menemui kami? Sekelompok besar orang ada di sini, tapi dia begitu masuk langsung datang ke depan Zacky, di matanya itu jelas hanya melihat Zacky saja.


"Hei, kenapa kamu tidak berbicara, aku datang untuk menemui kalian, kamu tidak senang?" Alivia jelas tidak senang dengan sikap diam Zacky.


Lexie terkekeh, melihat Zacky masih tidak punya niat untuk berbicara, bergegas mencairkan suasana, "Senang! Nona Alivia datang menemui kami, tentu saja kami senang, benar kan kak?"


"Apa yang harus di beritahu? Aku mana mungkin bisa keluar dari pintu di siang hari? Jika bukan karena malam harinya ayahku pergi untuk menghadiri pesta pernikahan Yang Mulia Victor, aku bahakan tidak bisa menyelinap keluar sekarang." Tidak menunggu Zacky selesai berbicara, Alivia sudah menyela kata-katanya, kemudian langsung duduk di kursi tempat Ernie sebelumnya, lalu mengambil segenggam kuaci dan mulai memakannya, tampilan yang begitu seenaknya itu, membuat semua orang merasa sedikit tercengang.


Satu-satunya yang dapat menerima kelakuan ini adalah Lexie, terbiasa melihat gaya feminim halus wanita kuno, tiba-tiba melihat Alivia, seorang gadis dengan sikap layaknya wanita modern, bagaimana mungkin Lexie bisa merasa tidak nyaman dan tidak menyukainya?


Hanya saja Alivia mengungkit topik pernikahan raja Victor, itu yang membuat hati Lexie tanpa sadar sedikit tenggelam.


Zacky jelas saja mendengar perkataan pesta pernikahan itu, jadi alisnya seketika berkerut dan nadanya menjadi dingin, "Kamu sudah melihat, bukankah kamu sudah bisa pergi?"

__ADS_1


Alivia yang sedang memakan kuaci, entah mengapa merasa jengkel dengan kemarahan Zacky yang tiba-tiba, "Zacky, kenapa kamu tiba-tiba marah dan mengusirku? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?"


"Mengetahui bahwa mengucapkan sesuatu yang salah bisa dianggap masih tertolong ..." Kata Zacky, Alivia langsung berdiri ketika mendengarnya, terlihat jelas kalau Alivia di buat marah.


Lexie tahu, Zacky takut Alivia secara tidak sengaja mengungkit pernikahan Victor yang akan membuatnya tidak bahagia. Jadi, dia ingin mengusir Alivia, namun, beberapa hal sudah terjadi, bukan dengan tidak mengungkit atau tidak di bicarakan maka bisa di hilangkan.


"Kak, nona Alivia berniat baik datang ke sini untuk menjengukku, aku kebetulan bosan tidak ada yang berbicara denganku, dengan tidak mudah bisa datang orang yang mengajak mengobrol, kamu jangan membuatnya marah dan pergi." Lexie bergegas berbicara, sekian menarik lengan baju Alivia dan menariknya untuk kembali duduk.


Alivia melotot sekilas pada Zacky, mendengus marah, dan tidak lagi memandangnya, tapi menoleh dan berbicara pada Lexie, "Memang kak Lexie yang paling baik, tidak seperti orang itu, hanya tahu melampiaskan kemarahan. Kak Lexie, aku membawa beberapa suplemen untukmu dari rumah, nanti kamu bisa memasaknya untuk menutrisi tubuhmu dengan baik."


Lalu pelayan segera meletakkan bawaanya di atas meja batu di halaman, Lexie meliriknya sekilas berkata sambil tersenyum, "Terlalu merepotkan nona Alivia."


"Haiya, untuk apa merasa segan padaku. Hei, aku sudah datang beberapa waktu, mengapa tidak melihat suamimu?" Alivia awalnya hanya menanyakan secara asal, siapa tahu perkataan dia baru di ucapkan, beberapa orang di halaman itu menatapnya dengan tatapan penuh makna, dia menelan air liurnya kemudian segera menyadari, bahwa dia salah berucap.


Zacky sedang ingin mengamuk, tapi tiba-tiba mendengar Lexie berkata dengan datar dan ringan: "Suamiku itu, hari ini menikah dengan istri sahnya, tidak memiliki waktu untuk memperhatikanku."


"Istri sah?" Alicia menaikan volume suara, berteriak dengan terkejut, "Apakah kamu itu bukan ..."


Alivia terkejut tanpa sadar menanyakan keraguannya, tapi ketika kata-kata itu batu diucapkan, dia sangat ingin memukul mulutnya ini, kemudian dia berkata: "Cuih, cuih cuih! Mulutku ini, tidak heran ayahku sering memarahiku, bahwa aku tidak menggunakan otakku ketika berbicara, kak Lexie, kamu jangan marah, anggap saja aku tidak bertanya."


Lexie hanya mengerutkan alis dan menggelengkan kepalanya, "Tidak masalah, aku memang bukan istri sahnya, aku bahkan tidak bisa di anggap selirnya juga, ini adalah fakta, tidak ada yang bisa di sangkal."

__ADS_1


Alivia menatapnya dengan wajah penuh raut minta maaf, kemudian memandang ke arah Zacky dengan sedih, melihat wajah Zacky yang begitu gelap dan marah, dia terkejut, dan bergegas menolehkan kepalanya.


Suasana di halaman menjadi sangat mencekam, Alivia sebagai pelaku utamanya, tersiksa di karenakan rasa bersalah, jadi dia sangat ingin segera memecahkan kecanggungan saat ini, berpikir dia bersiap untuk mengalihkan topik pembicaraan, "Haiya, kita tidak akan membicarakan topik ini, mari kita bicarakan hal besar yang ada hubunganya dengan semua orang di kota Phoenix ini hari ini! Ya, itu adalah pernikahan Raja Victor! Jika pernah membicarakan raja Victor aku pernah menemuinya, parasnya memang lumayan, tapi karakternya ..."


__ADS_2