
Tepat didepan pintu penerima budak, sosok pria berbedan kekar keluar menyeret Lucas yang sedang terikat kalung besi dengan tali rantai yang saat ini dia pegang.
Suara bisikan dari tali rantai itu membuat Elsa menjadi tidak tega melihat Lucas yang diperlakukan tidak adil oleh pria kasar itu.
"Tuan silahkan, semoga budak ini bisa memuaskan anda," ucapnya memberikan tali rantai pada Noah.
"Ya... Sekarang kau boleh pergi," jawab Noah.
"Baik Tuan."
Pria itu langsung menundukkan kepalanya menghadap ke arah Noah, sebelum dirinya pergi meninggalkan Noah dan Elsa di sana.
Elsa menatap wajah Lucas yang sedang menatap dirinya dan Noah dengan tajam, dia tau apa yang saat ini Lucas pikirkan, pasti dia berpikir bahwa Noah serta dirinya tidak ada bedanya dengan orang yang sering menyiksanya.
Lucas, yang dulu dijuluki singanya Arsad kini hanya bisa diam menatap diri Noah dan Elsa.
"Sekarang apa yang ingin anda lakukan Nona?" tanya Noah pada Elsa.
"ya?"
Elsa kembali menatap ke arah Lucas, melihat tampilan Lucas yang seperti ini membuat Elsa menjadi tidak tega untuk semakin menyiksanya.
"Ini," ucap Noah
Elsa menatap bingung wajah Noah, saat Noah secara terang-terangan memberikan tali rantai yang mengikat leher Lucas ke arahnya.
"Ini?" tanya Elsa bingung.
"Kenapa? Bukankah Anda sendiri yang bilang, bahwa anda menginginkan orang ini?" tanya Noah.
Mata Elsa langsung terbuka lebar, segampang itu Noah memberikan Lucas padanya, setelah dia baru saja membuang hartanya sebesar 2.000.000 keping emas.
"Ambilah aku tidak tau alasan mu menginginkan orang ini karena apa, tapi ku harap dengan adanya dia, kau bisa sedikit aman."
"Aman?" tanya Elsa bingung.
"Kau tidak tau? Nona aku membuang harta sebanyak itu bukan semesta-merta ingin membelinya, tapi aku membelinya karena aku suka kemampuannya," ucap Noah menjelaskan.
"Apa anda tadi tidak melihat Nona? orang itu mempunyai kemampuan bela diri yang luar biasa, dan aku senang dengan orang itu," ucap Noah menatap tajam wajah Lucas.
Dan sejak saat itu Lucas dibawah pergi ke kediaman keluarga Winterknight, dia diajarkan bela diri serta berlatih ilmu pedang yang dipimpin langsung oleh para master dari kelurga Winterknight, tidak butuh waktu lama bagi dirinya belajar karena, setelah dua bulan dirinya berlatih, Elsa dan Noah kembali mendatangi Lucas disana.
"Lucas!"
Lucas yang saat itu sedang melatih fisiknya langsung menolehkan wajahnya saat sosok Elsa yang sedang memakai gaun cantik melambaikan tangannya dihadapan Lucas, melihat banyak sekali pasang mata yang melirik ke arah Elsa tentu saja Lucas tidak akan tinggal diam, dia dengan cepat langsung berlari menghampiri Elsa yang masih menunggunya disana bersama dengan Noah.
Tap
Tap
__ADS_1
Tap
"Nona! kenapa nona ke sini?" tanya Lucas pada Elsa.
Elsa tersenyum menatap wajah Lucas, "apa aku tidak boleh datang ke sini?" tanya Elsa.
"Ya?"
"Lucas!" Panggil Noah.
Lucas langsung menoleh ke arah Noah yang sedang memanggilnya.
"Hari ini, adalah hari terakhir mu ada di kediaman Winterknight, bersiaplah untuk keberangkatan besok pagi."
"Keberangkatan? Memang Saya akan pergi ke mana?" tanya Lucas penasaran.
"Kediaman Prvis," jawab Elsa.
Mata Elsa langsung menatap tajam wajah Lucas yang sedang menunjukan kebingungan.
"Keluarga Prvis? kenapa Saya harus ke sana?"
"Nanti juga kau tau, datanglah ke kediaman kelurga Prvis, dan berikan surat ini kepada ketua pasukan Prvis," ucap Elsa memberikan sepucuk surat pada Lucas.
"Ingat Lucas! surat itu harus benar-benar diberikan pada ketua Prvis, jangan sampai surat itu jatuh ke tangan orang yang salah," pesan dari Elsa.
"Turuti apa mau dari Nona Elsa, jika Nona Elsa ingin kau pergi ke sana maka pergilah, jangan buat kami berdua kecewa karena, kau bisa bebas seperti saat ini bukan karena diriku tapi karena nona Elsa, mulai sekarang tuan mu bukan aku lagi tapi dia Nona Elsa."
...~*~...
Setelah kejadian itu, besok paginya dimana matahari belum muncul seutuhnya, Lucas sudah pergi dari kediaman keluarga Winterknight dengan membawa salah satu kuda yang telah diberikan oleh Noah.
Langkah kaki kuda yang sedang menginjak dedaunan menjadi teman bagi dirinya, dalam menempuh perjalanan jauh menuju kediaman kelurga Pervis.
"Kelurga Pervis?"
Lucas terdiam didepan pagar rumah yang begitu besar dengan halaman yang begitu luas disana, salah satu rekannya di Winterknight pernah bercerita pada dirinya, bahwa Elsa itu adalah putri dari kelurga Prvis, jika Elsa adalah putri dari kelurga Prvis lantas kenapa dia terlihat tidak diperdulikan.
"Permisi saya ingin bertemu dengan ketua pasukan disini," ucap Lucas pada penjaga disana.
Penjaga gerbang didepan kediaman kelurga Prvis langsung melirik Lucas dari atas sampai bawah, melihat tampilan Lucas sekarang membuat penjaga gerbang disana menjadi penasaran.
"Ada maksud Anda ingin bertemu dengan ketua?" tanyanya.
"Saya tidak bisa memberitahukan ini pada kalian, karena ini merupakan rahasia," jawab Lucas.
"Rahasia? Maaf saja kami jadi tidak bisa memberikan izin pada anda untuk bisa masuk ke kediaman kelurga Prvis," ucapnnya penuh percaya diri.
Jika kau merasa kesulitan untuk bisa masuk, maka berkatalah bahwa ini perintah dari Nona Elsa.
__ADS_1
"Ini perintah dari Nona Elsa, Nona Elsa sendiri yang memberikan saya tugas ini."
"Apa?" Pekik mereka tak percaya.
"Nona Elsa? lalu ada dimana dia sekarang?" tanyanya.
"Siapa?" tanya Lucas bingung.
"Nona Elsa! kau... Apa kau barusan berbohong pada kami, agar kami bisa memberikan izin masuk untuk mu," ketusnya pada Lucas.
"Jadi begini juga tidak bisa ya?" tanya Lucas bingung.
"Apa?"
"Ya sudah jika tidak di izinkan masuk bukan masalah untuk ku," jawabnya acuh.
Lucas langsung membalikkan badannya, membelakangi kedua penjaga itu, matanya melirik kekiri dan kanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang akan melihat aksinya ini.
"Hey kau tidak pergi?" sahut penjaga disana.
Melihat sekelilingnya tidak ada orang, membuat Lucas langsung nekad untuk memukul penjaga gerbang itu hingga mereka tidak sadarkan diri.
Buk
Kedua penjaga itu langsung tumbang begitu saja, walau satu diantara mereka ada yang terkejut saat dirinya memukul temannya tadi, melihat kedua penjaga itu tumbang Lucas langsung masuk kedalam mansion untuk mencari ketua pasukan Prvis.
Tap
Tap
Tap
Matanya menoleh kesana-kemari untuk mencari keberadaan ketua pasukan, jujur Lucas tidak tau seperti apa sosok ketua pasukan Prvis, yang jelas dirinya diberitahu bahwa rambut dari ketua pasukan Prvis itu berwarna hitam serta matanya berwarna kuning.
"Aku akan mencoba mencari disisi desa lagi."
Deg
Mata Lucas langsung terbuka lebar saat melihat kumpulan pria disana mengobrol, dengan cepat Lucas bersembunyi dibalik tembok, memperhatikan kumpulan pria itu berbicara.
Mereka menyebutnya ketua, apa dia ketua pasukannya?
Disaat kumpulan pria itu telah selesai berbicara, Lucas pun langsung keluar dari persembunyian untuk mengejar pria yang dia kira ketua pasukan itu.
Langkah Lucas begitu tenang mengikuti langkah pria itu, hingga sebuah pedang panjang mendarat dihadapan wajahnya.
"Siapa kau?" tanyanya pada Lucas.
TBC
__ADS_1