Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Semoga Kita Diberkati


__ADS_3

Lexie berpikir, kesunyian ini pasti akan memancing amarahnya, Lexie sudah memutuskan bahwa dia sudah tidak peduli.


Namun Victor terdiam untuk beberapa saat, tiba-tiba dia mengetatkan pelukannya, "Aku tahu kamu tidak percaya! Hanya saja, aku juga tidak menyangka, di hari seperti ini setiap kali meminum segelas anggur, yang muncul di benakku adalah wajahmu yang marah padaku, kamu marah padaku karena tidak memberimu status ..."


Lexie menoleh untuk menatapnya, bibirnya berada di atas dahi Lexie, nafas yang di hembusannya penuh dengan bau alkohol yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Lexie mengerutkan kening, ingin mengatakan padanya yang diinginkannya bukanlah sebuah status, tapi, bau alkohol yang sedikit pekat itu membuatnya sedikit sesak, kata-kata dalam hatinya tidak bisa di ucapkan.


Sepertinya Victor sangat mabuk, bahkan jika Lexie mengatakannya pun memangnya Victor akan mendengarnya? Lexie tidak sebegitu kurang kerjaan hingga memberikan penjelasan kepada orang mabuk.


Melihat Lexie yang masih tidak berbicara, Victor, menghela nafas panjang, kemudian mendaratkan bibirnya di dahi Lexie, "Sudahlah, setelah beberapa hari aku akan membawamu kembali ke dalam kediaman, bahkan jika tidak dapat memberikanmu posisi selir resmi, tapi bisa memberimu sebagai status selir biasa orang itu juga tidak bisa berbuat apa-apa."


Suaranya ketika berbicara semakin kecil, sepertinya sedikit kelelahan, bersandar pada kepala Lexie dan sudah tidak bersuara.


Mata Lexie melebar, hatinya masih terkejut dengan apa yang baru saja Victor katakan, dia berkata dia akan membawanya kembali ke kediaman, dan memberinya status sebagai selir?


Selir?


Lexie menarik sudut bibirnya dan tertawa, ternyata dia menganggap Lexie berbeda hanya seperti ini saja, sebuah posisi sebagi seorang selir ...


Lexie merasa sangat lucu, dia benar-benar tertawa, hanya saja ketika tertawa matanya mengalirkan air mata.


"Apa yang kamu tertawakan, apa kamu senang?" Victor tidak membuka matanya masih menekankan berat kepalanya di atas dahi Lexie, dia juga ikut tertawa, "Kamu seharusnya senang, ternyata tanpa sadar, kami memiliki posisi di dalam hatiku. Tentu saja kamu harus senang, wanita mana yang tidak bahagia ketika mendengarkan hal ini?"


Victor berkata kemudian dia tertidur.


Dari atas kepalanya terdengar suara nafas teratur dari Victor, tawa Lexie malah tidak bisa berhenti, air matanya juga tidak bisa berhenti mengalir, pria itu berkata Lexie memiliki posisi di hatinya, apa ada lelucon yang lebih baik dari ini?

__ADS_1


Pria yang dengan seenaknya meminta segala sesuatu yang ada di dalam dirinya, ternyata mengatakan bahwa dia peduli padanya? Sungguh konyol!


Malam ini, Victor dan Lexie berbaring di ranjang yang sama, dan keduanya tidak melakukan perbuatan persetubuhan sepanjang malam.


Namun, entah mengapa Lexie merasa lelah, merasa sangat lelah di bandingkan malam-malam sebelumnya.


Ketika fajar menyingsing, Victor terbangun, menatap sekilas pada Lexie yang sedang tertidur, ada kebingungan di pandangan matanya, kemudian dia memaki sekilas, "Sial!"


Lalu Victor mengenakan pakaiannya pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Ketika dia baru saj berjalan keluar pintu, Lexie membuka matanya, bibirnya tersenyum getir, benar saja, ketika dia sadar, dia mulai menyesali, kenyataan bahwa dia datang ke sini tadi malam. Sepertinya keputusan Lexie tidak mengatakan pemikirannya yang sebenarnya, tidak memberikan penjelasan, pada orang yang sedang mabuk itu benar.


Morgan menunggu semalaman di halaman, melihat Victor keluar dari pintu, bergegas menghampirinya.


Morgan mengangkat kepalanya, wajahnya penuh dengan ketidakberdayaan, "Yang Mulia, kamu adalah tuannya, kamu mengatakan tadi malam kami tidak mabuk, kamu ingin datang, aku tidak bisa menghentikannya! Lagi pula, selama bertahun-tahun kamu tidak pernah mabuk, jadi aku berpikir kemarin kamu juga ..."


"Diam!" Wajah Victor semakin tenggelam, "Sekarang kamu juga belajar membuat alasan, aku tidak sadar, apa kamu juga tidak sadar bahwa kemarin adalah hari pernikahanku!"


"Aku tahu salah!" Morgan menundukkan kepalanya, tidak berani lagi membantah, tidak berani lagi menjelaskan.


Victor mendengus sekilas, kemudian melangkah pergi, Morgan bergegas bangkit dan mengikutinya.


Di dalam kamar Lexie mendengar percakapan kedua orang di pintu itu dengan jelas, hanya saja air matanya sudah cukup mengalir, hanya saja saat ini, Lexie tidak sadar mengulas tawa yang mencela diri sendiri.


Sudahlah ini baru dunia nyata, tadi malam, itu hanyalah mimpi indah saja.

__ADS_1


Pada sore harinya ajudan jendral negara Beiming datang mencari kerumah, dia adalah seorang pria berusia tiga puluhan, tidak bisa di bilang tampan, tapi dia adalah sosok yang baik.


Zacky menyambutnya di halaman, setelah keduanya berdiskusi, orang itu kemudian pergi, setelah orang itu pergi, Zacky datang ke kamar tempat Lexie.


"Lexie! Berhasil!" Zacky dengan gembira duduk di kursi dekat dengan ranjang dan berkata pada Lexie, tapi dia malah melihat mata Lexie yang memerah, hatinya merasa sakit.


"Oh? Bagaimana, kapan kita bisa pergi?" Lexie bersemangat, mencoba membuat dirinya tidak begitu lesu.


Zacky menjelaskan: "Ternyata pernikahan raja Victor ini, jendral dari negara Beiming ini tidak datang secara pribadi, di katakan saat ini adalah periode kunci perubahan politik internal di negara Beiming, hingga sang jendral harus berada di negara itu, sama sekali tidak bisa pergi. Tidak tahu metode apa yang di gunakan antara ajudan itu dan jendral, bisa begitu cepat mendapatkan balasan. Singkatnya jendral menyetujui syarat dari kita, membawa kita ke negara Beiming, kemudian aku membuatkan senjata untuknya, dia akan menjamin keamanan kita."


Lexie mengangguk setelah mendengar kata-kata ini, dia sudah memiliki rencana dalam hatinya tapi, dia tidak mengatakannya, hanya bertanya: "Kapan mereka mengatakan akan membawa kita pergi?"


"Seharusnya dalam beberapa hari ini, mereka akan menemukan seseorang yang akan berpura-pura menjadi kita untuk mengelabuhi orang-orang raja Victor kemudian kita akan mengikuti mereka pergi. Takutnya raja Victor akan datang ke sini setiap hari, maka mereka pasti tidak memiliki banyak waktu, tidak tahu apa kita bisa melarikan diri dari negara Nanyue ini dalam waktu singkat." Zacky berkata khawatir.


Udara seketika menjadi hening, kekhawatiran Zacky memang sebuah masalah yang sulit untuk di pecahkan.


Lexie berpikir kemudian berkata pada Zacky, "Kak, mungkin kita sama sekali tidak perlu khawatir, apa Victor akan datang kemari beberapa hari ini."


"Kenapa?" Zacky masih tidak mengerti.


Lexie tertawa sinis, "Hari pernikahannya kemarin, Victor datang ke tempatku yang merupakan simpananya ini , apa kamu pikir Yessika akan menerima hal ini, bahkan jika Yessika menerima, apa ayahnya, Jayden, itu dapat menerimanya?"


Zacky tiba-tiba mengerti, dia mengangguk, "Ya, kurasa Victor tidak akan datang ke sini dalam beberapa hari ini. Tuhan benar-benar membantu kita!"


"Kuharap itu keburu, aku hanya khawatir Victor datang kemari tadi malam, Yessika sudah pasti akan memeriksa siapa wanita simpanannya, mungkin butuh waktu yang lama baginya untuk menemukan kita di sini, jika kita tidak bisa pergi sebelum dia menemukan kita, dia sepertinya juga tidak akan menyerah, Victor mungkin dapat menyelamatkanku, tapi demi pelampiasan amarah Yessika, orang-orang di sekitarku mungkin ..." Lexie menghela nafas dan alisnya mengkerut.

__ADS_1


__ADS_2