Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Teman Sejalan


__ADS_3

Morgan tertegun kemudian kembali fokus, "Benar-benar kebetulan, hari ini, ada teman Yang Mulia yang datang kemari, dia juga membuat busur silang untuk di perlihatkan pada Yang Mulia, saat ini, seharusnya mereka sedang berada di tempat latihan bela diri."


"Itu juga busur silang?" Alis Lexie berkerut, seakan dia mengerti banyak secara bersamaan.


Memikirkannya, Victor tidak memiliki harapan bahwa Lexie dapat membuat busur silang, jadi dia sudah pasti mencari orang lain untuk melakukan hal ini di saat yang bersamaan.


Setelah merenungkannya, Lexie merasa bahwa ini memang adalah gaya Victor, dia yang begitu kejam bagaimana mungkin akan menyerahkan hartanya pada seorang wanita sepertinya, memikirkan cara lain adalah gaya dari perbuatannya.


"Ya, itu juga adalah busur silang." Morgan akhirnya juga kembali bereaksi, tiba-tiba sedikit ragu, "Nona Lexie, atau tidak benda yang kamu buat itu di perlihatkan pada Yang Mulia lain hari saja."


"Kamu takut kalau orang lain akan membuatnya lebih baik dari diriku lalu aku akan kehilangan muka?" Lexie langsung mengetahui pemikiran Morgan.


Morgan terbatuk dengan canggung, tidak berbicara, bisa dianggap dia mengakuinya.


Lexie mengangkat senyumnya, "Tidak masalah, tidak ada yang tidak bisa di hadapi, karena aku sudah berani mengambil pekerjaan ini, maka aku tidak takut bisa kalah dari orang lain."


Morgan ragu-ragu sebentar, kemudian dia berkata: "Baiklah aku akan membawa nona ke tempat latihan bela diri itu untuk menemui Yang Mulia."


"Merepotkanmu komandan Morgan." Lexie dengan ramah berterima kasih padanya, mengikutinya ke arah tempat latihan bela diri, sambil berjalan Lexie teringat akan Lucas, kemudian dia bertanya: "Oh iya, apa hal terakhir yang komandan Morgan katakan masih berlaku? Tidak tahu apa kamu sudah bisa menghubungi saudara seperguruanmu sekarang?"


"Aku sudah meminta orang untuk mengirimkan suratku, jika itu berjalan lancar maka akan sampai beberapa hari di tangan saudara seperguruanku, setelah beberapa hari, ketika dia membalas surat itu, aku akan memberikan jawaban yang pasti padamu." Morgan berkata menjelaskan.


Lexie mendengar Morgan berkata seperti itu, hatinya jauh menjadi tenang, selama dia tidak melupakannya itu sudah cukup, "Kalau begitu, merepotkan komandan Morgan untuk mengurusnya, suatu hari kalau membutuhkan bantuanku, tolong komandan Morgan jangan segan padaku."

__ADS_1


"Nona Lexie terlalu segan, aku juga sangat menyukai Lucas." Morgan tersenyum lebar.


Keduanya berbicara dan sudah sampai di tempat latihan bela diri milik Victor, di depan gerbang latihan bela diri itu, beberapa tentara bertanggung jawab untuk menjaga, ketika mereka melihat Morgan membawa seorang wanita, mereka terpaku, tetapi mereka hanya menyapa Morgan dan tidak menanyakan identitas Lexie.


Para prajurit yang bisa berada di sisi


Raja Victor adalah orang kepercayaan Victor, banyak hal yang jika Victor tidak mengatakannya maka mereka juga tidak akan bertanya, memiliki prajurit yang begitu setia, tidak mengherankan bahwa kekuatan Victor akan meningkat pesat secara bertahap.


Di tepi tempat latihan, kedua pria sedang bermain dengan busur di tangan mereka, di target yang berada di kejauhan, puluhan panah bulu telah tertanjap, dapat di lihat bahwa keduannya telah latihan di sini untuk waktu yang lama.


"Kekuatan dan keakuratannya masih lumayan, tapi hanya tiga panah yang bisa di tembakan dalam satu waktu, apa masih dengan bangga mengatakan bahwa ini adalah busur silang?" Victor mencibir meremehkan, kemudian melemparkan busur ke lengan pria berbaju putih itu.


"Berhati-hatilah jangan merusaknya, ini adalah produk setengah jadi yang menghabiskan lebih dari sebulan waktukku. Kamu hanya memberiku puluhan gambar, sudah bagus aku bisa membuat benda ini, kamu masih tidak puas?" Pria berbaju putih itu berbicara dengan santai dengan Victor, dapat dilihat bahwa hubungan mereka tidak buruk.


"Ya, itu adalah teman Yang Mulia sejak kecil hingga besar, bernama Zio Zhou, dia merupakan seorang pengrajin dari pasukan milliter Yang Mulia, dia bertanggung jawab membuat senjata untuk pasukan Yang Mulia, dikatakan dia memiliki hubungan dengan Pavilliun Heaven tapi dia bukan orang dari Pavilliun Heaven." Morgan menjelaskan.


"Pengrajin?" Lexie agak penasaran dengan gelar ini, apakah para ahli pembuatan senjata di masyarkat jaman ini di kenal sebagai pengrajin?


Morgan berpikir Lexie tidak mengerti, apa artinya itu, dia kemudian berkata: "Kamu seorang wanita pasti tidak tahu arti dari kata pengrajin, pengrajin ini mengacu pada orang yang berspesialisasi dalam membuat senjata, para pengrajin di bedakan beberapa level, orang-orang yang biasanya membuat senjata di sebut pandai besi, kamu pasti pernah mendengar kata ini, kemudian pandai tembaga yang satu tingkat lebih pandai dari pandai besi, di atasnya ada pandai perak dan pandai emas, tapi pandai besi umumnya banyak di jalanan, jika pandai perak jarang di temukan, pandai tembaga, padai perak adalah bakat yang di perebutkan oleh para milliter, mengenai pandai emas, saat ini hanya pemilik pavilliun Heaven yang bisa disebut dengan pandai emas."


Perkataan ini membuat Lexie merasa senang, dia tidak menyangka bahwa dia bisa menemukan teman-teman yang seprofesi dengan dalam ruang dan waktu ini.


"Lalu Zio ini berada di tingkat mana?" Lexie bertanya lagi.

__ADS_1


"Pangeran Zio juga merupam orang yang di kenal di antara para pengrajin, bisa di sebut pengrajin perak, karena ada dia pasukan Yang Mulia bisa tak terkalahkan." Ketika Morgan berkata ada tatapan kagum di matanya, "Nona Lexie, atau tidak ... Kita kembali saja Zio adalah seorang pengrajin perak, benda yang dia buat saja masih tidak bisa memuaskan Yang Mulia, kamu ..."


"Tidak masalah, jika tidak mencoba bagaimana bisa tahu." Lexie tersenyum ringan, memeluk benda di pelukannya kemudian berjalan dengan tenang ke arah keduanya.


Victor dan Zio menyadari kedatangan Lexie, ada keanehan di wajah mereka di saat bersamaan, Zio yang berbicara lebih dulu, berseru dengan gembira, "Hai apa ini gadis yang kamu ambil untuk menghangatkan ranjangmu? Sangat cantik, tidak heran bisa membuat raja Victor tidak rela melepaskannya."


"Jika kamu tidak bisa berbicara, maka tutup mulutmu." Victor melotot sekilas padanya, tapi sayangnya Zio jelas sudah terbiasa dengan kedinginan Victor, dia tidak mempedulikannya, sebaliknya dia berlari ke hadapan Lexie.


"Gadis kecil, benda apa yang ada di tanganmu, apa itu adalah makanan yang kamu bawa untuk kami? Kebetulan aku lapar, jika kamu tidak keberatan, bisakah aku juga memakannya sedikit?" Di mata Zio Lexie adalah tipe wanita yang lembut yang memasak di dapur untuk menyenangkan pria.


Lexie menggelengkan kepalanya, "Kalau begitu aku akan mengecewakan pangeran, aku ini paling tidak bisa memasak, jadi ini sudah pasti bukan makanan."


"Benarkah? Ada seorang wanita yang tidak pandai memasak?" Zio menoleh menatap ke arah Victor, seakan sedang meminta kepastian kepadanya.


Victor malah tidak memiliki niat untuk menjawab, dia berjalan menghampiri, pandangan matanya menatap Lexie dengan tidak senang, "Apa yang kamu lakukan di sini?"


"Datang untuk mengirim sesuatu untuk Yang Mulia? Hei ini, aku sudah selesai membuat busur silang?" Lexie mengangkat benda yang ada di tangannya.


Victor masih belum mengeluarkan suara, tapi Zio sudah berseru secara berlebihan, "Aku tidak salah dengar bukan, dia mengatakan busur silang? Dia mengatakan dia membuat busur silang?"


Lexie mendengus dan berkata: "Kamu tidak salah dengar, aku mengatakan bahwa itu adalah busur silang, dan lagi, aku yang membuatnya."


"Kamu seorang wanita bisa membuat busur silang, bahkan jika memukulku sampai mati pun aku tidak akan percaya." Zio menatap wajah Lexie dengan meremehkan, "Tadinya aku masih merasa kamu cukup cantik, sekarang jika di lihat hanyalah penampilan luarnya saja, kenapa? Ingin menggunakan cara sensasional semacam ini untuk memenangkan hati Raja Victor? Gadis kecil, takutnya kamu harus kecewa, Yang Mulia paling membenci wanita yang bersikap pintar di depannya."

__ADS_1


__ADS_2