
Wajah Victor sangat kelam, amat sangat kelam dengan begitu menyeramkan, diikuti oleh Morgan dan Hadi di belakangnya, ketika keduanya melihat Lexie yang membuka pintu, ada kilatan simpati di pandangan mata keduanya.
Ketika Victor muncul di sini, kegelisahan hati Lexie tiba-tiba menjadi tenang, sama seperti kegelisahan sebelum hukuman mati, tapi ketika kepala harimau sudah di jatuhkan, seketika menjadi tenang.
Karena tidak bisa bersembunyi, maka hanya bisa menghadapinya.
"Erik, apa aku tidak salah dengar, raja Victor datang ke sini untuk mencari wanitanya? Jika aku tidak salah ingat, tunangan raja Victor, nona Yessika baru saja di antar ke kediamannya." Dexter mencibir tapi dia tidak mundur, malah menoleh dan bertanya pada Erik.
Semua orang tahu, kalimat ini sebenarnya di ucapkan untuk Victor, jadi Erik tidak menjawab.
Tapi pandangan Victor tertuju pada Lexie yang ada di depan pintu, hanya dengan datar berkata, "Kemari.
Hanya kata yang sederhana, dengan nada perintah yang tidak bisa di bantah.
Untuk sesaat ada uap air di mata Lexie, tapi kemudian dia menggigit bibir bawahnya, berjalan ke arah Victor.
Victor mendengus dan betkat: "Bagus, sangat patuh.
Perkataan ini tidak di ragukan lagi seperti tusukan pisau yang cukup dalam terhadap harga dirinya, langkah Lexie terhenti tapi hanya sesaat, kemudian Lexie mendongak dan terus melangkah maju, hanya saja saat melangkah melewati Dexter, tiba-tiba dia mengulurkan tangan menahan lengan Lexie.
Suara rendah Dexter datang dari sisinya, "Tidak ada yang bisa memaksamu, jika kamu tidak mau."
Tidak ada yang bisa memaksanya? Benarkah? Di hadapan pria ini, apa tidak ada yang bisa memaksanya? Lexie merasa itu konyol, tapi dia akhirnya melepaskan diri dari tangan Dexter.
"Kak Dexter, terima kasih atas kebaikanmu, hanya saja ... Aku tidak layak." Lexie masih adalah seorang manusia, setidaknya dia masih memiliki hati nurani, dia dan Dexter tidak dekat, bahkan jika Dexter dapat bertarung dengan Victor, demi seseorang yang tidak dekat, bahkan jika dia bisa, apa dia bisa melawan kekuatannya?
__ADS_1
Ini adalah dunia nyata, jika Lexie egois, dengan tidak mempedulikan apapun dengan menerima pertolongan dari Dexter, lalu apa selanjutnya? Berhadapan dengan Victor Dexter akan kehilangan segalanya, lalu Lexie dan Lucas akan kehilangan nyawa mereka? Atau Dexter pada akhirnya tidak akan bisa mengatasi tekanan dari Victor, kemudian dengan kejam mendorongnya pergi ketika dia memberikan harapkannya?
Tidak peduli yang mana, sepertinya ini semua adalah akhir yang buruk. Lexie bukanlah seorang remaja yang terlihat, dia sudah dewasa, dia sudah melewati usia polos itu.
Dexter baru ingin berbicara, tapi dia melihat Victor yang berjalan menghampiri, tidak lihat bagaimana caranya Victor sudah menarik lengan Lexie kembali, dia berkata pada Dexter: "Ya, dia tidak layak, dia hanyalah pelayan yang menghangatkan ranjangku saja, jika tuan Dexter benar-benar menyukainya, bukannya aku tidak bisa memberikannya padamu, tapi sebagai salah seorang pejabat tinggi, apa kamu benar-benar mau menggunakan pelayan yang pernah menghangatkan ranjang ku? Jika tuan Dexter rela, lalu apakah orang-orang yang berada disekitarmu yang penuh dengan tata Krama itu akan rela, melihat pejabat baik di mata mereka terpikat oleh seorang wanita seperti ini?"
"Pelayan yang menghangatkan ranjang?" Dexter mendongak kaget, ada kekecewaan sesaat di pandangan matanya.
"Ya, pelayan yang menghangatkan ranjang." Victor menarik Lexie ke dalam pelukannya, di depan semua orang, dia mengangkat dagu Lexie, kemudian menekankan jari-jarinya di bibir merah Lexie, "Seorang pelayan penghangat ranjang yang sangat kusukai, tuan Dexter juga seorang pria, sudah pasti mengetahui untuk apa pelayan penghangat ranjang bukan, aku tidak akan menyembunyikannya darimu, teknik pelayan ini lumayan, jika tuan Dexter bukanlah pejabat yang baik, aku tidak akan keberatan membiarkannya melayani tuan Dexter."
Perkataan penghinaan sepenuhnya keluar dari mulut Victor, dia dengan kejam menghancurkan martabat terakhir Lexie, di hadapan semua orang, dia menggunakan metode penghancuran yang paling sulit di terima bagi wanita di jaman ini.
Nama baik bagi wanita di jaman ini terkadang lebih baik dari pada nyawanya, jika merupakan wanita yang lahir dan besar di sini, apa saat ini Lexie harus mati karena rasa malu dan marah?
Erik bahkan melebarkan matanya, mungkin begitu terpukul akan fakta bahwa Lexie adalah seorang pelayan yang menghangatkan ranjang, dia tidak menyangka bahwa wanita yang begitu berpendidikan ini adalah seorang pelayang yang menghangatkan ranjang.
Hanya Dexter yang dari awal hingga akhir memiliki senyum tipis di wajahnya, ketika menunggu Victor selesa berbicara, dia baru berkata: "Ternyata begitu, aku salah paham. Sebelumnya nona Lexie dan juga nona Yessika jatuh bersamaan, aku melihat Yang Mulia tanpa berpikir langsung menyelamatkan nona Yessika, aku tidak menyangka bahwa nona Lexie juga merupakan orang milikmu."
Ya, pada saat itu Victor tidak ragu-ragu memilih untuk menyelamatkan Yessika, Lexie di mata Victor, hanyalah orang yang siap untuk di korbankan kapan saja dan di mana saja.
Jika perkataan Victor adalah pisau yang runcing, maka perkataan Dexter juga bisa dianggap pisau yang tajam, perkataan kedua orang itu mendorong Lexie ke jurang terdalam pada saat bersamaan.
Air mata Lexie pada saat itu mengalir turun, dia baru menyadari ternyata dia bukannya tidak peduli, tetapi sudah sangat kesakitan hingga mencapai batasnya.
"Tidak masalah karena ini hanyalah kesalahpahaman, maka aku tidak akan mempermasalahkannya." Ketika Victor menyelesaikan kalimat ini, dia menarik lengan Lexie dan berjalan keluar, mungkin karena kekuatannya terlalu besar, langkah kaki Lexie terseok bahkan langsung terjatuh di lantai.
__ADS_1
Lutut menyentuh vas yang ada di samping, vas itu pecah, dan pecahan itu menusuk masuk ke dalam dagingnya, Lexie malah tidak menyadarinya, dia berdiri dengan berpegangan pada pagar samping.
Lexie berdiri tegak, tidak melihat ke belakang, dengan patuh mengikuti di belakang Victor.
Ketika beberapa orang itu pergi, kepalan tangan Dexter yang mengepal erat secara bertahap mengendur, sepasang mata kelamnya terdapat aura ingin membunuh yang begitu lekat.
"Tuan ..." Erik membuka mulut, tapintidak tahu harus berkata apa saat ini.
"Erik, katamu, apa musuh dari musuh, apakah itu adalah teman?" Dexter mengatakan pertanyaan itu tanpa sebab.
"Hmm ..." Erik tidak mengerti jadi hanya bisa melihat Dexter dengan ragu, tapi ekspresi Dexter tidak mengungkapkan informasi yang berguna.
Untuk sekian lama, mendengar Dexter memerintah dan berkata: "Cari orang untuk menjaga nona Lexie di kemudian hari."
"Apa ingin melindungi nona Lexie?" Erik masih tidak mengerti.
Dexter menghela nafas, menoleh dan berkata: "Erik, kapan-kapan pergilah belajar pada Gery?"
"Gery adalahseorang sarjana, aku adalah seorang ahli bela diri, aku belajar apa darinya." Erik semakin bingung mendengarnya.
"Pelajari kebijaksanaan! pelajari strategi!" Dexter menggertakan gigi dan melontarkan beberapa kata.
Erik di maki, dia tidak berani berbicara lagi, tapi setelah menahannya sesaat, dia akhirnya mengatakan: "Meskipun nona Lexie adalah orang yang baik, tapi latar belakangnnya tidaklah begitu baik, aku merasa anda ..."
"Cukup." Dexter melotot padanya dan berkata: "Kamu sekarang pergi dan pelajari strategi dari Gery!"
__ADS_1