Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
33 "Kehidupan terdahulu 2"


__ADS_3

Tidak ada yang tau Daniel itu seperti apa bahkan Elsa sekali pun, mendengar ucapan Daniel barusan membuat Elsa seketika berdiri dari duduknya, dia sungguh tidak percaya dengan apa yang barusan Daniel katakan.


"Kau! kau Ingin menakuti ku kan!" tekan Elsa.


Mata Daniel yang awalnya berwarna hitam pekat kini telah berkurang karena rasa cemas saat melihat Elsa menunjuk dirinya.


"Elsa bukan begitu maksud ku!" ucap Daniel menenangkan.


"Kau! kau berkata seperti itu, agar aku tidak keluar dari hutan ini kan?" ketus Elsa.


"Elsa..." ucap Daniel penuh mohon.


"Teganya kau, tak ku sangka sifat mu ini begitu egois!"


Setelah berkata seperti itu Elsa langsung berlari dari hadapan Daniel, tangan Daniel langsung terkepal kuat saat melihat Elsa yang sudah pergi dari hadapannya, bukan maksud dirinya ingin membuat Elsa seperti ini, hanya saja bayangan itu begitu jelas tergambar dikepalanya.


"Aku pun ingin sekali menyangkal itu semua," lirih Daniel.


Semenjak Elsa pergi dari hadapannya, membuat Daniel merasa khawatir dengan kondisi Elsa, dia takut Elsa akan kenapa-napa didalam hutan yang banyak berisikan hewan buas di sini.


"Ada dimana dia?" tanya Daniel melirik ke seisi hutan.


Langkah Daniel begitu cepat dengan tangannya yang terus bergerak menyingkirkan semak belukar.


Duar


Mata Daniel langsung menoleh ke atas saat melihat cuaca di malam itu begitu gelap dengan suara petir yang terus bersahutan.


"Sial," pekik Daniel.


"Elsa!"


"Elsa!"


"ELSA!!"


Hujan pun sudah mulai deras namun Daniel belum juga menemukan Elsa, sampai dia melihat sebuah gua yang ada didekatnya, dengan cepat Daniel masuk ke dalam gua itu untuk berteduh.


"Hujan deras begini, dia ada dimana?" tanya Daniel menatap ke arah langit malam.


Saat dirinya ingin berbalik badan mata Daniel seketika terbuka lebar saat melihat Elsa yang sedang tertidur didalam gua itu.


"Elsa?" pekik Daniel yang sudah mendekat.


Tubuh Daniel seketika membeku saat melihat Elsa yang begitu nyenyak tidur di atas tanah, melihat Elsa yang begitu nyenyak tertidur membuat Daniel, dengan cepat membuka jubahnya untuk bisa menyelimuti Elsa yang sedang kedinginan.


"Berlian ku."


Mata Daniel kembali terbuka lebar saat mendengar Elsa sedang mengigau, tangan Elsa tanpa sadar bergerak menyentuh tangan Daniel yang sedang menyelimutinya.

__ADS_1


"Berlian ku," gumam Elsa kembali.


Daniel terdiam cukup lama saat genggam tangan Elsa begitu kuat dia rasakan, wajah Daniel sedikit tersenyum saat melihat Elsa yang begitu lucu dimatanya.


"Cantik," gumam Daniel.


Deg


Dengan cepat Daniel menggelengkan kepalanya saat pikirannya mulai berpikir yang bukan-bukan, Daniel terdiam cukup lama memandang wajah Elsa yang terlihat tenang.


Elsa itu memang cantik, kulitnya bersih dan kecantikan itu akan semakin terlihat jika Elsa tersenyum dengan tulus.


"Apa segitu inginnya kau keluar dari hutan ini?" tanya Daniel memandang wajah Elsa.


Wajah Daniel berbuah sedih jika membayangkan Elsa yang berkeinginan pergi dari sisinya, sudah senang dirinya ada Elsa yang menemani dirinya di sini, awalnya dia tidak percaya akan ada manusia yang datang ke hutan ini, tapi melihat Elsa yang ada di hutan ini, membuat dirinya bersemangat ingin membuat Elsa merasa betah ada di hutan ini.


"Elsa, Maafkan aku... Tapi aku sudah terlanjur sayang dengan dirimu," lirih Daniel.


Setelah Daniel berkata seperti itu, dirinya dengan nekat langsung mencium bibir Elsa yang saat itu sedang berada dalam posisi tertidur.


Mata Daniel terpejam menikmati lembutnya bibir Elsa di malam itu, di bawah cuaca yang begitu dingin dia bisa merasakan betapa hangatnya bibir Elsa malam itu.


...~*~...


Besok paginya disaat sinar matahari mulai memasuki gua, Elsa membuka matanya secara perlahan karena merasa silau, dirinya terkejut saat melihat ada jubah yang sedang membungkus tubuhnya.


"Ini kan... punya Daniel," lirih Elsa.


"Daniel!" panggil Elsa.


Daniel yang saat itu sedang memanggang daging langsung menoleh ke arah Elsa, saat Elsa sedang memanggil namanya.


"Owh kau sudah bangun? duduklah kita akan makan kelinci panggang hari ini," seru Daniel.


Elsa tidak menjawab dia langsung berjalan mendekati Daniel yang saat itu sedang asik memanggang daging kelinci.


"Hari ini kita akan makan enak! Elsa hari ini kau jangan makan tumbuhan dulu ya?" ucapan Daniel.


"Kenapa?" tanya Elsa bingung.


"Iyalah ini kan hari istimewa."


"Istimewa?" tanya Elsa mengulang.


Dengan cepat Daniel menganggukkan kepalanya, "Iya ini kan hari ulang tahun ku," Seru Daniel.


Elsa langsung terdiam saat melihat wajah Daniel yang begitu ceria memberitahukan bahwa dirinya ulangan tahun hari ini, Elsa tersenyum menatap wajah Daniel dirinya dengan pelan langsung mengambil posisi duduk disamping Daniel.


"Kau ulang tahun? selamat ya," ucap Elsa.

__ADS_1


Mata Elsa kembali sayu saat dirinya kembali teringat akan kata-kata Daniel semalam, "Daniel! Yang kau ucapkan kemarin apakah itu benar?" tanya Elsa.


"Ya?" tanya Daniel yang langsung menatap wajah Elsa.


"Daniel, kau tau kan? kita ini baru saja kenal, tapi entah kenapa kata-kata mu itu sangat menyakitkan buat ku," ucap Elsa.


Daniel langsung terdiam, tangannya terus bekerja mengipas daging panggang itu agar matangnya lebih sempurna.


"Aku tau, justru itu aku ingin minta maaf pada mu semalam, tapi kau sudah terlanjur pergi," jawab Daniel.


"Elsa! Apa kau sungguh-sungguh ingin pergi dari hutan ini?" tanya Daniel.


Mata Elsa langsung terbuka lebar mendengar ucapan dari Daniel, "Tentu saja, bukankah itu sudah jelas," jawab Elsa.


Mata Daniel berbuah warna menjadi hitam dirinya sungguh sedih saat mendengar jawaban dari Elsa.


"Lalu setelah kau kembali nanti, kau mau apa?" tanya Daniel menatap ke arah langit.


"Aku? tentu saja aku akan menemui Putra Mahkota," jawab Elsa cepat.


"Apa kau begitu mencintainya?" tanya Daniel menatap wajah Elsa.


"Apa?"


"Aku tanya apa kau sungguh mencintainya?"


Elsa terdiam tangannya terkepal kuat saat Daniel bertanya seperti itu, entah kenapa didalam dirinya tiba-tiba saja ada rasa ragu padahal dari awal, dirinya sudah sangat yakin bahwa dia sangat mencintai Eren.


"Aku... Sangat mencintainya," ucap Elsa menatap tajam wajah Daniel.


Dibalik ungkapan yang Elsa katakan jauh didalam diri Daniel ada rasa sakit saat mendengar ucapan Elsa barusan, mata yang menunjukan keberanian itu berbalik terbalik dengan mata Daniel yang sedang menunjukan warna hitam pekat melambangkan kesedihan.


"Ah... dagingnya sudah masak."


Dengan cepat Daniel mengambil daging itu untung dia taruh diatas daun pisang yang sudah lama dia siapakan.


"Makanlah, aku memasaknya penuh dengan cinta," ucap Daniel penuh percaya diri.


"Benarkah? terima kasih."


Dengan santainya Elsa langsung mengambil daging itu yang sudah disiapkan oleh Daniel, Daniel tersenyum saat melihat Elsa yang begitu lahap memakan daging hasil masakannya.


"Elsa!" panggil Daniel.


"Hmm?" sahut Elsa sambil mulutnya yang terus mengunyah.


"Sebenarnya aku tau jalan keluar dari hutan ini."


Mulut Elsa langsung berhenti mengunyah saat telinganya mendengar ucapan dari Daniel barusan.

__ADS_1


"Apa?" pekik Elsa menatap tajam wajah Daniel.


TBC


__ADS_2