Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Perlakuan Yang Berbeda


__ADS_3

Setelah menunggu sebentar, hanya mendengar pria itu berteriak, "Ada!" Kemudian melihat ia dengan sekuat tenaga menarik pancingnya, dia menarik seekor ikan putih dari danau dingin.


Ikan kecil itu menggigit kait, pandangan matanya tampak galak, pria tua itu tidak terburu-buru untuk mengambil ikan kecil itu tapi mengambil sepasang sarung tangan dari kulit domba dari samping dan memakainya, kemudian baru melepaskan kail dari ikan kecil itu.


"Ini adalah ikan piranha, giginya tajam, haus darah bisa memakan manusia." Lexie sedang bingung kemudian mendengarkan penjelasan Victor di samping, tiba-tiba Lexie baru menyadari, tidak heran pria tua itu tidak berani menangkap ikan itu secara langsung, sebaliknya malah memakai sarung tangan. Ternyata itu piranha, Lexie pernah mendengarnya, tapi belum pernah melihatnya.


Pria tua itu juga mendengarkan perkataan Victor, memasukkan ikan itu di sangkar bambu di sampingnya, kemudian menolehkan kepalanya, "Kamu adalah Martin? Ternyata memang memiliki pengetahuan."


Victor mengangguk, "Aku adalah Martin, aku datang menemui pemilik pavilliun Heaven."


Lexie sedikit terkejut, ternyata pria ini adalah pemilik pavilliun Heaven? Tapi wajah pria tua ini meskipun biasa saja, tapi aura yang di keluarkan ya itu benar-benar memiliki kharisma.


Samuel, pemilik pavilliun Heaven mengangguk, kemudian memandang ke arah Lexie, senyum di wajahnya makin dalam, "Apa ini adalah nona Lexie? Parasmu sangat cantik, tidak heran anakku menyukaimu."


Ketika berbicara dia malah memuji penampilan Lexie.


Sudut bibir Lexie berkedut, bagaimana mungkin Lexie tidak bisa mendengar rasa tidak senang dari nada bicaranya, sepertinya Samuel ini tidak menyukainya, benar juga, Lexie adalah seorang wanita yang tidak jelas, mendapatkan rasa suka dari putranya, bagaimana mungkin sebagai ayahnya dia bisa merasa senang?


"Tuan, kamu salah paham, putramu menyukaiku bukan karena parasku, tapi karena aku memenangkan pertandingan dalam pembuatan senjata." Lexie tidak mau memberi orang lain citra bahwa dia masuk pavilliun Heaven di karenakan parasnya, meskipun Lexie itu memang cantik.


"Oh?" Pemilik itu seakan tidak percaya, "Beberapa hari sebelumnya memang anakku menuliskan surat, dan membicarakan hal itu, tapi aku melalukan bidang hampir seumur hidupku dan belum pernah melihat seorang wanita membuat senjata, bahkan waktu itu putri kesayanganku juga sama, wanita tidak baik dalam bidang ini, jadi, aku berpikir anakku itu sedang bercanda denganku, sekarang setelah dilihat, sepertinya nona Lexie sangat percaya diri dalam hal ini?"

__ADS_1


Kata-kata Samuel bisa di bilang mengurangi sedikit kemarahan Lexie, setidaknya sikapnya itu tulus biarpun kata-katanya tidak enak di dengar.


"Beberapa hal selalu membutuhkan waktu untuk membuktikannya." Lexie tidak ingin berkata terlalu banyak, hanya mengatakan kalimat seperti itu.


Samuel mengangguk, tatapan matanya yang melihatnya memiliki sedikit perubahan, "Kamu lebih tenang dari yang kubayangkan, begitu sangat baik, kalau begitu aku akan menunggu dan melihatnya."


"Tuan menerimaku menjadi murid?" Lexie bertanya serius.


Samuel mengangguk sambil tersenyum, "Ya, putraku sangat jarang meminta padaku, tentu saja aku tidak akan menolaknya, hanya saja kali ini terlalu sedikit murid yang lulus ujian, Kami para tetua takut itu tidak cukup, jadi ... Meskipun aku adalah pemiliknya, tapi juga hanya bisa memilih satu orang, di nyata kalian harus pergi pada para tetua lainnya."


Lexie terpaku, tanpa sadar melihat ke arah Victor, dia mencoba yang terbaik berbaur ke dalam pavilliun Heaven, Lexie tidak tahu apa tujuan Victor, tapi bagi Victor sudah pasti sangat penting.


Dari awal hingga akhir, wajah Victor hanya mengulas senyum samar, berpandangan dengan tatapan Lexie, masih tidak ada perubahan, "Apa kamu ingin menjadi murid di bawah pemilik pavilliun?"


"Baik." Victor hanya mengatakan kata seperti itu.


Samuel batu bereaksi setelah beberapa saat, sedikit tidak senang berkata: "Aku masih belum memilih orang, kalian malah sudah membuat keputusan dengan beraninya?"


"Pemilik, hasil ini, bukankah seperti yang kamu inginkan?" Victor memberi hormat pada Samuel, siapapun dapat menebak siapa yang akan di pilih oleh Samuel.


Samuel menghela nafas dan tersenyum pada Victor, "Tidak buruk, kamu anak yang tidak buruk."

__ADS_1


Lexie juga menghela nafas lega, sepertinya pilihannya ini benar, Samuel tidak akan memilihnya.


Samuel melambai pada Victor, meminta seseorang untuk mengambil pancing, itu artinya dia ingin Victor menemaninya memancing, dan terhadap Lexie, dia hanya menatapnya sekilas dengan datar kemudian mengabaikan Lexie.


Perbedaan perlakuan ini benar-benar kejam.


Lexie mengangkat bahu, dengan tidak peduli memberi hormat, ketika bersiap mengundurkan diri dan pergi dari sini, dia mendengar Samuel memerintahkan Simon: "Bawa dia pergi ke para tetua lain, liat siapa yang mau menerimanya."


"Baik." Simon menerima perintah dan membawa Lexie untuk pergi, Simon memimpin jalan di depan, Lexie mengikutinya di belakang dalam diam, sampai ketika berjalan dari kediaman utama, Simon baru berkata padanya: "Nona Lexie, jangan memasukkan ke dalam hati, sejak istri pemilik pergi, sikap pemilik seperti itu, apa kamu tidak menyadari tidak ada satu pun pelayan wanita di kediaman utama? Jadi, pemilik bukannya menargetkanmu."


"Istri pemilik sudah meninggal cukup cukup Ama, pemilik dia ..." Lexie tampaknya, telah mendengar tentang mereka ketika mengobrol.


Simon menggelengkan kepalanya, menghela nafas dan berkata: "Istri pemilik saat itu melukai dirinya sendiri saat sedang membuat senjata, pada akhirnya dia meninggal, jadi sejak saat itu pemilik tidak suka wanita mempelajari keterampilan ini, nona pun juga mempelajari ketrampilan ini dari nyonya ketika masih hidup, ketika nyonya meninggal, pemilik tidak lagi memperbolehkan nona."


Tidak heran sebagai nona dari pavilliun Heaven, ketrampilan pembuatan senjata Anita begitu kasar, mungkin karena dia tidak berbakat, tapi juga karena tidak di pandu dengan cermat.


"Oh iya, kak Simon, ada berapa banyak tetua di pavilliun Heaven?" Karena Lexie akan berguru, maka dia tidak bisa menahan diri untuk menanyakan informasi.


"Tidak banyak, hanya empat." Simon adalah orang yang ramah, "Tetua pertama, tuan Adrian sedang mengurung diri, katanya dia sedang membuat benda yang istimewa, tetua kedua tuan Tobias sedang bepergian di luar, saat ini tidak ada di dalam pavilliun, tetua ketiga tuan Diego dan tetua keempat tuan Damian sekarang berada di pavilliun, tapi ..."


Ketika Simon membicarakan hal ini, raut wajahnya agak aneh, "Temperamen tetua ketiga tidak terlalu baik, karakter tetua keempat sangat aneh, cukup sulit untuk bergaul dengan kedua orang ini."

__ADS_1


"Huh ..." Lexie sedikit tidak berdaya, sepertinya Samuel sudah memberinya masalah yang sulit dari awal.


"Aku lebih baik membawamu menemui tetua ketiga, meskipun tempramennya tidak baik, tapi kamu adalah seorang wanita, tidak mungkin dia akan memukulmu dan menendangmu seperti yang dilakukannya pada para murid pria." Simon berpikir dengan hati-hati, merasa seperti ini mungkin akan lebih baik untuk Lexie.


__ADS_2