Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
31


__ADS_3

6 Bulan Yang Lalu


Elsa masih berada di kediaman Winterknight, sosok Elsa yang awalnya ragu untuk dekat dengan Noah, berubah menjadi akrab saat Noah mau berkerja sama dengan dirinya.


Selama dia berada di kediaman Winterknight, Elsa sudah berusaha keras menyusun rencana agar kebusukan Lisa dan Kiana terungkap dihadapan banyak orang.


Tepat saat kejadian itu juga, Elsa teringat akan satu tempat, tempat dimana dirinya pernah terdampar, disalah satu tempat yang sangat jauh dari pusat kota.


Tempat itu disebut hutan Kelora, atau sering dikenal dengan hutan tempatnya mahluk buas, hutan Kelora dikenal sebagai hutan yang dikenal seram bahkan banyak para penduduk yang menilai bahwa hutan Kelora merupakan hutan yang penuh akan kutukan.


Namun dibalik itu semua hutan Kelora tidaklah seburuk yang orang nilai, hutan Kelora merupakan hutan yang paling cantik dan indah, dimana alam serta hasil buminya masih terjaga disana, itu disebabkan karena orang-orang pribumi merasa takut untuk bisa masuk kedalam hutan itu.


Kenapa Elsa bisa tau isi dari hutan Kelora? itu disebabkan karena dikehidupan masa lalunya, Elsa pernah dibuang oleh orang suruhan Lisa ke hutan itu, hidup didalam hutan yang gelap dan gersang tidaklah muda dia jalankan, pagi, siang, malam dia harus bisa bertahan hidup dari tumbuhan yang bisa dikonsumsi disana, hingga akhirnya pada saat itu Elsa menemukan sebuah gua yang berada dekat dengan gunung berapi.


Awalnya Elsa tidak ingin masuk ke dalam gua itu karena takut ada binatang buas yang tinggal disana, tapi karena cuaca pada saat itu sedang hujan, Elsa dengan terpaksa masuk ke dalam gua itu untuk berteduh, dan disaat itulah dia bertemu dengan banyak berlian disana, berlian-berlian itu begitu cantik menempel di dinding gua itu.


Semua berlian ada disana, dari yang terlangka hingga yang biasa, mata Elsa begitu takjub saat melihat begitu banyaknya berlian yang menempel di dinding gua itu, sampai-sampai dia tidak mau untuk keluar dari gua itu, tempat itu bagai Elsa seperti surga dunia.


"Nona Pervis!" panggil Noah.


Mata Elsa langsung terbuka lebar saat Noah memanggil mamanya, dengan cepat Elsa menoleh ke arah Noah.


"Ya?" tanyanya bingung.


"Nona, kenapa kau melamun? apa kau begitu takjub dengan berlian ini semua?" tanya Noah.


"Takjub?" tanya Elsa mengulang.


Sedikit Elsa terkekeh mendengar ucapan dari Noah, mungkin diawal dia memang merasa takjub dengan semua berlian ini, tapi beda lagi jika sekarang.


"Tidak saya biasa saja," balas Elsa tersenyum.


"Biasa saja?" tanya Noah bingung.


Melihat wajah Noah yang nampak bingung membuat Elsa dengan cepat langsung mengalihkan pembicaraan.


"Ah... Baiklah sudah cukup beristirahatnya, bawa semua pasukan Anda ke sini, kita akan mulai bekerja."

__ADS_1


"Hm... Anda pintar sekali mengalihkan pembicaraan, baiklah Robert panggil semua pasukan ke sini," perintah Noah.


"Baik Tuan," jawab Robert langsung.


Wajah Noah kembali menatap ke arah Elsa, yang terlihat begitu kagum dengan beberapa berlian menempel dinding gua, Noah berdiri dibelakang Elsa yang masih sibuk menyentuh beberapa berlian disana.


"Setelah berlian ini diambil Anda mau apa?" tanya Noah.


"Sayang sekali jika Anda menjual berlian ini begitu saja," ucap Noah menatap ke arah berlian itu.


Mendengar ucapan Noah Elsa hanya tersenyum, "Siapa bilang Saya akan menjual berlian ini begitu saja?"


"Ya?"


"Saya kan sudah meminta Anda, untuk berkerja sama dengan saya?" ucap Elsa tersenyum.


"Tuan Winterknight, bekerja samalah dengan saya, dan mari kita bersama-sama membuat suatu galeri yang luar bisa di Oktavia," ajak Elsa.


"Membuat galeri?" tanya Noah mengulang.


"Iya galeri," balas Elsa.


Lisa itu gila harta begitu pula dengan Kiana anaknya, jika dia membuat galeri ini tanpa sepengetahuan ibu dan anak itu, pasti rencana dirinya untuk bisa menjatuhkan Lisa dan Kiana berjalan dengan sempurna.


"Tuan Winterknight!" panggil Elsa, Noah langsung menoleh ke arah Elsa.


"Iya?"


"Terima kasih sudah membantu saya," ucap Elsa dengan tulus.


...~*~...


6 Bulan dari Sekarang


Sosok laki-laki bertopeng masuk kedalam galeri milik Elsa, wajahnya yang terlihat datar menatap secara menyeluruh isi dari bangunan itu.


Langkahnya begitu pelan saat menyusuri lorong bangunan itu, dari sepanjang jalan lorong itu sudah banyak para pegawai galeri memberikan tawaran pada dirinya tentang berlian yang sedang dia tawarkan.

__ADS_1


"Bahkan dia menjual berlian ini?"


Tangan pria itu terulur menyentuh kaca yang sedang membungkus berlian itu, "Luar biasa sekali," gumamnya.


"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan?"


Pria itu langsung menoleh ke arah Wanita yang sedang tersenyum ke arah dirinya, wajah pria itu langsung berubah ramah saat melihat isi dari galeri itu yang begitu ramai dengan banyak pengunjung.


"Bos, Ah... Bukan, maksud ku, aku ingin bertemu dengan orang yang membuat galeri ini, apa aku bisa bertemu dengan beliau?" tanyanya tersenyum.


"Ada tujuan apa anda ingin bertemu dengan beliau?" tanya wanita itu.


"Apa perlu saya memberitahu pada dirimu? Tujuan saya ingin menemui beliau?" tanyanya tersenyum.


Wanita itu langsung terdiam, "Bukan begitu maksud saya tuan, hanya saja, jika ingin bertemu dengan beliau anda harus membuat janji dulu."


"Janji? ku rasa tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan dirinya, sudah katakan saja pada dia, bahwa aku sedang menunggunya di sini."


"Tapi...-"


Mata Wanita itu langsung terbuka lebar, saat melihat mata pria itu berubah menjadi merah yang membuat wanita itu seketika menjadi terdiam, karena ulah pria itu.


"Ikuti perintah ku! Temui bos mu sekarang! dan katakan bahwa aku sedang menunggunya di sini!" ucapnya pada wanita itu.


"Baik," balas wanita itu yang langsung pergi.


Setelah melihat wanita itu pergi pria itu langsung mencari tempat duduk yang tersedia di galeri itu, lama matanya melirik isi galeri itu sampai suara langkah kaki yang sedang mendekat ke arahnya terdengar.


"Apa Anda orang yang ingin bertemu dengan saya?"


Mata pria itu langsung terbuka lebar saat mendengar ada suara yang tidak asing dibelakang tubuhnya.


"Hay," sapanya tersenyum.


Mata Elsa langsung terbuka lebar saat melihat wajah dari pria itu, "Kau!" pekik Elsa.


"Bagaimana kabar mu? Apa kau sudah merasa lebih baik?" tanyanya ramah.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau ada disini?" tanya Elsa tak percaya.


TBC


__ADS_2