
Sejak kejadian itu Elsa membuat sebuah rencana bersama dengan para pelayannya, melihat aksi Kiana dan ibunya tadi membuat mereka semua menjadi terkekeh membayangkan betapa bodohnya mereka itu.
"Tapi Nona, setelah ini Nona akan berakting sendiri, apa Nona baik-baik saja kami tinggal?"
"Benar, kenapa nona tidak ikut bersama kami saja?"
Elsa tersenyum mendengar beberapa pelayannya yang terlihat khawatir padanya, namun dia tetap kukuh akan rencana yang dia buat, karena klimaks dari permasalahan ini belum dimulai.
"Tidak apa-apa, rencana ku sebenarnya bukan ini saya, masih banyak yang belum aku lakukan, apa lagi aku belum sama sekali memberi mereka pelajaran."
Semua pelayan saling lirik satu sama lain, Tuan Han berjalan mendekati Elsa yang sedang duduk dengan santai, dia sungguh bingung kenapa semua pelayan termasuk Istrinya terlihat baik-baik saja disaat mereka baru saja dipecat oleh Roan.
"Nona?" panggil Han.
Elsa langsung menoleh saat Han sudah berdiri dihadapannya, diantara semua pelayan yang ada disana hanya Han yang tidak dia beritahu tentang rencana yang mereka buat, itu dikarenakan jika Han tau rencana yang akan dia buat, sudah pasti Han akan berusaha bekerja dengan baik agar dia bisa tetap berkerja disini.
"Tuan Han," balas Elsa.
"Nona kenapa Nona melakukan ini? Jika sudah seperti ini bagaimana nasib nona nanti?" tanya Han khawatir.
"Tuan Han tidak perlu khawatir, karena saya bisa menjaga diri saya sendiri," sahut Elsa.
"Tetap saja Nona, pelayan yang dibawa Nyonya Lisa itu kan pelayan baru, bagaimana bisa anda akan beradaptasi dengan mereka, ditambah lagi Nona belum tau sifat dari para pelayan itu."
Elsa langsung menghembuskan nafas kasar saat Han lagi-lagi mengeluarkan kata-kata yang membuat dirinya cemas, memang ini rencana yang ingin dia buat, setelah pelayan yang akan dibawa Lisa datang, sudah pasti akan tiba juga orang itu datang.
Seorang pelayan yang teryata teman dari Lisa semasa dia belum menikah dengan ayahnya dulu, Elsa sangat menunggu orang itu datang, karena orang itu dirinya dituduh sebagai, Orang yang pemberi racun pada ayahnya sendiri.
"Tuan Han tidak perlu khawatir, karena diantara semua pelayan disini, masih ada Lucas yang akan melindungi saya, anda tau kan sifat asli Lucas itu seperti apa?" tanya Elsa tersenyum.
Kali ini tuan Han pasti tidak akan bisa membantah lagi karena Lucas masih bertahan disisinya, Lucas yang merupakan wakil pertahanan kelurga Pervis yang juga dulu seorang budak yang dia beli, sudah pasti dia tidak akan mungkin mengkhianatinya.
Karena Lucas merupakan kartu As bagi ku.
2 Tahun Yang lalu.
Sebuah turnamen yang diadakan di pusat kota Oktavia, begitu meriah diadakan dikarenakan, turnamen itu taruhannya bukan hanya hadiah yang sangat besar melainkan nyawa dan harga diri dari seorang prajurit yang akan bertanding, Noah yang saat itu masih bersama dengan Elsa, datang ke turnamen itu mengunakan topeng yang merupakan syarat awal untuk bisa masuk ke dalam turnamen itu.
"Sebenarnya ada niatan apa Anda datang kesini nona?" tanya Noah pemasaran.
__ADS_1
Elsa hanya tersenyum melihat ke arah bawah dimana MC pembawa acara masih berbicara kepada para hadirin yang hadir.
"Nanti juga Anda tau tujuan saya kesini karana apa," jawab Elsa.
"Dan... peserta kedua dari negeri Arsad, negeri yang sudah gugur karena peperangan antar negara baru-baru ini, akan bertarung melawan prajurit bayaran dari kota Oktavia, peserta itu adalah Lucas Tristan!"
Plok
Plok
Itu dia yang ku cari
Sosok pria berbadan tinggi dengan rambut berwana coklat terang serta sorot matanya yang menatap tajam ke arah depan, dia adalah Lucas Tristan ketua pasukan kekaisaran di kerjaan Arsad yang sudah gugur saat perang.
Dikehidupan yang dulu, Lucas menang dalam pertandingan ini dan yang berhasil membawa pulang Lucas adalah Duke Roan, orang itu membawa Lucas dengan harga yang cukup tinggi sampai-sampai tidak ada orang yang mampu untuk melawan dari harga yang dia keluarkan.
Duke Roan itu sangat gila akan kekuasan bahkan dia mengunakan Lucas hanya sebagai alat pembunuh, hidup Lucas bersama pria itu sangat menderita bahkan pernah, Lucas nekad kabur dari kediaman Duke Roan, yang menyebabkan dia harus mati ditempat karena terkena tembakan dari bawahan Duke Roan.
Mengingat kejadian itu, Elsa tidak akan diam lagi, kali ini dia harus bisa melawan Duke Roan agar bisa menyelamatkan Lucas dari keserakahan manusia itu, dengan adanya Noah disampingnya pasti Lucas akan jatuh ke tangannya.
Pertarungan Lucas dengan prajurit bayaran Oktavia begitu menegangkan, tangan Elsa bahkan meremas kuat pegangan kursi yang saat ini dia diduduki, dibawa sana tubuh Lucas sudah hancur lebur karena pukulan demi pelukan yang didapat dari prajurit bayaran itu.
"LUAR BIASA! Nona-nona dan tuan-tuan sekalian, akhirnya pemenang dari pertarungan ini dimenangkan oleh Lucas seorang matan prajurit dari kerjaan Asrad dengan ini kami akan menawarkan dirinya, dari harga 50 keping emas apa kah ada yang akan tertarik?"
50 keping emas harga yang cukup tinggi diawal penawaran.
"60"
"wah... luar biasa sekali sudah ada yang menawarkan sebesar 60 keping emas apa ada lagi, yang ingin menawarkan dengan harga yang lebih tinggi?"
"80"
"Tuan diseberang sana menawarkan 80 keping emas apa ada lagi?"
"120"
"luar biasa."
"200"
__ADS_1
"wow..."
"300"
Sial kenapa yang menawarkan tinggi-tinggi semua.
"1.000"
Semua mata langsung terbuka lebar mendengar nominal harga yang cukup tinggi dari seorang pria yang sedang duduk dibaris terdepan, mengetahui siapa yang sedang duduk disana, tangan Elsa langsung terkepal kuat.
Duke Roan... Tak ku saka dia beneran ada.
"Nona..."
Elsa langsung menolehkan wajahnya saat Noah sedang memanggilnya, "Apa Nona menginginkan orang itu?" tanya Noah.
Mata Elsa langsung terbuka lebar menatap wajah Noah, suara dari para bangsawan yang sedang menawarkan harga yang cukup tinggi seperti angin lalu bagi dirinya.
"Apa Tuan akan membantu saya untuk bisa mendapatkan orang itu?" tanya Elsa.
Noah langsung tersenyum menatap wajah Elsa, "Jika itu yang Nona mau, akan saya lakukan," jawabnya tersenyum.
Akan saya lakukan? Maksud perkataannya itu apa.
Wajah Noah kembali menatap ke depan, melihat tidak ada lagi yang berani menawarkan harga yang lebih tinggi, sudah bisa diperkirakan bahwa Lucas akan jatuh pada tangan Duke Roan.
"Apa tidak ada lagi yang mau menawarkan? Jika tidak ada maka budak ini akan jatuh pada tangan pria bertopeng disana, hitungan mundur akan saya lakukan dalam 1... 2..."
Kenapa harus 1.000 aku kan hanya punya 700 keping emas.
Mata Elsa langsung tertutup rapat dirinya sudah sangat bertekad untuk bisa menyelamatkan Lucas dari keserakahan Duke Roan, namun akhirnya gagal juga, karena harga yang ditawarkan cukup tinggi membuat dia tidak sanggup untuk bisa membeli Lucas, sampai akhirnya sebuah suara terdengar ditelinganya , yang membuat semua orang langsung menatap ke arahnya.
"2.000.000 keping emas."
Mata Elsa terbuka lebar saat mendengar nominal harga yang luar biasa, matanya langsung menoleh ke arah Noah, saat Noah dengan tampang datar mengangkat papan nomornya.
"2.000.000? Tuan apa Anda yakin?" pekik Elsa tak percaya.
Noah langsung tersenyum ke arah Elsa, "Bukankah anda sendiri yang bilang, bahwa anda menginginkan orang itu," jawabnya santai.
__ADS_1
TBC