Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Bersujud Sampai Pucat


__ADS_3

Ada keanehan yang terlintas di mata Lexie, tapi dengan cepat langsung menghilang bahkan ekspresi wajahnya tidak berubah.


Sebaliknya ketika Zacky mendengarkan perkataan penjaga toko, dia segera bertanya: "Penjaga toko, apa hal besar yang kamu katakan itu adalah masalah pernikahan raja Victor?"


"Apa lagi? Kalian tidak tahu? Ini benar-benar langkah beberapa hari ini, kota Phoenix ini hampir di buat kuwalahan oleh keluarga nona Yessika, takut pengaturannya tidak cukup besar, kalian lihatlah jalan ini, lentera ini, bukankah meminta kamu untuk memasangkannya? Tapi tidak heran satunya putri Mentri ibukota, satunya saudara kandung dari Kaisar, bisakah pernikahan ini tidak besar? Selain ketika sang Kaisar menikahi sang ratu, pernikahan ini adalah upacara pernikahan terbesar." Penjaga toko itu berkata dengan wajah mencemooh.


Pelayan toko yang membantu membawakan barang-barang di sebelahnya sangat bersemangat ketika membicarakan tentang hal ini, dengan tidak sabar menyela perkataan, "Kudengar raja Victor berwajah sangat tampan, di dalam kota ini banyak sekali nona dari para keluarga pejabat dan bangsawan yang menyukainya, besok rombongan yang menyambut akan melewati jalan kita ini, nanti aku harus pergi melihat seperti apa tampilan raja Victor."


Penjaga itu tersenyum dan memukul kepala pelayan toko ini, "Kamu ini benar-benar belum dewasa, untuk apa kamu cari seorang pria begitu bersemangat ingin memandang pria lain? Jika ingin melihat pengantin wanita itu baru bagus. Kudengar nona Yessika adalah wanita paling berbakat di kota Phoenix, kedua orang ini menikah bisa di bilang merupakan pasangan yang cocok."


Penjaga toko dan pelayan toko ini berbicara sambil mengobrol, sama sekali tidak memperhatikan wajah Zacky yang perlahan kaku, dia melihat ke arah Lexie, sepertinya takut Lexie merasa tidak nyaman mendengarkan kata-kata ini, tapi malah melihat wajah Lexie yang tenang, seakan yang kedua orang ini katakan tidak ada hubungannya dengannya.


Melihat Zacky yang sedang menatap dirinya, Lexie mengulas senyum dengan terpaksa, "Kak, aku merasa pakaian ini cukup bagus di beli saja?"


Zacky kembali fokus, hany bisa mengangguk, "Baik."


Lexie kemudian menanyakan harganya pada penjaga toko, penjaga toko itu segera memberitahu harganya, Lexie seketika membelalakkan matanya, "Mengapa harganya begitu mahal?"


"Nona perkataanmu ini, toko kami adalah toko lama yang berusia ratusan tahun, kualitas barang semuanya di tampilkan di sini. Ada begitu pakaian orang terhormat di kota ini yang di buat di tempat kami, katakan saja keluarga nona Yessika beberapa hari yang lalu memesan setumpuk pakaian di sini, kualitas barang kami sangat bagus, jadi harganya secara alami lebih tinggi di banding tempat lain." Penjaga toko itu segera menjelaskan sambil tersenyum.


Lexie mengerutkan keningnya, memandangi jubah itu dengan teliti, memang pembuatannya sangat bagus, jadi dia tidak banyak bicara, mengeluarkan uang itu dan membayarnya.

__ADS_1


Setelah keduanya mengambil pakaian, mereka berdua bersiap untuk keluar, Lexie berjalan di depan, Zacky berjalan di belakang dengan membawa barang belanjaan, keduanya baru berjalan di depan pintu, mereka kemudian melihat sekelompok orang yang menerjang.


Langkah orang itu sangat cepat, langsung bertabrakan mengenai Lexie di satu sisi, Lexie membawa terlalu banyak barang, tidak stabil, ditabrak seperti itu dia langsung terjatuh di tanah, dengan menyedihkan.


"Orang mana yang tidak memiliki mata, bahkan aku pun berani di tabrak?" Seorang wanita berpakaian merah muda segera berteriak, sama sekali tidak peduli dialah yang terlebih dulu menabrak orang itu, dia malah membuka mulut dan langsung menyalahkan tanggung jawab ke pihak lain.


Lexie di tabrak dan terjatuh di tanah, benda-benda berserakan, dia tidak punya waktu untuk melihatnya, hanya merasakan sakit di perut bagian bawahnya, seperti ada benda panas yang mengalir keluar di bagian bawah, dia menggertakan giginya, hanya dengan lemah memanggil, "Kak, perutku sakit ..."


Zacky terkejut dengan asal, meletakkan barang di tangannya ke tangan penjaga toko, segera berjongkok dan memeriksa kondisi Lexie, ketika melihat ada jejak darah di gaunnya, seketika dia panik, tanpa berpikir dia langsung menggendong Lexie dan bergegas keluar, berlari dua langkah kemudian dia dengan buru-buru berbalik dan bertanya pada penjaga toko, "Dimana ada tempat pengobatan?"


Penjaga toko itu bergegas menunjuk ke sisi kanan, "Jalan lurus ke depan, ada pusat pengobatan medis setelah melewati jalan ini!"


Zacky dengan panik, menatap gadis yang berpakaian merah muda itu dengan dingin, kemudian berlari ke arah pusat pengobatan medis dengan menggendong Lexie.


"Omong kosong apa yang kamu katakan, itu hanya tertabrak dengan pelan saja, apa yang bisaa tejadi? Dan lagi, dia sendiri yang menabrakkan diri, apa hubungannya denganku?" Gadis berpakaian merah muda dengan kejam melotot sekilas pada pelayannya.


Pelayan itu menundukkan kepalanya dan tidak berani bersuara, jelas-jelas Nona-nya ini yang menerjang masuk ke dalam toko, dan menabrak orang itu, kemampuan memutarbalikan fakta ini benar-benar... " Nona, apa kita ingin pergi mengikutinya untuk melihat?"


Gadis berpakaian merah muda itu ragu-ragu sejenak kemudian berkata: "Itu ... Lebih baik pergi untuk melihat. Jika tidak ada yang terjadi bukankah kita sia-sia kita khawatir? Nanti jika ibu bertanya, juga ada sesuatu yang kukatakan."


Wanita berpakaian merah muda itu kemudian membawa pelayannya menuju ke arah pusat pengobatan medis itu.

__ADS_1


Jarak dari pengobatan medis dari toko tidak jauh, tapi Zacky yang menggendong Lexie penuh dengan keringat, karena telapak tangannya sudah basah oleh keringat Lexie, saat ini wajah Lexie sudah amat sangat pucat.


"Tabib, tabib! Cepat periksa, dia Hami dan terluka." Zacky memasuki pusat pengobatan medis dan berteriak, tabib yang umurnya sudah melewati setengah abad itu segera meletakkan bahan obat, dan berjalan menghampiri.


Gadis berpakaian merah muda itu juga baru sampai di depan pintu, mendengar suara teriakan Zacky seketika dia terkejut hingga langkah kakinya terhenti, pelayan di belakangnya juga wajahnya menjadi pucat.


"Nona, dia berkata ... Nona itu sedang hamil ..." Pelayan itu sangat khawatir, bahkan perkataannya pun menjadi tergagap.


"Aku mendengarnya!" Gadis berpakaian merah muda itu marah, tapi hatinya juga merasa bersalah, jika benar-benar terjadi sesuatu dan kedua orang ini membuat masalah dengannya, dan di ketahui oleh ayahnya yang tegas itu, maka di tidak usah berpikir untuk keluar rumah dalam setengah tahun ke depan.


Tabib memeriksa denyut nadi Lexie, perlahan-lahan alisnya mengerut, ketika melepaskan tangannya wajahnya begitu tidak setuju, "Sudah tahu diri sendiri hamil, mengapa bisa begitu ceroboh? Ini bahkan sudah pendarahan, aku tidak tahu apa aku bisa mempertahankan anak ini, hanya bisa mencobanya."


Tabib meminta Zacky untuk menggendong Lexie ke aula belakang, membuka sebuah tirai penutup kemudian Zacky di hentikan di luar tirai, tabib itu baru kemudian mengeluarkan Jarum perak, dan mulai melakukan pengobatan pada Lexie.


Di luar tirai sepasang mata Zacky memetah, kemudian melihat dua wanita yang ketakutan di depan pintu, dengan marah melangkahkan kakinya dengan marah menarik kerah baju gadis berpakaian merah muda itu, menggertakan giginya dan berteriak: "Jika terjadi apa-apa paa adik seperguruanku, aku ingin kamu membayarnya dengan nyawa!"


"Aku, aku ... Dia, dia yang menabrakku ..." gadis berpakaian merah muda itu, masih belum selesai berbicara, sudah mendengar Zacky berteriak.


"Diam! Sampai sekarang masih memutarbalikkan fakta, aku ingin melihat kamu ini putri dari keluarga mana, bisa bersika begitu sombongnya!"


Wanita berpakaian merah muda itu sangat ketakutan, karena teriakannya, seketika langsung menangis, "Aku, aku, aku tidak sengaja ..."

__ADS_1


"Tuan cepat lepaskan nona kami, nona kami itu sebenarnya berhati lembut, tidak akan pernah menyakiti orang, tadi itu benar-benar tidak berhati-hati, kamu jangan menyakiti nona kami." Pelayan itu berkata sambil menangis.


Dalam satu waktu kedua wanita itu menangis, Zacky mengerutkan kening kemudian melepaskan, kerah gadis beroakaian merah muda itu, dengan wajah penuh kekhawatiran menatap ke arah tirai itu.


__ADS_2