
Melihat keterkejutan yang sulit disembunyikan dari raut wajahnya, Lexie tersenyum datar, menggelengkan kepalanya kemudian kembali berbaring, "Kak Dexter, aku ingin beristirahat."
Lexie tidak berharap memiliki seseorang yang berpikiran sama dengannya di jaman ini, jadi sudahlah ...
Dexter bisa mendengar bahwa Lexie sedang mengusirnya secara halus, jadi Dexter hanya berkata agar Lexie beristirahat baik-baik, kemudian meninggalkan kamar, sebelum pergi Dexter dengan hati-hati menutup pintu dan jendela untuk Lexie.
Lexie sudah tertidur seharian penuh, berbaring di ranjang juga tidak bisa tidur, melihat Dexter sudah pergi, Lexie baru bangun dan berjalan ke tepi jendela. Ketika Lexie membuka jendela dia melihat pemandangan yang indah sungai yang berkilau, Lexie tidak bisa mengingat, sudah berapa lama dia tidak menikmati pemandangan alam seperti ini dengan tenang.
Ada terlalu banyak kekhawatiran di hatinya yang membuatnya selalu merasa gelisah, kak Alvaro yang di bawa pergi oleh pemilik pavilliun Heaven, kak Zacky dan juga Ernie yang pergi ke negara Beiming, dan masih ada Lucas yang pergi belajar seni bela diri. Orang-orang yang secara perlahan ini menjadi keluarganya satu persatu meninggalkannya.
Pintu di ketuk, terdengar suara pelayan di luar pintu, Nona, tuan berkata kamu belum makan seharian jadi aku memerintahkan dapur untuk membuatkan bubur."
Lexie memang sedikit lapar, jadi dia berkata, "Masuklah."
Pelayan itu masuk dengan membawakan nampan kemudian meletakkan semangkuk bubur dan juga laut di meja, setelah meletakkannya pelayan itu dengan sopan undur diri.
Dexter adalah orang yang begitu perhatian, meskipun Lexie baru saja mengusirnya dengan halus, tapi Dexter masih ingat bahwa Lexie belum makan. Karena Dexter takut Lexie tidak memiliki nafsu makan jadi Dexter meminta pelayan untuk membawakan makanan pembuka.
Harus di katakan bahwa pria yang hangat seperti ini, jika wanita manapun sudah pasti akan terharu, tapi sayangnya ...
Lexie duduk dan mulai memakan buburnya, setelah berhari-hari melakukan perjalanan di luar, tiba-tiba bisa memakan semangkuk bubur seperti ini benar-benar sangat lezat. Setidaknya pada saat ini Lexie bersyukur dan dengan tulus berterima kasih.
Kapal terus berlayar menyusuri sungai, Lexie tinggal di dalam kapal selama beberapa hari, dia pernah bertanya pada Dexter kemana tujuan kapal ini, dan Dexter hanya mengatakan tujuannya adalah ke kota Phoenix.
__ADS_1
Pada saat itu wajah Lexie terpaku seketika, dia dengan tidak mudah bisa melarikan diri dari kota Phoenix tapi pada akhirnya dia kembali lagi, bukankah itu berati perjuangannya sia-sia?
Dexter tampaknya melihat kekhawatiran Lexie dan hanya mengatakan sepatah kata, "Tempat paling berbahaya adalah tempat yang paling aman, dan lagi masih ada aku."
Ada Dexter!
Itu artinya Dexter memiliki cara untuk menghindari dari mata dan telinga Victor.
Lexie akhirnya baru bisa sedikit lebih tenang, bisa menduduki di posisi perdana Mentri di usia yang masih muda dengan kekuatannya sendiri, terhadap kemampuan Dexter Lexie tidak pernah meragukannya.
Beberapa hari kemudian, kapal akhirnya mencapai daratan, tempat ini adalah sebuah kota kecil yang dekat dengan kota Phoenix. Dari kota kecil ini menuju ke kota Phoenix menggunakan jalur air hanya memerlukan waktu setengah hari, Lexie agak bingung mengapa mereka berlabuh di sini.
Dexter mengambil topi dan memakaikannya pada Lexie kemudian membawa Lexie dan salah seorang pelayan untuk turun dari kapal. Sebuah kereta kuda sudah menunggu di tepi pantai, mereka memasuki kereta kuda itu kemudian berjalan sekitar satu jam lebih dan memasuki sebuah hutan di dalam gunung. Jalur di hutan tidak mudah untuk di lalui, kereta kuda itu berguncang sepanjang jalan.
Beberapa hari yang lalu ketika Lexie melakukan perjalanan dia sama sekali tidak merasa lelah, tapi sekarang ketika Lexie sudah merasa aman malah seketika Lexie merasa semakin sensitif, dan bahkan perasaan mual di bawah kehamilan itu menjadi lebih jelas.
Tak satupun dari mereka berbicara, kereta kuda akhirnya berhenti dan Dexter membantu Lexie turun dari kereta kuda.
Ketika kereta kuda itu berhenti di rumah kecil di gunung, rumah kecil ini tersembunyi di antara hutan lebat dan tidak dapat di temukan jika tidak berjalan mendekatinya. Rumah kecil itu juga tidak seperti rumah penduduk desa biasa yang tinggal di sana. Halaman rumah itu tidak besar tapi terbuat dari bahan-bahan berkualitas yang di gunakan oleh orang-orang berada di kota Phoenix.
Dexter mengetuk pintu rumah dan tak lama kemudian seorang wanita tua datang untuk membuka pintu. Kaki wanita tua itu dalam kondisi tidak baik, dia terpincang ketika berjalan, ketika melihat Dexter berdiri di depan pintu, dia baru melonggarkan kewaspadaannya dan berkata: "Tuan."
"hmm." Dexter menanggapi sekilas dan membawa Lexie masuk ke dalam.
__ADS_1
Ketika memasuki rumah sudah bisa mencium aroma kuat ramuan obat, ad berbagai bahan yang terjemur di halaman. Wanita tua itu memimpin kedua orang itu melalui halaman menuju aula utama. Ada seorang pria paruh baya yang memakai topi tinggi sedang mengelilingi ramuan obat di atas meja, ketika dia mendongak dan menatap Dexter, dia kemudian kembali menundukkan kepalanya untuk berkosentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukannya.
Dexter berjalan mendekat dan melihat benda yang ada di tangannya, dan dengan bersukacita berkata: "Tuan Jason, akhirnya menemukan rumput rubah? Ini benar-benar langka."
Pria paruh baya yang di panggil Jason itu mengangguk, "Benarkan? Rumput rubah ini hanya di temukan di sekitar pegunungan kota Phoenix, dalam tiga tahun hanya tumbuh sedikit, ini sangat berguna untuk gejala penyumbatan darah. Aku berhasil menemukannya beberapa hari yang lalu dengan tidak mudah, tidak di sangka akan di rampas oleh seorang bocah busuk yang tiba-tiba muncul, tapi bocah itu juga tidak bernasib baik, dia terluka parah karena di setang oleh beberapa beruang hitam, tapi bocah itu sangat hebat, gigi beruang hitam itu bahkan tersangkut di celah-celah tulangnya, tapi dia masih bisa bertahan dan menarik gigi beruang hitam itu. Aku baru pertama kali melihat orang yang seperti itu! Tapi untungnya ada dia, kalau tidak ada harus memikirkan banyak cara untuk bisa mendapatkan rumput ini."
"Kenapa begitu?" Dexter kemudian duduk di bangku kosong di sebelahnya.
Tuan Jason kemudian berkata: "Kamu tidak tahu, rumput rubah ini baunya sangat manis, ini juga sangat membantu kesehatan beruang hitam. Beruang hitam sangat menyukainya tapi rumput ini tumbuh dengan begitu lamban. Kurasa beruang-beruang hitam itu sudah menikah rumput ini selama beberapa saat, bagaimana mungkin mereka rela di rampok orang lain seperti itu. Jika aku sendirian maka aku harus memikirkan cara untuk mendapatkan rumput ini."
Ketika mereka berbicara mereka tidak memperhatikan bahwa Lexie sedikit meremas pakaiannya dengan erat ketika mendengar perkataan mereka. Lexie memakai topi keduanya tidak melihat ekspresi terkejut di wajah Lexie.
Setelah mendengar penjelasan tuan Jason, Lexie menduga seharusnya bocah busuk yang di sebut tuan Jason ini adalah Daniel yang diselamatkannya karena terluka parah. Ternyata Daniel memasuki negara Nanyue hanya demi rumput rubah?
Setelah tuan Jason mengelilingi dan memasukannya ke dalam botol porselen, dia baru menatap Dexter dan baru menyadari keberadaan Lexie, "Hei, di sampingmu bertambah lagi satu wanita, apa Brenda saja belum ..."
"Tuan Jason kamu banyak bicara." Dexter memotongnya kemudian menoleh sambil tersenyum meminta maaf pada Lexie, "Tuan Jason suka membuat lelucon, jangan di ambil hati."
Lexie menggelengkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa, Dexter memiliki beberapa wanita itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lexie.
Tuan Jason menatap Dexter dengan makna yang dalam, "Ya, benar, aku masih ingin bercanda dengan anak ini tapi tidak kusangka dia begitu panik. Sudahlah, aku tidak akan berbicara sembarangan lagi, untuk apa kamu datang ke tempatku?"
"Aku datang ke sini, tentu saja untuk meminta bantuan tuan Jason." Dexter memberi hormat terlebih dulu pada tuan Jason, "Aku ingin meminta tuan Jason untuk menggantikan ku menjaga Lexie selama beberapa waktu."
__ADS_1