Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Wanita Yang Tidak Ingin Nyawanya


__ADS_3

Sejak hari itu, Lexie lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar untuk mempelajari pola gambar busur silang.


Hadi telah mengumpulkan semua barang yang dia inginkan, dengan bakatnya dalam mendesain senjata dia telah membuat beberapa bagian dari busur silang itu dalam waktu setengah bulan, meskipun bagian ini belum bisa di gunakan untuk membuat sebuah busur silang yang utuh, tapi sudah bisa melihat bentuk dasar dari busur silang itu.


"Nona Lexie." Hadi mengetuk pintu kamarnya, setelah mendapatkan persetujuan Lexie baru mendorong pintu untuk masuk, "Nona Lexie, kamu tidak keluar selama beberapa hari, hari ini ada perayaan di kuil luar kota, bahkan beberapa pelayan meluangkan waktu dan ingin melihatnya, jika kamu ingin pergi maka kamu dapat ikut."


Tentu saja Hadi juga akan mengikutinya, karena perintahnya Yang Mulia adalah selama Lexie keluar dari kediamannya maka Hadi harus mengikutinya kemanapun.


Lexie tidak tertarik pada perayaan kuil atau semacamnya, dia sedang mengotak-atik sebagian kecil bagian busur, ketika dia ingin menolak, tapi tiba-tiba dia teringat Lucas, Lexie sudah lebih dari setengah bulan belum melihat Lucas, anak itu pasti belum pernah melihat perayaan kuil.


Lexie berpikir kemudian berkata: "Baiklah, aku juga belum pernah melihat perayaan di kuil, kalau begitu pergi melihat-lihat saja. Tapi aku akan pergi mencari Yang Mulia terlebih dulu, ingin memperlihatkan bagian-bagian yang sudah berhasil kubuat."


Sambil berbicara, Lexie berdiri dan berjalan ke luar pintu, nada dan tampilannya sama sekali tidak menunjukkan kesedihan, malah seperti seorang gadis yang tidak berperasaan, mengambil bayi kecilnya untuk mendapatkan pengakuan dari orang dewasa.


Hadi yang melihatnya seperti itu, sedikit melamun, ini baru beberapa hari mengapa dia merasa nona Lexie ini menjadi agak berbeda dari sebelumnya? Tapi begini juga baik, nona Lexie yang sebelumnya sangat terlihat sedih dan murung, sikap seperti itu mana mungkin di sukai oleh orang lain, begini lebih bagus, sedikit lebih pemalu, sedikit lebih hidup, Yang Mulia pasti akan menyukainya bukan?


"Hadi, apa yang sedang kamu pikirkan? Cepat ikuti aku, apa kamu tidak ingin pergi bersamaku?" Lexie berbalik dan tersenyum padanya.


Hadi tertegun, menjawab sekilas kemudian buru-buru mengejarnya.


Di sekitar ruang kerja Raja Victor, selalu hening, karena hanya ada sedikit orang yang berani berteriak di sini.


Tapi ketika matahari sore terbenam, sosok orang berbaju ungu berjalan ke halaman ruang kerja dengan langkah ringan, sambil berjalan dia berteriak dengan gembira, "Yang Mulia, Yang Mulia, aku akan menunjukkan benda bagus untukmu!"


Para penjaga tadinya ingin menghalangi, tapi malah melihat Tuan mereka di dalam ruang kerja tidak mengatakan apapun, jadi mereka berpikir kemudian kembali ke tempat masing-masing.

__ADS_1


Lexie berhenti di dekat ruang kerja, berteriak ke arah dalam: "Yang Mulia, kamu keluar dan lihatlah, aku hanya seorang pelayan, tidak berani memasuki ruang kerjamu, jika tidak nantinya aku akan dikatai tidak punya aturan."


"Kamu berteriak seperti itu bukankah tidak memiliki aturan?" Suara Victor terdengar samar, kemudian melihat Victor membuka pintu ruang kerja dan keluar, "Benda apa yang ingin kamu perlihatkan hingga begitu bersemangat?"


Lexie seakan tidak menyadari pandangan mata dari para penjaga, mengangkat benda-benda kecil di tangannya, dengan bangga berkata: "Lihatlah aku sudah membuat modelnya, meskipun tidak lengkap tapi sudah memiliki 60-70 persen kesamaan."


Victor melihat ke arah tangan Lexie, dia melihat sebuah busur sebesar telapak tangan, berjalan mendekat, mengambilnya dan memandangnya sebentar, pandangan matanya sangat jelas menjadi lebih serius, "Benarkah ini kamu yang membuatnya?"


"Bagaimana? Aku hebat bukan?" Lexie mengulas senyumnya, Lexie tersenyum di bawah sinar matahari yang membuat semua orang terpana, sayangnya kegelapan di hatinya itu bahkan tidak terlihat sedikitpun.


Terkadang, hitam dan putih benar-benar terpisahkan hanya dengan satu garis saja, jiwa Lexie sudah sepenuhnya menghitam, menghitam hingga cukup baginya untuk menutupi dengan warna yang murni.


Victor tertegun sesaat kemudian berkata: "Hebat!"


"Tentu saja, masterku itu juga sangat hebat, sebagai muridnya, bagaimana mungkin aku tidak memiliki kemampuan." Menemukan alasan yang tepat untuk dirinya sendiri, Lexie dengan nakal mengedipkan mata pada Victor, "Yang Mulia, demi membuatmu bahagia, aku tidak keluar selama setengah bulan, lihatlah, sekarang aku telah membuat barang ini hingga selesai apa kamu tidak memberiku hadiah?"


Victor menatap senyum Lexie yang memikat, selama beberapa saat tidak bisa fokus, jika bisa dibilang, Victor untuk pertama kalinya melihat senyum Lexie yang begitu cerah, Victor mengulas senyum yang jarang dikeluarkannya, "Apa yang kamu inginkan?"


"Kudengar dari Hadi, ada perayaan di kuil, aku, aku ingin ... Aku ingin Yang Mulia menemaniku untuk berjalan-jalan di perayaan kuil." Lexie dengan manja memeluk pinggang Victor, gerakan seperti itu, segera tertangkap oleh penglihatan Hadi dan juga para pelayan yang bersembunyi di kegelapan, mereka bahkan mengambil nafas dingin.


Wanita yang berani! Di siang bolong begini, dia dengan terang-terangan memeluk pinggang Yang Mulia! Ini, dia benar-benar tidak menginginkan nyawanya!


Ada beberapa penjaga bahkan sudah bertaruh, mereka bertaruh, cara apa yang di gunakan Yang Mulia untuk membuang wanita tak tahu malu ini keluar dari halaman.


Tapi, hasilnya malah mengejutkan mereka.

__ADS_1


Mereka melihat Victor hanya sedikit mengernyit, kemudian tidak hanya tidak membuang Lexie keluar tapi malah dengan dingin menatap ke sekeliling orang-orang yang berada di kegelapan.


Otot-otot di wajah Hadi berkedut, bergegas membalikan punggung, para penjaga kegelapan juga mencoba memperkecil aura keberadaan mereka, beberapa dari mereka bahkan menutup mata mereka.


Meskipun Lexie tidak mengerti seni bela diri dan tidak bisa merasakan para penjaga itu, tapi Lexie pintar, mana mungkin dia tidak akan mengerti bahwa pasti ada banyak mata yang sedang melihat di dalam kegelapan.


Tapi, Lexie pura-pura tidak tahu apa-apa, masih dengan manja memeluk pinggang Victor, "Yang Mulia, aku tidak keluar sampai setenga bulan demi menyenangkanmu, alasan sekecil ini, apa kamu tidak setuju?"


Ketika para penjaga kegelapan mendengar kalimat ini, mereka semua menggila, mereka telah mengikuti Victor begitu lama, jangankan menemani wanita berjalan-jalan ke perayaan kuil, hal yang membuang-buang waktu dan energi seperti itu, bahkan itu sudah merupakan hal yang tidak mungkin bagi Victor untuk mentolerir sifat manja seorang wanita, wanita ini, benar-benar bernyali besar, benar-benar berani berbicara!


Hadi dan para penjaga yang lain salut pada keberanian Lexie!


Dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah perkataan dari Victor, setelah beberapa saat, ketika mereka berpikir bahwa Victor akhirnya sudah akan mengamuk karena sudah tidak sabar lagi, tapi Victor malah mengatakan sepatah kata, "Oke!"


Oke?


Apa mereka salah dengar?


Raja Victor benar-benar menyetujui permintaan wanita ini?


Ada seorang penjaga yang mungkin karena terlalu terkejut, bahkan sampai terjatuh dari atap, suara pinggulnya yang terbanting ke tanah suaranya sangat jelas.


Kemudian detik berikutnya, ketika penjaga itu belum bereaksi, mereka melihat Victor melambaikan tangannya, kemudian penjaga itu terbang keluar.


Semua orang di kegelapan saling berpandangan satu sama lain, bahkan tidak ada yang berani menarik nafas kencang.

__ADS_1


__ADS_2