
Menghadapi Victor yang acuh, senyum di wajah Yessika kaku untuk sesaat, tapi itu hanya sesaat dan kemudian Yessika mengubahnya dengan ekspresi lembut, "Yang Mulia, hari ini adalah festival pertengahan musim gugur, merupakan hari para keluarga untuk berkumpul, aku sudah tidak bertemu dengan Yang Mulia selama lebih dari sebulan, jadi ..."
Victor menoleh dan menatapnya sekilas dengan dingin, memandang Yessika menilai dari atas hingga bawah, kemudian berkata dengan dingin, "Jdi kamu berpakaian seperti ini, dan datang untuk menemuiku? Kamu adalah seorang permaisuri tapi gaya berpakaianmu tidak lebih baik dari wanita di rumah bordil, kenapa, apa kamu sudah memutuskan untuk mempermalukan istanaku ini?"
"Yang Mulia, aku hanya ..." Yessika merasa sedih, bukankah dia berpakaian seperti ini demi mendapatkan perhatian Victor? Yessika berpikir jika di bandingkan dengan wanita di luaran sana, parasnya ini tidaklah buruk, tubuhnya ini juga tidak buruk, mengapa Victor bisa menginginkan wanita lain, tapi malah menolak untuk menyentuhnya?
"Pergi!" Victor sama sekali tidak membiarkan Yessika menyelesaikan perkataannya, Victor menarik kembali perkataannya, Victor menarik kembali pandangannya dan meminum anggur yang ada di dalam botol.
Yessika bersedih dan menangis, tapi dia masih tidak menyerah, dia meletakkan keranjang itu di atas meja batu dan kemudian mulai membuka sabuknya. Yessika memang memakai pakaian yang sedikit jadi ketika dia membuka ikatan sabuk pakaian sutranya, pakaian itu langsung merosot dari bahunya dan langsung memperlihatkan tubuhnya itu.
Yessika tidak peduli, Victor menatapnya atau tidak, dia mengangkat tangannya dan merangkul leher Victor, kemudian tubuh lembut itu duduk di pangkuan Victor, "Yang Mulia, beberapa hati yang lalu aku pergi ke istana, dan ratu kembali bertanya mengenai persoalan anak, kamu adalah adik kandung satu-satunya dari Kaisar, Kaisar sangat peduli akan keturunanmu."
Yessika sudah menikah lebih dari setengah tahun tapi masih tidak ada berita akan kehamilannya, kedua orang di istana itu cemas, belum lagi dari pihak keluarga Yessika. Ibunya bahkan mengumpulkan semua jenis obat tradisional dan memberikannya pada Yessika setiap harinya hanya untuk mememungkinkan dirinya mengandung keturunan raja Victor.
Tapi Yessika tidak berani memberitahu siapapun bahwa pria ini sama sekali belum menyentuh tubuhnya sejak dirinya menikah dengan Victor. Yessika masih perawan, dirinya mana bisa memiliki seorang anak sendirian? Kedua orang di istana itu sudah mengisyaratkan, dengan sangat jelas jika masih tidak ada berita dari perutnya itu maka mereka akan memilih beberapa gadis dari keluarga berada untuk masuk ke istana Victor.
__ADS_1
Dia adalah permaisuri sah Victor, jika membiarkan wanita-wanita itu hamil lebih dulu, maka pewaris di istana ini di kemudian hari tidak harus adalah anaknya. Dalam masyarakatnya seoang ibu bergantung pada anak dan Yessika tidak memiliki anak dia bisa membayangkan kehidupan masa depannya di istana ini di kemudian hari. Jadi, Yessika sudah tidak bisa menunggu lagi.
Ketika Yessika berbicara, dia mendekati telinga Victor dan menghembuskan nafasnya demi membangkitkan gairah Victor, Yessika bahkan diam-diam mengundang orang veteran untuk mengajarinya mengenai tekniknya, meskipun Yessika merasa sangat malu tapi dia masih melakukannya.
Sayangnya ketika Yessika mendekat, raut wajah Victor benar-benar sudah sangat menggelap, sebelum Yessika tersadar Victor sudah mendorongnya menjauh.
Yessika terjatuh di tanah dengan begitu menyedihkan dan memandang Victor dengan tatapan tidak percaya, bukankah pria menyukai godaan seperti ini? Orang itu mengatakan dengan sangat jelas bahwa tidak ada pria yang bisa menghadapi godaan wanita.
"Yessika, dirimu sebagai permaisuri dari kediamanku ini bisa melakukan hal memalukan seperti ini, benar-benar membuatku kecewa! Pergi! Jangan membuatku untuk mengatakan kedua kalinya!" Victor berdiri sambil memegang botol anggur, dan dengan langkah terhuyung dia meninggalkan taman.
Yessika benci dan menumpahkan semua kesalahannya pada Lexie, dia bahkan diam-diam bersumpah jika dia bertemu Lexie maka dia akan memotong daging Lexie dan membuatnya menderita!
Kecemburuan wanita adalah racun yang paling mengerikan di dunia sejak jaman kuno.
Pada tanggal 23 bulan agustus, selir yang paling di sayang di istana kerajaan akhirnya melahirkan seorang keturunan, Kaisar sudah hampir berusia 30 tahun dan masih belum memiliki keturunan, mendengar tabib mengatakan bahwa Kaisar memiliki penyakit hingga kemungkinnan memiliki keturunan sangat kecil, jadi kemunculan anak ini bagi Kaisar adalah sebuah mukjizat.
__ADS_1
Sayangnya yang dilahirkan adalah seorang putri bukan seorang pangeran, jika tidak maka negara ini sudah mempunyai penerus. Namun, bahkan walaupun itu seorang putri kecil, itu sudah cukup membuat Kaisar bahagia, jadi Kaisar memberi titah untuk membagikan permen tanda bahagia atas kelahiran putri ini pada seluruh rakyatnya.
Meskipun hanya memberikan permen, tapi itu bukanlah tugas yang mudah bagi para bawahannya itu, karena ini adalah titah Kaisar jelas tidak ada yang berani melanggarnya, jadi semua orang di kirim untuk membagikan permen itu, ada perintah dari atasannya bahwa harus memastikan semua rakyat mendapatkannya dan tidak boleh ada satu orang pun yang terlewat. Bahkan mereka juga harus pergi ke tempat-tempat terpencil untuk membagikan kebahagiaan ini.
Para bawahan yang memiliki hubungan lebih baik dengan para tuan ditugaskan ke beberapa kota yang sudah lebih makmur, dan mereka yang memiliki hubungan yang tidak begitu baik akan di tugaskan di kota-kota dan desa-desa terpencil.
Dino dan Beni adalah pengawal yang mengalami nasib buruk itu, karena mereka pernah pernah menyinggung atasan mereka sebelumnya jadi mereka di tugaskan ke hutan gunung paling terpencil.
"Menurutmu apa di hutan belantara ini ada orang yang tinggal di sana? Apa orang yang di ibukota itu membohongi kita?" Beni memakai pakaian pengawal dan membawa botol di pinggangnya, membawa tas di punggungnya dan pedang di gunakannya sebagaj tongkat untuk berjalan. Dia berjalan di lereng gunung dengan bersandar ke pedangnya itu, sambil terengah-engah, "Lihatlah hutan tua di pegunungan ini, tidak seperti ada orang yang tinggal di sini."
"Apa orang itu berani membohongi kita? Apa dia sudah tidak ingin hidup? Siapa suruh kita tidak sengaja menyinggung keponakan dari istri majikan kita? Apa kamu tidak bisa melihat bawa tuan sengaja menghukum kita berdua? Sudahlah, cepat cari dan bawa orang itu kembali ke pos untuk mengambil permen, dengan begitu tugas kita selesai." Dino juga duduk di tanah dan mulai beristirahat.
"Tentu saja aku tahu, apa kamu pikir aku ini bodoh? Biasanya hanya perlu membagikan permen dari rumah, tapi kali ini kita di suruh membawa orang kembali ke pos untuk menerima permen, ini sangat jelas tidak percaya bahwa kita akan memasuki gunung untuk membagika permen itu. Aku sangat kesal ketika memikirkannya, bukankah itu hanya keponakannya saja? Perlukah bersikap seperti ini pada kita?" Beni meminum airnya untuk merendahkan amarahnya.
Dino menggelengkan kepalanya, "Sudahlah, siapa suruh wanita itu sedang hamil. Wanita yang sedang hamil memang sangat manja."
__ADS_1
Ketika mereka berdua berbicara mereka mendengar suara langkah kaki dari kejauhan, keduannya saling memandang dan membeku, mereka melihat seorang wanita sedang hamil besar sedang menggandeng seorang anak laki-laki dan berjalan ke arah mereka, bocah itu membawa keranjang bambu di punggungnya, sepertinya suasana hatinya sedang baik melompat bahagia sambil berjalan.