
Dia mengucapkan mainan terus menerus, itu seperti pisau tajam yang dengan kejam menusuk di hati Lexie, Lexie berusaha keras untuk menyenangkannya, mungkin di matanya dia hanya sedang menonton hewan peliharaanya memainkan trik, karena Victor percaya bahwa itu tidak akan pernah memiliki pengaruh padanya, jadi dia akan membiarkannya begitu saja.
Victor menundukkan kepalanya dan mencium bibir merah Lexie, bibir yang hangat saling menyentuh satu sama lain, ketika Lexie masih tidak merespon, Victor sudah mundur.
Setelah Victor pergi Lexie tidak bergegas pergi, tapi berdiri terpaku di bawah pohon plum untuk sekian lama, sangat amat lama.
Malam itu, Lexie tidur dengan sangat tidak tenang, sampai keesokan harinya Morgan datang untuk memberitahunya bahwa sudah harus kembali ke kediaman Victor, Lexie batu bangkit dari ranjang dengan kantung mata hitam di matanya.
Kemarin malam hujan, ada pelangi di pagi hari ini, orang-orang percaya yang tinggal di kuil Budha begitu bersemangat karena pelangi ini, beberapa orang muda sudah berkumpul di pagi hari, mengatakan bahwa mereka ingin mengejar pelangi.
Ketika Lexie sedang bersiap untuk meninggalkan kuil Budha, orang-orang itu bersiap untuk pergi, Victor menatapnya dengan samar dan bertanya padanya: "Ingin pergi melihatnya?"
Lexie terpaku, tidak menyangka victor akan bertanya pada dirinya, memikirkannya kemudian Lexie menggelengkan kepalanya, "Tidak, lebih baik aku kembali dan mempelajari pekerjaanku." Setelah melewati tadi malam, Lexie tidak memiliki minat untuk bermain lagi, jika permainan itu sudah tidak ada artinya, untuk apa juga dia membuang-buang waktu.
Victor mengangguk dan memerintahkan Morgan untuk memulai perjalanan.
Jalan gunung tidak mudah untuk mereka lalui, hanya bisa menunggang kuda, Morgan membawa Lucas, Victor membawa Lexie, kecepatan turun gunung berkali lipat lebih cepat dibandingkan ketika naik gunung.
Tidak sampai setengah hari mereka sudah kembali ke kota Phoenix, di gerbang kota, Victor menurunkan Lexie, meminta Morgan membawa kedua orang itu kembali kediamannya, kemudian Victor menunggang kuda sendirian di atas kuda.
Lexie memandangi sosok kepergian Victor, tidak bisa menahan tawa sinisnya, begitu di depan orang, dia kembali menjadi raja Victor yang terhormat itu, terkadang Lexie merasa bahwa pria terkadang terlalu konyol, ketika melakukan persetubuhan, pria benar-benar memuja hingga ke langit, tapi begitu pagi tiba, kembali berpura-pura seakan menjadi orang lain.
__ADS_1
Lexie apa sekarang mirip dengan seorang kekasih gelap yang di sembunyikan? Tidak peduli bagaimana pun tidak akan bisa di perlihatkan di depan orang lain.
"Nona Lexie, ayo kita pergi." Karena hanya ada satu kuda yang tersisa, Morgan juga turun dari kuda dan berjalan kaki.
Lexie menggandeng tangan Lucas dan mengangguk pada Morgan.
Ketiganya berjalan menuju ke arah kediaman Victor, ketika sudah akan tiba di kediaman Victor, mereka melihat sekumpulan orang yang berbaris rapi di depan mereka, kuda yang memimpin di depan di naiki oleh seorang Kasim, rombongan ini berasal dari istana, sepertinya juga menuju ke arah kediaman Victor.
"Kudengar ini adalah pernikahan yang di tunjuk oleh Kaisar, kali ini, nona besar Yessika memberikan kontribusi besar pada negara Beiming, kemarin secara pribadi dia memintanya pada Kaisar."
"Ah? Seorang putri besar meminta untuk dinikahkan? Ini, ini terlalu ..."
"Ya, tapi mengenai nona Yessika menyukai Raja Victor itu sudah di ketahui seluruh kota, kali ini, jika tidak mengambil kesempatan untuk memintanya, sepertinya posisi sebagai istri raja Victor tidak akan bisa di dudukinya. Bulan depan merupakan acara besar memilih gadis yang diadakan dalam tiga tahun sekali, Kaisar juga akan melihat mana yang cocok untuk Raja Victor dan memilih untuknya satu atau dua gadis."
Beberapa orang sedang mendiskusikan masalah ini, mendengar perkataanya, salah satunya mungkin merupakan kerabat dari penjaga istana, berita itu terdengar dari istana. Terhadap gosip seperti itu penyebarannya juga pasti sangat jelas.
Lexie dan Morgan saling berpandangan, Morgan tersenyum canggung dan tidak berbicara, Lexie sudah mengerti bahwa berita ini mereka sudah mengetahuinya dari awal.
"Nona Lexie, Yang Mulia sudah mencapai usia menikah, jadi ..." Morgan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak menemukan alasan yang cocok.
"Tidak apa-apa. Aku hanyalah pelayan yang menghangatkan ranjang saja, mengenai pernikahan Yang Mulia itu aku tidak memiliki hak untuk membicarakannya." Lexie tersenyum dengan enggan, Lexie tidak mencintainya, jadi dia tidak keberatan, tapi hatinya memiliki perasaan tertentu, tidak ada cinta, tapi hanya merasa seorang pria benar-benar membuat pilihan yang begitu jelas akan kebutuhan tubuh dan juga istri.
__ADS_1
Lucas malah menggenggam tangan Lexie, matanya di penuhi dengan kebencian yang sangat kuat, Lexie terkejut, bergegas menarik Lucas ke dekatnya sebelum Morgan menyadarinya, Lucas tersadar, bergegas menundukkan kepalanya dan menyembunyikan kebencian di matanya.
Lexie tidak peduli, sungguh.
Lexie menghela nafas, menggandeng Lucas dan lanjut berjalan kearah kediaman Victor.
Saat ini di kediaman keluarga Yessika, Jayden menunjuk putrinya yang sedang berlutut di hadapannya hingga tidak dapat berbicara, di sebelahnya, istrinya buru-buru memberikan secangkir teh panas.
Jayden meminum teh panas, untuk merendahkan rasa sesak di dadanya, menunjuk ke arah Yessika dan berteriak: "Tidak tahu malu! Bagaimana aku bisa melahirkan seorang putri yang tidak tahu malu seperti dirimu ini? Kamu tahu bahwa orang-orang sekarang bergunjing mengenai keluarga kita? Aku adalah seorang kepala, tapi malah melahirkan seorang anak perempuan yang tidak mengerti etika dan rasa malu, kamu benar-benar merusak reputasi keluarga yang sudah berusia berabad-abad!"
"Ayah, aku tahu salah, tapi ... Aku tidak menyesalinya!" Yessika membenturkan kepalanya dengan keras dan berkata: "Bulan depan di istana akan di adakan pemilihan, pada saat itu aku akan di nikahkan pada siapa, siapa juga yang akan di nikahkan dengan raja Victor, tidak ada yang tahu, jika aku tidak mengambil kesempatan ini untuk memintanya pada Kaisar, maka aku akan kehilangan kesempatan!"
"Pria pecinta wanita seperti raja Victor, apa bagusnya?" Jayden marah hingga wajahnya memerah, "Dan lagi kekuasaan raja Victor itu liar, sejak awal dia sudah memiliki kekuatan tingginya sendiri yang mengkhawatirkan pada saat ini, kamu malah ingin mengikat keluarga kita padanya, bukankah ini sama saja mendorong keluarga kita masuk ke dalam lubang api! Jika keluarga kita hancur di tanganmu, lihatlah aku akan membunuhmu secara langsung!"
Jayden makin bicara makin emosional, ini yang paling dia khawatirkan.
Sekarang kekuasaan Kaisar lemah, kepala pengadilan di pimpin olehnya, komandan milliter di pimping oleh Wesly, di tambah dengan kekuatan raja Victor yang sangat besar, dapat di katakan bahwa itu di pertahankan dalam keadaan seimbang, jika keluarganya dan raja Victor terikat pernikahan, maka itu akan merusak keseimbangan ini, pada saat itu seperti apa jenis kekacauan yang akan muncul, tidak ada yang bisa menjamin.
"Ayah, raja Victor memiliki tentara, kita juga memilikinya, jika di gabung bukankah akan lebih baik? Dan lagi kamu juga mendapatkan seorang menantu yang kuat, bukankah itu lebih baik di bandingkan dengan menantu yang tidak berguna, pada saat kekuatan kita lemah, maka tidak akan kehilangan kekuasaan. Di zaman sekarang siapa yang tidak menginginkan dirinya lebih kuat, tapi ayah malah takut menjadi lebih kuat. Ayah, sejak kapan dirimu berubk menjadi begitu pengecut dalam melakukan hal?"
Yessika mendongak dan mengatakan perkataan itu dengan keras.
__ADS_1
Jayden hanya memandangi putrinya, tatapan ini, membuat hatinya tiba-tiba terpaku, sepertinya ambisi putri bahkan jauh lebih besar dibandingkan dirinya.