Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Kemampuan Yang Terbongkar


__ADS_3

Lexie tidak tahu di mananya yang salah, ketika dia mengajukan pertanyaan ini, suhu di sekitarnya turun beberapa derajat dalam sekejab, dan lagi Victor yang sedari tadi tersenyum juga menarik senyumnya, sepasang mata menatap lekat pada Lexie.


"Apakah ada masalah atau tidak dengan tubuhku, sepertinya kamu masih perlu membuktikannya sekali lagi?"


"Hei ..." Lexie terpaku, wajahnya memerah secara tidak wajar seketika, sebagai wanita dewasa, mustahil untuk berpura-pura bahwa dia tidak bisa memahami maksud dari perkataan Victor.


Victor mendengus dingin, langsung menekan Lexie di bawah tubuhnya di atas tanah, sama sekali tidak menunggu Lexie bereaksi, tangan Victor kembali melepas celana Lexie.


Kali ini Victor tidak seperti sebelumnya, seakan ini seperti hukuman, gerakannya sangat kasar, begitu liar dan kejam.


Langit benar-benar sudah gelap.


Ketika sinar cahaya terakhir sudah hilang, Victor akhirnya bangkit dari atas tubuh Lexie, kemudian Victor masih adalah Victor, bahkan pakaian di tubuhnya tidak berantakan, sebaliknya Lexie, lebam yang mengerikan di tubuhnya terlihat di kulit yang terekspos, untungnya ini sudah malam, rasa malunya di tutupi sepenuhnya.


"Nona Lexie! Nona Lexie!"


Kabut sudah hilang, ada api samar yang terlihat di kejauhan, ada seseorang yang meneriakkan namanya di kejauhan.


Lexie bergegas bangkit, buru-buru merapikan dirinya, dan Victor memungut topeng kulit manusia di tanah, dalam sekejab mata, dia kembali menjadi Martin.


"Topeng kulit manusiamu ini, benar-benar lumayan." Lexie benar-benar terkejut dengan teknik topeng ini, Lexie bahkan tidak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangan dan menyentuh wajahnya, Victor mengerutkan kening tapi tidak menghentikan tangan Lexie.


Perasaan hangat menyebar dari ujung jari ke tengah jantung, Lexie menjadi semakin terkejut, kulit ini ketika di sentuh benar-benar seperti kulit manusia nyata, teknologi seperti apa yang bisa membuat topeng seperti ini.


"Penasaran bagaimana topeng ini dibuat?" Victor menarik sudut bibirnya, seperti bisa menebak semua yang Lexie pikirkan dalam hatinya, melihat Lexie menganggukkan kepala, Victor mendengus sekilas, " Kamu tidak akan mau mendengarnya."


Setelah mengucapkan kalimat ini, Victor tidak lagi mengatakan apa-apa, tapi raut wajah Lexie telah berubah, sama sekali tidak berani bertanya lagi, sudah ada dugaan yang berani di dalam hatinya, hanya saja dugaan itu terlalu mengerikan, jadi Lexie tidak berani membuktikannya, ketika Lexie kembali melihat topeng diwajah Victor, Lexie merasa jijik tanpa alasan.


"Nona Lexie!" Suara teriakan itu semakin dekat.


Lexie kembali tersadar, bahwa itu adalah suara pria berbaju hitam, jadi Lexie segera menjawab,"Aku disini!"


Dalam sehari, pria berbaju hitam ini mencarinya 2 kali, sejujurnya bahkan jika itu tugasnya, Lexie sangat berterima kasih.


Mendengar jawaban Lexie, langkah orang di kejauhan itu menjadi sedikit lebih cepat, dalam sekejab ada selusin orang yang memegang obor sambil berjalan ke arah Lexie.

__ADS_1


Setelah mendekat, pria berbaju hitam yang membawa obor mendekat ke arah Lexie, memastikan bahwa Lexie bersama dengan Martin, dia menghela nafas lega, "Aku akhirnya menemukan kalian! Nona Lexie, kalian baik-baik saja kan?"


Orang itu masih bersemangat, tubuhnya masih memakai pakaian yang penuh dengan bekas darah, sangat jelas bahkan setelah melewati kesulitan dia bergegas membawa orang untuk mencarinya.


"Ya, apa para serigala itu telah pergi?" Tanya Lexie.


"Semua sudah pergi, mereka berlari begitu cepat, setelah kami keluar dari kesulitan, kami bergegas kembali ke pavilliun Heaven dan meminta bantuan orang lain, jika mereka berlari sedikit lebih lambat, maka jangan harap mereka bisa pergi." Ketika pria berbaju hitam itu berbicara, wajahnya penuh percaya diri, tampaknya sangat yakin terhadap kekuatan pavilliun Heaven.


Lexie tidak perlu penasaran, ketika dia melihat busur yang di pegang di tangan lebih dari selusin orang, Lexie mengerti bahwa semua itu adalah busur silang, kekuatan dan ketepatannya merupakan salah satu yang terbaik, bahkan jika orang biasa yang memakai busur silang itu maka akan segera berubah menjadi prajurit elit.


Tidak heran Victor bisa secara pribadi berpura-pura bisa bercampur ke dalam pavilliun Heaven, peralatan umum pavilliun Heaven saja sudah merupakan busur silang, jika senjata canggih itu didapatkan, di khawatirkan kekuatan Victor akan semakin meningkat bukan?


Lexie masih berpikir macam-macam, kemudian dia melihat pria berbaju hitam itu berjalan ke sisi Martin, "Saudara Martin, untunglah kali ini ada penyelamatan dirimu, aku sudah melaporkan pada pemilik, pemilik berkata bahwa dia ingin berkata denganmu, aku akan membawamu menemuinya ketika memasuki pavilliun Heaven."


"Baik." Victor hanya mengucapkan sepatah kata dengan datar, tanpa ada rasa antusiasme yang berlebihan, dan juga tidak terlalu tidak peduli, kemampuannya sudah terekspos, jika dia berpura-pura lemah dan merendah, maka hanya akan lebih mencurigakan.


"Ngomong-ngomong saudara Martin, dari mana kamu belajar seni bela diri seperti ini? Aku, Simon baru pertama kali melihat bela diri seperti itu!" Ternyata pria berbaju hitam itu bernama Simon, pandangan matanya yang menatap Victor sudah berubah menjadi tatapan kagum.


Terhadap pandangan kagum seperti ini, Victor tidak terlalu merasakannya, hanya berkata dengan datar, "Ada seorang guru yang terkenal, tapi guruku tidak suka di perhatikan oleh orang, jadi dia melarangku untuk tidak mengatakannya."


Uh ... Baiklah, alasan ini selalu manjur untuk di gunakan.


"Ah, ternyata begitu, kau begitu aku tidak akan bertanya tentang hal itu lagi." Simon juga adalah orang yang lugas, tidak akan menyulitkan orang, dia kemudian menjelaskan masalah tentang penyaringan murid ini pada Lexie dan Victor.


Dia berkata sambil menggelengkan kepalanya dengan penyesalan, mengatakan bahwa dua pengrajin yang memiliki kualifikasi pengrajin perak itu, memiliki nasib buruk dan terbunuh oleh serigala darah, sisa tim yang lainnya ada yang meninggal dan melarikan diri, pada akhirnya hanya ada dua orang yang melintasi kabut tebal dan mencapai lokasi yang di tentukan.


Pavilliun Heaven tidak merekrut murid dalam setahun, melainkan beberapa tahun, jadi setiap kali pasti ingin menemukan beberapa orang yang benar-benar berguna, tapi tahun ini ...


Simon terus menghela nafas, membuat orang di belakangnya juga hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya tiba di pintu keluar hutan, berjalan keluar dari hutan, kemudian kembali berjalan


ke depan sudah melihat sebuah lembah besar, struktur lembah itu seperti garis langit, tapi jauh lebih luas dari pada garis pertama, di malam hari masih sangat terlihat jelas teror di antara dua puncak gunung.


Di tengah lembah ada bangunan tinggi dan rendah, baru saja memasuki malam, hampir semua bangunan sudah diterangi oleh lentera, jadi ketika di lihat cukup romantis dan hangat.

__ADS_1


"Di sini sangat indah." Lexie tidak bisa tidak memuji.


"Ya, lihatlah warna senada dari lentera-lentera itu, semuanya di buat secara pribadi oleh pavilliun Heaven." Simon berkata sambil tersenyum.


Lexie terpaku, tidak menyangka orang yang tampak membosankan seperti Kevin memiliki pemikiran yang begitu indah. "Pemilik pavilliun Heaven suka membuat ini semua?"


Simon yang melihat Lexie bertanya, tanpa sadar mengerutkan kening, kemudian kembali tertawa: "Tidak juga, hanya saja ketika nyonya besar masih ada, pemilik membuatnya untuk mendapatkan rasa senang dari nyonya besar, saat itu pemilik baru berusia 10 tahun, merupakan umur sedang memberontak, jadi, tentu memiliki maksud membuat semua ini. Kemudian ketika nyonya besar pergi, pemilik sudah tidak memperhatikan tentang hal-hal ini, terfokus pada ketrampilan, hingga dapat menjadi pemimpin generasi muda dari pavilliun Heaven."


"Oh ..." Lexie hanya mengajukan pertanyaan ini dengan asal, tapi Simon malah mengatakan begitu banak tentang Kevin, apa maksudnya?


"Pemilik sudah beryahun-tahun tidak merekomendasikan siapapun untuk masuk ke pintu dalam, kali ini secara pribadi menuliskan surat rekomendasi, sepertinya hubungan nona Lexie dan pemilik sudah benar-benar sangat baik, jadi aku baru mengatakan beberapa patah kata lebih banyak, nona Lexie tidak merasa bosan bukan?"


Lexie memandang sekilas pada Simon yang canggung, merasa bahwa apa yang ingin dia tanyakan bukanlah apakah Lexie merasa bosan atau tidak, tapi ingin jika suatu hari Lexie benar-benar berhasil, maka bisakah Lexie merawatnya, lagipula bisa di bilang tindakannya itu membantu.


"Aku yang merasa sedikit bosan." Victor menguap, tidak memberi Lexie kesempatan untuk menjawab pertanyaan, tapi langsung mengambil alih kata-kata Simon.


Simon mendengarkan kemudian bergegas melangkah lebih cepat, "Lihatlah aku ini, bahkan aku lupa jika ini sudah larut, seharian di hutan hari ini, sudah pasti lelah. Ayo pergi, aku akan membawa kalian untuk membersihkan diri!"


Simon mengatakan akan membawa mereka untuk membersihkan diri, tapi tidak mengatakan membawa mereka untuk beristirahat.


Bahkan Lexie bisa mendengar arti dari kata-kaanya, apa lagi Victor, hanya saja apa pemilik pavilliun ini benar-benar tidak sabar ingin bertemu mereka?


Simon dengan cepat membawa mereka datang ke tengah gedung-gedung itu, dari kejauhan terlihat seperti gedung tinggi rendah, ketika melihat dari dekat baru menyadari, ternyata ada jalan kecil satu demi satu yang saling berhubungan dengan acak yang wmbentuknya, itu tidak seperti pavilliun Heaven yang tersembunyi, tapi seperti desa pada umumnya.


Semakin berjalan ke dalam, semakin mewah dan indah rumahnya, ini baru memasuki malam, lentera di kedua sisi jalan sudah menyala terang, tapi di sini bukanlah jalan, toko-toko di kedua sisi juga tidak menjual barang, tapi hanyalah arena saja.


Simon membawa keduanya ke sebuah bangunan kayu di ujung jalan, bangunan kayu itu di dekorasi dengan indah, dekorasi halus terukir dimana-mana, dan lagi porselen di dalamnya, semuanya adalah produk terbaik dari tempat tembikar terbaik.


Porselen seperti ini, tidak diizinkan beredar secara pribadi di pasar, jadi hanya bisa di berikan pada orang-otang yang punya status tinggi, jika benda-benda ini di tempatkan di sini, maka tidak ada yang berani menganggap pavilliun Heaven tempat pembuatan senjata umum.


"Agus, siapkan dua kamar terbaik untuk nona Lexie dan tuan Martin, siapkan juga makanan dan air panas." Simon memasuki rumah, kemudian bergegas memerintahkan pelayan yang menunggu di depan pintu masuk.


"Kak Simon, bukankah kamu baru saja mengirim orang untuk memberitahu lebih awal? Sebentar lagi, makanan dan air panas sudah siap, kedua tamu sudah dapat langsung masuk." Agus adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengurus rumah ini, rumah ini di gunakan untuk menerima tamu di pavilliun Heaven, pada dasarnya, setiap kali tamu di bawa oleh Simon, jadi keduanya sudah sangat akrab, dan sudah tidak segan lagi ketika berbicara.


Simon mengangguk, "Kamu ini memang tanggap." Agus terkekeh, tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke arah Lexie, "Mungkin ini adalah calon nyonya pemilik pavilliun, mana mungkin aku tidak menyiapkan ini dengan sepenuh hati?"

__ADS_1


Salah satu perkataanya membuat Simon tertawa canggung untuk sementara waktu, "Bahkan kamu pun mengetahuinya?"


Agus memuat bola matanya, "Kamu berteriak hari ini ketika kembali dan mengatakan bahwa gadis yang di rekomendasikan pemilik hilang, membawa sekelompok orang pergi untuk mencarinya, bahkan semua orang dapat mendengarnya bukan begitu?"


__ADS_2