
Malam di pegunungan sepertinya datang lebih cepat di bandingkan di tempat lain, mungkin karena hutan yang lebat dan padat menghalangi matahari, bahkan sisa-sisa cahaya matahari yang terbenam sepenuhnya di blokir di luar hutan.
Hidangan makan malam di pegunungan ini begitu banyak, Lexie tidak tahu apa itu karena ada Dexter, singkatnya ada lebih dari puluhan hidangan di atas meja persegi kecil ini.
Tuan dan pelayan tidak boleh duduk di meja yang sama, jadi pelayan Dexter duduk dengan wanita tua itu dan Nolan di meja lainnya, Lexie melirik sekilas, meskipun mejanya berbeda tapi hidangan di meja itu sama tidak ada yang berkurang, jadi Lexie memiliki kesan yang baik pada karakter tuan Jason ini.
Di jaman ini, hanya ada sangat sedikit orang yang dapat melakukan tindakan seperti ini, konsep hierarki sudah tertanam sangat dalam pada orang-orang di jaman ini.
"Nak, kamu harus makan lebih banyak, karena kamu hamil, jangan nantinya kamu kehilangan berat badan dan anak ini kembali untuk memperhitungkannya padaku." Meskipun perkataan tuan Jason ini tidak enak didengar, tapi ada perhatian yang tulus dari perkataannya itu, ketika tuan Jason berbicara dia menaruh ikan goreng di mangkuk Lexie, "Ikan kecil ini di tangkap oleh Nolan di pagi hari, karena air sungai jernih jadi ikan di sana memiliki kualitas yang baik, kamu makanlah lebih banyak."
Lexie berkata terima kasih kemudian mengambil ikan itu dan memakannya, memang rasanya sangat lezat.
Dexter tersenyum tipis, "Lexie, tuan Jason adalah orang yang sangat baik, kamu bisa tinggal di sini dengan tenang, ada dia maka kamu bisa melahirkan dengan selamat."
"Ya, terima kasih." Lexie sudah tidak perlu berpergian lagi, wajah Lexie yang sudah rileks jauh lebih baik, kulitnya sedikit memerah di bawah cahaya lilin, di tambah matanya yang hitam itu, Lexie benar-benar sangat penuh sukacita.
Dexter terpaku menatapnya dan tidak sadar untuk sekian lama, sampai tuan Jason terbatuk dengan canggung, Dexter kemudian baru menarik pandangannya dan menundukkan kepalanya untuk makan.
"Hei, kamu cepatlah pergi, melihatmu seperti ini aku benar-benar sangat marah! Jika bukan karena persahabatan ku dengan ibumu selama bertahun-tahun, aku tidak akan membantumu membereskan masalahmu. Ini juga menyulitkan nona Lexie yang bahkan sudah memiliki anak tapi dengan kondisimu saat ini kamu benar-benar tidak bisa memberinya status."
Lexie mendengarkan ceramah tuan Jason, ada beberapa keraguan di dalam hatinya, ketika tuan Jason mengatakannya, Lexie batu teringat bahwa Dexter menggunakan berbakti sebagai alasan untuk tidak menikahi seorang wanita selama bertahun-tahun, Lexie mendengar bahkan Kaisar sudah berulang kali mencoba menjodohkannya tapi malah di tolak oleh Dexter, sekarang ketika mendengarkan apa yang di katakan tuan Jason, sepertinya ada sesuatu yang tidak bisa di katakan oleh Dexter.
__ADS_1
Namun Lexie tahu, bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa dia tanyakan, jadi bahkan jika dia bertanya yang di dapatkannya hanyalah kebohongan semata.
Benar saja, Dexter memberikan pandangan mata pada tuan Jason kemudian tuan Jason baru diam dan mengalihkan topik pembicaraan pada makanan di atas meja.
Suhu di pegunungan agak dingin, setelah mereka makan, langit sudah benar-benar gelap sepenuhnya, hanya ada dua lentera di halaman yang memancarkan cahaya kuning.
Ada sebuah koridor kecil di halaman, ketika Lexie melihat Nolan sedang duduk di tangga dan sedang mengerjakan sesuatu, kemudian Lexie menghampirinya dan duduk di dekatnya.
Nolan menoleh dan melihat itu adalah Lexie kemudian tersenyum cerah padanya, "Kak, lihatlah belalang yang kubuat ini, apakah bagus?"
Lexie melirik sekilas belalang yang ada di tangan Nolan dan kemudian mengangguk, "Bagus."
"Ini kuberikan pada adik yang ada di perutmu." Nolan menyerahkan belalang yang terbuat dari rumput itu pada Lexie.
"Hehe ... Nolan tersenyum malu kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Lexie, "Aku benar-benar ingin adik ini dilahirkan lebih awal agar dapat menemaniku bermain. Kak, kamu tidak tahu aku tumbuh di gunung ini sejak masih kecil, aku belum pernah melihat dunia luar, dan aku tidak pernah bermain dengan anak-anak lain, aku bahkan tidak punya teman, jika adik di dalam perut kakak sudah lahir maka aku harus menjadi teman yang baik."
Ketika Nolan berbicara ada senyum cerah di wajahnya, sama sekali tidak ada perasaan sedih, tapi jelas apa yang di katakan ya jelas membuat Lexie merasa sedikit sedih, sulit bagi Lexie membayangkan bagaimana Nolan yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini bisa begitu memiliki sifat yang ceria.
Lexie menggenggam tangan Nolan dan meletakkannya di atas perutnya. Meskipun bayi di dalam perutnya masih sangat kecil dan sama sekali tidak bisa merasakan pergerakannya, tidak bisa merasakan kehadirannya, tapi Lexie menyentuhnya dengan lembut sambil menggenggam tangan Nolan, "pasti ketika adik bayi ini keluar, dia pasti akan menyukai kak Nolan."
"Benarkah?" Mata Nolan di penuhi dengan harapan.
__ADS_1
Lexie mengangguk dengan tegas, "Ya!"
Lexie dan Nolan duduk di tangga batu dan mengobrol, Lexie banyak menceritakan kisah dunia luar pada Nolan dan juga menceritakan banyak kisah dongeng dari zaman modern. Ketika Nolan mendengar kisah itik jelek yang mencari ibunya wajahnya berubah menjadi sedih kemudian Nolan pada akhirnya mengatakan bahwa dirinya juga adalah itik jelek yang suatu hari nanti akan turun gunung untuk mencari ibunya.
Mereka tidak tahu, di sudut di dalam rumah, Dexter berdiri dan mengamati keduanya yang sedang duduk berdampingan dengan tenang, mendengarkan dongeng yang di ceritakan oleh Lexie dengan Nolan.
"Kamu memiliki penglihatan yang bagus." Tuan Jason berdiri di sampingnya, mengatakan perkataan yang seperti itu tiba-tiba.
Dalam kegelapan, sudut bibir Dexter terangkat, hanya saja cahayanya terlalu redup, senyum itu tampak tidak nyata dan hanya dirinya sendiri yang tahu ada kepahitan dalam senyum itu, "Dia benar-benar baik, sayangnya ..."
Sangat di sayangkan pertemuan dirinya dan Lexie bukan pada waktunya, jika Dexter bertemu dengannya ketika dirinya sudah menyelesaikan keinginannya itu maka Dexter sudah pasti akan menghargainya, melindungi, dan hidup bersama Lexie selamanya, bahkan apa yang di katakan Lexie menginginkan satu pasangan itu, Dexter dapat melakukannya untuknya.
Sayang sekali ... Mereka bertemu terlalu cepat.
Tuan Jason menatapnya dengan alasan yang tidak di ketahui kemudian dia menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa. Tuan Jason menghela nafas dan berhenti mengajukan pertanyaan ini lagi dan mengalihkan topik pembicaraan: "Bagaimana kelanjutan rencanamu?"
"Semuanya berjalan dengan baik, jika tidak ada kesalahan maka sudah bisa melihat hasilnya dalam tiga tahun." Dexter tidak menolak untuk menjawab pertanyaan ini.
"Tiga tahun, tidak bisa di bilang lama dan cepat, kamu tenang saja sebelum kamu bertindak, persiapan di belakang ini aku pasti akan melakukannya untukmu." Tuan Jason menepuk-nepuk pundak Dexter kemudian berbalik badan dan berkata: "Baiklah, hati sudah dingin, cepatlah kembali ke kamarmu untuk istirahat."
Dexter mengangguk tapi langkah kakinya tidak bergerak, dia masih menatap ke arah Lexie, raut tidak tega dan penuh kasihan di wajahnya itu bahkan dirinya sendiri juga bahkan tidak memperhatikannya.
__ADS_1
Kenapa, kenapa dia bertemu dengan Lexie pada saat ini? Betapa baiknya jika itu 3 tahun kemudian?
Tidak tahu sejak kapan angin sudah berhembus, Lexie menyadari bahwa Nolan sudah tertidur sambil bersandar di pundaknya ketika mendengarkan Lexie bercerita, Lexie tertawa kemudian menggelengkan kepalanya bersiap untuk menggendong Nolan untuk kembali ke kamar, tapi dia malah melihat pandangan di depannya tiba-tiba menggelap.