
Kiana masuk ke dalam galeri ΚαXasia bersama dengan Diana ratu Oktavia serta Lisa ibu kandungnya.
"Galerinya besar juga," gumam Kiana menatap interior bangunan itu.
"Ma... Aku dengar galeri ini baru dibuka, tapi isi dari galeri ini luar biasa," bisik Kiana pada Lisa.
"Iya mama juga baru tau, kalo mama tau galeri ini memiliki berlian yang cantik-cantik sudah dari dulu mama ke sini."
"Mama liat itu!" tunjuk Kiana pada salah satu berlian cantik yang dipajang, pada lemari kaca.
"Selamat datang di galeri ΚαXasia Yang Mulia Ratu, serta Nona Pervis dan Nyonya Dueheses."
Kiana dan Lisa langsung menoleh ke arah pelayan yang sedang menyapa mereka, Diana yang merupakan ratu Oktavia itu menganggukkan kepalanya dihadapan para pelayan di sana.
"Apa ada yang bisa saya bantu Yang Mulia?" tanya pelayan di sana.
"Bisa kalian tujukan berlian yang bagus untuk dipakai bertunangan?" tanya Diana.
"Apa Anda ingin mencari berlian, untuk pertunangan Putra Mahkota Yang Mulia?"
"Iya."
"Kalo begitu mari saya antar anda sekalian ke ruang VIP, kebetulan bos kami juga ingin memperkenalkan berlian ini pada anda sekalian,"ucap pelayan itu ramah.
"Baiklah, antar kami ke sana," balas Diana.
...~*~...
Diana diantar ke sebuah ruang VIP bersama dengan Kiana serta Lisa ibunya, mereka masuk ke dalam ruang VIP yang sudah pelayan itu arahkan.
"Silahkan Nikmati tehnya Yang Mulia, saya akan memanggil bos saya untuk ke sini."
"Baik."
Pelayan itu kembali menundukkan kepalanya dihadapan Diana sebelum akhirnya dia beranjak dari sana.
"Tempat ini sangat bagus ya ma."
"Iya kapan-kapan kita jalan lagi ke sini."
Diana yang mendengar ucapan Kiana dan Lisa tadi, langsung menolehkan kepalanya ke arah Lisa dan Kiana.
"Apa Kalian belum tau tentang tempat ini?" tanya Diana.
"Ah... Belum Yang Mulia, itu karena tempat kami biasa membeli perhiasan hanya toko Nyonya Sofia saja," Jawab Lisa.
"Begitu."
TOK TOK
Pintu ruangan berbunyi, suara seorang pelayan yang tadi melayani mereka kembali terdengar, Diana langsung mengizinkan pelayan itu masuk bersama dengan pemilik dari galeri itu.
"Permisi Yang Mulia Bos saya sudah datang, dia sendiri yang akan memperkenalkan berlian ini pada kalian semua."
"Apa!" pekik Kiana tak percaya.
Mata Kiana dan Lisa langsung terbuka lebar saat mereka tau siapa pemilik asli dari galeri itu.
"Elsa..." lirih Lisa.
"Salam Pada Yang Mulia Ratu Oktavia," sapa Elsa pada Diana.
"Nona Pervis, silahkan duduk."
__ADS_1
"Terima kasih."
Elsa langsung duduk di salah satu sofa singel disana, senyum Elsa tidak pernah lentur, saat melihat ekspresi wajah Lisa dan Kiana yang terlihat kusut menatapnya.
"Apa-apaan Ini Elsa? Apa kau sedang mempermainkan kami?" tanya Lisa menatap tajam ke arah Elsa.
"Maksud Anda apa?" tanya Elsa.
"Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan, saat ini saya sedang bekerja jadi bisa ada kesampingkan dulu urusan pribadi anda?" tanya Elsa.
"Apa?" tanya Lisa tak percaya.
"Maaf atas ketidak nyamanan Anda Yang Mulia."
"Tidak apa-apa Nona, Jadi seperti apa berlian yang akan anda rekomendasikan pada kami?" tanya Diana.
"Baiklah tunggu sebentar Yang Mulia," Elsa langsung memanggil salah satu pelayannya yang ada dibelakang.
"Berikan kotaknya."
Elsa langsung menerima kotak itu dari tangan pelayannya, dengan wajah tersenyum lebar Elsa memperlihatkan berlian langka itu pada Diana, serta Kiana dan ibunya.
"Ini merupakan berlian langka, berlian ini sangat susah untuk didapatkan, harganya pun sangat tinggi karena untuk mendapatkannya perlu dengan kehati-hatian."
"Nama berlian ini mata kucing, warna emas pada berlian ini akan berubah menjadi putih bersih jika dibawah ke sinar matahari, berlian ini sangat cocok untuk dipakai pada jari Putra Mahkota."
"Bagaimana apa anda semua tertarik?" tanya Elsa.
"Jika anda tertarik, kita bisa ketahap berikutnya, yaitu pemilihan bentuk cincin?"
Kiana dan Lisa terdiam melihat Elsa yang begitu lancar menjelaskan tentang berlian itu, Diana nampak puas dengan penjelasan Elsa, dirinya tersenyum menyadari kepintaran Elsa yang lebih unggul dibanding Kiana, melihat Kiana yang hanya diam saja membuat dia langsung melirik ke arah ibu dan anak itu.
"Penjelasan yang sangat menarik Nona Pervis, apa aku boleh tau dimana kamu mendapatkan berlian secantik ini?" Tanya Diana.
"Apa Hutan Kelora? Hutan yang dikenal terkutuk itu?" Pekik Kiana.
"Itu benar Nona, di dalam hutan yang penuh akan kutukan itu, terdapat harta alam yang sangat berharga contohnya berlian ini."
"Apa? Harta alam, Apa kau sudah gila hah? Beraninya kau memberikan berlian yang penuh kutukan ini, pada kami!" tekan Kiana.
"Penuh kutukan?" Kekeh Elsa.
"Maaf Nona sepertinya pemikiran anda mesti dibuka lagi, Hutan Kelora tidak seburuk yang kalian pikirkan justru malah sebaliknya, hutan itu sangat indah, begitu indah seperti anda berada di surga dunia."
"Apa kau pernah ke sana Nona Pervis?" tanya Diana penasaran.
Elsa langsung tersenyum, "Menurut Anda bagaimana Ratu? Saya bisa membuka galeri sebesar ini karena apa? Ya... Tentu saja karena saya pernah ke sana."
Kiana dan Lisa, langsung terima mendengar penjelasan dari Elsa, Diana nampak puas mendengar penjelasan dari Elsa, yang sudah cukup untuk dirinya.
"Cerita yang sangat menarik Nona, saya harap, saya bisa mendengar perjalanan hidup anda lagi, selama di dalam hutan itu," pita Diana.
"Tentu saja Yang Mulia Ratu," balas Elsa tersenyum.
"Kalo begitu aku ambil berlian ini."
"Apa!" pekik Kiana dan Lisa bersamaan.
"Terima kasih Yang Mulia, saya akan membentuk berlian ini secantik mungkin," balas Elsa tersenyum.
"Yang Mulia apa anda yakin? Berlian ini berasal dari hutan yang penuh kutukan!" ucap Kiana pada Diana.
Mata Diana langsung menoleh ke arah Kiana, "Nona Kiana tolong ubah pola pikir anda itu! Berlian mata kucing ini memang berasal dari hutan itu, tapi tidak bisa dipungkiri, bahkan negara tetangga pun banyak yang mencari berlian ini."
__ADS_1
Aku Puas sekali mendengar ucapan itu.
Elsa langsung tersenyum menyadari bahwa Kiana sedang terpojok, tangan Kiana langsung terkepal kuat dengan matanya, yang menatap tajam wajah Elsa.
"Kalo begitu Nona Pervis, saya mohon untuk dibuatkan bentuk cicin yang sangat cantik dan elegan untuk Putra Mahkota pakai."
"Tentu saja Ratu, serahkan saja semuanya pada Galeri ΚαXasia," jawab Elsa tersenyum.
...~*~...
Beberapa hari kemudian, segerombolan pria dengan pakaian prajurit kekaisaran datang ke sebuah gua, dimana berlian itu banyak muncul.
"Wah... Liat! Ternyata benar kata Ratu di sini banyak berlian," ucapnya tersenyum.
Semua prajurit di sana langsung menganggukkan kepalanya, "Benar di sini banyak sekali berlian, bahkan berlian langka pun ada."
"Hey jika kita mengambil salah satu berlian di sini, untuk diri kita, Ratu tidak akan tau kan?" tanya prajurit yang lain.
"Ku rasa Ratu tidak akan tau."
"Pikiran mu hebat juga, Ayo_"
"Siapa kalian?"
Deg
Semua mata prajurit itu membesar saat mendengar ada suara seorang pria dibelakangnya, mereka langsung menoleh ke arah belakang saat sebuah bayangan pria menghalangi penglihatannya.
"Siapa kau?" Tanya salah satu prajurit di sana.
"Aku? Seharusnya kalian yang jawab, apa yang sedang kalian lakukan di sini! Ini adalah tempat ku!"
"Hah? tempat mu? Kau pasti berkata begitu karena ingin mengambil berlian ini kan? Tidak usah munafik kami duluan yang menemukan tempat ini, jadi kau pergilah," ucapnya yang kembali sibuk.
"Jadi kalian tidak mau pergi?" tanya pria itu lagi.
Prajurit itu hanya terkekeh, sambil tangan mereka berkerja mengambil berlian yang tertempel pada diding goa itu.
"Kalo begitu ucapkan selamat tinggal pada nyawa kalian!"
"Hah apa?"
Deg
"Hey! apa yang kau lakukan?" Pekik Prajurit itu yang langsung mundur ke belakang.
Semua prajurit di sana langsung mundur ke belakang saat dua ekor singa telah berjalan ke arah mereka.
"Singkirkan singa itu!" teriknya pada pria itu.
"Buat apa aku singkirkan? Kalo kalian sendiri yang mengusik tempat tinggal kami!"
"Apa?"
"Yun, Pun, habisi mereka, mereka adalah makan makam kalian hari ini!" perintahnya pada kedua singa itu.
"Apa tidak To_ AGHHH!
Suara teriakan dari para prajurit kekaisaran, yang sedang dihabisi oleh peliharaannya, menjadi nyanyian tersendiri untuk pria itu.
"Habisi mereka, tanpa sisa," perintahnya menatap kedua singa itu.
TBC
__ADS_1