
Pria berbaju hitam itu mengambil surat rekomendasi itu, kemudian melirik sekilas segel di amplop, raut wajahnya seketika berubah, sikapnya berubah 180 derajat, membungkuk dan membuat gerakan hormat pada Lexie, "Aku tidak tahu bahwa nona sudah di terima menjadi murid, tolong nona maklumi silahkan masuk ke dalam."
Lexie sedikit mengangguk, menegakkan punggungnya dan berjalan masuk ke dalam restoran, ketika Lexie masuk restoran segera melihat pandangan dari semua arah.
Sebagaian besar pandangan itu di karenakan terpesona melihatnya, dan hanya ada sedikit orang memandanginya dengan pandangan menghina.
"Apa yang terjadi dengan pavilliun Heaven tahun ini, bahkan membiarkan seorang wanita mengikuti pemilihan murid? Para wanita cukup menyulam dan melayani para pria dengan baik dirumah, untuk apa muncul di luar? Tidak tahu aturan!"
"Benar sekali, tapi gadis ini sekali di lihat sudah tahu bahwa dia sangat cantik, lihatlah wajah itu, badan itu, jika merupakan seorang pria sudah pasti akan menyukainya, mungkin para tetua di oavilliun Heaven menyukai orang ini, baru ..."
"Perkataan saudara masuk akal, masuk akal."
"Tidak tahu apakah jika para tetua sudah memainkannya, apa bisa membiarkan kita mencicipinya ..."
"Kamu jangan berkata sperti itu, memang ada kemungkinan itu, kudengar selama kamu memiliki kemampuan di pavilliun Heaven, berbagai macam hadiah selama kamu tidak dapat memikirkannya, maka tidak ada yang tidak bisa di berikan oleh mereka."
Seakan suara-suara dari berbagai berdiskusi seakan tidak peduli bagaimana pendapat Lexie, Lexie juga tidak peduli, bahkan tidak melihat orang-orang itu, mengambil inisiatif untuk memilih posisi di sudut untuk duduk.
Ketika keduanya duduk, dengan segera ada pelayan yang mengantarkan makanan, makanan itu sudah di atur terlebih dahulu oleh pavilliun Heaven, jadi mereka akan mengirim makanan pokok tanpa perlu Lexie memesannya.
Setelah Ernie memakan beberapa suapan nasi, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergumam, "Nona, apa kita benar-benar akan pergi ke pavilliun Heaven bersama para pria kasar ini?"
"Kasar?" Lexie melirik sekilas pada orang-orang yang berbicara, dia mengerutkan kening dan menghela nafas berkata: "Benar juga terbiasa menghadapi orang seperti Victor, melihat semua ini benar-benar tidak sedap di pandang?"
__ADS_1
Tetapi begitu Lexie selesai betbicar, dia menenggelamkan wajahnya, mengapa Lexie kembali teringat si mesum itu?
Untuknya Ernie tidak merasakan ada yang salah dari kata-kata Lexie, malah tidak senang berkata: "Nona, perkataan orang-orang itu benar-benar tidak enak di dengar!"
"Tidak apa-apa, jika kamu merasa tidak enak di dengar, maka ingat wajah mereka, jika memiliki kesempatan maka jangan lepaskan mereka. Dunia berputar, waktu seumur hidup masih sangat lama, tidak ada yang menjamin akan bisa menghadapinya." Lexie tidak peduli hanya memanfaatkan waktu untuk makan.
Jika Lexie tidak salah menebak, orang-orang sudah hampir terkumpul semua, orang-orang pavilliun Heaven akan mengusulkan cara untuk menyaring para murid.
"Ya, nona, aku akan mengingatnya baik-baik!" Ernie dengan kejam melototi orang-orang itu, tampaknya benar-benar ingin mengingat wajah orang itu di benaknya.
Lexie tertawa di karenakan tampang Ernie yang serius, tapi dia tidak tahu bahwa senyumnya itu jatuh dalam sepasang mata yang dalam di kejauhan, masih begitu menakjubkan.
Setelah menunggu selama beberapa waktu, orang berbaju hitam melihat bahwa orang-orang sudah hampir datang semuanya, berjalan ke hadapan Lexie dan berbisik di telinganya: "Nona, karena kamu adalah murid sang sudah di terima, jadi kamu tidak berpartisipasi dalam penyaringan murid ini, tapi karena memmiliki status khusus, agar tidak menyebabkan ketidakpuasan yang lain, jadi tolong agar anda bertindak dengan rendah hati cukup jalani penilaian bisa saja."
"Hmm ..." Ada hal baik seperti ini? Lexie tidak menyangka bisa seperti ini, sepertinya Lexie mendapatkan satu posisi yang sudah di tentukan sebelumnya, "Oke aku mengerti, terimakasih."
Nanti, semua orang akan di bawah ke sebuah lembah dengan ditutup wajahnya, lembah itu penuh dengan jebakan, kemudian kalian semua boleh membentuk sebuah tim, setiap tim tidak boleh melebihi dari lima orang, 10 tim pertama yang berhasil keluar dari lembah dapat melewati penyaringan tingkat pertama. Ingat, kalian hanya memiliki waktu paling lama dua jam, ketika dua jam berlalu, jika hanya kurang dari 10 tim yang berjalan keluar dri lembah, maka semua tim lain yang tidak bisa meninggalkan lembah maka akan kelihatan kualifikasi penyaringan.
Kata-kata pria berbaju hitam itu baru saja selesai di ucapkan, restoran itu kemudian ramai, metode penyaringan semacam ini membuat mereka agak memanas, lagi pula ini adalah penyaringan murid pavilliun Heaven, dan juga pertama kalinya mereka boleh dengan bebas membentuk tim.
Mereka yang bisa ikut serta dalam penyaringan murid-murid pavilliun Heaven termasuk yang terbaik diantara para pengrajin, ada dua diantaranya mereka bahkan sudah memenuhi syarat sebagai tukang perak, dalam bidang ini, terhadap beberapa orang yang sudah terkenal, kebanyakan dari mereka mengetahuinya, jadi mereka yang bersikap pintar akan bergerak mendekat ke kedua orang itu.
Tidak berapa lama, dua pengrajin yang memiliki kemampuan yang kuat sudah membentuk tim mereka sendiri, dan mereka dengan sepantasnya seakan menjadi kepala tim dari kedua tim itu, dan beberapa orang yang sebelumnya mengatai Lexie adalah wanita juga menjadi salah satu anggota mereka.
__ADS_1
Lexie memandang sekilas ke arah itu, tanpa sadar berkata kepada Ernie di sebelahnya, "Tampaknya tuhan begitu cepat memberi kita kesempatan untuk membalas."
"Hmm?" Ernie tidak mengerti, tapi karena ada begitu banyak orang di sekitarnya, dia begitu pengertian dan tidak lagi bertanya.
Sisa orang lain melihat bahwa orang yang terkuat sudah di pilih, mereka bergegas memilih orang-orang yang masih dianggap kuat, aliansi yang dianggap kuat itu seperti ini, tidak ada yang ingin membiarkan orang yang memiliki kemampuan lebih buruk di bandingkan dirinya sendiri menghalangi jalannya.
Setengah jam berlalu, hampir semua dari mereka sudah memiliki tim sendiri, hanya Lexie yang berada di sudut meminum teh seorang diri, sikapnya sangat damai, tampaknya tidak ada, ketidakpuasan dan kesulitan di karenakan hal ini.
Benar juga, lagipula dia sudah mendapatkan tempat, apa yang dia takutkan?
Hanya saja orang lain tidak tahu akan hal itu, melihat Lexie yang sendirian, beberapa orang yang sebelumnya langsung menertawakannya.
"Sudah kukatakan, seorang wanita lebih baik menyulam saja di rumah, untuk apa berpartisipasi datang kemari? Siapa yang akan membentuk tim dengan seorang wanita, bukankah itu artinya mencari jalan buntu bagi diri sendiri?"
"Haiya, siapa tahu dia datang kemari untuk memilih seorang pria, mana mungkin bisa melihat begitu banyak pria seperti ini, di rumah?"
"Haha ..."
Sekelompok orang menertawakannya, membuat orang-orang di sekitar mereka juga tertawa.
Dalam ejekan orang banyak, seorang pria jangkung perlahan bangkit berdiri, kemudian berjalan ke hadapan Lexie tanpa mempedulikan ejekan semua orang, dia berkata: "Aku akan pergi ke lembah bersamamu."
Suaranya tidak besar, tapi cukup untuk membuat semua orang mendengarnya, semua orang terkejut, sesaat sebelumnya suara tawa masih memenuhi aula, saat berikutnya para penonton seketika terdiam.
__ADS_1
Pemuda ini, bukanlah orang lain tapi adalah pemuda yang di bayari makan oleh Lexie.
"Aku pernah berkata, jika memiliki kesempatan aku akan membalasmu, kamu ikuti aku saja nanti, kujamin kamu akan berhasil melewati penyaringan lapisan pertama." Pemuda itu dengan penuh percaya diri mendongak, matanya tidak lagi bodoh seperti sebelumnya.