
Kenyataannya Daniel tidak hanya memiliki kereta kuda, tapi juga memiliki kereta kuda yang sangat nyaman dan luas.
Kereta kuda yang luas dan nyaman yang bisa di samakan dengan sebuah rumah kecil, Lexie duduk di posisi menghadap jendela, Daniel berbaring di karenakan terluka, tapi untungnya kereta kudanya cukup besar, sehingga dia yang seorang pria dewasa berbaring pun, masih tampak tidak sesak.
Daniel memberikan sang pemburu tua dan wanita tua sekantong perak, bisa di anggap sebagai ucapan terima kasih menolongnya, pasangan tua itu tidak menginginkannya, tapi akhirnya dengan bujukan Lexie, mereka menerimanya sebagian. Hanya saja Lexie tidak memiliki banyak uang di tubuhnya, melihat Daniel sudah memberikan cukup banyak uang Lexie tidak memberikannya lagi, hanya saja sebelum pergi Lexie memodifikasi alat pemburuan pemburu tua itu.
Meskipun ini adalah modifikasi sederhana, tapi itu menjadi lebih praktik dan lebih gesit di bandingkan sebelumnya. Tunggu ada kesempatan di kemudian hari, dia pasti akan membuatkan mereka satu set alat untuk berburu.
Seorang wanita, ternyata terampil dalam membuat alat, kedua orang tua itu hanya merasa kagum, tapi pandangan mata Daniel malah semakin bertambah menilai, terutama adalah karena dia adalah orang yang menggunakan senjata setiap harinya, dia adalah orang yang mengerti. Orang awam hanya melihat tampilan luar, orang daam melihat tekniknya, wajar saja Daniel bisa melihat bahwa ketrampilan Lexie itu tidak bisa di bandingkan dengan pengrajin kebanyakan.
Sebuah kereta kuda besar berjalan di atas tanjakan, dari waktu ke waktu menarik perhatian orang untuk mengamatinya dengan rasa ingin tahu, bahkan beberapa orang pemerintah juga datang memeriksanya beberapa kali, tapi tidak tahu sebenarnya apa identitas Daniel, pada akhirnya ketika semua orang maju untuk memeriksa, orang-orangnya dengan cepat bisa mengirim orang-orang itu pergi.
Lexie penasaran, satu kali begitu Lexie melihat ada orang-orang yang berpatroli, dia diam-diam meliriknya sekilas, sekilas dilihatnya batu tahu, ternyata metode yang mereka gunakan itu sederhana dan kasar, yaitu memberikan uang.
Setumpuk tiket perak, di letakkan di tangan mereka yang ingin berpatroli, mungkin karena yang di berikan mereka cukup banyak, jadi mereka semua yang berpatroli itu mengubah wajah mereka, kemudian mereka pergi dengan ramah.
Orang ini ternyata benar-benar memiliki uang, memberikan setumpuk tiket perak pada orang yang datang, tingkat seperti ini, keluarganya sepertinya memiliki uang yang sangat cukup untuk dia habiskan.
__ADS_1
Tapi bagus juga, Lexie bisa di bilang mendapatkan keuntungan darinya, perjalanan berikutnya menjadi jauh lebih lancar.
Melihat masih ada waktu tiga hari lagi untuk mencapai perbatasan negara Nanyue, selama melewati pos pemeriksaan maka sudah dapat memasuki perbatasan negara Beiming.
Seorang pria besar dan gagah menaiki kuda, dan menghampiri ke sisi gerbong, melaporkan pada Daniel yang ada di dalam kereta kuda: "Tuan, ada seseorang yang diam-diam mengikuti kita selama satu jam, haruskah segera menyelesaikannya?"
"Sudah satu jam?" Daniel sedang duduk di dalam kereta kuda menyesap teh, setelah beristirahat beberapa hati, kondisinya sudah jauh lebih baik, hanya saja melakukan perjalanan beberapa hati tanpa henti dan juga dia menaiki kereta kuda dengan Lexie, jadi tidak mandi selama beberapa hari membuatnya merasa sedikit kesal, meskipun begitu, dia masih mempertahankan gerakan elegannya, kesombongannya itu benar-benar tidak dapat di sembunyikan.
"Ya, sudah satu jam. Meskipun tidak tahu berasal dari mana, tapi mereka sudah mengikuti sepanjang jalan ini dan tidak pergi, dan juga tidak ada pergerakan, sepertinya bukan orang-orang Beiming yang ingin membunuh kita." Kata pria itu.
Daniel menyesap teh, memerintah berkata: "Benar juga, orang-orang Beiming yang datang untuk membunuh kita, tidak mungkin bisa menunggu begitu lama. Ini bukan orang-orang dari Beiming, maka sudah pasti adalah orang-orang Nanyue. Temukan cara untuk mengiring orangnya keluar dan selesaikan."
Lexie mengerutkan kening, masih duduk di dekat jendela, dia tidak suka perasaan melihat nyawa orang bagai rumput liar, seakan di mata para orang besar ini, nyawa sama sekali tidak di hormati.
Pria itu menerima perintah dan pergi, Daniel melihat raut wajah Lexie yang tidak terlalu baik, tersenyum dan berkata: "Kenapa, takut?"
"Takut." Lexie mengucapkan kata itu dengan datar, membuka tirai dan menoleh untuk melihat pemandangan, seakan Lexie tidak ingin terlalu berbicara dengannya.
__ADS_1
Terkadang Lexie benar-benar memiliki perasaan tidak berdaya, dia adalah seorang wanita biasa, mengapa selalu dapat bertemu dengan orang-orang berkekuatan tinggi seperti ini, orang-orang ini di kelilingi oleh pembunuhan, perkelahian dan kematian, dia hanya ingin hidup dengan orang dekat dan menjalani hari yang tenang, jadi orang-orang seperti ini, dia ingin menjauhkan diri dan juga ingin menjauh dari lingkaran mereka.
Mungkin karena tidak ingn menjalin hubungan yang dalam dengan Daniel, jadi Lexie tidak perlu dengan sengaja berlaku menyenangkan hatinya, Lexie mencoba sedikit berbicara dengan pria ini. Hanya saja tinggal di kereta kuda selama beberapa hari dengannya, meskipun tidak berbicara, tapi beberapa pemahaman diam-diam berkembang.
Misalnya kalau Lexie menggunakan kata-kata paling singkat untuk menjawab pertanyaannya, maka Daniel tahu bahwa sebenarnya Lexie tidak ingin berbicara.
Daniel juga tidak memaksanya, tapi setelah meminum tehnya untuk sementara waktu, dia mendengarkan pria tadi kembali.
"Tuan, orang itu sudah di selesaikan, hanya seorang pengintai, orang dari negara Nanyue, tapi mulutnya begitu erat tidak mengatakan siapa tuannya bahkan menjelang kematian sekalipun. Tapi sepertinya dari seni bela diri dari pengintai itu, sepertinya itu bukan orang biasa, kami berlima menyatukan kekuatan baru bisa membereskan orang tersebut."
"Bahkan seni bela diri seorang pengintai begitu hebatnya, sudah pasti adalah salah satu orang dari orang-orang ini. Raja Victor, Wesly dan Kaisar negara Nanyue. Hanya saja siapa di antara ketiganya? Aku kali ini datang ke negara Nanyue begitu tersembunyi, menutut logika tidak mungkin akan terekspos." Daniel berkata kemudian menatap Lexie tanpa mengubah raut wajahnya, mengangkat alisnya berkata: "Menurut nona Rosie, siapa itu?"
Ketika dia menebak raja Victor, jantung Lexie tiba-tiba berdegup, hatinya sebenarnya yakin bahwa itu adalah orang yang di kirim oleh Victor untuk mencari keberadaannya, hanya saja, dia tidak menyangka orang-orang ternyata begitu hebat, bahkan walaupun tuan Julian membuat begitu banyak persiapan, ternyata masih ada beberapa orang yang mengikutinya.
Hati Lexie takut, jika bukan karena kebetulan satu jalan dengan Daniel, saat ini takutnya dia sudah di temukan dan di bawa kembali.
"Tuan Daniel benar-benar bisa bercanda, orang besar negara Nanyue yang kamu sebutkan itu, aku yang seorang wanita kecil, mana bisa mengenalnya, bagaimana mungkin juga aku tahu orang siapa itu?" Lexie berkata dengan tenang, perkataan yang dia ucapkan tidak terdengar ada kekurangan.
__ADS_1
"Begitu." Daniel tersenyum dengan penuh makna, tidak tahu dia percaya atau tidak pada kata-kata Lexie, dia berkata dengan santai: "Beberapa hari ini, jalan resmi ini jauh lebih ramai di banding ketika aku datang, gelombang orang datang dan pergi, aku mengirim seseorang untuk menanyakannya dan baru tahu, ternyata ada seorang wanita raja Victor yang melarikan diri, raja Victor sedang mencarinya. Aku benar-benar ingin tahu, wanita seperti apa yang bisa membuat pahlawan seperti raja Victor begitu mengingatnya. Nona Rosie adalah orang kota Phoenix bukan? Pernah mendengar berita tentang raja Victor?"
Alis Lexie sedikit berkerut, menoleh dan bertatapan dengan mata Daniel, "Siapa yang tidak pernah mendengar tentang nama raja Victor? Terutama wanita di kota Phoenix siapa yang tidak tahu raja Victor itu pecinta wanita, sudah berapa banyak wanita yang telah di tidurinya. Dia mengejar seorang wanita seperti ini, mungkin saja wanita itu tahu mengenai rahasianya."