Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
35" Kehidupan terdahulu 4"


__ADS_3

Mata Elsa semakin membesar saat Daniel terus mendekat kearahnya, bahkan dia sudah berdiri dari duduknya saat Daniel sudah berhadapan dengannya.


"Kau ini tidak bisa dikasih tau ya!" pekik Elsa.


"Memang kenapa jika aku ikut mandi disini, asal kau tau saja, binatang buas bukan hanya di darat saja, tapi di air juga ada," ucap Daniel dengan santai.


"Apa?"


Daniel langsung duduk di sungai itu, dengan aliran sungai yang lumayan deras, melihat tidak ada tanda bahaya yang akan dilakukan Daniel, Elsa pun dengan ragu-ragu ikut duduk disamping Daniel merasakan betapa segarnya air sungai saat itu.


"Air sungai ini akan lebih segar jika kau meredam di pagi hari," ucap Daniel sambil memejamkan matanya.


Elsa terdiam dengan waktu yang cukup lama, melihat Daniel yang sedang menikmati aliran sungai membuat dia sedikit terpesona dengan wajah Daniel yang terlihat berbeda dari biasanya.


"Elsa... Jika nanti kau sudah menikah dengan pria pilihan mu, jangan pernah untuk melupakan aku disini," lirih Daniel.


"Jangan pernah melupakan tentang betapa hebatnya kita berdua bertahan di hutan ini."


"Aku... Sampai kapan pun tidak akan pernah melupakan masa-masa kita selama ada di hutan ini."


Mata Daniel kembali terbuka, dan langit saat itu sudah mulai gelap, aliran sungai pun sudah menjadi lebih tenang dari yang tadi, mata Daniel bertemu dengan mata Elsa yang hanya diam menatap dirinya.


Di dalam hutan itu, mereka berdua saling betatap satu sama lain memberikan kehangatan dari sorot mata, tangan Daniel terulur menyentuh wajah Elsa, mereka berdua terjebak dalam pikiran yang begitu rumit.


Elsa terdiam merasakan hangatnya telapak tangan Daniel yang begitu besar, dibawah cahaya yang mulai redup mereka saling bersahutan memberikan kehangatan yang tiada tara, tangan Daniel semakin turun kebawah menyentuh leher Elsa untuk memperdalam ciuman mereka.


Elsa termenung dia tidak tau apa yang saat ini mereka lakukan, ciuman yang diberikan Daniel begitu luar biasa, bahkan mampu membuat dia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak.


Tangan Elsa melilit dileher Daniel, dan Daniel dengan cepat langsung membawa tubuh Elsa keatas pangkuannya, dimalam itu mereka terus memberikan kehangatan, bahkan tanpa Elsa sadari setetes air mata jatuh dipeluk mata Daniel.


Daniel semakin kuat mengeratkan pelukannya mata Elsa terus terpejam menikmati sesi yang luar biasa Daniel berikan, tangan Daniel terulur kebawah kali ini kesadaran Elsa mulai kembali matanya terbuka saat merasakan ada hal aneh pada diri Daniel.


"Daniel..." lirih Elsa.


mendengar Elsa menyebut namanya, membuat Daniel dengan pelan membuka mata, deru nafas mereka begitu terasa, dinginnya air sungai itu tidak membuat mereka merasa dingin.

__ADS_1


"Elsa..."


Kali ini pikiran Daniel tidak karuan, bahkan dia sampai tidak bisa mengontrol emosinya saat ingatan akan Elsa yang akan pergi dari sisinya kembali terlintas, hanya satu yang saat ini ingin dia lakukan, dia akan membuat Elsa menyukainya hingga, Elsa tidak bisa lagi pergi dari sisinya.


"Daniel cukup," lirih Elsa.


Namun Daniel tetap tidak peduli, dia begitu agresif mencium leher Elsa, membuat dia tanpa sadar mendesah dihadapan Daniel, ini sangat nikmat dan Elsa baru pertama kali mengalami hal seperti ini.


"Elsa... Mari buat kenangan indah bersama ku," ajak Daniel.


"Daniel," pekik Elsa saat Daniel sudah mengangkat tubuhnya ke darat.


Dimalam itu dibawah sinar rembulan, Daniel memberikan kenikmatan tiada tara pada Elsa, dan Elsa yang saat itu belum pernah mengalami kejadian seperti ini hanya bisa pasrah, saat Daniel memperlakukan dirinya seenaknya.


"Agh..." desah Elsa.


...~*~...


Pagi harinya disaat sinar matahari mulai terik Elsa membuka matanya secara perlahan, dirinya terkejut saat sebuah kejadian dirinya dengan Daniel kembali terlintas dikepalanya, Elsa bangun dari tidurnya, dirinya terdiam saat melihat Daniel yang sedang tertidur disampingnya dengan memakai celana saja.


Ada sedikit rasa ngilu pada pinggangnya saat dirinya ingin mencoba berdiri, matanya melirik ke atas, langit di pagi itu begitu cerah dengan beberapa suara burung yang saling bersahutan.


"Daniel..." panggil Elsa, namun Daniel tidak menyahut.


Tangan Elsa terulur menyentuh dahi Daniel, melihat aksi Daniel semalam dirinya masih tidak percaya, bahwa orang seperti Daniel memiliki sifat yang sulit sekali dia tebak.


"Kau pasti kesepian, sendirian disini," lirih Elsa.


Kembali mata Elsa menatap ke arah langit, mungkin ini yang terbaik bagi dirinya dan juga Daniel, dengan pelan Elsa berdiri dari duduknya, dan memakai kembali pakaiannya, sebelum dirinya pergi meninggalkan Daniel, Elsa kembali menoleh kebelakang sampai akhirnya dia beranjak dari sana.


"Terima Kasih Daniel," lirih Elsa.


...~*~...


Sinar matahari begitu terik saat itu, menebus ke wajah Daniel yang masih tertidur lelap.

__ADS_1


"Egh..."


Tangan Daniel terulur kesamping merasakan ada hal aneh yang dia rasakan, Elsa tidak ada disampingnya, membuat Daniel dengan cepat langsung membuka matanya.


"Elsa!" pekik Daniel saat melihat tidak ada tanda-tanda Elsa disana.


"Elsa!" panggil Daniel lagi.


Kali ini dirinya sudah berdiri dan melirik kesana-kemari mencari keberadaan Elsa, namun tidak juga dia bertemu dimana Elsa berada, bahkan suaranya pun sudah habis karena berteriak terus.


"ELSA!" teriak Daniel.


langkah Daniel menjadi pelan, dirinya menarik kasar rambutnya saat wujud Elsa sama sekali tidak dia temukan, hari sudah menjelang sore, namun Elsa tidak juga kunjung kembali.


"Elsa... Apa kau benar-benar mencintai pria itu," lirih Daniel.


Air mata Daniel kembali menetes, hatinya begitu sakit saat Elsa benar-benar meninggalkan dirinya, begitu Indahnya kenangan yang mereka buat dalam waktu semalam, dan begitu sayangnya jika dia membuang masa-masa bahagianya bersama Elsa selama di hutan.


"Aku akan ke kota," lirih Daniel.


Dengan mata yang menatap tajam ke arah depan Daniel bertekad pada dirinya sendiri, bahwa dia akan pergi ke Istana untuk memastikan apakah Elsa benar-benar ada disana atau tidak.


"Tidak akan ku biarkan orang-orang itu menyakiti dirimu Elsa!" tekan Daniel dengan warna matanya yang berubah menjadi ungu gelap.


Dengan tekad yang sudah bulat Daniel, kembali ketempat semula, tempat dimana Daniel dan Elsa menghabiskan waktu bersama, dengan cepat dia mengambil jubahnya untuk dia pakai.


10 Tahun berdiam diri di hutan yang penuh akan binatang buas membuat dia menjadi kebal dengan serangan apapun, bahkan racun dari bermacam-macam jenis pun sudah dia hapal diluar kepala, dirinya yang dulu dinilai rendah, kali ini akan keluar dengan sifat dan karakter yang berbeda.


Tas


Dengan sepenuh tenaga Daniel mengayunkan pedangnya ke arah semak belukar yang terus menghalangi jalannya, tatapannya begitu tajam dan dia saat ini sangat marah, dia marah bukan karena Elsa yang pergi meninggalkan dirinya, namun dia marah karena orang yang dia benci ingin mengambil harapannya yang sedang dia pertahankan.


"Tidak akan ku biarkan orang-orang itu merebut mu Elsa," tekan Daniel yang kembali mengayunkan pedangnya.


Tas

__ADS_1


TBC


__ADS_2