
Masih di pusat perbelanjaan, Elsa dengan tenang masuk lebih dalam ke lorong bawah tanah.
Terlihat dari mata memandang banyak sekali orang-orang asing berdagang di sana, dari perhiasan, pakaian, aksesoris, hingga makanan yang tidak pernah Elsa temui di kediamannya.
Kalo tidak salah tokonya ada disekitar sini.
Di kehidupannya yang lalu, Elsa pernah mengigat satu tukang jahit yang sangat terkenal di kerajaan Fersta, pemilik dari tukang jahit itu adalah Elena yang merupakan korban perang dari kerajaan sebrang yang bernama Yurox.
Elena merupakan korban yang selamat berkat perang tersebut, dan dia merupakan salah satu warga yang berhasil selamat dari perang itu, hidup yang serba kekurangan tidak membuat Elena menjadi putus asa untuk bisa bertahan hidup.
Di kerajaan ini, Elena dengan sangat keras berjuang untuk bisa bertahan hidup, dari bekerja serabutan, mencuri, hingga menjadi pengemis sudah semua Elena rasakan, sampai akhirnya dia bertemu dengan salah satu toko tukang jahit dimana pemilik dari usaha itu sudah sangat tua, dan tidak bisa bekerja lebih lama lagi seperti biasa.
Awalnya Elena hanya ingin sebentar bekerja di toko ini, namun pemilik toko ini sangat baik, dia dengan sabar mengajarkan Elena cara membuat gaun sampai pada pakaian pria, pemilik toko itu sudah menganggap Elena seperti cucunya sendiri, setiap hari Elena belajar dengan tekun dalam menjahit pakaian wanita dan juga pria, setiap ada pesanan yang masuk Elena dengan sigap langsung membuatnya, walaupun harga pakaian yang dibuat terbilang murah, namun tidak bisa dipungkiri bahwa desain serta hasil jahitan Elena sangatlah bagus dan rapi.
Itu sebabnya kenapa dirinya kurang terkenal, waktu itu Elena bisa sangat terkenal karena ada kompensasi desainer di kerjaan Fersta saat itu Elena tidak pernah ragu untuk mendaftarkan dirinya, bahkan neneknya yang selama ini telah membantunya belajar sangat mendukung penuh atas keputusan yang sudah, Elena buat.
Namun sayang kebagian itu tidak bisa bertahan lama, tepat saat Elena berhasil menenangkan kejuaraan, Nenek yang selama ini mendukung penuh dirinya selama berkarya kini telah meninggal dunia, meninggalkan Elena sendiri dengan toko jahit miliknya yang akan diteruskan oleh Elena.
Sebab kompetisi itu lah kenapa Elena bisa sangat terkenal, gaun yang selalu dia buat tidak pernah membuat konsemnya merasa kecewa, setiap hari selalu banyak para nona berkunjung ke butiknya hanya untuk membuat ataupun membeli langsung pakai buatan Elena.
"Apa benar ini tokonya?"
Namun itu kejadian setahun yang lalu sebelum kompetisi desainer itu diselenggarakan, dan sudah pasti saat ini nenek pemilik butik ini masih hidup.
Kring
Lonceng dari pintu toko berbunyi, Elsa masuk bersamaan dengan Elena serta satu wanita tua menoleh ke arah dirinya.
"Selamat siang," sapa Elsa dengan ramah.
"Ya, selamat datang nona, apa ada yang bisa saya bantu?" sapa nenek tua itu.
Mata Elsa langsung melirik ke arah nenek itu, dan juga isi dari butik ini, benar-benar sangat berbeda dengan tempat yang dulu dia datangi, jika saja dulu dirinya tidak mengenal Elena mungkin, dia tidak akan tau awal mula butik Elena terbentuk.
"Saya dengar toko ini bisa membuat gaun pesta dengan harga murah apa itu benar?" tanya Elsa.
"Wah, anda beruntung Nona, butik kami memang bisa membuat gaun pesta dengan harga murah."
"Benarkah? Kalo begitu apa aku bisa melihat contoh desain gaun yang kalian buat?" tanya Elsa, yang langsung disetujui oleh nenek tua itu.
"Baiklah tunggu sebentar nona, saya akan mengambil bukunya di atas."
__ADS_1
Setelah nenek tua itu pergi, Elsa kembali menoleh ke arah Elena yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya membuat kemeja pria.
"Hallo, perkenalkan nama ku Elsa Pervis bagaimana dengan mu?" tanya Elsa yang sudah berdiri disamping Elena.
"Panggil Elena saja," jawabnya acuh.
"Nama yang cantik Elena," ucap Elsa yang mencoba memanggil nama Elena.
"Wow... Apa kau memang pintar menjahit? Aku sangat salut dengan mu, di usia mu sekarang kau sudah punya pontensi terbaik untuk kedepannya."
"Aku juga baru belajar," jawab Elena dengan acuh.
"Baru belajar tapi hasil jahitan mu sudah rapi seperti ini, aku sungguh bangga terhadap mu," balas Elsa.
"Owh iya apa kau sudah tau sebentar lagi akan ada kompensasi desainer yang akan diselenggarakan di pusat kota, apa kau ikut dalam lomba itu?" tanya Elsa.
"Aku tidak ingin ikut acara seperti itu, fokus ku saat ini hanya ingin membatu Nenek berdagang serta menjaga nenek di rumah," jawab Elena.
"Wah... Kau memang anak yang sangat mulia ya," balas Elsa.
Tak lama mereka berbica, nenek tua itu kembali datang dengan membawa satu buku gambar berukuran sedang ke hadapan Elsa.
"Silahkan anda liat, itu semua merupakan desain kasar dari karya yang saya buat," jawab nenek tua itu dihadapan Elsa.
"Ah... Terima kasih," balas Elsa.
Sambil membuka beberapa lembar buku gambar, Elsa berpikir bagaimana caranya agar Elena mau menunjukan hasil karyanya ke pada dirinya.
Semoga saja cara ini bisa.
"Dasain dari buku gambar ini memanglah bagus, tapi semuanya terlihat biasa saja, menurut ku model baju seperti ini sudah banyak orang yang memiliki," ucap Elsa yang membuat Nenek ataupun Elena menjadi terdiam.
Mata Elsa kembali melirik ke arah Elena yang terlihat sedang menghentikan pekerjaannya.
Apa dia mulai terpancing?
"Apa anda tidak punya desain baju yang terbaru, model pakaian yang tidak semua butik punya?" tanya Elsa.
"Ah... Sayangnya kami tidak punya."
"Ah... Begitu ya, padahal saya berniat ke toko kecil seperti ini untuk melihat hasil karyanya kalian, saya kira butik ini memiliki desain yang berbeda dari butik lain, ternyata semuanya sama aja," ucap Elsa dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Ah, kalo begitu aku pergi dulu, maaf jika aku tidak jadi memesan," dengan perasaan kecewa Elsa kenundukan kepalanya dihadapan Nenek pemilik butik.
disaat Elsa ingin beranjak pergi dari butik itu, tiba-tiba saja Elena berdiri dari kursi jahitannya, yang membuat Elsa maupun nenek itu menoleh ke arahnya.
"Kami punya desain lain," sahut Elena tiba-tiba.
"desain lain?" tanya Elsa mengulang.
"Benar, tunggulah sebentar saya akan ambil bukunya di atas."
"Ah baiklah," jawab Elsa yang kembali duduk di kursi.
Melihat Elena yang sudah pergi senyum terbit langsung muncul dibibir Elsa, akhirnya Elena mau memperlihatkan hasil desainnya pada dirinya.
Tak lama menunggu akhirnya Elena datang dengan membawa satu buku gambar miliknya.
"Lihatlah ini merupakan dasain lain dari butik ini," sahut Elena memberikan buku gambarnya ke arah Elsa.
"Terima kasih," balas Elsa yang langsung menerima buku gambar itu.
Elsa membuka buku gambar itu dengan sangat pelan, di halaman pertama dia terlihat biasa saja, karena gambar itu sudah biasa dia lihat, di lembaran ke dua ataupun seterusnya semuanya terlihat bagus.
Elsa langsung tersenyum melihat hasil dasain ini, dulu orang pertama yang melihat karya Elena adalah madam Mia, dia adalah pemilik butik yang sangat terkenal di pusat kota, dia juga kerap kali membeli dasain milik Elena dengan iming-iming akan memberikan uang untuk keperluan berobat neneknya.
Namun sayang itu semua hanyalah janji palsu yang dibuat Mia untuk Elena mau membuatkan desain baru dirinya, nama Mia semakin terkenal, namun Elena tidak bahkan disaat Nenek mulai sekarat Elena dengan berat hati menolak kemauan Mia yang ingin Elena terus bekerja untuk dirinya.
Elena dengan berani mulai berkompetisi bersama hasil karyanya sendiri, dengan cara itulah dirinya bisa sangat terkenal dari Mia, dia juga bisa mengobati nenek pemilik toko dengan uang dari berkompetisi walaupun hasil itu terdengar sia-sia.
"Dasain di buku ini terlihat sangat bagus, kenapa dasain ini tidak ditunjukkan pada ku tadi?" tanya Elsa.
"Itu karena, gambaran kasar dan belum siap untuk di edarkan ke pasar," jawab Elena.
"Gambaran kasar, jika seperti ini saja sudah bagus, lantas gambar yang sebenarnya seperti apa?" gumam Elsa.
"Ah... Kalo begitu bisa kau buatkan aku satu gaun seperti gambar ini, sepertinya gaun ini akan terlihat cantik jika aku gunakan di pesta perayaan nanti," sahut Elsa menunjukan satu gambar pada Elena.
Tunggu jika Mia datang ke toko ini disaat bajunya sudah jadi, itu sama saja Elena akan kembali bekerja dengan Mia, aku harus cari cara agar Elena tidak bisa bertemu dengan Mia.
"Kira-kira kapan bajunya jadi? Apa bisa kau kerjakan ya lebih cepat, karena jika gaunnya cantik, aku berniat ingin memesan satu gaun lagi untuk sepupu ku," sahut Elsa, Elena langsung terdiam.
"Apa memesan satu gaun lagi?"
__ADS_1
TBC