
Malam yang begitu sunyi itu Daniel berbaring dengan santai di atas pangkuan Elsa, wajah Daniel terlihat serius itu menatap Elsa yang sedang sibuk menatap beberapa dokumen yang ada di tangannya.
"Kamu sedang liat apa?" tanya Daniel.
"Hanya melihat laporan yang diberikan Lucas."
"Lucas? prajurit setia mu itu?"
Dengan cepat Elsa menganggukkan kepalanya, Daniel kembali duduk dengan tegak memperhatikan Elsa yang masih sibuk dengan dokumen yang ada ditangannya.
"Boleh ku liat?"
"Mau liat apa?" tanya Elsa.
"Laporan yang diberikan prajurit mu."
Elsa terdiam menatap wajah Daniel, begitu juga dengan Daniel yang hanya diam menatap wajah Elsa.
"Nih..."
Dengan cepat Daniel menerima beberapa dokumen yang diberikan oleh Elsa, setelah dirinya teliti ternyata isi dari dokumen itu berupa laporan kegiatan Kiana dengan ibunya, serta laporan kemana saja barang-barang ibunya dijual.
"Kau masih mencari barang milik ibu mu?"
Elsa yang tadi sibuk membaca beberapa dokumen langsung menolehkan wajahnya ke hadapan Daniel.
"Tentu saja, itu kan barang peninggalan ibunda ku," jawab Elsa cepat.
"Saat Aku tau barang milik ibunda dijual membuat ku... Merasa jadi anak yang tak berguna..."
"Tak berguna?" tanya Daniel mengulang.
Elsa langsung menganggukkan kepalanya, "Aku... Begitu sibuk mencari tau penyebab dari Pangeran kenapa bisa melupakan ku? Sampai aku lupa bahwa di rumah sudah ada Kiana dan Ibunya yang siap menusuk ku."
Daniel terdiam mendengar penjelasan dari Elsa, "Aku... Merasa diriku ini tidak ada perubahan bahkan jika aku mengulang kehidupan berapa kali pun, bagi ku... Hidup ku ini tidak akan berubah."
"Kau berpikir seperti itu?"
"Iya..." jawab Elsa paruh.
Daniel terdiam entah kenapa rasanya sakit sekali mendengar ucapan dari Elsa, "Elsa... Apa... Kau masih mencintai Eren?"
"Iya?" tanya Elsa mengulang menatap wajah Daniel.
Elsa terdiam saat melihat warna mata Daniel yang berubah warna menjadi ungu terang, melihat tampang Daniel yang begitu datar membuat Elsa seketika menjadi merinding.
"Daniel kau marah?" tanya Elsa.
Daniel langsung berdiri dari duduknya meninggalkan Elsa yang masih menatap dirinya dengan bingung.
"Daniel kau mau ke mana?" tanya Elsa yang langsung mengejar Daniel.
"Aku harus kembali, ini sudah malam," jawab Daniel tersenyum.
__ADS_1
"Kembali? Apa kau akan pulang sekarang?"
Daniel kembali menolehkan wajahnya ke hadapan Elsa, tubuh Elsa membeku saat melihat mata Daniel yang berubah warna menjadi ungu gelap, menggambarkan bahwa dia saat ini sedang marah sekaligus sedih.
"Elsa! Apa kau punya waktu untuk pekan ini?"
"Memang kau mau apa?" tanya Elsa penasaran.
Daniel tersenyum menatap wajah Elsa, "Apa kau lupa? sebentar lagi kan tahun baru kekaisaran."
"Tahun baru kekaisaran?" tanya Elsa mengulang.
Daniel tersenyum menatap wajah Elsa, dirinya kembali berjalan ke arah Elsa yang masih berdiri ditempat.
"Jika kau ada waktu, mau kah kau berkencan dengan ku?"
"Iya?"
"Di bukit dekat pusat kota, bagian barat aku akan menunggu mu di sana."
"Apa? menunggu ku, lalu bagaimana jika aku tidak ke sana?" tanya Elsa.
Daniel langsung tersenyum menatap wajah Elsa, "Aku harap kau hadir, karena... akan ada sesuatu yang harus kamu tau."
"Apa itu?"
"Rahasia, makanya kau hadir malam itu," ucap Daniel yang langsung mencium kening Elsa dengan lama.
"Kalo begitu aku pergi dulu, selamat malam."
Seperti biasa Daniel akan keluar dari kamar Elsa melalui pintu balkon, entah apa yang dipikirkan Daniel sampai-sampai dia berpikir jalan melalui balkon lebih cepat dari pada lewat pintu utama.
...~*~...
3 hari kemudian festival tahun baru kekaisaran telah diadakan semua orang sibuk demi mempersiapkan hari besar itu, termasuk orang-orang yang ada dikediaman Pervis.
"Nona bagaimana jika anda memakai pakaian ini?" tanya Rina memberikan satu set pakaian.
"Berikan saja aku pakaian sipil yang tidak begitu mencolok."
"Tidak begitu mencolok?"
"Ah... Pakaian yang waktu itu diberikan Hana juga bagus, bawa itu ke sini."
"Baik."
Rina kembali datang dengan membawa gaun bermotif bunga mawar pada Elsa, Elsa yang melihat gaun pemberian Hana itu langsung tersenyum, ini merupakan hadiah ulang tahunnya yang ke 15 dari Hana waktu itu.
"Anda mau ke mana Nona?" tanya Rina penasaran.
"Aku ingin jalan ke pusat kota, bukannya malam ini akan ada festival?"
"Festival?" tanya Rina mengulang.
__ADS_1
"Nona! Boleh saya ikut juga?" pekik Rina bersemangat.
"Ikut?" Dengan cepat Rina menganggukkan kepalanya.
"Entahlah aku ke sana bukan hanya sekedar ingin melihat festival saja, tapi... Juga ingin bertemu seseorang," jawab Elsa yang kembali berdiri.
"Siapa?"
"Rahasia," jawab Elsa tersenyum, "Ah... Bagaimana jika kau pergi bersama Lucas? hitung-hitung kalian kencan sekalian liburan."
"Nona ini bicara apa sih?" pekik Rina malu.
...~*~...
Seperti yang sudah direncanakan akhirnya Elsa pergi juga ke festival tahun baru kekaisaran dengan Rina dan Lucas yang menemaninya, suana kota begitu ramai dengan banyaknya para warga berjualan serta gelak tawa dari anak-anak yang sedang bermain.
"Wah... Nona liat!"
Mata Elsa terbuka lebar saat melihat beberapa rombongan parade melewati mereka, ada yang berpakaian badut serta ada juga yang berpakaian hewan.
"Keren," ucap Rina dan Elsa bersamaan.
Lama mereke menonton aksi parade itu sampai akhirnya Elsa ingat tujuan sebenarnya dia ke sini karena apa.
"Ah... Rina maaf aku tinggal kamu di sini, aku pergi dulu."
"Eh! Nona anda mau ke mana?" tanya Rina saat melihat Elsa yang sudah pergi.
"Lucas! kau tidak mengejar Nona?" tanya Lucas.
Lucas hanya diam memandang tubuh Elsa yang sudah menjauh, "Biarkan saja, nanti juga Nona balik sendiri."
"Apa?"
Di lain sisi Elsa yang saat itu berpakaian sederhana langsung berlari menuju bukit yang sudah diperintahkan oleh Daniel, malam sudah semakin dingin tidak mungkin Daniel masih menunggu dirinya di sana dengan cuaca yang seperti ini.
"Ada di mana dia?"
Elsa melirik ke kiri dan Kanan untuk mencari keberadaan Daniel yang dari tadi tidak terlihat, apa mungkin saat ini Daniel sudah pergi, padahal dari ucapannya kemarin Daniel akan terus menunggunya sampai akhirnya dia datang menemui Daniel.
"Daniel!" panggil Elsa.
Kaki Elsa sudah begitu lelah untuk melangkah, namun dirinya tetap dengan kuat menaiki bukit hanya untuk bisa bertemu Daniel.
"Pangeran?" tanya Elsa saat melihat ada Eren di sana.
Wajah Elsa nampak heran saat melihat ada Eren di sana, dimana orang seperti dirinya yang begitu sibuk mengurus negara bisa hadir sendiri tanpa ada yang mengawasinya.
"Sedang apa dia di sana?" tanya Elsa penasaran.
Langkah Elsa menjadi ringan saat dirinya ingin mendekati Eren, wajah Eren yang nampak datar itu terlihat biasa saja bagi Elsa, sampai matanya bertemu dengan sosok Kiana di sana yang membuat langkah Elsa menjadi terhenti.
"Kiana?"
__ADS_1
TBC