
Sullie terpaku menatap wajah Victor, dia melamun untuk beberapa saat, pria seperti itu, jika merupakan seorang wanita sudah pasti tidak akan bisa mengalihkan pandangan mata mereka.
Terakhir kali, ketika dia melihat Dexter, Sullie berpikir bahwa Dexter adalah pria paling tampan yang ada di dunia, tidak disangka bahwa pria di depanya ini bahkan lebih tampan di bandingkan Dexter.
Karena Lexie melamun, dia lupa mengingatkan semua orang yang mengelilingi Lexie, jadi sekelompok orang itu tidak merasakan ada orang yang mendekat, mereka satu per satu mengucapkan kalimat tentang bagaimana menyiksa Lexie.
"Wanita ini sangat cantik, bagaimana cara memainkannya? Apa itu masih perlu di pertanyakan? Tapi, Jeremy kamu tidak bisa memakannya seorang diri, kamu juga harus membiarkan beberapa temanmu ini untuk mencicipinya."
"Rudi, yang kamu katakan salah, meskipun semua orang ingin memakan wanita cantik, tapi kita adalah orang yang memiliki status, jangan ucapkan perkataan bagai kita ini seorang bajingan."
"Sudahlah, untuk apa berpura-pura, terakhir kali menangkap gadis kecil, kamu yang paling cepat di bandingkan yang lain. Kenapa, sekarang kamu bersikap bagai orang baik ..."
"Apa yang kamu tahu ..." Orang yang berbicara itu bergegas memberikan pandangan mata ke yang lainnya, "Gadis kecil, itu mana yang bisa di bandingkan dengan wanita cantik ini? Apa tidak sayang jika wanita yang begitu cantik dimainkan hanya satu kali saja? Aku pikir, Jeremy atau kamu ambil saja wanita ini, tunggu hingga hingga kamu bosan baru memberikannya pada kami, bagaimana?"
Mengatakannya sampai sini, itu benar-benar perkataan yang menjilat, sekelompok orang ini, selain William dan Jeremy yang statusnya sedikit berbeda, yang lainnya bertindak dengan melihat maksud Jeremy. Orang ini jelas orang yang cerdas, dia melihat ambisi Jeremy pada Lexie.
Walaupun dia bodoh, dia tidak akan berebut wanita dengan Jeremy.
Beberapa orang di karenakan ucapannya, kembali tersadar kemudian mengikuti perkataanya, hanya raut wajah William saja yang sedikit dalam, berdeham kemudian berbicara: "Aku merasa itu tidak benar. Kalian lupa, wanita ini pada saat itu di selamatkan oleh Dexter, jika dia memiliki hubungan dengan Dexter, jika sampai di telinga Dexter, dan kemudian dia mengadukan perbuatan kita ..."
"William kamu ini terlalu pengecut, setiap kali melakukan sesuatu yang menegangkan, kamu selalu berada di belakang kami, seorang pria dewasa penakut itu, benar-benar membuatku memandang rendah dirimu. Jika kamu selalu seperti ini, jangan ikuti aku lagi." Jeremy melotot sekilas pada William, William ragu-ragu sejenak dan tidak berbicara lagi.
"Ka, kalian tidak bisa melakukan ini!" Lexie melawan dengan emosional, menggigit pergelangan tangan Jeremy, dia kesakitan hingga berteriak.
__ADS_1
"Hei, dia ini duri, tapi aku menyukainya." Jeremy tersenyum bahagia, mengabaikan cedera di pergelangan tangannya, wajahnya mendekat, seperti akan mencium wajah Lexie, "Apa yang tidak boleh kulakukan? Tunggu ketika kamu menjadi wanitaku, mungkin kamu akan meminta dan memohon padaku untuk melakukannya padamu setiap malamnya."
Usia Jeremy sama sekali tidak tua, tapi perkataan yang keluar dari mulutnya itu sama sekali tidak ceroboh, sekilas bisa tahu, bahwa dia adalah pecinta wanita yang memiliki banyak pengalaman.
"Aku tidak akan menjadi wanitamu bahkan jika aku mati sekalipun! Aku sudah memiliki orang yang kusukai!" Lexie berteriak dengan raut wajah dingin.
Wajah Jeremy menjadi sangat tidak enak untuk di lihat, meraih pipi Lexie, dengan marah berteriak: "Suka? Kamu benar-benar membangkitkan keinginanku, tidak peduli apakah ini tubuhmu atau hatimu, aku ingin semuannya. Orang yang kamu sukai? Haha, tunggu ketika aku menidurimu, setelah itu baru pergi untuk melihat siapa yang kamu sukai, tunggu ketika dia melihatku, takutnya dia kan berlutut dan membiarkanku untuk menidurimu."
Perkataan yang diucapkan Jeremy, bukanya tidak berdasar, dulu pernah seperti ini sekali, dia menyukai seorang putri dari keluarga kecil, gadis itu juga memiliki tunangan, pria itu adalah seorang penjaga gerbang, ketika dia bertemu langsung Jeremy, dia langsung ingin menyenangkan Jeremy, tidak peduli pada tunangannya, pria itu langsung menyerahkan gadis itu secara pribadi padanya.
"Oh ... Yang bisa membuatku berlutut di negara Nanyue ini selain Kaisar sepertinya sudah tidak ada orang lain lagi."
Sebuah suara tiba-tiba muncul di belakang kerumunan orang, suara itu begitu berat dan dalam, ketika berbicara nada suaranya itu juga begitu meremehkan.
"Siapa kamu?" Jeremy seperti melihat musuh, jelas-jelas pria ini hanya mengucapkan satu kalimat, tapi dia berhasil membuat semua orang gugup.
Victor tidak seperti anggota istana lainnya yang sering menghadiri berbagai acara, kepribadiannya yang unik sangt berbeda dan tidak dapat di prediksi, hanya beberapa jamuan penting yang di adakan Kaisar saja baru dia akan muncul, dan jamuan makan yang penting itu, para orang dengan kekuasaan kecil tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi, jadi mereka ini tidak memiliki kesempatan untuk melihatnya.
"Siapa aku?" Victor tersenyum pelan, mengangkat tanganya dengan pelan, Jeremy yang berada di kejauhan merasakan rasa sakit, secara naluriah melepaskan tangannya yang menahan Lexie.
Lexie kemudian berlari ke depan, kemudian bersembunyi di balik tubuh Victor, "Dia adalah orang yang aku suka, bagaimana, jauh lebih baik di bandingkan kalian semua bukan?"
Pada saat ini Lexie benar-benar ingin Victor membalaskan dendam untuknya.
__ADS_1
"Gadis sial, jangan berpikir semua orang bisa melindungimu! Aku akan membuatmu melihat kemampuanku hati ini!" Jeremy marah di karenakan Lexie, sama sekali tidak memperhatikan perkataan Victor tadi.
Tapi ketika William mendengar kalimat ini, raut wajahnya menjadi sedikit takut. Di negara Nanyue, selain ayah Jeremy yang di juluki Raja, hanya ada satu orang lagi yang di juluki Raja, yaitu Raja Victor!
Hanya saja apa itu mungkin? Ini bisa begitu kebetulan, orang ini di depannya ini adalah Raja Victor?
Tapi bibir William bergerak, tidak tahu apa itu sengaja atau tidak, dia bahkan lupa mengingatkan Jeremy.
"Kamu?" Lexie tersenyum menghina.
Senyum ini semakin membuat Jeremy marah, dia begitu marah hingga menarik pedang di pinggangnya dan menerjang.
Tiba-tiba hanya dengan sebuah dengusan pelan, sudah membuat atmosfer semakin mencekam.
Victor berdiri tegas, bibirnya menampilkan senyum menyeramkan dengan dingin berkata: "Henry benar-benar melahirkan seorang bodoh, sepertinya sudah terlalu lama menikmati kehidupan yang sangat nyaman."
Di Nanyue ini, hanya ada beberapa orang yang berani menyebutkan Raja Henry dengan namanya saja.
Kali ini Jeremy sedikit takut, di mengulurkan pedang dan tidak menerjang, dia kemudian bertanya: "Siap sebenarnya kamu? Jangan macam-macam!"
"Ingin membuatku yang seorang Raja ini menyebutkan namaku, apa kamu layak?" Victor berjalan maju selangkah demi selangkah, beberapa pangeran yang mengelilingi Jeremy juga terkejut dengan aura mencekam Victor, tidak ada yang berani menghalangi jalannya.
"Ra, raja? Ka, kamu adalah Raja Victor?" Jeremy bukan orang bodoh, setelah tenang dia langsung mengetahui pria di depannya, di dunia ini tidak ada yang berani berpura-pura menjadi raja Victor, dan lagi raja Victor yang di kabarkan memang memiliki paras yang begitu tampan, ini bukanlah hal yang bisa di palsukan.
__ADS_1