
Zacky meminum teh miliknya, tapi tidak bisa menahan cibiran, Lexie masih menderita berbaring di ranjang, dan Victor malah mengenakan pakaian merah untuk menikahi seorang wanita!
Perbandingan semacam ini benar-benar membuatnya sulit untuk menelan kemarahan ini!
Dia menunggu selama satu jam akhirnya melihat rombongan yang berpakaian sama sekali berbeda dari negara Nanyue datang dari kejauhan. Zacky bergegas membayar uang teh kemudian bergegas menuju ke arah rombongan itu.
Di rumah sangat sunyi, terutama setelah Zacky pergi, tidak ada suara sama sekali.
Lexie sedang berbaring di ranjang, menoleh, dan melihat awan di langit di luar jendela, awan itu berwarna kemerahan karena terimbas cahaya matahari.
Apa karena hari ini adalah hari bahagianya, jadi bahkan langit pun ikut memeriahkannya?
Lexie tidak bisa tidak memikirkan perkataan yang paling klasik itu, pria dan wanita menikah, tapi pengantin wanitanya bukan aku. Dulu ketika mendengar kalimat ini, dia hanya mendengarkannya saja, sekarang, ketika situasi ini terjadi padanya, Lexie baru mengetahui bahwa kesedihan yang seperti ini tidak bisa di terima oleh orang lain.
Dalam kelinglungan, Lexie merasa ada suara gong gendang yang terdengar, apa tim yang menyambut keluarga sudah melalui jalan? Lexie teringat kata-kata pelayan toko pada hari itu, bahkan seorang remaja begitu bersemangat, ingin melihat pengantin pria dan wanita, pada saat ini, sepertinya jalanan di penuhi oleh orang-orang yang menonton keramaian.
Lexie merasa dirinya terluka kali ini, juga merupakan hal yang baik, setidaknya, dia bisa memaksakan diri untuk tidak pergi ke jalan dan menonton keramaian, tidak harus pergi melihatnya mengenakan jubah dan mengendarai kuda lewat di depannya, melindungi pengantin wanitanya itu menuju ke kediamannya.
Hanya saja, jelas-jelas tidak melihatnya, mengapa Lexie memiliki gambaran seperti itu di dalam benaknya?
Kuku jarinya tertancap dalam dagingnya, tapi Lexie tidak menyadarinya, jelas-jelas dia memakai selimut, tapi di merasa dingin dari ujung kepala ke ujung kaki.
"Nona." Suara Ernie terdengar di dalam halaman, ketika Lexie masih belum tersadar, dia melihat sesosok orang yang bergegas masuk ke dalam ruangan.
Orang yang buru-buru masuk itu, dia adalah Ernie, dia langsung bergegas pulang begitu dia menerima surat itu.
__ADS_1
Ernie melihat wajah pucat Lexie yang berbaring di ranjang, tiba-tiba merasa hatinya sakit, kemudian dia mendekat ke ranjang dan menangis, "Nona, Ernie sudah pulang, tadi Ernie melihat, melihat ..."
Lexie mengangkat tangannya dan membelai kepala Ernie, dengan samar berkata: "Apa kamu melihat raja Victor menikah?"
Ernie mengigit bibir bawahnya dan mengangguk, air matanya mengalir, tampak lebih sedih di banding Lexie, dia menangis sambil berteriak: "Nona, raja Victor sudah menikah, bagaimana dengan Nona, apa yang bisa kita lakukan ..."
"Gadis bodoh, dia menikah ya menikah saja, memangnya jika tidak ada pria, maka nonamu ini tidak bisa hidup?" Lexie menyeka air mata Ernie, kemudian berkata: "Sudahlah, kamu jangan menangis kamu juga bukannya tidak tahu bahwa dia akan menikah, bukankah sebelum tahun baru kami sudah tahu bahwa hari ini akan datang?"
"Tapi, tahu ya tahu, tapi ketika melihat dengan mataku sendiri, aku masih belum bisa menerimanya." Ernie membersihkan hidungnya, air matanya masih tida bisa berhenti mengalir, "Nona, kamu tidak usah menghibur lagi jika sedih, mengapa repot-repot menyulitkan diri sendiri."
Tangan Lexie dengan lembut menyentuh kepala Ernie, garis pandangnya tanpa sadar bergerak keluar jendela, awan di ujung langit pada hari itu masih indah, tapi Lexie malah kehilangan minatnya untuk berbicara. Ya, jelas-jelas bibirnya menghibur Ernie, tapi rasa sakit di hatinya sudah mencapai tulang, untuk apa dia menyulitkan diri sendiri.
Dia sedih!
Jelas-jelas dia berkata bahwa dia tidak peduli, tapi Lexie malah sedih!
Setelah Ernie sudah cukup menangis, dia kemudian keluar dari kamar Lexie, berdiam membuat makan siang untuk Lexie, siapa tahu baru masuk ke dapur dia melihat seorang pria tua sedang memasak obat, Ernie bingung, kemudian dia menghampiri untuk melihat dan bertanya, "Apa ini obat yang di masak untuk nonaku?"
Tabib Gideon sedang fokus, ketika ditanya tiba-tiba seperti itu, dia terkejut hingga hampir terjatuh, "Gadis kecil yang datang dari mana, mengagetkanku saja. Nonamu? Yang ada di kamar itu?"
Ernie mengangguk.
Tabib Gideon memutar bola matanya, "Ya, ini di masak untuk di berikan pada nonamu. Kamu ini, dari mana kamu muncul, aku tidak pernah melihatmu dalam beberapa hati terakhir."
"Aku batu kembali hari ini." Kata Ernie berbalik badan kemudian bersiap untuk memasak.
__ADS_1
Melihat gerakan Ernie, wajah tabib Gideon seketika memiliki sinar, dia kemudian mengikuti Ernie, "Gadis kecil, itu kamu bisa memasak ..."
Ernie memutar bola matanya, "Omong kosong, aku adalah pelayan, tentu saja aku bisa memasak, kenapa?"
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa, hanya saja terlalu terharu. Kamu tidak tahu, dua hari ini orang yang bernama Zacky itu yang memasak, benar-benar sangat tidak enak, memakannya hingga mulut orang tua ini hingga akan membusuk. Kamu cepatlah memasak, aku bahkan belum sarapan." Tabib Gideon juga sangat menyedihkan jelas-jelas adalah seorang kepala tabib kerajaan ternyata dia bahkan tidak mendapatkan makanan.
Ernie tersenyum canggung, gerakan tangannya menjadi semakin cepat.
"Benar juga, kenapa hari ini kamu tidak pergi ke jalan untuk menonton keramaian?" Tabib Gideon mengobrol dengan Ernie sambil memasak obat.
Ernie mendengus sekilas, "Apa yang bisa dilihat? Seorang pria jahat menikahi wanita ular, keramaian ini siapa yang ingin melihatnya!"
"Hei, gadis kecil, watakmu keras juga. Tapi raja Victor begitu menyukai Nonamu itu, apa masih di katakan pria jahat?" Tabib Gideon jelas tidak setuju dengan perkataan Ernie.
"Menyukai?" Ernie meninggikan suaranya, "Tapi nona baru saja memberitahuku, kalau nona sedang hamil, tapi dia bahkan tidak memberikan status untuk nonaku, ini bisa di sebut menyukai?"
"Tapi dia membiarkan nonamu itu melahirkan anak ini, selama dia memiliki seorang anak, maka dia akan memiliki posisi di kemudian hari bahkan walaupun itu bukan sebagai istri sah, ketika anak itu besar, dia juga bisa di jadikan selir atau yang lainnya, jika anak itu berguna, maka mungkin saja bisa di jadikan selir resmi!" Dengan catatan bahwa Lexie tidak di tangani oleh permaisuri terlebih dulu dengan berbagai cara. Tabib Gideon adalah orang istana, wanita menggunakan segala macam cara untuk bersaing, demi mendapatkan rasa sayang, dia sudah terlalu banyak melihatnya.
Ernie mencibir, "Nonaku, tidak menginginkan posisi apa itu selir resmi!"
"Tidak menginginkan?" Tabib Gideon tidak percaya, "Wanita mana yang tidak menginginkannya, itu adalah selir resmi raja Victor! Gadis kecil, jangan bicara omong kosong."
"Hei! Siapa yang berbicara omong kosong. Meskipun aku tidak bersama mengikuti nona, tapi aku tahu pemikiran nona berbeda dari kebanyakan wanita lain, dulu aku pergi ke teater untuk menemani nona menonton, ada waktu itu drama yang di mainkan adalah kisah kematian tragis seorang wanita setelah di ceraikan, pada saat itu nona berkata bahwa dia lebih rela sendirian dari pada harus berbagi pria dengan wanita manapun."
"Pria memiliki banyak istri dan juga selir itu biasa, pemikiran nonamu ini benar-benar berbeda." Tabib Gideon ini menggelengkan kepalanya, melihat obat sudah mendidih keluar, bergegas kembali berjongkok dan mengatur api.
__ADS_1
"Satu orang untuk seumur hidup, ini adalah yang nonaku katakan pada wanita itu." Perkataan yang di ucapkan Ernie ketika sedang memasak dan mengobrol santai ini tidak disangka akan di sampaikan dari mulut tabib Gideon ke telinga Victor, ketika Lexie sudah meninggalkan kota Phoenix.
Pada saat itu, Victor baru mengetahui bahwa ternyata yang di inginkan Lexie dari awal bukanlah status, tapi adalah satu orang untuk seumur hidup!